
" Seperti mawar 🌷 membutuhkan air 💧, Seperti cuaca yang butuh perubahan. Seperti tinta yang membutuhkan pena 🖊, demikian aku 👨 membutuhkan kamu 👩."
...\= > Fiqrie Nafaz Cinta < \=...
Setelah ibu Ani masuk ke dalam rumah Daniel pak Suganda mengendarai motor meninggalkan rumah Daniel.
Seminggu Kemudian.........
Pagi ini Aska sudah bersiap - siap untuk berangkat ke sekolah. Aska berjalan ke arah dapur untuk berpamitan dengan ibu Ani. Sesampai di dapur Aska tidak melihat ibu Ani. Lalu Aska berjalan ke arah kamar ibu Ani. Sesampai di depan kamar ibu Ani.
Totok.......... Totok
" Ibu.....ibu." Aska yang memanggil ibu Ani.
" Iya sebentar nak." Ibu Ani berjalan membuka pintu kamarnya.
Ceklek......... Ceklek
Ibu Ani melihat Aska yang sudah tampak rapi memakai pakaian seragam sekolah dan membawa tas ransel di punggungnya.
" Ibu aku pamit mau berangkat ke sekolah." Aska yang menyalim punggung tangan ibu Ani.
" Iya, Nak ibu boleh ikut?" tanya ibu Ani.
" Ibu mau kemana?" tanya Aska.
" Mau kepasar. Apa boleh ibu ikut nak?" tanya ibu Ani.
" Boleh ibu," jawab Aska.
Aska mengendarai motor menuju ke arah pasar. Ibu Ani duduk di belakang Aska sambil mengobrol tentang Aska yang pkl. Ibu Ani meminta Aska untuk bersabar dulu soal pkl. Soalnya ibu Ani belum memiliki uang untuk biaya pkl Aska. Aska mengerti dengan kondisi ibu Ani.
Aska juga akan bekerja untuk membantu ibu Ani membayar uang pklnya. Sesampai di depan pasar Aska memberhentikan motornya. Ibu Ani turun dari motornya lalu ibu Ani mengeluarkan selembar uang berwarna hijau dari dompetnya.
" Ini buat jajan nak." Ibu Ani menyerahkan selembar uang kertas berwarna hijau ke arah Aska.
" Makasih ibu. Aku berangkat ke sekolah dulu ya." Aska yang mengambil uang dari tangan ibu Ani. Lalu Aska menyalim punggung tangan ibu Ani.
__ADS_1
" Hati - hati mengendarai motornya nak," kata ibu Ani.
" Iya ibu." Aska mengendarai motor menuju ke arah sekolahnya.
Ibu Ani masuk ke dalam pasar. Ibu Ani berjalan ke arah tempat penjual cabe dan bawang. Ibu Ani bertanya tentang harga cabe dan bawang. Ibu Ani menawar harga bawan dan cabe karena penjualnya tidak mau menurunkan harga ibu Ani pergi ke tempat penjual cabe dan bawang yang lainnya.
Ibu Ani mengelilingi seluruh pasae untuk menemukan harga yang cocok sesuai ama keinginannya. Ibu Ani sudah berbelanja cabe dan bawang. Sekarang ibu Ani berjalan ke arah penjual ikan. Ibu Ani ingin membelikan ikan lalu ibu Ani memilih ikan yang masih segar dan harganya terjangkau.
Ibu Ani sudah selesai berbelanja lalu ibu Ani berjalan ke arah pintu keluar pasar. Kondisi pasar yang begitu ramai sehingga terjadi pengunjung pasar yang berdesakan. Ibu Ani yang memegang dompet di tangan kanan. Di tangan kiri ibu Ani terdapat barang belanjaan yang sudah di beli.
Saat telah keluar dari pasar ibu Ani merasa kehilangan dompetnya. Dompet yang berada di tangan kanan ibu Ani hilang. Seorang wanita paruh baya yang melihat wajah ibu Ani tampak panik mengahampirinya.
