
" Jangan menunggu waktu untuk berubah tetapi berubahlah selagi ada waktu."
Kemudian Mami Lena mengambil uang di dalam laci di lemarinya. Mami Lena berjalan ke arah Bibik Ana sambil membawa uang
" Bibik ini uangnya. Coba Bibik hitung dulu," Mami Lena menyerahkan uang ke tangan Bibik Ani.
" Iya Nyonya. Makasih Nyonya," Bibik Ana yang mengambil uang dari tangan Mami Lena.
" Sama - sama Bibik. Bibik coba hitung dulu uangnya takut entar kurang," Kata Mami Lena.
" Gak usah Nyonya. Uang yang Nyonya kasih pasti pas 10 Juta," Kata Bibik Ani.
" Bibik coba hitung dulu sekarang biar Kita sama - sama enak," Kata Mami Lena.
" Iya Nyonya," Akhirnya Bibik Ana menghitung uangnya.
" Gimana Bibik kurang atau lebih?" Mami Lena yang memperhatikan Bibik Ana.
" Uangnya lebih Nyonya," Jawab Bibik Ana.
" Lebih Berapa Bibik?" Tanya Mami Lena.
" 300 Ribu," Jawab Bibik Ana.
" Coba Bibik hitung sekali lagi," Kata Mami Lena.
" Iya Nyonya," Bibik Ana yang menghitung kembali uang yang di berikan Mami Lena.
" Bagaimana Bibik?" Mami Lena yang melihat ke arah Bibik Ana.
" Uang berlebih Nyonya. Ini lebihnya Nyonya," Bibik Ana yang menyerahkan 3 lembar uang berwarna merah kepada Mami Lena.
" Uangnya memang sengaja Saya lebihkan buat Bibik," Kata Mami Lena.
" Maaf Nyonya Saya tidak bisa menerimanya. Hutang Saya akan bertambah lagi kalau mengambil uang ini," Kata Bibik Ana.
"Uang 300 Ribu ini bukan hutang Bibik," Kata Mami Lena.
" Kalau bukan hutang. Uang Apa ini Nyonya?" Tanya Bibik Ana.
" Uang bonus buat Bibik karena sudah rajin bekerja di rumah Saya," Mami Lena yang tersenyum ke arah Bibik.
" Makasih banyak Nyonya. Semoga rezeki Nyonya bertambah banyak," Bibik Ana yang tersenyum ke arah Mami Lena.
" Amiin...... Bik," Kata Mami Lena.
" Nyonya Bagaimana soal pembayaran hutang Saya?" Tanya Bibik Ana.
" Bibik maunya Bagaimana?" Tanya Mami Lena.
" Maaf sebelumnya Nyonya Saya minta keringanan membayar hutang. Kalau bisa gaji Saya tiap bulan di potong 500 ribu untuk membayar hutang. Bagaimana menurut Nyonya?" Tanya Bibik Ana.
" Tidak masalah buat Saya Bik," Kata Mami Lena.
Aska naik bus way untuk sampai ke tempat Ibu bekerja. Aska turun di halte bus way lalu Aska kembali berjalan Kaki untuk ke arah persimpangan rumah Daniel. Sesampai di persimpang rumah Daniel Aska berjalan masuk ke komplek perumahan.
__ADS_1
Tin.......Tin
Bunyi klakson motor sport yang di kendarai Seorang Laki - Laki. Lalu Aska berjalan di pinggir jalan agar motor itu bisa lewat. Tetapi motor sport itu malah berjalan beriringan dengan Aska.
" Sebenarnya Kamu Siapa?" Aska yang berhenti berjalan. Lalu Aska melihat ke arah pengendara motor yang berada di samping Dia.
" Ini Aku," Daniel membuka kaca helemnya.
" Ternyata Abang Dan," Aska yang melihat ke arah Daniel.
" Kemana motor Kamu?" Motor Daniel yang berhenti di samping Aska.
" Di ambil," Aska yang wajah terlihat lesu.
" Siapa yang ngambil?" Tanya Daniel.
" Penagih Hutang," Jawab Aska.
" Kamu punya hutang?" Tanya Daniel.
" Tidak Abang," Jawab Aska.
" Terus Siapa yang punya hutang?" Tanya Daniel.
" Ayah," Jawab Aska.
" Terus kok motor Kamu yang di ambil?" Tanya Daniel.
