
" Masalah bukan di hadapi dengan kekerasan tetapi di sikappi dengan sabar.
Karena pada akhirnya sabar yang mengajarkan Ku untuk tetap tegar".
Setelah itu Ayah menyuruh Ibu mengambil uang yang berserakan di lantai. Ibu lalu berjongkok untuk memunguti uang yang ada di lantai. Ibu memunguti satu persatu uang yang ada di lantai.
Setelah tidak ada lagi uang di lantai. Ibu berdiri di hadapan Ayah. Ayah mengambil uang dari tangan Ibu.
"Dasar istri dan anak yang tidak tahu di untung" Kata Ayah.
" Seharusnya Kalian senang Aku pulang dengan membawa uang. Kalian malah menolak uang yang Aku berikan" Kata Ayah.
" Kalau tahu begini Aku tidak usah pulang. Lebih baik Aku menghabiskan uang di tempat judi, minum - minum alkohol dan di temanin wanita cantik di sana" Ayah berjalan ke arah ruangan tamu.
" Abang mau Kemana?" Tanya Ibu.
"Bukan urusan Kau" Ayah yang membalikan badannya menatap ke arah Ibu dan Aska.
" T..e..t..a..p..i Abang baru pulang Kenapa harus pergi lagi?" Tanya Ibu.
" Jangan banyak tanya Kau" Ayah membalikan badan kedepan. Ayah berjalan meninggalkan Ibu dan Aska di dapur.
" Abang jangan pergi" Ibu yang berjalan untuk menyusul Ayah.
" Ibu Aku mohon biarkan Ayah pergi" Aska memegang tangan Ibu.
" Aska lepaskan biarkan Ibu menyusul Ayah" Ibu yang mencoba melepaskan tangan Aska dari tangan Ibu.
" Aduh......sakit Ibu" Aska yang lengan kanan tersenggol ama Ibunya. Aska meringis ke sakitan.
" Ayo Kita kekamar Aska!" Ajakan Ibu.
" Iya Ibu" Aska menahan rasa sakit di lengan sebelah kirinya.
Aska dan Ibu berjalan masuk ke dalam kamar Aska. Sesampai di dalam kamar Aska. Aska duduk di tepi tempat tidur. Ibu mengambil kotak P3K yang ada di atas meja belajar Aska.
Ibu berjalan sambil membawa kotak P3K di tangannya. Sesampai di depan Aska yang duduk di pinggir kasur. Ibu meletakan kotak P3K di atas kasur Aska.
Ibu melihat ke arah lengan kiri Aska yang memerah bekas pukulan tangan Ayah. Ibu berjalan ke arah pintu kamar Aska. Ibu mengambil sebuah mangkok plastik berwarna hijau di rak piring.
Ibu meletakan mangkok itu di atas meja. Ibu menuangkan air panas dari dalam termos. Setelah itu Ibu berjalan kearah kamar mandi.
Ibu mengambil air dari bak mandi mengunakan gayung. Lalu Ibu membawa gayung yang berisi air menuju dapur. Ibu menuangkan air sedikit ke dalam mangkok plastik.
Ibu membawa mangkok plastik ke dalam kamar Aska. Ibu meletakan mangkok di atas meja belajar Aska. Ibu membuka lemari pakaian Aska. Ibu mengambil sapu tangan yang ada di dalam lemari.
Ibu memasukan sapu tangan kedalam mangkok. Ibu mengompres lengan Aska. Aska merasa perih sapu tangan menyentuh lengannya.
__ADS_1
Esokan Harinya.........
Pagi ini Aska memutuskan berangkat ke sekolah dengan naik angkot. Lengan Kiri Aska yang sakit di sebabkan oleh pukulan Ayah kemarin malam.
Aska berjalan kaki dengan membawa tas ransel di punggungnya. Aska berpikir sampai kapan Dia dan Ibu harus mengalami kekerasan yang di lakukan Ayah.
Aska dan Ibu harus mengalami luka fisik dan mental yang di lakukan Ayahnya. Bahkan Aska dan Ibu selalu berdoa agar Ayah mendapatkan hidayah.
Sehingga Aska bisa memiliki keluarga yang harmonis seperti yang paling Dia inginkan. Aska hanya menginginkan keluarga yang harmonis seperti teman - temannya yang lain.
Aska menunggu angkot sambil berdiri di pinggir Jl. Harapan Raya. Aska menyetop angkot yang lewat. Supir angkot memberhentikan angkotnya lalu Aska masuk ke dalam angkot.
