3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Jaga Mata Jaga Hati


__ADS_3

⚠️Dilarang! boom like di novel ini.


" Carilah dia yang setia mendengarkan, sebanyak apapun kamu mengeluh. Dan carilah yang tetap setia menyemangati sebanyak apapun kamu terluka."


Hari Jum'at.........


Sore harinya Ry sudah duduk di depan teras rumah menunggu Raka pulang kerumah. Rika datang menghampiri Ry yang sedang duduk di teras rumah.


" Cie.....cie yang lagi nunggu suami tercinta nih. Udah kangen ya kakak Ry?" Rika yang sengaja ngeledekin Ry.


" Bukan gitu Ika," jawab Ry.


" Gak usah gengsi, tinggal ngomong aja kalau kakak Ry kagen ama mas Raka," kata Rika.


" Gak kangen tiap hari juga ketemu ama mas Raka," kata Ry.


" Cie...cie yang penganti baru lagi hangatnya nih." Rika yang ngeledekin Ry.


" Hangat apanya sih Ika?" tanya Ry.


" Hangat lah soalnya kakak Ry tidur pelukan ama mas Raka. Mas Raka gantiin guling kakak Ry kan?" tanya Rika.


" Iya, kok Ika tahu aja sih." Ry yang tersipu - sipu malu wajah Ry berubah jadi memerah kayak tomat.


Raka mengendarai motornya lalu tiba di rumahnya. Raka memakirkan motor lalu membuka helemnya. Raka berjalan ke arah Rika dan Ry.


" Assalamualaikum." Raka yang melepaskan sepatunya.


" Walaikumsalam mas," jawab Rika dan Ry serentak.


" Mas baru pulang udah dari tadi kakak Ry nungguin," kata Ika.


" Dek nungguin mas?" Raka yang berdiri di hadapan Ry.


" Cih, mas ganti panggilan ama kakak Ry dong. Disini itu aku yang adek bukan kakak Ry." Rika yang protes soal panggilan Raka ke Ry.


" Iya mas." Ry yang menyalim punggung tangan Raka.


" Trus mas harus panggil apa ama Istri mas dek?"Raka yang melihat ke arah Rika.


" Sayang, Cinta, Yank, Honeny, Baby, Beb, Ayang, atau apalah gitu mas. Yang jelas gak boleh adek," kata Rika.


Raka yang berpikir sambil melihat ke arah Ry untuk ngasih panggilan buat Ry.


" Ayo masuk dulu mas!" Ry yang berdiri dari kursi.

__ADS_1


" Kakak Ry juga harus ganti nama panggilan mas itu. Itu udah pasaran banget, kalian itu udah pasangan suami istri," kata Rika.


" Ayo masuk Cayang!" Raka yang memegang pinggang Ry lalu mengajak Ry masuk.


" Nah gitu lebih bagus panggilannya, kakak Ry udah dapat panggilan buat mas?" tanya Rika.


" Belum Ika." Ry yang masih bingung mau manggil Raka dengan sebutan apa.


"Mulai sekarang kakak Ry panggil mamas aja buat mas Raka." Rika yang memberikan ide kepada Ry.


" Ide bagus tuh Ika," kata Ry.


Raka dan Ry sudah tampak rapi, Ry yang membawa tas ransel di punggungnya. Raka dan Ry berpamitan ama mak dan Rika untuk pergi ke Duri karena Ry akan kuliah besok pagi.


" Kaliàn mau naik apa?" tanya emak.


" Naik Bus mak," jawab Raka.


" Lah mas dari rumah ke terminal naik apa?" tanya Rika.


" Naik motor," jawab Raka.


" Terus entar motornya gimana?" tanya Rika.


" Mas dan Mbak Ry pamit dulu, titip mak ya Rika. Kalau ada apa - apa telpon mas," kata Raka.


Raka, Ry, Kevin dan Yani sudah ada di terminal bus. Kami lagi mengunggu bus yang datang. Akhirnya bus yang di tunggu datang Raka memberikan kunci motor ama Kevin. Raka dan Ry pamit ama Kevin dan Yani.


Raka terlebih dahulu masuk ke dalam bus untuk mencari bangku yang akan mereka duduk. Raka telah menemukan bangku nomor 07 sesuai nomor tiket bus nya. Ry masuk ke dalam bus, lalu Raka melambaikan tangan ama Ry.


