
" Entahlah, Rasa ini tak bisa pergi meski Aku usir. Tetap saja bertahan walaupun sudah tak ada lagi yang bisa Aku harapkan dari Kamu. Ingin rasanya Aku kembali ke masa sebelum bertemu ama Kamu. Agar Aku tidak jatuh cinta Kepada Kamu. Tetapi itu tidak mungkin karena Aku sudah jatuh cinta kepada Kamu."
Om mengajak Raka untuk berbicara empat mata di Taman RSUD. Raka dan Om berjalan meninggalkan kamar pasien. Sesampainya Raka dan Om di Taman RSUD lalu Raka dan Om duduk di bangku yang kosong di Taman.
" Om minta maaf atas perkataan Om kepada Raka selama ini," Om mengulurkan tangan ke arah Raka.
" Aku sudah memaafkan semua yang Om lakukan kepada Aku dan keluarga Aku bahkan sebelum Om minta maaf," Raka yang menjabat tangan Om.
" Terima kasih Raka sudah memaafkan Om," Om yang melepaskan tangan dari Raka.
" Sama - sama Om. Allah saja maha pengampunan dan pemaaf apalagi Aku yang cuma manusia biasa Om," Kata Raka.
" Om benar - benar menyesal atas perbuatan Om kepada Raka dan Keluarga. Om juga merasa bersalah telah membuat Ambar masuk RSUD," Om yang wajah terlihat menyesal atas perbuatannya selama ini.
" Sebenarnya Kenapa Ambar bisa sampai Over dosis minum obat tidur?" Tanya Raka.
"Ambar mencoba bunuh diri dengan meminum obat - obat tidur," Om yang kini berubah menjadi sedih.
" Apa Ambar mencoba bunuh diri?" Raka yang terkejut mendengar perkataan Om. Dia tidak menyaka Ambar yang Dia kenal bisa lemah imannya hingga mencoba bunuh diri.
" Iya Raka. Om sekarang merestui hubungan Kalian. Apa Raka mau melamar Ambar untuk di jadikan Istri?" Tanya Om.
"Maaf Om Aku butuh waktu buat berpikir untuk menjawab pertanyaan Om," Jawab Raka.
" Om bisa minta Tolong ama Raka?" Tanya Om.
" Om mau mau minta Tolong Apa?" Tanya Raka.
" Raka jagain Ambar di RSUD. Om dan Tante ada urusan sebentar," Jawab Om.
" Aku bakal jagain Ambar Om," Kata Raka.
"Terima kasih Raka," Kata Om.
Seminggu Kemudian ..........
__ADS_1
Malam ini Bapak, Emak, Raka dan Rika sedang berkumpul di ruangan keluarga.
" Bapak dan Emak Ada yang Mas bicarakan," Raka yang melihat ke arah Bapak dan Emak.
" Mas mau bicara Apa?" Tanya Bapak.
" Mas mau Bapak dan Emak melamar seorang Cewek untuk Mas jadikan Calon Istri," Jawab Raka.
" Yeyeye, Mas Aku akhirnya bakal melamar Kakak Mentary jadi Calon Istri Mas," Rika yang berdiri dari duduknya lalu melompat dengan kegirangan.
" Akhirnya Impian Mak terwujud juga Mentary jadi Menantu Mak. Kita jadi berbesanan ama Dikin dan Eli," Emak yang wajahnya tampak bahagia.
" Siapa Cewek yang ingin Mas lamar?" Tanya Bapak.
" Ambar," Jawab Raka.
" Apa Ambar ?" Emak yang wajah berubah menjadi kaget.
" Iya Mak," Raka yang melihat ke arah Emak.
" Mas udah putus ama Kakak Ambar. Kenapa Mas melamar Kakak Ambar?" Rika yang wajah berubah menjadi cemberut. Rika melihat ke arah Raka.
" Bagaimana dengan Orang Tua Ambar yang tidak merestui hubungan Kalian?" Tanya Bapak.
" Kedua Orang Tua Ambar sudah merestui hubungan Mas dan Ambar. Mereka menyuruh Mas untuk melamar Ambar. Makanya Mas meminta Bapak dan Emak untuk melamar Ambar buat Mas jadikan Calon istri.
" Mak tidak mau melamar Ambar untuk di jadikan Calon Istri Mas. Mak gak punya Menatu kayak Dia," Emak yang berdiri dari tempat duduk lalu berjalan ke arah kamar.
" Dek gak sudi punya Kakak Ipar kayak Dia," Rika yang berdiri dari duduknya lalu berjalan ke arah kamar.