Aska duduk di bangku angkot yang kosong. Saat di angkot ada Siswi Smu yang melihat serta melirik ke Aska. Aska merasa risih ama tatapan Siswi Smu itu kepadannya.
Siswi yang duduk di samping kanan Aska. Memberanikan diri untuk mengajak Aska berkenalan.
" Hai Cowok boleh kenalan?" Tanya Cewek yang duduk di samping kanan Aska.
" Hai Ganteng kok diam aja. Kenalan Yuk!" Kata Cewek yang duduk di depan Aska.
" Nama Aku Lia. Nama Kamu Siapa?" Lia yang menhulurkan tangannya ke arah Aska.
" Aska" Aska menjabat tangan Lia lalu melepaskan tangan Lia.
" Wow namanya sesuai kayak orangnya ganteng" Kata Cewek uang duduk di depan Aska.
" Smk Negeri 1 Pekan Baru" Jawab Aska.
"Wih keren, Aska anak Smk, Aska ngambil jurusan Apa?" Tanya Cewek duduk di kanan Aska.
" Arsitek" Jawab Aska.
"Aska udah bisa dong membangun rumah?" Tanya lia.
" Aku cuma bagian merancang bangunan. Kalau membangun rumah itu tugas Pak tukang " Jawab Aska.
" Membangun rumah tangga ama Aku" Kata Cewek yang berada di depan Aska duduk.
Aska menyuruh Abang Angkot untuk memberhentikan Angkotnya. Abang Angkot memberhentikan Angkotnya. Lalu Aska turun dari Angkot .
Aska membayar ongkos Angkot kepada Abang Angkot. Setelah Itu Aska berjalan kearah gerbang sekolah. Saat Aska sedang berjalan tiba - tiba ada seseorang yang menyenggol lengan kiri Aska.
Aska yang meringis ke sakitan menahan lengan kiri yang di senggol. Seseorang itu tidak meminta maaf dan tetap berjalan kearah depan.
Siang Harinnya.....
Aska berjalan ke arah gerbang sekolah. Aska selalu keluar kelas yang paling terakhir. Aska tidak mau pulang sekolah berdesak - desakan ama teman - teman sekelasnya.
__ADS_1
Aska berdiri di jalan raya sambil menunggu angkot yang lewat. Tetapi belum ada satu angkot yang lewat di jalan raya itu.
Aska sudah berdiri selama 15 menit di pinggir jalan untuk menunggu Angkot. Tetapi tidak ada satupun Angkot yang lewat. Aska memutuskan untuk naik bus way.
Tiba - tiba sebuah motor berhenti di hadapan Aska. Seseorang di atas motor lalu membuka kaca helemnya.
" Aska ngapain di sini?" Tanya Seseorang Itu.
" Nungguin Angkot" Jawab Aska.
" Aska butuh tumpangan?" Tanya Seseorang Itu.
" Rumah Kita beda arah, jadi lebih baik Aku naik Bus way." Jawab Aska.
" Walaupun rumah Kita beda arah, Aku gak keberatan ngatarin Aska pulang" Kata Seseorang Itu.
" Aku gak mau ngerepotin Kamu. Kamu udah terlalu baik ama Aku" Kata Aska.
" Aku gak merasa di repotin, Ayolah pulang ama Aku!" Ajakan Seseorang.
" Aku berterima kasih atas ajakan Kamu. Tetapi Maaf Aku gak bisa pulang ama Kamu" Kata Aska.
" Kalau gitu Aku akan nunggu Kamu sampai naik bus way" Kata Seorang itu.
" Jangan dong Kamu pulang aja duluan" Kata Aska.
" Aku gak mau pulang sebelum ngelihat Kamu naik bus way" Kata Seseorang.
" Sana....sana pulang" Aska yang mengusir Seseorang itu.
" Aku gak mau Aska. Biarkan Aku menemani Kamu menunggu di sini" Kata Seseorang itu.
" Ya udah kalau itu mau Kamu" Aska yang terlihat kesal ama Seseorang itu.
Bersambung.......
Welcome To Noveltoon
Mama Lia dan Bunda Fika
Makasih banyak udah mau
dukung karya Dek yang manja ini.
Ry sayang Mama Lia dan Bunda Fika. Ry bahagian banget bisa dapat dukungan dari kedua Mbak Ry.
Salam Sayang Ry 💋💋💋
__ADS_1