Ry berjalan ke arah Raka, Raka menyuruh Ry untuk duduk di dekat kaca. Ry masuk lalu duduk di dekat kaca bus lalu Raka duduk di samping Ry. Setelah seluruh penumpang masuk ke dalam bus. Pak Supir bus mulai melajukan busnya.


" Cayang tidurlah, entar kalau nyampai mas bangunkan." Raka yang melihat Ry yang masih melihat ke arah kaca jendelanya.


" Ry belum ngatuk mamas." Ry yang menoleh ke arah Raka.


" Kalau gitu mas tidur dulu. Muuuuaaahh." Raka yang mencium kening Ry.


" Iya mamas," kata Ry.


Raka tertidur pulas terlebih dahulu sementara Ry mengambil ponsel dari saku celana. Ry memasang handset di telinga Ry lalu mendengarkan lagu. Setelah mendengarkan lagu Ry merasakan kantuk lalu Ry tertidur.


Ry yang tertidur sambil mendengarkan lagu di ponsel. Raka terbangun dari tidur lalu melihat Ry yang sudah tertidur. Raka melepaska handset dari telinga Ry lalu mematikan lagu yang ada di ponsel Ry. Raka yang melihat Ry tidak memakai jaket padahal di dalam mobil Ac dingin.


Raka melepaskan jaket dongker lalu menyelimuti badan Ry. Raka mencium pipi kanan dan pipi kiri Ry. Setelah itu Raka menyadarkan badan di kursi. Ry yang kepalanya bergoyang - goyang lalu Raka meletakan kepalanya di bahunya.

__ADS_1


Esokan Paginya.........


Raka membangun Ry dengan mencium pipi kanan dan pipi kiri Ry.


"Anak gadis bangun, ini udah pagi," kata Raka.


" Lima menit lagi ya papa." Ry yang mengira kalau papanya yang membangunkannya.


" Ini mas bukan papa, bangun sekarang anak gadis," kata Raka.


" Iya, terus napa Mamas panggil Ry anak gadis? itukan panggilan papa buat Ry." Ry yang berlahan - lahan membuka dua bola matanya. Lalu Ry melihat ke arah Raka.


" Cayangkan masih gadis belum mas coblos," kata Raka.


" Idih pagi - pagi mas udah mesum nih," kata Ry.


" Cayang berapa hari lagi datang bulannya?" tanya Raka.


" Mungkin besok udah selesai mamas," jawab Ry.


" Berarti malam besok mas udah boleh coblos." Raka yang mengedipkan sebelah matanya.


" Isisis mas mesum, Ry mau mandi dulu." Ry yang berajak dari kasurnya berjalan ke arah pintu kamarnya.


Setelah sarapan Raka dan Ry berpamitan ama mama, papa dan nenek untuk berangkat ke kampus. Raka mengendarai motor milik Ry, Ry duduk di belakang Raka. Ry memeluk pinggang Raka sambil kepala Ry bersandar di bahu Raka.


Raka tersenyum melihat Ry dari kaca spion motornya. Raka memegang tangan kiri Ry lalu mencium punggung tangan Ry. Setelah itu Raka memasukan tangan Ry di saku jaketnya. Raka memberhentikan motor milik Ry di depan gerbang kampus. Ry turun dari motor lalu berpamitan ama Raka.


" Mamas Ry masuk dulu ke kelas ya." Ry menyalami punggung tangan Raka.


" Iya Cayang, Ini uang jajannya." Raka yang mengeluarkan dompet lalu mengambil selembar uang berwarna merah. Raka memberikan selembar uang berwarna merah ama Ry.


" Makasih mamas.Muuuuaaahh." Ry mengambil uang dari tangan Raka lalu Ry mencium pipi kanan dan pipi kiri Raka.


" Sama - sama Cayang, kalau udah pulang telpon mas biar mas jemput ya." Raka yang tersenyum mendapat ciuman dari istrinya.


" Iya mamas," kata Ry.


" Belajar yang pintar, jaga mata jaga hati," kata Raka.


...~ Bersambung ~ ...


Hai Guys mampir ke karya baru Ry My Besti


__ADS_1


__ADS_2