
⚠️Dilarang! boom like di novel ini.
" Di bujuk tambah marah, di diemin katanya gak peka, giliran di tanya jawaban terserah."
Seminggu kemudian.......
Malam ini Ry yang duduk di kursi sambil melihat layar laptop. Ry yang lagi mengerjakan tugas kuliah. Rika yang mengetuk pintu kamar Raka.
Tok.....Tok....Tok
" Kakak Ry, aku boleh masuk?" Rika yang berdiri di depan pintu kamar Raka.
" Masuk aja adek," kata Ry.
Ceklek......Ceklek
Rika berjalan masuk ke kamar melihat Ry yang yang sedang sibuk di depan laptop. Rika menghampiri Ry yang sedang sibuk.
" Kakak Ry sedang sibuk ya?" Rika yang berdiri di samping Ry.
" Iya dek." Ry yang masih masih fokus melihat ke arah laptop.
" Kakak Ry bisa bantu aku?" tanya Rika.
" Insyallah, Ry bantu dek apa?"Ry yang melihat ke arah Rika.
" Kakak Ry ikut ke kamar aku sekarang ya." Rika yang memegang tangan Ry. Rika yang menarik tangan Ry.
" Iya, pelan - pelan jalannya dek." Ry yang mengikuti Rika yang berjalan lebih dulu.
Rika dan Ry sudah masuk ke dalam kamar Rika. Rika yang duduk di kursi lalu menujukan buku pelajaran akutansi di atas meja belajar Ry.
" Kakak Ry bantu aku ngerjakan pr ini?" Rika yang menujukan 10 buah soal akuntansi.
" Maaf Ry gak bisa. Ry itu gak pernah belajar akuntasi. Mendingan minta tolong ama mamas aja dek." Ry yang melihat ke arah soal pelajaran akuntasi Rika.
" Emang di kampus atau smk kakak Ry gak pernah belajar akutansi ya?" tanya Rika.
" Gak pernah." Ry yang mengelengkan kepala melihat ke arah Rika.
" Mas kemana sih kok belum pulang?" Rika yang wajahnya cemberut melihat ke arah Ry.
" Mungkin masih di jalan dek. Dek Ry balik ke kamar dulu ya mau ngerjakan tugas dulu." Ry yang berjalan ke arah pintu kamar Rika.
" Iya kakak Ry." Rika yang mencoba mengerjakan pr akuntansinya sendiri.
__ADS_1
Ry yang masih fokus mengerjakan tugas kampus sehingga tidak sadar kalau Raka susah berjalan masuk ke dalam kamar kita. Raka tersenyum melihat Ry yang sedang fokus mengerjakan tugas kampus.
"Muuuuaaahh." Raka yang mencium pipi Ry.
" Ihihih mamas main nyosor aja." Ry yang menoleh ke arah Raka.
"Tapi cayang sukakan, lagi buat tugas ya kampus ya?" Raka yang mengulurkan tangan ke arah Ry.
"Ck, gak ya mamas belum mandi bauk mandi dulu sana." Ry mencium punggung tangan Raka.
" Mandi berdua yuk cayang!" Raka yang meletakan tas ranselnya di bawah meja.
" Gak ah Ry udah mandi tadi," kata Ry.
" Cayang bukain baju mas dong mau mandi nih," kata Raka.
"Ck, mamas buka sendiri jangan manja Ry lagi sibuk nih." Ry yang melanjutkan mengerjakan tugas kampus.
" Cayang udah dong ngerjain tugasnya. Urusin mas dulu nih." Raka yang mematikan laptop dan menutup laptop Ry.
" Ididih mamas nyebelin Ry harus nyelesaikan tugas kampus malah di ganggu." Ry yang wajah cemberut.
" Nih bukain kancing bajunya." Raka yang memegang tangan Ry, Raka meletakkan tangan Ry di baju kemeja yang Raka pakai.
Setelah selesai membuka kencing kemeja Raka. Raka membuka kemejanya lalu memberikan kepada Ry. Ry melihat perut Raka yang kotak - kotak. Raka mulai menundukkan kepalanya lalu Raka mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Ry. Saat bibir Raka dan Ry akan menempel.
