
⚠️Dilarang! boom like di novel ini.
" Entah di pertemukan atau menemukan yang pasti jika memang jodoh selalu ada jalan untuk bertemu."
Satu Bulan Kemudian .........
Pagi ini Ry berangkat ke kampus mengendarai motornya. Sesampai di kampus Ry berjalan ke arah kelas lalu Ry mendengar seorang cewek memanggil nama Ry.
" Ry tunggu aku." Seorang cewek yang memanggil nama Ry lalu berlari ke arah Ry.
" Iya." Ry yang membalikan badan lalu melihat ke arah seorang cewek yang memanggil nama Ry. Seorang cewek itu yaitu Yeni.
Yeni berhenti berlari karena sudah berdiri di samping Ry.
" Ayo ke kelas bareng Ry!" Yeni yang mengandeng lengan Ry sambil berjalan ke arah kelas.
Di rumah nenek Ry begitu ramai karena para tetangga berdatangan ke rumah nenek Ry. Para tetangga datang untuk membantu memasak untuk acara lamaran Raka dan Ry. Para ibu - ibu tetangga dan mama Ry mulai memasak. Sedangkan papa Ry sibuk membersihkan halaman rumah nenek Ry.
Selesai kuliah Ry dan Yeni berjalan ke arah pakiran motor. Yeni mengajak Ry untuk nongkrong tetapi Ry menolak karena mama Ry menyuruh Ry untuk segera pulang. Ry mengendarai motor ke arah rumah Nenek.
Sesampai di halaman rumah nenek Ry suasana begitu ramai seperti akan ada acara. Ry berjalan masuk ke dalam rumah sambil mengucapkan salam. Ry berjalan ke arah kamar.
Ceklek..... Ceklek
Ry membuka pintu kamar ternyata kakak Fina dan kakak Liana sudah berada di dalam kamar Ry.
" Kakak Fina dan Kakak Liana kapan datang?" Ry yang menyalim punggung tangan kakak Fina dan Liana secara bergantian.
" Dari tadi," jawaban serentak kakak Fina dan kakak Liana.
" Kakak Fina rumah nenek kok ramai ada acara apa?" Ry yang meletakan tas ranselnya di atas meja rias.
"Mama dan Papa belum ngasih tahu adek. Apa?" kakak Fina yang melihat ke arah Ry.
" Ngasih tahu apa kakak Fina?"Ry yang melihat ke arah kakak Fina.
"Acara lamaran adek ama Raka," jawab kakak Fina.
" Cie......cie yang sebentar lagi akan menikah ama Raka." Kakak Liana yang meledek Ry yang akan dilamar ama Raka.
"What?" Ry yang begitu terkejut saat mendengar kalau hari ini. Raka akan datang melamar Ry.
" Lah kok kaget adek?" tanya kakak Fina.
__ADS_1
" Soalnya ada yang ngasih tahu adek kakak Fina," kata Ry.
"Biar kejutan adek." Kakak Liana yang tersenyum melihat ke arah Ry.
" Adek cepatan mandi terus ganti pakaian, Raka sekeluarga udah mau nyampai nih," kata kakak Fina.
" Omg, Adek pakai pakaian apa nih kakak?" Ry yang terkejut mendengar Raka yang udah mau nyampai kerumah nenek.
"Biar kakak yang memilihkan pakaian untuk adek. Sana adek buruan mandi," kata kakak Fina.
" Biar kakak yang make up adek." Kakak Liana memberikan handuk ama Ry lalu mendorong badan Ry untuk keluar dari kamarnya.
Raka sekeluarga sudah berada di ruangan tamu rumah nenek Ry. Raka sekeluarga sudah duduk di atas tikar. Keluarga mama Ry dan papa Ry sudah berkumpul di ruangan tamu rumah nenek Ry.
Raka masih belum melihat keberadaan Ry. Emak yang melihat ke arah Ry mengerti bahwa Raka ingin melihat Ry belum ada. Emak membisikan sesuatu ke telinga bapak.
