3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Story Aska Pertengkaran Ortu


__ADS_3

"Tetaplah tersenyum dalam kondisi apapun, terkadang Allah akan memberi ujian terlebih dahulu sebelum pujian".


Seminggu Kemudian..........


Tengah malam Aska terbangun dari tidurnya. Aska melihat ke arah jam di dinding kamarnya. Jam menujukan pukul 00.30 Wib Aska lalu beranjak dari tempat tidurnya.


Aska berjalan ke arah pintu kamar. Aska berjalan melewati ruangan keluarga. Aska melihat Televisi yang masih menyala. Aska melihat Ibu yang tertidur dengan beralaskan tikar di depan Televisi.


Aska mengambil remot yang Televisi yang berada di samping Ibu lalu menekan tombol off. Aska meletakan kembali remote Televisi di samping Ibu. Aska menundukan badannya ke arah Ibu.


" Ibu ..... Ibu....." Kata Aska.


" Ibu bangun" Kata Aska.


" Iya Aska" Ibu membuka kedua matanya secara berlahan - lahan.


" Ibu sebaiknya pindah ke kamar tidurnya" Kata Aska.


" Ibu masih menunggu Ayah yang belum pulang" Ibu yang bangun dari tidurnya lalu duduk.


" Biar Aku yang nunggu Ayah, Ibu tidur aja di kamar" Kata Aska.


" Tetapi besok Aska sekolah entar bangun ke siangan" Kata Ibu.


" Gak Ibu, Aska udah terbiasa bangun pagi" Kata Aska.


" Kenapa Aska bangun ini masih malam?" Tanya Ibu.


" Aska mau shalat tahjud dan setelah itu belajar Ibu" Jawab Aska.


" Kenapa Aska belajarnya larut malam?" Tanya Ibu.


" Aska lebih cepat nagkap pelajaran kalau belajar malam Ibu" Kata Aska.


" Aska harus giat belajar biar membuat Ibu dan Ayah bangga" Kata Ibu.


" Ibu tidur di kamar aja biar Aska yang nungguin Ayah pulang" Kata Aska.


" Ibu tidur di kamar dulu ya" Ibu berdiri lalu berjalan menuju kamar.


Aska berdiri lalu berjalan menuju kamar mandi. Sesampai di dalam kamar mandi Aska. Aska buang air kecil di kloset. Setelah itu Aska mengambil air wudhu di bak mandi menggunakan gayung.


Sesampai di dalam kamar Aska mengambil kain sarung, peci dan sajad. Aska memakai kain sarung dan peci di kepalannya. Aska melaksanakan shalat tahjud.


Saat Aska lagi melaksanakan shalat tahjud. Pintu rumah Aska di ketok dan seorang yang dengan keadaan mabuk berada di luar sana berteriak untuk membuka pintu.

__ADS_1


Totok......Totok.....


" Woi buka pintu......" Kata Seseorang itu sambil mengedor pintu rumah Aska.


" Buka pintunya"


" Buka atau Aku dobrak pintunya"


Ibu yang berada di dalam kamar mendengar terikan suara seseorang yang berteriak di luar rumah. Kemudian Ibu terbangun dari tidurnya.


Ibu mendengarkan suara Seorang yang berteriak di luar rumah. Ibu segera berdiri dari tempat tidur lalu membuka pintu kamarnya.


Sesampai di depan pintu Ibu memutar kunci rumah. Kemudian Ibu membuka pintu rumah. Ayah sudah berdiri di depan pintu dengan wajah yang mengerikan.


" Dasar istri tidak berguna, kerja tidur aja. Suami pulang bukan di bukain pintu" Kata Ayah.


" Maafkan Aku Abang" Kata Ibu.


" Awas Kamu minggir Aku mau masuk" Ayah mendorong badan Ibu hingga badan tergeser ke belakang.


" Abang dari mana saja kok jam segini baru pulang? Tanya Ibu.


" Bukan urusan Kau" Ayah berjalan ke arah dapur.


" Kau bisa diam tidak" Ayah yang sudah sampai di dapur lalu berjalan kearah tudung saji yang ada di meja.


" Setiap hari Kau selalu saja masak tempe" Ayah yang membuka tudung saja. Ayah melihat sambel tempe dan tahu di atas meja.


" Abang tidak pernah ngasih Aku uang belanja" Ibu yang berdiri di samping Ayah.


