3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Story Aska Perokok Pasif


__ADS_3

⚠️ Warning! Dilarang boom like.


" Jika hati kamu banyak merasakan sakit , maka belajarlah dari rasa sakit itu untuk tidak memberikan rasa sakit pada orang lain."


Esokan Harinya ...........


Sepulang sekolah Aska buru - buru pergi ke Rsud yang berada di Jl. Arifin Ahmad. Aska mengendarai motornya menuju ke arah Rsud di Pekanbaru. Di sepanjang jalan Aska berdoa supaya hasil pemeriksaan natik mengatakan bahwa dia sehat.


Aska sudah sampai di parkiran Rsud lalu Aska memakirkan motornya. Aska berjalan masuk ke dalam Rsud. Sesampai di dalam Rsud Aska mengambil nomor antrian pemeriksaan. Setelah Aska mengambil nomor antrian lalu Aska melihat angka 61. Aska mendapat nomor antrian nomor 61.


Aska duduk di bangku yang kosong untuk menunggu antrian. Aska melepaskan tas ranselnya lalu Aska membuka tas ransel. Aska mengambil sebuah komik di dalam tasnya. Aska menutup tasnya lalu meletakan tas di lantai Rsud.



Aska membuka lembaran bab komik detektif conan, Aska mulai membaca komik detektif conan.Aska suka membaca komik detektif conan karena Aska bercita - cita menjadi seorang ahli forensik. Detektif conan yang berkisah tentang kasus pembunuhan yang harus di pecahkan untuk menemukan tersangka pembunuhan.


Aska yang fokus membaca komik sambil mendengarkan suster Rsud yang memanggil nomor antrian pemeriksaan. Suster baru memanggil nomor antrian 31. Aska yang fokus membaca komik tanpa menyadari kalau seorang cewek berjalan ke arah dia.


Seorang cewek yang awalnya ragu melihat Aska yang duduk di bangku antrian pemeriksaan. Karena penasaran akhirnya seorang cewek berjalan menghampiri Aska. Seorang cewek itu sudah berdiri di samping Aska.


Seorang cewek tersebut mengambil komik dari tangan Aska. Aska yang terkejut karena tiba - tiba komik di tangannya sudah berada di tangan seorang cewek tersebut.


" Kamu baca apa sih?" seorang cewek tersebut melihat sampul komik yang di baca Aska.


" Komik. Lah ternyata kakak Ambar, aku kira siapa tadi?" Aska yang melihat ke seorang cewek tersebut. Ternyata seorang cewek tersebut ialah kakak Ambar.


" Pasti kamu berharapnya ketemu Mentary ya Aska?" tanya Ambar.


" Gak tu ya," jawab Aska.


" Kamu sakit ya?" Ambar yang melihat ke arah Aska yang tampak pucat dan kurus.


" Iya, kalau aku sehat ngapai juga aku ke sini kakak," jawab Aska.


" Hehehe, iya juga ya Aska." Ambar yang tersenyum melihat ke arah Aska.


" Kakak ngapain di Rsud?"tanya Aska.

__ADS_1


" Kamu lupa ya Aska. Aku ini seorang dokter, ini lihat seragam kerja aku," jawab Ambar.


" Aku tahu kakak dokter. Tetapi setahu aku kakak kerja di Rs Safira, kenapa kakak ada di Rsud?" tanya Aska.


" Itu dulu sekarang kakak kerja di sini," jawab Ambar.


" Sejak kapan kakak di pindahkan kerja di rumah sakit ini?" tanya Aska.


" 1 bulan yang lalu. Gimana hubungan kamu ama Mentary?" tanya Ambar.


" Kami masih berteman kakak," jawab Aska.


" What? cuma teman aja gitu." Ambar yang terkejut mendengar perkataan Aska. Ambar melihat Aska begitu mencintai Mentary.


" Iya kakak. Emang mau apalagi hubungan aku dan Ry?" tanya Aska.


" Aku pikir kalian pacaran," jawab Ambar.


" Gak kakak," kata Aska.


" Kenapa kalian gak pacaran?" tanya Ambar.


" Kenapa gak bisa?" tanya Ambar.


" Ry udah punya tunangan," kata Aska.


" Apa Ry dan Daniel sudah bertuanagan?" tanya Ambar.


