3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Pahlawan Kemalaman


__ADS_3

" Gak perlu secantik bidadari yang penting ngerti cara menghargai laki - laki."


Seorang cowok itu lalu melepaskan tangan Feri dan Dika. Seorang cowok itu menarik tangan Ry lalu seorang cowok itu berdiri di hadapan Ry.


" Jangan coba menganggu calon istri aku." Seorang cowok yang terlihat menatap tajam ke arah Dika dan Feri.


"Yaelah masih jadi calon bisa gagal juga." kata Dika.


" Sebaiknya kalian pergi dari sini. Sebelum aku memberi pelajaran karena sudah mengganggu calon istri aku," kata Seorang Cowok.


" Hahaha. Aku mah udah pintar 2 × 1\= 2, 2 lawan 1 udah pasti kita berdua yang menang." Feri yang tertawa melihat ke arah seorang cowok.


" Lu jual gue beli." Seorang cowok yang terlihat begitu marah melihat ke arah Feri.


"Ayo kita pergi dari sini!" ajakan Dika ama Feri.


"Kamu takut ama dia?" Feri yang melihat ke arah Dika.


" Bukan takut aku lagi malas ribut aja. Mendingan kita cari mangsa baru aja," jawab Dika.


Feri dan Dika berjalan ke arah kanan untuk mencari mangsa baru. Setelah kepergian ke dua cowok itu lalu seorang cowok yang berdiri di hadapan Ry lalu membalikan badannya.


"Lu gak apa - apakan?" Seorang cowok yang melihat ke arah Ry.


" Ry gak apa - apa." Ry yang melihat ke arah si cowok. Ternyata cowok yang berdiri di hadapan Ry itu Raka.


" Untung aja tadi ada gue. Kalau gak lu udah pasti di culik ama kedua cowok itu, kata Raka.


" Terima kasih ya abang .Udah jadi pahlawan ke malaman Ry." Ry yang tersenyum melihat ke arah Raka.


" Gue nolong lu gak gratis. Gue mau lu bayar semuannya?" tanya Raka.


" Abang tinggal sebut berapa nomor rekening biar Ry transfer," jawab Ry.


" Gue gak butuh uang lu," kata Raka.

__ADS_1


" Terus Ry harus bayar pakai apa?" tanya Ry.


" Lu harus bayar dengan nurutin 1 permintaan gue. Gimana?" tanya Raka.


" Okey deal. Abang mau minta apa?" tanya Ry.


" Gak sekarang gue minta. Suatu hari nati gue bakal minta ama lu, jawab Raka.


" Baikalah kalau begitu. Ry pulang dulu ya Abang," Ry berjalan meninggalkan Raka yang berdiri melihat Ry berjalan.


" Hei bodoh tunggu gue." Raka berlari ke arah Ry. Raka takut kalau Ry bakal di ganggu oleh cowok lain lagi.


" Ada apa lagi abang?" Ry yang berhenti berjalan.


" Lu pulang bareng gue aja. Gue takut entar lu di ganggu cowok lain," Raka yang sudah berdiri di samping Ry.


" Ry gak mau. Ry bisa pulang sendiri," kata Ry.


" Lu itu cewek kalau pulang malam gini bisa - bisa entar lu di ganggu ama cowok - cowok. Gue gak mau kejadian tadi terulang lagi jadi lu pulang ama gue." Raka yang berbicara dengan nada yang tinggi kepada Ry.


" Tapi Ry bisa jaga diri sendiri kok," kata Ry.


Raka dan Ry berjalan ke arah parkiran motor. Sesampai di parkiran motor Raka membuka reseleting jaketnya Raka melepaskan jaket dari tubuhnya.


" Nih pakai jaket gue biar lu gak sakit." Raka memakai jaket miliknya ke tubuh Ry.


" Gak usah." Ry yang menolak jaket Raka untuk di pasang di tubuhnya.


" Lu itu maunya apa sih? udah untung gue baik ama lu. Terus lu jangan ke geer gue baik ama lu cuma karena lu anak om Dikin sahabat papa. Kalau lu bukan siapa - siapa ogah gue nolongin lu." Raka yang berbicara dengan nada tinggi le arah Ry.


