
" Jalan kaki itu bikin Aku sehat, yang sakit itu saat Kamu bilang jalanin aja dulu".
Kevin yang tubuhnya masih gemetaran karena baru keluar dari rumah hantu.
" Yank ngompol ya? Yani melihat ke arah Kevin.
" Iya Yank, habis di rumah hantu tadi serem" Jawab Kevin.
"Emang dasar Yank aja yang penakut" Kata Yani.
"Kuntilanak tadi ketawa dan mendekati ke arah Aku Yank" Kata Kevin.
" Itu manusia Yank yang berdandan mirip kuntilanak" Kata Yani.
"Tetap aja Aku takut yang" Kata Kevin.
Rika dan Aska keluar dari rumah hantu.
" Kamu pasti cari kesempatankan gandeng lengan Aku?" Rika yang melepaskan lenganya dari Aska.
" Jangan sembarang ngomong. Kamu yang gandeng lengan Aku tadi" Kata Aska.
" Mana ada Kamu yang ambil kesempatan dalam kesempitan" Kata Rika.
" Susah ngomong ama Kamu" Aska yang wajah kesal di buat Rika.
Kevin dan Yani melihat ke arah Rika dan Aska. Kevin dan Yani berjalan ke arah Rika dan Aska.
" Ada Apa Rika?" Tanya Kevin.
" Dia gandeng lengan Aku Abang" Jawab Rika.
" Benar Kamu gandeng lengan Rika?" Tanya Kevin.
" Gak, Dia gandeng lengan Aku pas di dalam rumah hantu Abang" Jawab Aska.
" Bohong Dia Abang. Dia yang gandeng lengan Aku" Kata Rika.
"Pusing kepala barbie" Kata Yani.
" Kamu kok gak lepaskan gandengan lengan Rika ama Kamu?" Tanya Kevin.
" Aku kira tadi Ry yang gandeng lengan. Maka Aku biarkan aja Abang. Aku juga pengen di gandeng ama Ry" Kata Aska.
" Wwwwwkkkk ternyata salah malah Rika" Kata Kevin.
" Ketawa aja terus Abang" Aska yang melihat ke arah Kevin.
" Ry ama Raka mana?" Tanya Yani.
"Paling mojok di dalam" Jawab Kevin.
" Mana ada orang mojok di rumah hantu Abang" Kata Aska.
" Kenapa celana Abang basah?" Rika yang melihat ke arah celana Kevin.
__ADS_1
" Kena air" Jawab Kevin.
" Tapi bohong kan, Abang ngompol" Kata Aska.
" Gak" Kata Kevin.
" Gak salah lagi Abang ngompol, Aku mencium bau pesing dari celana Abang" Kata Rika.
" Wwwwwwkkkk" Aska dan Rika tertawa terbahak - bahak.
Raka dan Ry keluar dari rumah hantu. Raka dan Ry berjalan sambil bergandengan tangan. Yani yang melihat kearah Raka dan Ry.
Yani menyuruh Aska dan Rika berhenti menertawakan Kevin. Yani menyuruh Aska, Rika dan Kevin melihat ke arah belakangnya.
Aska, Rika dan Kevin membalikan badanya ke arah belakang. Mereka melihat Raka dan Ry berjalan. Mereka melihat Raka mengandeng tangan Ry.
" Cie....Cie udah gandengan tangan ya Mas dan Kakak Ry" Kata Rika.
" Ehem .....Ehem kesempatan dalam kesempitan ya Abang?" Tanya Kevin.
" Gak kok" Raka melepaskan tangan dari tangan Ry.
Yani dan Kevin pulang duluan karena celana Kevin basah. Raka dan Ry tertawa melihat celana Kevin basah karena ngompol.
Rika mengajak Ry, Raka dan Aska untuk naik permainan Komedi putar. Rika, Raka, Aska dan Ry sudah berdiri di depan Komedi Putar.
" Rika, Aska dan Abang Raka aja naik ya. Ry gak naik" Kata Ry.
" Kalau Ry gak naik Aku gak naik juga" Kata Aska.
" Kakak Ry haus?" Tanya Rika.
" Ry mau minum Apa?" Tanya Aska.
" Air mineral aja Aska" Jawab Ry.
" Aku beli minum dulu, Ry tunggu di sini ya" Aska yang berjalan ke arah penjualan minumanan.