" Karena Ayah tidak bisa bayar hutang jadi motor Aku di ambil untuk jadi bahan jaminan Abang," Kata Aska.
" Mau kerumah Abang," Jawab Aska.
" Mau ngapain?" Tanya Daniel.
" Mau jemput Ibu. Setelah Ibu mau bayar hutang," Jawab Aska.
" Emang Berapa jumlah hutangnya?" Tanya Daniel.
" 10 Juta Abang Dan," Jawab Aska.
" Ayo Kita bayar hutangnya !" Ajakan Daniel.
" Iya Abang. Tetapi Aku mau ngambil uang ama Ibu dulu," Kata Aska.
" Gak usah. Cepatan naik motor Abang," Daniel yang menyuruh Aska untuk naik ke motornya.
" Terus Kita bayar pakai uang Siapa bayarnya Abang?" Aska yang udah naik ke atas motor Daniel.
Malam Harinya.......
Selesai Aska melaksanakan shalat tahjud lalu Aska berdoa agar Ayah mendapatkan hidayah bisa berhenti judi, mabuk dan main perempuan. Aska juga berdoa agar Ibu di berikan kesehatan dan umur yang panjang. Aska berdoa Agar Mentary bisa melupakan Raka lalu mulai membuka hatinya kepada Aska.
Totok.......Totok
" Buka pintunya," Seorang Yang berteriak di depan pintu rumah.
__ADS_1
" Tunggu sebentar," Aska yang berjalan ke arah pintu rumah. Aska membuka pintu rumah lalu melihat Ayah yang sedang mabuk dan bauk alkhol yang sangat menyengat di mulut Ayah.
" Hei.....anak bodoh lama sekali Kau membuka pintu," Kata Ayah.
" Ayah Kemana saja selama ini?" Aska yang melihat ke arah Ayah.
" Hei..... Bodoh. Kenapa Kau banyak tanya kepada Aku," Ayah yang masuk ke dalam rumah.
" Aku sudah mencari Ayah kemarin Malam tetapi Aku tidak menemukan Ayah, Kata Aska.
" Ada Apa Kau mencari Aku?" Tanya Ayah.
" Ada 2 orang penagih hutang yang mencari Ayah," Jawab Aska.
" Apa kata penagih hutang?" Tanya Ayah.
" Ayah di suruh membayar hutang ama Mereka," Jawab Aska.
" Aku tidak ada uang untuk membayar hutang," Kata Ayah.
" Ayah minjam uang untuk Apa?" Tanya Aska.
" Bukan urusan Kau," Ayah yang berjalan masuk ke dalam rumah.
Sesampai di dalam kamar Ayah melihat Ibu yang sedang tertidur di atas kasur.
" Hei...bangun Kau," Ayah yang suara dengan nada tinggi.
" Tidur aja kerja Kau," Kata Ayah.
" Woi......bangun Kau," Kata Ayah.
" Eh......Abang," Ibu yang mulai membuka kedua matanya.
Ayah berjalan ke arah lemari lalu Ayah membuka lemari pakaian. Ayah mencari sesuatu yang ada di dalam lemari.
" Abang cari Apa?" Ibu yang duduk di atas kasar lalu Ibu melihat Ayah yang sedang membongkar pakaian yang ada di dalam lemari.
" Uang," Jawab Ayah.
" Aku tidak punya uang Abang," Ibu yang berdiri dari kasur lalu Ibu berjalan ke arah Ayah.
Ayah mengeluarkan semua pakaian yang ada di dalam lemari. Ayah melempar semua pakaian yang ke lantai.
" Abang jangan di serakkan semua pakaian. Aku capek melipat semua pakaiannya," Kemudian Ibu berjongkok lalu memunguti pakaian yang ada di lantai.
" Capek Apanya kerja Kau cuma tidur - tiduran di rumah. Aku yang capek kerja pergi pagi pulang Malam," Ayah yang membuka laci di dalam lemari lalu Ayah melihat ternyata di dalam laci lemari ada uang.
" Abang jangan ambil uang itu. Itu bukan uang Aku tetapi uang Nyonya Abang," Ibu yang melihat Ayah membuka laci di dalam lemari. Lalu Ibu berdiri dari jongkoknya.
" Kau pikir Aku bodoh. Ini pasti uang Kau," Ayah mengambil semua uang dari dalam laci.
" Aku mohon jangan ambil uang itu Abang," Ibu yang mencoba merebut uang dari tangan Ayah.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1