" Hmmmmm, mas dan kakak lagi ngapain?" Rika yang sudah membuka pintu kamar Raka. Rika yang melihat ke arah Raka dan Ry.
" Dek kalau ke kamar mas itu ketuk pintu dulu jangan main buka aja. Kamu itu kebiasaan deh." Raka yang tidak jadi mencium bibir Ry. Raka yang kesal melihat Rika yang menganggu dia yang mau berciuman ama Ry.
" Hehehe, maaf aku pikir mas belum nikah sih. Tapi kalau mas mau lanjutin yang tadi silahkan aku mau noton live nih," kata Rika.
Esokan Malam Harinya......
Malam ini Raka mengajak Ry untuk makan malam berdua. Tetapi Rika meminta untuk ikut, Ry mencoba membujuk Raka untuk membawa Rika. Tetapi Raka menolaknya, Raka hanya ingin menghabiskan makan malam berdua dengan Ry.
Rika yang berjalan sambil menghentakan kakinya. Rika berjalan ke arah kamarnya, Ry yang menyusul Rika berjalan ke arah kamar. Rika membuka pintu kamar lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya.
Bruk......Bruk
Rika membanting pintu kamar lalu Rika mengunci pintu kamarnya. Ry yang terkejut mendengar Rika menutup pintu kamarnya. Ry yang sudah berdiri di depan pintu kamar Rika.
" Dek ini Ry buka pintunya." Ry yang berusaha membujuk Rika.
" Mas dan kakak udah gak sayang aku lagi." Rika yang yang menangis.
__ADS_1
" Itu gak benar dek, kakak sayang ama dek," kata Ry.
" Mas dan kakak itu jahat ama aku.Karena kalian mikir aku pengganggu kemesraan kalian kan," kata Rika.
" Gak, Ry gak pernah mikir kayak gitu dek," kata Ry.
" Bohong, kakak udah berubah gak asik dan sombong sekarang." Rika yang berbicara dengan nada ketus.
" Gak ada yang berubah Ry masih sama kayak yang dulu. Ry sayang banget ama dek." Ry yang mencoba membujuk Rika.
"Udah sana kakak pergi aja ama mas. Udah gak ada lagi yang peduli ama aku," kata Rika.
" Cayang ayo kita pergi!" Raka yang menghampiri, Raka mengandeng tangan Ry mengajak Ry pergi dari depan kamar Rika.
" Pergi lah kalian berdua." Teriakan Rika.
Sepanjang jalan ke arah restaurant yang sudah di booking Raka. Ry hanya terlihat terdiam dan lesu. Raka yang menyadari sifat Ry berubah jadi pendiam mulai menarik tangan Ry untuk memeluk pinggang Raka.
Rika yang berbaring sambil menangis di atas tempat tidur. Ponsel Rika berbunyi lalu Rika mengangkat panggilan telpon tanpa.
Drrrrttt........Drrrrttt
" Assalamualaikum," kata Rika.
" Walaikumsalam, Rika lagi ngapain?"tanya Aska.
" Rebahan, napa emangnya?" Rika yang berbicara dengan nada yang jutek.
"Gak ada aku cuma tanya aja. Rika lagi ada masalah ya?" Aska yang merasa suara Rika terdengar seperti sehabis nagis. Nada bicara Rika seperti jutek ama dia.
" Iya," kata Rika.
" Masalah apa cerita dong ama aku?" tanya Aska.
Rika yang masih terdiam sambil berpikir mau cerita atau gak masalahnya ama Aska. Tapi Rika juga berpikir kalau Aska cowok yang begitu mencintai Ry pasti akan membela Ry. Rika yakin bahwa Aska dan Raka akan menyalahkan Rika bukan Ry.
" Lah kok diam sih," kata Aska.
" Ya udah kalau Rika gak mau cerita. Maaf udah ganggu Rika aku matiin ya telponnya?" tanya Aska.
...~ Bersambung~...
Hai Guys Mampir ke karya baru Ry berjudul My Bestie.
__ADS_1