" Dikin bisa kita mulai sekarang acaranya?"tanya bapak Raka.
" Bisa mas," jawab papa Ry.
"Nak Mentary mana?" tanya bapak Raka.
" Tunggu sebentar, biar aku suruh tantenya panggil Mentary." Papa yang menyuruh tante untuk memanggil Mentary.
Raka dan Ry duduk saling berhadapan, acara lamaran Raka dan Ry pun di mulai. Om Ry yang memulai membuka acara lamaran tersebut. Raka terlihat mencuri curi pandangan ke arah Ry.
Dari pihak Raka Pakde yang mewakili bapak Raka untuk berbicara. Pakde Raka mengatakan kedatangan mereka sekeluarga untuk mengantarkan seserahan buat Mentary.
" Kapan Acara Raka dan Ry akan di adakan?" tanya pakde Raka.
"Maaf sebelumnya, Saya ingin menikah ama Mentary tanggal 13 mei. Apa bisa om?" Raka yang melihat ke arah papa Ry.
" Kenapa dengan tanggal 13 mei nak Raka?" tanya papa.
"Karena itu bertepatan dengan hari ulang tahun Ry. Jadi apa boleh om?" tanya Raka.
" Boleh nak Raka. Tapi untuk acara resepsi pernikahan tidak bisa di adakan pada hari tersebut. Resepsi pernikahan akan di adakan pada esokan harinya bagaimana nak Raka sekeluarga?"tanya papa Ry.
" Kami sekeluarga ngikut aja ama Dikin sekeluarga," jawab pakde Raka.
" Berarti sudah di tetapkan akat nikah Raka dan Ry 13 mei," kata papa Ry.
" Untuk mas kawin nak Mentary mau apa?" tanya pakde Raka.
__ADS_1
" Seperangkat alat shalat." Ry yang melihat ke arah Raka sekeluarga.
" Saya tidak setuju dengan mas kawin yang Ry minta. Apa bisa di ganti saja Ry?" Raka yang melihat ke arah Ry.
" Kenapa emangnya mas?"Ry yang melihat ke arah Raka.
" Besar tanggung jawab Ry. Bisa kah aku minta yang lain ya mas kawinnya. Bagaimana Ry?" Raka yang melihat ke arah Ry.
" Bagaimana kalau emas?" tanya bude Raka.
" Saya tergantung ama Ry saja. Bagaimana Ry?tanya papa Ry.
"Kalau gak uang aja Ry," kata tante Ry.
" Jadi Ry mau mas kawin apa?" tanya Raka.
Ry masih terdiam berpikir soal mas kawin yang Ry inginkan. Karena kedua kakak Ry mas kawinnya dengan seperangkat alat sholat. Ry juga gak pernah berpikir tentang mas kawin apa yang Ry inginkan. Tapi dari pihak keluarga Raka ingin mas kawin berupa emas.
" Mas kawin Ry berupa emas," jawab Ry.
" Nak Mentary mau berapa mas?"tanya pakde Raka.
" Seberapa mas Raka sanggup saja," jawab Ry.
" Tidak bisa seperti itu nak Ry harus lebih jelas," kata pakde Raka.
" 1 mas," kata Ry.
" Berbentuk apa?"tanya pakde Raka.
" Cicin," jawab Ry.
Setelah semua selesai sekarang Raka memberikan seserahan untuk Ry dari baju kebaya pengantin, tas, sandal, dalaman, alat make up dan lain - lainnya.
Setelah Raka memberikan semua seserahan untuk Ry. Sekarang Raka memberikan buket uang sebagai simbol uang seserahan yang Raka berikan untuk Ry. Uang seserahan yang akan di gunakan untuk akat nikah dan acara resepsi pernikahan Raka dan Ry.
Ry mengambil buket uang dari tangan Raka. Ry tersenyum melihat ke arah Raka. Raka dan Ry terlihat begitu bahagia di acara lamaran. Acara lamaran Raka dan Ry sudah berjalan dengan lancar.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1