3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Jagain Abang Raka


__ADS_3

"Ucapan itu ibarat obat kalau dosisnya kecil bisa menyehatkan, tetapi jika berlebihan bisa menyakitkan".


Bude Sam dan Ry berjalan masuk kedalam kamar rawat inap. Sesampai di dalam kamar rawat inap Bude Sam mengambil dompet dan ponselnya yang di atas meja.


Bude Sam berpamitan ama Ry untuk pulang kerumahnya sebentar. Bude Sam menitip Abang Raka ama Ry. Ry menjaga Abang Raka sampai Bude Sam kembali ke rumah sakit.


Ry duduk di kursi samping tempat tidur Abang Raka. Ry melihat kamar rawat inap Abang Raka kelas Vip. Hanya terdapat satu pasien dalam kamar rawat inap.


Pasien di kamar rawat inap ini hanya Abang Raka saja. Ry melihat ke arah Abang Raka yang tertidur di atas ranjang pasiennya.


Ry terkejut ketika tiba - tiba tangan kanan Abang Raka menyentuh wajah Ry sambil memanggil nama Ambar. Kemudian tangan Ry menyentuh dahi Abang Raka yang tidak terasa panas.



Ry melihat kedua mata Abang Raka masih terpejam. Tetapi tangan Abang Raka kok bisa menyentuh wajah Ry. Kayaknya Abang Raka mimpiin Kakak Ambar atau Abang Raka menghalu Dia pikir Ry itu Kakak Ambar.


Ceklek......Ceklek.....


" Ehem.....Maaf Saya jadi menganggu kemesraan Suami Istri" Seorang Suster masuk ke dalam kamar rawat inap.


" Suster salah Ry bukan istrinya" Ry yang menarik tangannya dari dahi Abang Raka.


" Berarti Calon Istri" Suster yang berjalan sambil membawa nampan.


" Bukan juga Sus"Kata Ry.


"Pasti masih pacaran ya kan?" Suster yang berdiri di disamping Ry.


"Gak pacaran juga Sus" Kata Ry.


" Gue lagi sakit bisa - bisa Kalian ribut di sini" Raka membuka kedua matanya lalu melihat Cewek yang duduk di samping Dia.


" Maafkan Saya Pak Raka.Saya membawakan makan siang, minum dan obat untuk Pak Raka" Kata Suster.


" Sini Sus makan, minum dan obatnya biar Ry yang pengang" Ry berdiri dari kursi.


lalu mengambil nampan yang berisi makanan, minuman dan obat.


" Minum obat sebelum makan biarkan sekitar 30 menit. Setelah itu baru boleh makan nasi berserta lauknya yang harus di habiskan.Lalu minum obat yang sesudah makan" Suster menyerahkan nampan kepada Ry.


" Makasih Sus" Ry duduk di kursi sambil meletakan nampan di paha Ry.


" Pak Raka di minum dulu obat sebelum makan" Suster mendekati ranjang Raka lalu membantu Raka untuk duduk di ranjang.


" Sini obat Gue"Raka yang duduk di ranjang pasien.

__ADS_1


" Nih ambil semua" Ry memberikan meletakan nampan di atas paha Raka.


" Kalian lagi berantem Ya? Suster yang melihat kearah Raka dan Ry yang secara bergantian.


" Gak" Jawab Raka dan Ry secara serentak.


" Cie.....cie .....Kompak jawabnya" Kata Suster.


" Ini Gue minum obatnya Sus" Raka mengambil obat sebelum makan setelah itu meminum obat kemusian meminum air.


" Setelah 30 menit pasien bisa makan. Tetapi pasien makannya harus di suapin" Kata Suster.


" Gue bisa makan sendiri Sus" Kata Raka.


" Pasien belum boleh banyak gerak. Jadi lama sembuhnya" Suster berjalan kearah pintu.


" Lu ngapain ke sini?" Tanya Raka.


" Ry di suruh Papa kesini" Jawab Ry.


" Emak Gue mana?" Tanya Raka.


" Pulang kerumah" Jawab Ry.


" Ngapain Lu masih di sini pulang sono" Kata Raka.


" Gue bisa jaga diri sendiri" Kata Raka.


" Iya Ry tahu" Kata Ry.