"Gak kakak," jawab Aska.


" Terus ama siapa dong? makin kepo aja aku nih," tanya Ambar.


" Abang Raka," jawab Aska.


" What?aku gak salah dengar nih Raka dan Ry bertunangan." Ambar yang terkejut mendengar Raka mantan pacar bertunangan ama Ry.


" Mereka sudah bertuanagan kakak. Bentar lagi abang Raka akan menikahi Ry." Aska yang sengaja mengatakan itu kepada Ambar agar membuat Ambar marah.

__ADS_1


"Ini gak mungkin Aska, Mas Raka itu gak akan pernah bisa melupakan aku. Dia begitu besar mencintai aku, bahkan aku yakin dia masih bersedia menunggu janda aku." Ambar yang mengatakan dengan penuh percaya diri.


" Itu gak benar, Abang Raka sekarang sudah move on dari kakak. Bahkan abang Raka begitu mencintai Ry. Aku harap kakak jangan pernah menganggu hubungan mereka lagi," kata Aska.


Ambar yang kesel membuat komik Aska ke lantai. Setelah itu Ambar berjalan dengan keadaan marah. Ambar masih kesel dan belum menerima, jika Raka mantan pacarnya dengan mudah bisa melupakan dia bahkan bertuanagan dengan Ry cewek yang dia benci.


Aska sudah berada di dalam ruangan pemeriksaan seorang dokter. Aska di suruh berbaring di atas ranjang pasien. Pak dokter mulai memeriksa tensi darah Aska. Tensi darah Aska yang rendah, lalu pak dokter mulai meletakan teleskop di dada Aska.


Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Aska, lalu pak dokter menyuruh Aska untuk duduk di kursi. Pak dokter dan Aska sedang duduk di posisi saling berhadapan. Aska mulai bercerita tentang yang dia rasakan.


Aska merasa dadanya sesak dan panas lalu kadang - kadang hidung Aska mengeluarkan darah seperti mimisan. Selain itu kadang - kadang batuk Aska mengeluarkan darah. Suhu badan Aska kadang - kadang merasa tidak menentu. Kadang Aska merasa panas juga kadang Aska merasa ke dingin.


Pak dokter menulis gejala - gejala yang Aska rasa pada tubuhnya. Pak dokter menganjurkan Aska untuk minum obat, istirahat yang banyak dan jangan stres Setelah itu pak dokter menyuruh Aska untuk menebus obat ke apotik Rsud.


Pak dokter juga mengatakan kepada Aska untuk kembali seminggu lagi kalau tidak ada perubahan setelah meminum obat dari pak dokter. Aska mengiyakan lalu berpamitan ama pak dokter untuk pergi menebus obat ke apotik.


Seminggu Kemudian...........


Aska sudah meminum obat dari pak dokter sampai habis. Tetapi kondisi Aska tidak mengalami perubahan. Aska merasa tubuhnya semakin hari semakin lemah tak berdaya. Bahkan hidung Aska sering berdarah, batuk Aska juga tidak berhenti sehingga dia merasa sakit pada dadanya.


Aska sudah berada di ruangan pemeriksaan, pak dokter mulai memeriksa Aska dengan teleskop. Setelah selesai pemeriksaan pak dokter menganjurkan Aska untuk melakukan ronsen pada daerah paru - paru Aska.


Pak dokter dan Aska sudah berada di rungan rontgen. Pak dokter rongten bagian paru - paru Aska. Setelah itu Aska dan pak dokter menunggu hasil rontgennya. Pak dokter dan Aska sudah duduk di kursi yang berhadapan.


Pak dokter melihat hasil rontgen paru - paru Aska. Pak dokter mengatakan pada Aska bahwa di paru - paru Aska ada flek.


" Apa kamu merokok?"tanya pak dokter.


" Tidak pak dokter," jawab Aska.


" Apa kamu sering duduk di dekat teman - teman yang suka merokok?" tanya pak dokter.


" Iya, bahkan saya pernah di paksa untuk menghirup asap rokok teman - teman saya," jawab Aska.


" Kamu termasuk perokok pasif," kata pak dokter.


" Sebenarnya saya sakit apa pak dokter?" Aska yang begitu penasaran ingin mengetahui penyakitnya.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2