" Mas beli tiketnya ya?Aku mau beli Es boba dulu" Rika yang berjalan kearah penjual Es Boba.
" Iya Dek. Mas tunggu di sini ya"Kata Raka.
Raka menyuruh Ry untuk membeli tiket komedi putar. Untuk membeli tiket komedi putar harus berbaris dan menunggu giliran. Ry yang berdiri sambil menunggu giliran.
Tiba giliran Ry untuk membeli tiket. Raka berjalan ke arah Ry. Ry membeli 2 tiket untuk naik komedi putar. Raka lalu membayar 2 tiket tersebut.
Raka dan Ry di haruskan maju kedepan karena barisan yang di belakang sudah berdesak. Ry dan Raka maju kedepan.
Penjaga komedi putar menyuruh Ry dan Raka untuk naik. Pengujung yang lain juga menyuruh Ry dan Raka untuk cepat naik.
Akhirnya Ry naik lalu duduk di bangku komedi putar. Raka duduk di bangku sebelahnya. Komedi putarnya mulai naik bergerak ke atas.
" Lu Kenapa?" Raka yang melihat ke arah Ry.
" Ry fabio ketinggian Abang" Muka Ry berubah menjadi pucat saat melihat kebawah.
__ADS_1
" Jangan lihat kebawah lihat Gue aja" Kata Raka.
" Iya Abang" Ry melihat wajah Raka tetapi tangan Ry gemetran.
"Lu masih takut?" Raka yang melihat ke arah Ry.
" Masih Abang"Jawab Ry.
" Gue kira gak ada yang Lu takutin. Ternyata Lu takut ketinggian" Kata Raka.
" Ry takut ketinggian Abang" Kata Ry.
Tiba - tiba komedi puternya berhenti. Saat itu posisi tempat Ry dan Raka duduk lagi berada di atas.
" Waduh.... Kok gak gerak sih komedi putarnya" Wajah Ry udah panik.
" Mereka sengaja matin mesinnya biar pengunjung panik" Raka memegang tangan kanan Ry yang terasa dingin.
" Kalau mati benaran Kita gak bisa turun.Gimana dong Abang?" Tanya Ry.
" Kita tunggu aja pasti ada yang nolongin " Jawab Raka.
" Hiks......Hiks" Ry yang ketakutan akhirnya menagis di hadapan Raka.
" Cup.....cup jangan nagis ada Gue di sini yang bakal jagain Lu kok" Raka yang memeluk tubuh Ry sambil mengelus punggung Ry.
"Ry mau turun Abang" Ry yang masih berada di pelukan Raka.
" Entar kalau udah di bawah Kita turun" Kata Raka.
Komedi putarnya bergerak lalu tempat Ry dan Raka duduk sudah di posisi bawah. Raka meminta penjaga untuk menghentikan komedi putar.
Raka melepaskan pelukan lalu Dia turun dari komedi putar. Raka mengulurkan tangan untuk Ry. Ry menerima uluran tangan Raka.
Ry dan Raka bergandengan tangan. Aska dan Rika melihat ke arah Kita berdua. Raka mengambil botol air mineral dari tangan Aska. Raka membuka botol air mineral lalu menyuruh Ry meminum air.
"Abang ngapain Ry kok jadi seperti itu?" Aska yang melihat wajah Ry pucat.
" Mas Kakak Ry Kenapa?" Rika yang khawatir melihat Ry wajah nya pucat dan matanya sebab.
" Gue gak ngapa - ngapain Dia" Jawab Raka.
" Aku gak percaya ama Abang" Kata Aska.
" Kalai Lu gak percaya tanya aja ama Dia" Kata Raka.
" Kakak Ry Kenapa Mas?" Rika yang perhatian dengan keadaan Ry. Yang terlihat menyedihkan.
" Dia takut ketinggian. Memdingan Kita antar Dia pulang" Kata Raka.
" Biar Aku aja yang ngatar Dia pulang Abang" Kata Aska.
"Kakak Ry biar ama Aku dan Mas Aku aja" Kata Rika.
Ry pulang di antar Raka, Ry berada di belakang Raka lalu Rika yang paling belakang. Ry menyadarkan kepalanya di punggung Raka. Ry memeluk pinggang Raka.
__ADS_1
Rika bahkan merasa bersyukur ketakutan ketinggian Ry menjadi berkah tersendiri.Sehingga Ry dan Raka menjadi semakin dekat.
Bersambung ..........