" Terus nunggu Apa lagi sono Lu pulang?" Tanya Raka.


" Ry di suruh nunggu Bude Sam kembali baru boleh pulang" Jawab Ry.


" Alasan Lu pasti ngambil kesempatan pengen berduaan ama Gue kan?" Tanya Raka.


" Apa untungnya bagi Ry berduan ama Abang Raka?" Tanya Ry.


" Karena Lu suka ama Gue. Jadi ini kesempatan Lu bisa pedekatan ama Gue" Kata Raka.


"Abang Raka udah souzon ama Ry. Ry gak ada niat buat pedekate ama Abang Raka. Ry juga tahu Abang Raka udah pacar" Kata Ry.


" Lu udah tahu Gue punya pacar tetapi kok masih suka Caper ( Cari Perhatian) ama Gue" Kata Raka.


" Ry Caper Apa ama Abang?" Tanya Ry.

__ADS_1


" Ini buktinya Lu Caper dengan alasan jagain Gue" Jawab Raka.


" Maaf kalau kehadiran Ry buat Abang gak nyaman dan terganggu. Ry nunggu di luar aja. Abang kalau butuh apa - apa panggil Ry di luar" Ry berjalan kearah pintu.


Ry berdiri sambil bersandar di dinding kamar rawat inap. Tepat di samping pintu kamar rawat inap.Kalau bukan karena Bude Sam minta tolong Ry untuk jagain Abang Raka sebenarnya Ry malas.


Baru lima menit Ry berdiri disini. Kaki Ry sudah terasa pegel.Tiba - tiba Ry mendengar suara sendok terjatuh. Lalu Ry berjalan mendekati pintu.


Ceklek....Ceklek....


Ry membuka pintu lalu berjalan ke arah ranjang Abang Raka. Ry melihat sebuah sendok terjatuh ke lantai. Sesampai di samping ranjang Abang Raka. Ry mengambil sebuah sendok lalu membawa ke kamar mandi.


Ry memberikan sendok yang telah di cuci kepada Abang Raka. Abang Raka mengambil sebuah sendok dari Ry. Ry masih berdiri di samping Abang Raka. Ry melihat Abang Raka yang susah makan.


" Sini Ry suapin Abang Raka ya" Ry menarik kursi agar lebih dekat sama ranjang Abang Raka.


" Ya udah kalau Lu maksa" Kata Raka.


" Iya Abang Raka" Ry duduk di kursi lalu meletakan memegang piring yang berisi nasi dan lauk pauk.


" Gpl ( Gak pakai lama)" Kata Raka.


" Aaaak......buka mulut Abang Raka" Ry menyuapi sesendok nasi beserta lauknya kedalam mulut Abang Raka.


" Iya" Raka membuka mulutnya lalu suapan Ry masuk kedalam mulutnya. Raka mulai mengunah nasi dan lauk - pauknya.


" Makan yang Abang biar cepat sembuh" Ry yang menyuapi Abang Raka.


" Iya" Raka yang memakan nasi dan lauk - pauk dari suapan Ry.


Ry memberikan segelas air putih kepada Abang Raka. Lalu Abang Raka meminum segelas air putih. Akhirnya nasi dan lauk pauk yang ada di piring habis.


Ri memberikan tisu kepada Abang Raka untuk membersihkan mulutnya.Tetapi masih ada nasi di sudut bibir sebelah kanannya. Akhirnya tangan Ri melap nasi yang ada di sudut bibir kanan.


Ceklek......Ceklek.....


Posisi Ry dan Abang Raka yang saling bertatapan. Selain itu Ry dan Abang Raka tidak menyadari kedatangan seseorang yang membuka pintu.


Seorang Cewek berdehem agar Ry dan Abang Raka menyadari keadanganya. Ry dan Abang Raka menoleh ke arah seorang Cewek yang berjalan masuk kedalam kamar inap.


" Kamu Siapa?" Cewek itu yang berdiri di samping kursi.


" Saya Mentary Kakak"Ry berdiri dari kursi lalu mengulurkan tangan kearah Cewek itu.


" Ambar, Sebaiknya Kamu pergi dari sini" Ambar yang tidak mau menjabat tangan Ry.

__ADS_1


" Iya Kakak" Ry berjalan kearah pintu kamar.


Bersambung.........


__ADS_2