" Sudah berani Kau menjawab omongan Ku" Ayah yang melempar tudung saji ke lantai.


"Selama ini uang gaji Ku yang selalu di pakai untuk bayar sewa rumah, belanja kebutuhan sehari - hari dan sekolah Aska" Kata Ibu.


" Kau mulai hitung - hitungan ama Aku. Makanya Aku benci kalau perempuan sudah bekerja. Merasa dirinya paling hebat dan mau menginjak harga diri laki - laki" Kata Ayah.


" Seharusnya Abang sebagai kepala keluarga yang memenuhi semua kebutuhan keluarga. Ini Aku harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga" Kata Ibu.


" Kau hanya bekerja jadi babu di rumah keluarga Sutejo sudah mulai sombong. Kau sudah berani merendahkan aku" Ayah yang berdiri di hadapan Ibu dengan wajah yang marah.


" Aku tidak merendahkan Abang. Sejak Aku jadi babu Abang tidak pernah memberikan Aku nafkah berupa uang" Kata Ibu.


" Jadi Kau mau uang. Ambil uang ini" Ayah mengeluarkan uang dari dompetnya yang berwarna biru beberapa lembar uang. Lalu Ayah melemparkan uang itu kedepan muka Ibu.


" Dari mana uang ini?" Uang yang Ayah lempar jatuh ke lantai.

__ADS_1


"Tadi Kau mau uang. Udah Aku kasih uang Kau bertanya lagi. Aku dapat uang dari mana" Kata Ayah.


" Apakah ini uang hasil judi Abang?" Tanya Ibu.


" Iya itu uang hasil judi yang Aku menangkan tadi. Ambilah besok Kau bisa masak yang enak untuk Aku" Kata Ayah.


" Aku tidak sudi makan uang haram dari Abang" Kata Ibu.


Plak.......Plak......


" Gak usah sok - sok munafik Kau. Mau haram atau halal yang penting itu uang" Kata Ayah.


" Hiks.....hiks.... Abang benar itu memang uang tetapi Abang salah mendapatkannya dengan cara main judi. Sehingga uang itu menjadi haram" Ibu yang memegang pipi kanan yang terasa panas dan perih karena tamparan Ayah.


" Gak usah banyak bicara Kau. Rasakan ini" Ayah mengangkat tanganya.


"Sudah cukup Ayah nyakitin Ibu" Aska yang memegang tangan Ayah . Sehingga tangan Ayah bisa mengenai wajah Ibu.


" Kau juga tidak tahu di untung. Berani - berani Kau ikut campur dalam masalah ini" Ayah yang melepaskan tanganya dari tangan Aska.


" Karena Aku sudah muak melihat Ayah. Yang selalu menyakiti Ibu baik fisik dan mental" Kata Aska.


" Kau selalu saja membela Ibu Mu. Kau Aku sekolahkan untuk menjadi pintar. Tetapi Kau malah pintar melawan Aku sebagai Ayah Mu" Ayah mengangkat tangan lalu memukul lengan kiri Aska.


" Aduh.......Ayah" Aska meringis kesakitan. Ayahnya benar - benar memukul lengan Aska dengan kuat.


" Aku mohon Abang, jangan sakiti Aska" Ibu yang sudah berlutut di depan Ayah. Agar Ayah tidak memukul dan menghajar Aska.


" Ayo bangun Ibu. Aku tidak mau melihat Ibu berlutut di hadapan Ayah" Aska yang menahan sakit karena lengannya di pukul Ayah. Aska mengulurkan tangan kepada Ibu agar Ibu berdiri.


" Biarkan Ibu begini Aska. Ibu gak mau Ayah menyiksa Aska. Aska satu - satunya harta yang paling berharga Ibu punya" Ibu yang masih berlutut di hadapan Ayah.


" Karena Kau sudah berlutut di hadapan Aku. Aku tidak akan menyiksanya. Anak yang tidak berguna seperti Dia. Seharusnya Dia tidak usah sekolah tetapi bekerja mencari uang yang banyak untuk Aku.


Bersambung.........


^^^13 Desember 2021^^^


To Aska dan Rika


Walaupun Ry gak bisa bersama Aska dan Rika . Tetapi Ry selalu mendoakan Aska dan Rika dalam keadan sehat walafiat.


Makasih selalu support dan selalu ada buat menemani hari - hari Ry. Ry selalu Sayang ama Aska dan Rika.


Salam Sayang Ry 💞

__ADS_1


__ADS_2