3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Menghibur Aska


__ADS_3

" Kamu sosok pertama yang mengajarkan aku bahwa mencintai tidak harus memiliki."


Para juri sedang berdiskusi untuk menetukan pemenang lomba kompetensi kejuruan untuk jurusan Arsitek. Aska, Selvi dan Anto hanya bisa berdoa dan berharap agara bisa menang dalam lomba sehingga mengharumkan nama sekolah.


Para juri sudah selesai berdiskusi untuk menetukan pemenang lomba kompetensi kejuruan. Tibalah saatnya pengumuman pemenang lomba kompetensi. Seluruh siswa berharap dan ingin menjadi pemenang dalam lomba tersebut.


Pengumuman pemenang lomba kompetensi juri mengumumkan pemenangnya dari juara 1 sampai 3. Sekolah Aska tidak mendapat juara sehingga Aska, Selvi dan Anto terlihat sedih, lesu dan kecewa karena tidak menang dalam lomba.


Aska duduk di taman sekolah dengan perasaan yang kecewa dan sedih karena tidak menang lomba. Aska mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi nomor ponsel Ry.


Tuuutt.........Tuuutt


" Assalamualaikum Aska," kata Ry.


" Walaikumsalam Ry. Ry lagi dimana?" tanya Aska.


" Di rumah Aska," jawab Ry.


" Ry lagi sibuk gak?" tanya Aska.


" Gak. Kenapa emangnya Aska?" tanya Ry.


" Apa Ry bisa jemput aku sekarang?" tanya Aska.


" Bisa. Ry jemput Aska di mana?" tanya Ry.


" Smk negeri 1 mandau," jawab Aska.


" Ry otw ke sana," kata Ry.


" Ya udah aku tunggu di gerbang sekolah ya. Sampai ketemu ya Ry." Aska yang mematikan panggilan telponnya dengan Ry.

__ADS_1



Aska yang sedang berdiri di depan gerbang sekolah menunggu Mentary. Tidak lama kemudian sebuah motor berhenti di hadapan Aska.


" Maaf ya Aska. Udah lama nunggu ya Aska?" Ry yang menaikan kaca helemnya.


" Baru lima menit. Ry ngebut ya bawa motor?" Aska yang melihat ke arah Ry.


" Iya Aska, Ry gak mau buat Aska lama menunggu," jawab Ry.


" Pokoknya aku gak mau dengar dan lihat Ry ngebut - ngebut bawa motornya," kata Aska.


" Iya," kata Ry.


" Omongan aku jangan cuma masuk telinga kanan lalu keluar di telinga kiri," kata Aska.


" Ry dengarin kok Aska. Aska kenapa nyuruh Ry kesini?" Ry yang melihat ke arah Aska, wajah Aska tampak sedih.


" Kenapa emangnya?" tanya Ry.


" Entar aku cerita tapi gak di sini," jawab Aska.


" Aska mau cerita dimana?" tanya Ry.


" Ry tahu tempat yang sepi dan tenang biar kita bisa bicara empat mata. Apa Ry tahu tempat kayak gitu?" tanya Aska.


" Tahu. Ayo kita kesana Aska!" ajak Ry.


" Biar Aku yang bawa motor, Ry duduk di belakang aja," kata Aska.


Aska dan Ry sudah duduk di bawah pohon Akasia. Di bawah pohon Akasia terdapat rumput - rumput. Aska dan Ry duduk di atas rumput lalu di hadapan Aska dan Ry ada sebuah danau yang airnya berwarna biru dan sangat jernih.

__ADS_1


" Sebenarya Aska mau cerita apa?" tanya Ry.


" Aku kalah Ry," jawab Aska.


" Kalah lomba kompetensi kejuruan ya?" tanya Ry.


" Iya." Aska yang berbicara dengan suara yang kecil dan lesu.


" Kalah atau menang dalam lomba itu biasa Aska." kata Ry.


" Iya aku tahu, tapi aku masih tidak percaya kalau aku kalah dalam lomba itu." Aska yang wajahnya terlihat sedih.


" Kadang kala kenyataan itu tak seindah ekspektasi. Tapi Aska harus menerima kenyataan walaupun itu pahit," kata Ry.


" Iya Ry," kata Aska.


" Aska harus semangat. Kegagalan atau keberhasilan itu sifatnya hanya sementara," kata Ry.


" Terima kasih Ry. Udah mau mendengarkan segala curhatan aku. Ry sebenarnya ada masalah apa sampai harus pindah ke kota ini?" Aska yang melihat ke arah Ry.


" Ry mau cerita ama Aska, tetapi Aska harus janji kalau gak bakal cerita ini semua ke Daniel. Gimana Aska?" tanya Ry.


" Insyallah aku gak bakal cerita ama Daniel. Ry ceritalah aku siap mendengarkan nih," kata Aska.


Ry menceritakan ama Aska bahwa Papa Ry di pecat dari perusahaan milik orang tua Daniel. Papa Ry juga mengalami kesulitan saat mencari pekerjaan di Pekanbaru. Setiap perusahaan yang ada di Pekanbaru menolak untuk memperkerjakan Papa Ry.


Papa Ry bisa bekerja di Duri itu berkat bantuan dari bapak Raka. Sehingga papa Ry merasa berhutang budi ama bapak Raka kerena telah membantu papa Ry untuk mendapat pekerjaan. Ry sekeluarga memutuskan untuk pindah ke Duri untuk memulai hidup baru.


Ry sekeluarga tidak mau lagi berurusan ama keluarga Daniel. Karena keluarga Daniel memiliki banyak uang dan koneksi sehingga dengan mudah bisa membuat keluarga Ry mengalami masalah ekonomi.


Aska juga menceritakan kepada Ry bahwa Daniel terlihat kacau dan sedih karena kehilangan Ry. Aska bahkan mencoba membujuk Ry untuk mau bertemu dengan Daniel.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2