" Apa Mas sudah yakin mau melamar Ambar untuk di jadikan Istri Mas?" Bapak yang melihat ke arah Raka.
" Insyallah Mas udah yakin Bapak. Tetapi Emak dan Rika tidak menyetujui keputusan yang Mas ambil," Raka yang terlihat tertunduk dengan lesu.
"Soal Emak dan Adek biar Bapak yang akan membujuk serta memberikan pengertian ama Emak dan Adek. Mas dan Ambar yang harus mempersiapkan membawa Seserahan untuk lamaran," Kata Bapak.
__ADS_1
Satu Bulan Kemudian..........
Siang Harinya Di rumah Raka sudah berkumpul Keluarga besar Raka. Mereka sedang mempersiapkan Seserahan yang akan di bawa untuk melamar Ambar. Emak dan Rika dengan terpaksa dan berat hati akhirnya merestui hubungan Raka dan Ambar.
Bapak yang memberikan pengertian kepada Emak dan Rika. Kalau Raka dan Ambar sudah saling mencintai sebagai Orang Tuan dan Adek dari Raka. Mereka harus memberikan restu dan dukungan agar Raka bisa berbahagia bersama Ambar. Ambar Cewek yang Raka pilih untuk menjadi calon istrinya.
Acara lamaran Raka Dan Ambar di adakan di Hotel Pangeran yang beralamat di Jl. Sudirman. Raka Sekeluarga dan Rombongan sudah masuk ke dalam Hotel Pangeran. Raka memakai pakai stelan Jas berwarna putih. Raka Sekeluarga dan Rombongan sudah duduk di dalam Ruangan Tempat Acara Lamaran di adakan.
Ry yang sudah sampai di parkiran motor lalu Ayu Teman satu kosan Yani menghampiri Ry. Ayu meminta bantuan Ry untuk menemani ke Acara Lamaran saudara sepupunya yang ada di Hotel Pangeran.
Awalnya Ry menolak Ayu untuk menemani ke acara Pertunangannya Sepupu Ayu. Karena Ry tidak mengenal Sepupu Ayu tetapi Ayu memohon kepada Ry yang membuat Ry tidak tega.
Ayu dan Ry berjalan masuk ke dalam ruangan Acara Lamaran Sepupunya Ayu. Sesampai di dalam ruangan Acara Lamaran Sepupu Ayu. Ayu mengandeng lengan Ry menuju ke arah Pasangan yang sedang mengadakan Acara Lamaran.
Deg......Deg......
Jantung Ry berdetak kencang ketika melihat Pasang yang sedang berdiri saling berhadapan. Ry melihat Raka yang memakai stelan jas berwarna putih terlihat begitu tampan. Raka yang tersenyum ke arah Ambar. Ambar juga terlihat cantik memakai dress berwarna pink peach.
Ry melihat Raka dan Ambar yang saling bertatapan dan tersenyum. Raka dan Ambar menjadi Pasangan yang serasi. Mereka sangat cocok dan serasi Raka begitu tampan dan Ambar juga cantik.
Kemudian Pembawa Acara Lamaran memberitahukan untuk memulai Acara pemasangan cincin. Ambar mengulurkan tangan kanan ke arah Raka kemudian Raka memasang sebuah cincin ke jari manis Ambar.
Selesai memasangkan cincin di jari manis Ambar lalu Raka mencium tangan Ambar. Ambar tersenyum bahagia dan tersipu malu mendapat perlakukan romantis dari Raka yang sekarang sudah menjadi Calon Suami.
Ry melepaskan gandengan dari Ayu lalu Ry membisikan ke Ayu kalau Dia mau ke toilet sebentar. Raka melihat ke arah Dua orang Cewek yang berdiri tidak jauh dari tempat Raka dan Ambar berdiri.
Raka melihat wajah Seorang Cewek yang Dia kenal hanya sekilas saja. Setelah itu Seorang Cewek itu membalikan badan berjalan ke arah pintu.
Ry berjalan tergesa - gesa sampai menabrak dada Seorang. Ry tertunduk meminta maaf kepada orang yang Ry tabrak kemudian Ry berjalan terburu - buru ke Taman Hotel Pangeran.
Ry duduk di bangku Taman Hotel Pangeran. Tiba - tiba saja air mata Ry jatuh membasahi wajah Ry. Ry menghapus air mata di wajah Ry dengan tangan. Hati terasa hancur saat melihat Raka dan Ambar sedang melangsungkan Acara Lamaran makanya Ry menangis.
__ADS_1
Kemudian Seorang mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya. Setelah itu Seorang memberikan sapu tangannya ke arah Ry.
...~ Bersambung ~...