
" Kenyataan tak selalu bisa membuat Kita bahagia. Tetapi dari kenyataanlah Kita bisa tumbuh dewasa dan berharga."
Aska berjalan masuk ke dalam kamarnya. Lalu Aska memunguti barang - barangnya yang berserakan di lantai. Aska menata kembali barang - barang ke tempatnya. Kemudian Aska meletakan tas ransel di meja belajar.
Aska membuka pakaian sekolah lalu mengantung di gantungan belakang pintu. Aska mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu kamarnya. Aska memakai handuk di pinggangnya.
Aska sudah memakai baju koko, kain sarung dan peci berwarna hitam. Aska mengambil air wudhu lalu Aska berjalan ke arah pintu Aska memakai sandal jepit. Aska berjalan ke arah mesjid yang letaknya tidak jauh dari rumah Aska.
Sesampai di dalam Mesjid Aska melihat jam yang sudah menujukan masuk shalat Maghrib. Kemudian Aska mendekati ke arah Mikrofon lalu Aska mulai melantunkan Adzan. Suara Aska begitu merdu saat melantunkan Adzan di mesjid.
Selesai melaksanakan shalat Maghrib berjamaah Aska berjalan ke arah rumahnya. Sesampai Aska di berdiri di depan pintu rumahnya.
Totok..........Totok
" Assalamualaikum Ibu," Kata Aska.
" Walaikumsalam Nak. Masuk aja pintu gak Ibu kunci," Ibu yang berada di dapur.
" Iya Ibu," Aska memegang ganggang pintu rumahnya. Lalu Aska berjalan masuk ke dalam rumahnya.
" Nak ganti pakaian setelah ini Kita makan," Kata Ibu.
" Iya Ibu," Aska yang membuka pintu kamarnya. Aska masuk ke dalam kamar lalu Aska menganti baju Kaos dan Celana levis. Aska berjalan ke arah dapur lalu Aska melihat Ibu yang lagi memasak.
"Ibu masak Apa?" Aska yang berjalan menghampiri Ibu yang berdiri di depan kompor.
" Mie rebus. Maaf Nak Malam ini Kita cuma bisa makan itu saja," Ibu yang terlihat sedih karena cuma bisa masak mie instan.
" Alhamdulillah Ibu Kita masih bisa makan malam ini. Bahkan di luar sana masih banyak yang lebih susah dari pada Kita. Tidak mempunyai apa - apa untuk di makan," Kata Aska.
" Ibu tidak menyaka kalau Nak sudah dewasa sekarang," Ibu meletakan mie rebus ke dalam mangkok plastik berwarna hijau. Aska membawa mangkok plastik berwarna hijau ke ruangan yang ada di Televisinya.
Aska meletakan mangkok plastik itu di atas tikar. Lalu Aska berjalan ke dapur membantu Ibu membawakan piring, sendok dan gelas. Sementara Ibu membawa Mangkok yang berisi nasi dan sebuah teko yang berisi air putih.
Selesai Makan Aska berpamitan untuk mencari Ayah ke rumah Teman Ayahnya. Aska mengendarai motor ke arah rumah Teman Ayah. Sesampai di rumah Teman Ayah lalu Aska bertanya keberadaan Ayah tetapi Teman Ayah tidak tahu keberadaan Aya.
Aska sudah mencari ke beradaan Ayah ke setiap rumah Teman satu pekerjaan Ayah. Ayah juga mencari ke rumah Teman Nongkrong Ayah tetapi Ayah tidak ketemu. Malam ini Aska harus pulang dengan rasa kecewa karena Aska tidak menemukan Ayah.
Esokan Harinya.........
Sesampai Aska dan Ibu di depan rumah sudah ada 2 orang Pria yang berdiri di depan rumah Aska. Aska dan Ibu turun dari motor lalu berjalan ke arah 2 orang Pria itu.
__ADS_1
" Mana uang Kalian?" Tanya Seorang Pria.
" Kami tidak memiliki uang untuk membayar hutang Ayah," Aska dan Ibu yang sudah berdiri di hadapan ke 2 orang Pria tersebut.
" Kalian harus membayar hutangnya sekarang," Seorang Pria yang membentak Aska dan Ibu.
" Saya tidak mau tahu," Kata Seorang Pria.
