
" Ajarkan aku cara untuk melupakan kamu bila membencimu, tak pernah cukup untuk hilangkan kamu dari pikiran aku."
Esokan Harinya.......
Pagi ini wajah Raka tampak berseri dan memancarkan ke bahagian. Raka tidak sabar ingin secepatnya menikah dengan Ambar sang pujaan hati. Sesampainya Raka di dapur lalu dia menarik kursi yang ada di samping Rika.
" Pagi emak dan bapak," kata Raka.
" Pagi mas," kata emak dan bapak secara serentak.
" Cie...... calon pengantin bahagia banget nih," Rika yang melihat ke arah Raka lalu meledek Raka.
" Iya dek." Raka yang melihat ke arah Rika lalu Raka mengelus kepala Rika.
" Ih.... kan jadi berantakan lagi jilbab aku." Wajah Rika yang terlihat kesal karena Raka membuat jilbab Rika jadi berantakan.
" Maaf ya adek tapi mas emang sengaja biar jilbab adek kusut." Raka yang tersenyum jahil karena udah berhasil membuat Rika cemberut. Wajah Rika terlihat lebih lucu ketiaka cemberut.
" Mak tuh lihat mas jahil ama aku." Rika yang mengadu ama emak.
" Mas jangan jahilin adeknya dong," kata emak.
"Gak apa - apalah mak. Entar lagi mas akan menikah mungkin gak akan bisa ngumpul tiap hari ama kita lagi." Bapak yang wajah terlihat sedih memikirkan Raka yang akan menikah.
" Iya bapak. Hanya tinggal lebih kurang 3 minggu lagi mas akan tinggal bersama kita." Emak yang wajahnya terlihat sedih karena Raka akan menikah.
" Emang setelah menikah mas mau tinggal dimana?" tanya Rika.
"Mas mau nyewa rumah aja. Biar bisa berdua terus ama Ambar gak di ganguin ama adek," jawab Raka.
"Idih ogah kali adek ganguin mas dan kakak Ambar," kata Rika.
" Apa mas udah yakin dan mantap buat nikah ama Ambar?" tanya emak.
__ADS_1
" Mas udah yakin mak. Mas hanya mencintai Ambar seorang," jawab Raka.
" Kadang cinta saja tidak cukup untuk membangun sebuah pernikahan. Di butuhkan kejujuran, kepercayaan dan menghargai pasangan," kata bapak.
" Dengarin yang bapak omongin mas," kata emak.
" Iya mak. Makasih bapak untuk wejangan pernikahannya," kata Raka.
Seminggu Kemudian............
Siang harinya Raka mengendarai motornya ke arah ke Rs Safira. Sesampai depan Rs Safira Raka berjalan masuk ke dalam Rs Safira. Raka bertanya ama seorang perawat tentang Ambar. Perawat mengatakan Ambar sudah pergi makan siang. Setelah itu Raka berjalan keluar dari Rs Safira.
Raka mengendarai motor ke arah rumah makan pak Nurdin. Setelah sampai di parkiran rumah makan pak Nurdin Raka memakirkan motornya di parkiran rumah makan pak Nurdin. Raka berjalan masuk ke dalam rumah makan pak Nurdin.
Sesampai di dalam rumah makan pak Nurdin Raka mencari kursi yang kosong untuk tempat duduk. Raka melihat ke kanan kiri untuk mencari kursi yang kosong. Kemudian Raka melihat ke arah pojok.
Deg.........Deg
Jantung Raka berdekat kencang saat melihat seorang cewek yang sangat di cintainya sedang menyuapi seorang cowok yang sangat dia kenal. Bahkan mereka tampak mesra seperti pacaran. Seorang cewek tersebut ialah Ambar yang sedang makan berdua ama Yudha.
" Apa yang sedang kalian lakukan di sini?" Raka yang melihat tajam ke arah Ambar dan Yudha.
" Seperti yang kamu lihat kita sedang makan," jawab Yudha
" Apa hubungan kamu ama dia?" Raka yang menarik kerah baju Yudha.
" Dia pacar aku." Yudha yang berdiri dari kursi tempat duduknya.
"Kamu sudah gila. Dia itu calon istri aku sebentar lagi kami akan menikah." Raka yang terlihat begitu marah. Raka yang menatap tajam ke arah Yudha. Rasanya Raka ingin sekali membunuhnYudha.
" Raka lepaskan Yudha." Ambar yang berdiri dari tempat duduk lalu Ambar menyuruh Raka untuk melepaskan Yudha.
" Aku tidak mau," kata Raka.
__ADS_1
" Raka kita bisa bicarakan semua ini dengan baik - baik," kata Yudha.
"Kau sudah berani mendekati calon istri aku." Raka yang memulai mengepalkan tangan lalu melayangkan tinju ke arah Yudha.
" Aku mohon jangan sakiti Yudha." Ambar yang mencoba meleraikan perkelahian Yudha dan Raka.
" Kenapa kamu membela dia? padahal aku ini calon suami kamu." Raka yang melepaskan tanganya dari kerah baju Yudha.
" Kamu memang calon suaminya tetapi aku cowok yang di cintainya," kata Yudha.
" Itu tidak mungkin, Ambar itu hanya mencinta aku." Raka yang berjalan mendekati Ambar. Raka memegang tangan Ambar.
" Jika Ambar mencintai kamu, kenapa Ambar diam saat aku cium pipinya?" Yudha yang tersenyum melihat ke arah Raka.
" Kenapa kau lakukan ini padaku?" Raka yang melihat ke arah Ambar.
" Maaf," jawab Ambar.
" Sebaiknya kau tanya ama Ambar di pilih aku atau kamu?" tanya Yudha.
" Baiklah. Kamu pilih aku atau dia?"tanya Raka.
" Aku pilih dia. Aku mencintai Yudha." Ambar yang melepaskan tangannya dari Raka. Ambar berjalan ke arah Yudha.
" Baiklah kalau begitu Aku membatalkan pernikahan kita." Raka yang melihat tajam ke arah Yudha dan Ambar. Setelah itu Raka berjalan ke arah pintu rumah makan pak Nurdin.
Hari ini menjadi hari yang terburuk dalam hidup Raka. Raka melihat dengan mata kepala kalau Ambar calon istri dan cewek yang paling dia cintai tega berselingkuh dengan Yudha. Yudha yang merupakan teman sekolahnya saat smu dulu.
Raka merasa binggung harus mengatakan apa ama keluarga besarnya kalau dia batal menikah ama Ambar. Sedangkan persiapan pernikahan sudah 90%. Raka pasti akan membuat keluarganya malu. Raka benar - benar binggung ama masalah ini.
Visual Yudha
__ADS_1
...~ Bersambung ~...