Ry memakai jaket Ry di tubuh Ry lalu Raka mengendarai motor ke arah rumah Ry. Saat mengendarai motor tiba - tiba Raka mengerem mendadak.Untuk menghidari tabrakan ama motor lain. Karena tiba - tiba saja sebuah motor yang berada di depan motor Raka berbelok ke arah kiri.


Raka yang merem mendadak menyebabkan tubuh Ry terdorong ke depan punggung Raka bersentuhan dengan dada Ry.


Saat tubuh Ry terdorong ke depan tanpa sengaja Ry memeluk pinggang Raka.

__ADS_1


Deg..........Deg


Jantung Raka berdetak begitu kencang saat Ry memeluk pinggang Raka. Ry yang tersadar sudah memeluk Raka lalu menarik tangan dari pinggang Raka. Ry takut kalau Daniel atau Ambar melihat Ry dan Raka dengan posisi seperti itu.


Ry gak ingin terjadai kesalah pahaman antara Ry, Daniel, Raka dan Ambar. Raka mengendarai motor melewati Jl. Marpoyan. Ry yang melihat ke arah Planet Swalayan lalu Ry melihat Ambar sedang bergandengan tangan ama seorang cowok lain yang tampak mesra.


Ry merasa mungkin salah melihat orang lain yang mirip ama Ambar. Ry yang mencoba mengucek - ngucek kedua bola mata Ry tetapi Ry sudah tidak melihat Ambar dan seorang cowok itu.


Raka memberhentikan motornya di depan rumah Ry. Ry turun dari motor Raka lalu berjalan ke arah rumah Ry.


" Abang mau mampir atau pulang?" tanya Ry.


" Gue langsung pulang aja," jawab Raka.


" Makasih ya abang," Ry berjalan meninggalkan Raka yang masih duduk di atas motornya.


" Eh tunggu dulu." Raka memakirkan motornya, Raka turun dari motornya lalu Raka berjalan menghampiri Ry.


" Iya. Ada apa Abang?" Ry yang berhenti berjalan kaki lalu membalikan badan melihat ke Raka.


" Balikin jaket gue," jawab Raka.


"Iya. Besok Ry cuci dulu jaket abang," kata Ry.


" Gak usah sini jaket gue. Entar jaket gue rusak ama lu lagian tuh jaket mahal hargannya kata Raka.


" Nih jaket abang." Ry membuka reseleting jaket Raka. Ry melepaskan jaket itu dari tubuh Ry. Ry memberikan jaket itu kepada Raka lalu Ry berjalan masuk.


Sesampai di dalam kamar Raka merebahkan badannya di kasur. Raka memenangi jaket yang di pakai Ry tadi. Kemudian Raka mencium jaket itu Raka mencium bauk keringat Ry yang sudah menempel di jaketnya.


Raka tersenyum sambil mencium jaketnya yang ada aroma keringat Ry. Perasaan Raka malam ini bergitu bahagia karena dapat mencium aroma keringat Ry. Bahkan Raka tidur terlelap sambil mencium jaketnya yang ada aroma tubuh Ry.


Sementara Ry yang berada di atas kasurnya sedang berbaring. Ry merasa binggung ama sikap Raka. Kadang - kadang Raka terlihat seperti cowok yang perhatian ama Ry. Bahkan Raka sampai mengakui Ry calon istri di hadapan cowok lain.


Tapi Raka juga bersikap kasar dengan kata - katanya ama Ry tadi. Bahkan Raka berbicara dengan suara yang tinggi di hadapan Ry. Malam ini Ry di buat binggung oleh sikap Raka yang gampang berubah.

__ADS_1


Ry coba untuk gak terlalu memikirkan Raka. Ry dan Raka yang gak punya hubungan apa - apa. Lebih baik Ry fokus memikirkan hubungan Ry ama Daniel untuk bisa mendapat restu dari Mami Lena.


... ~ Bersambung ~ ...


__ADS_2