" Ada apa nak?" tanya seorang wanita paruh baya itu.
" Dompet saya hilang buk." Ibu Ani yang wajah sudah berubah menjadi sedih karena kehilangan dompetnya.
" Hilang dimana nak?" tanya seorang wanita paruh baya.
" Disana saat saya sedang berdesakan buk," Jawab ibu Ani.
" Berarti nak kecopetan," kata seorang wanita paruh baya.
" Yang sabar ya nak. Semoga nak dapat gantinya yang lebih dari itu," kata seorang wanita paruh baya.
" Amiin buk," kata ibu Ani.
" Kalau begitu saya permisi dulu ya nak." Seorang wanita paruh baya itu pamit lalu berjalan meninggalkan ibu Ani yang masih berdiri di depan pasar.
Ibu Ani berjalan ke arah parkiran motor pasar untuk mencari tukang ojek. Secara tidak sengaja seorang pria menabrak Ibu Ani.
Bruk......Bruk
Plastik yang berada di tangan ibu Ani terjatuh ke tanah. Barang belanjaan ibu Ani yang berada di kantong plastik berserakan di tanah.
" Maaf ya buk saya gak sengaja," kata seorang pria tersebut.
" Iya pak. Saya juga salah gak melihat kedepan." Ibu Ani yang berjongkok mengambil barang belanjaan yang berserakan di tanah.
__ADS_1
" Ini sepenuhnya salah, bukan salah buk." Seorang pria tersebut berjongkok lalu membantu ibu Ani mengambil barang belanjaan ibu Ani yang berserakan.
" Berarti ini salah kita berdua," kata ibu Ani.
Saat sedang mengambil barang belanjaan yang berserakan. Ibu Ani dan Seorang pria itu memegang sebuah plastik secara bersamaan.
" Eh maaf ya. Aku gak bermaksud memegang tangan ibu." Seorang pria tersebut melihat ke arah ibu Ani.
" Iya gak apa - apa. Lah ternyata pak Suganda." Ibu Ani yang melihat ke arah seorang pria yang sedang berjongkok di hadapannya. Betapa terkejutnya ibu Ani ketika melihat ternyata pak Suganda.
" Iya buk Ani. Sepertinya kita berjodoh ketemu terus." Pak Suganda yang berdiri dari jongkoknya.
" Ah pak bisa aja nih. Entar istri yang di rumah marah loh." Ibu Ani yang berdiri dari jongkoknya.
" Saya sudah menduda selama 5 tahun buk Ani. Suami buk Ani mana, Kenapa saya tidak pernah lihat?" tanya pak Suganda.
" Saya sudah menjanda beberapa bulan yang lalu pak," jawab ibu Ani.
" Berati kita duda dan janda dong." Pak Suganda yang tersenyum ke arah ibu Ani.
" Iya," ibu Ani yang tersenyum melihat kearah Pak Suganda.
" Buk Ani mau kemana?" tanya pak Suganda.
" Mau pulang pak," jawab ibu Ani.
" Kalau gitu bareng aku aja, Gimana?" tanya pak Suganda.
" Boleh pak, tapi maaf selalu merepotkan pak," jawab ibu Ani.
" Tidak merepotkan. Saya merasa senang bisa dekat ama buk Ani. Apa saya boleh untuk mengenal buk Ani lebih dekat lagi?" tanya pak Suganda.
" Boleh pak," jawan ibu Ani.
Pak Suganda mengantarkan ibu Ani untuk pulang kerumah Daniel. Pak Suganda dan Ibu Ani mengobrol sepanjang perjalanan ke arah rumah Daniel. Ibu Ani merasa bersyukur bisa bertemu pak Suganda di pasar.
Gimana ya kalau Aska dan pak Suganda ketemu?
__ADS_1
Nantikan di bab selanjutnya
...~ Bersambung ~...