3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Story Aska Bertemu Raka


__ADS_3

" Aku tercipta tak setampan Yusuf, aku tak mungkin sekaya Sulaimen, aku juga tak bisa setegar Ayub. Tetapi aku selalu berusaha seperti Muhammad yang hidup sederhana dengan akhlak yang sempurna."


Setelah itu Raka turun dari pelaminan. Raka berjalan ke arah pintu. Kemudian seorang cowok yang bediri di belakang Raka memanggil nama Raka.


" Abang." Seorang cowok yang menepuk pundak Raka.


" Eh ternyata lu." Raka yang membalikan badannya lalu melihat seorang cowok yang berdiri di belakang Raka.


" Iya ini aku abang. Gimana kabar abang?" Seorang cowok yang mengulur tanganya ke arah Raka.


" Seperti yang lu lihat gue tidak baik - baik saja." Raka yang menjabat tangan ke arah seorang cowok yang ternyata Aska.


" Iya aku mengerti perasaan abang. Abang bisa kita bicara empat mata?" Aska yang melepaskan tangan dari Raka.


" Bisa, lu mau bicara apa?" tanya Raka.


"Ada deh, tapi gak disini bicaranya," jawab Aska.


" Terus lu mau bicara dimana?" tanya Raka.


" Ayo abang ikut aku!" ajakan Aska.


Aska dan Raka yang sedang duduk di bangku taman hotel.


" Lu mau bicara apa?" Raka yang melihat ke arah Aska.


" Aku tanya ama abang. Apa boleh abang?" tanya Aska.


" Lu mau tanya apa?" tanya Raka.


" Abang tahu tentang keberadaan Mentary sekarang?" tanya Aska.

__ADS_1


" Gak, Kenapa emangnya?" tanya Raka.


" Aku tahunya keluarga abang Raka dan Mentary itu dekat jadi pasti abang tahu tentang keberadaan orng tua," jawab Aska.


" Yang lu katakan emang benar. Keluarga gue dan Mentary itu emang dekat tetapi gue gak tahu tentang keberadaan Mentary," jawab Raka.


" Kalau soal perasaan Mentary. Apa abang tahu siapa cowok yang dia cintai?" tanya Aska.


" Daniel," jawab Raka.


" Salah abang." Aska yang melihat ke arah Raka.


" Kalau bukan Daniel, berarti lu cowok yang di cinta Ry?" Raka yang melihat ke arah Aska.


" Bukan," jawab Aska.


" Terus siapa cowok yang Ry cintai?" Raka tampak berpikir tentang cowok yang Ry cintai.


" Abang ini pura - pura tidak tahu atau emang gak tahu sih?" tanya Aska.


" Ry itu cinta ama abang," kata Aska.


" Apa gue gak salah dengar nih?" Raka yang terkejut saat mendenger perkataan Aska.


" Gak abang. Abang gak tahu saat acara lamaran abang dan kakak Ambar aku ngelihat Ry menagis duduk di taman hotel," kata Aska.


" Kenapa dia nagis?" tanya Raka.


" Dia patah hati saat melihat abang sudah lamaran ama kakak Ambar. Sejak saat itu pasti dia bersikap menjauh dari abang," jawab Aska.


" Dari mana lu tahu kalau dia cinta ana gue?" tanya Raka.

__ADS_1


" Dari cara Ry menatap abang. Aku melihat di mata Ry hanya ada cinta buat abang," jawab Aska.


" Itu cuma perasaan lu. Daniel dan Ry sudah berpacaran mereka juga terlihat saling mencintai," kata Raka.


" Abang salah, abang Daniel yang begitu mencinta Ry sedangkan Ry mencintai abang Raka," kata Aska.


"Kenapa lu mengatakan ini semua ke gue?" tanya Raka.


" Aku mau abang Raka dan Ry bersama," kata Aska.


" Kenapa lu mau begitu?" tanya Raka.


" Karena abang Raka dan Ry saling mencintai, aku berdoa semoga kalian menikah," kata Aska.


" Lu salah gue gak cinta ama Ry. Dan untuk saat ini gue belum membuka hati gue buat cewek lain termasuk buat Ry," kata Raka.


" Abang cinta ama Ry. Hanya saja abang yang tidak mau jujur ama diri abang sendiri," kata Aska.


" Dasar sotoy lu," kata Raka.


" Aku ngomong sesuai ama fakta abang," kata Aska.


" Itu bukan fakta, hanya perasaan lu aja," kata Aska.


" Aku ingin mengatakan sesuata ama abang, Apa boleh?" tanya Aska.


" Boleh," jawab Raka.


" Aku mencintai Ry. Tetapi dia hanya menanggap aku sebagai seorang teman abang," kata Aska.


" Lu kejar dia sampai dapat," kata Raka.

__ADS_1


" Aku gak mau merusak pertemanan kami, lagian Ry cinta cuma buat abang. Jadi biarkan saja aku tetap jadi teman Ry.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2