" Kalian harus bayar sekarang. Mana kunci motor Kamu?" Seorang Pria bertanya pada Aska.
" Untuk Apa kunci motor Saya?" Tanya Aska.
" Tak perlu banyak tanya serahkan kunci motor Kamu," Kata Seorang Pria.
" Aku tidak mau menyerahkannya," Aska yang mengelengkan kepalanya.
" Sini kunci motor Kamu," Seorang Pria yang merebut kunci motor Aska secara paksa.
" Jangan ambil," Aska yang mencoba mempertahankan kunci motornya.
" Motor Kamu akan Aku ambil sebagai jaminan agar Kalian membayar hutang," Seorang Pria yang merampas kunci motor Aska secara paksa dari tangan Aska.
" Aku mohon kembalikan kunci motor Anak Aku," Ibu yang memohon kepada ke 2 Laki - Laki untuk mengembalikan kunci motor Aska.
Seorang Pria mengendarai motor Aska lalu pergi. Sedangkan Seorang Pria lagi memberitahukan Ibu dan Aska dalam waktu 1 minggu harus mencari uang untuk membayar hutang. Tetapi Kalau Aska dan Ibu tidak bisa membayar maka motor itu akan di jual.
Aska dan Ibu terduduk lemas di kursi dalam rumah.
" Besok Ibu akan mencoba meminjam uang ke majikan Ibu," Kata Ibu.
" Apa Majikan Ibu mau memberikan uang sebanyak 10 Juta?" Tanya Aska.
" Yang terpenting Ibu besok mencoba untuk meminjam uang dari Majikan Ibu," Jawab Ibu.
" Kalau di berikan pinjam berarti gaji Ibu tiap bulan akan di potong," Kata Aska.
" Ibu juga minta potongannya setiap bulan 500 ribu," Kata Ibu.
" Berarti 10 bulan baru lunas Ibu," Kata Aska.
" Yang terpenting Kita bisa membayar hutang. Kemudian motor Aska bisa Kita ambil," Kata Ibu.
__ADS_1
" Semoga aja besok Ibu mendapatkan uang pinjam dari majikan Ibu," Kata Aska.
" Nak doain Ibu dapat pinjaman dari Majikan Ibu ya," Kata Ibu.
" Amiin........" Kata Aska.
Esokan Harinya..........
Setelah mengerjakan semua perkerjaan Ibu menghampiri Mami Lena yang sedang duduk di sofa. Mami Lena yang menyadari ke datangan Ibu lalu menyuruh Ibu untuk memijat kaki Mami Lena. Ibu memijat kaki Mami Lena dengan mengunakan minyak zaitun.
" Maaf sebelumnya Nonya," Kata Ibu yand duduk di lantai keramik sambil memijat kaki Mami Lena.
" Ada Apa Bibik Ana?" Tanya Mami Lena.
" Apa Saya boleh meminjam uang ama Nyonya?" Tanya Ibu.
" Bibik mau pinjam Berapa?" Tanya Mami Lena.
" 10 Juta Nyonya," Kata Ibu.
" Untuk Apa uang segitu Bibik?" Tanya Mami Lena.
" Membayar hutang Suami Saya Nyonya," Jawab Ibu.
" Kenapa Suami Bibik punya hutang sebanyak itu? Tanya Mami Lena.
" Saya juga tidak tahu Ibu," Ibu yang terlihat lesu.
" Berarti Suami Bibik tidak memberitahu kalau berhutang ama orang lain?" Tanya Mami Lena.
" Tidak Ibu. Kalau motor untuk Aska tidak di ambil sebagai jaminan hutang Saya tidak akan mencari pinjaman uang Ibu," Kata Ibu.
" Jadi motor Aska di ambil untuk jadi jaminan agar Bibik membayar hutang ama Mereka ya?" Tanya Mami Lena.
" Iya Nyonya," Kata Ibu.
" Bibik yakin cuma mau pinjam 10 juta?" Tanya Mami Lena.
" Yakin Nyonya. Apa boleh Saya pinjam segitu Nyonya?" Tanya Ibu.
" Boleh Bibik. Sebentar uangnya Saya ambil dulu Bibik," Mami Lena yang berdiri dari sofa lalu berjalan ke arah kamar.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...