3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Masalah


__ADS_3

" Lebaran semakin dekat, dompet masih dalam keadaan sekarat."


Saat Daniel masih bingung ama bukti yang di minta mama. Tiba - tiba ponsel Daniel yang berada di saku celana berbunyi.


Drrrtt.......Drrrtt


📞" Assalamualaikum." Daniel yang mengangkat panggilan telpon dari telpon rumahnya.


📞" Walaikumsalam, Aden ini bibik. Aden dimana sekarang?" Bibik yang suaranya terdengar panik.


📞" Aku lagi di luar. Ada apa bik?" Daniel yang terlihat penasaran karena tidak seperti biasanya bibik Ani menelpon dia.


📞" Nyonya pingsan aden," jawab bibik Ani.


📞" Mami kenapa bisa pingsan bik?" Daniel yang wajahnya berubah jadi panik ketika mendengar maminya pingsan.


📞" Ada masalah di rumah sebaiknya aden pulang sekarang juga ya?" tanya bibik Ani.


📞" Baiklah bik, aku akan pulang secepatnya. Tolong bik jaga mami sampai aku pulang ya?" tanya Daniel.


📞" Iya aden. Aden hati - hati di jalan ya," jawab bibik.


📞" Iya bik. Udah dulu ya bik." Daniel mematikan panggilan telponnya ama bibik Ani.


Daniel memasukkan ponsel ke dalam saku celananya.


" Tante aku pamit pulang dulu ya." Daniel yang melihat ke arah mama.


" Tunggu dulu, bagaimana permintaan tante soal yang tadi?" mama yang melihat ke arah Daniel.


" Maaf tante, kasih aku waktu seminggu buat berfikir ya. Gimana tante?" tanya Daniel.


" Iya, tante tunggu seminggu lagi jawaban dari kamu," jawab mama.


" Kalau gitu aku pamit dulu ya tante." Daniel yang menyalim punggung tangan mama.


" Kamu hati - hati di jalan bawa motornya," kata mama.


" Iya tante." Daniel yang berdiri dari sofa lalu berjalan ke arah pintu.


Daniel mengendarai motor menuju ke arah rumahnya. Dengan perasaan yang tidak menentu Daniel mengendarai motornya. Bahkan hampir beberapa kali Daniel gak fokus saat mengendarai motornya. Menyebabkan hampir beberapa kali Daniel hampir menabrak motor pengendara lain.


Daniel hanya ingin secepatnya sampai di rumah karena Daniel merasa khawatir ama mami yang pingsan. Daniel yakin telah terjadi sesuatu di rumah sehingga mami sampai pingsan.

__ADS_1


Daniel mengendarai motor sport dengan ngebut agar lebih cepat sampai kerumahnya. Akhirnya setelah melewati perjalanan kira - kira 3 jam. Daniel telah sampai di depan gerbang rumahnya.



Tin.......Tin


Daniel yang sengaja membunyikan klakson motornya agar pak satpam membuka pintu rumah Daniel. Pak satpam yang mendengar bunyi klakson motor lalu segera membuka pintu gerbang rumah Daniel.


Setelah pintu pagar terbuka Daniel mengendarai motornya masuk ke dalam halaman rumahnya. Daniel memakirkan motor di halaman rumahnya. Lalu Daniel berjalan ke arah pintu rumahnya.


Totok.......Totok


" Assalamualaikum." Daniel yang mengetuk pintu rumahnya.


" Walaikumsalam aden." Bibik Ani yang membuka pintu rumah.


" Mami dimana bik?" Daniel yang berjalan masuk ke dalam rumahnya.


" Nyonya ada di kamarnya aden." Bibik Ani yang menutup pintu rumah Daniel.


Daniel berjalan ke arah kamar mami meninggalkan bibik Ani. Danie yang berjalan menaiki tangga yang berada di dalam rumahnya. Sesampainya Daniel di depan kamar mami. Daniel memegang gagang pintu kamar mami.


Ceklek......Ceklek


" Sebenarnya ada apa ini papi?" Daniel yang melihat ke arah papi yang terlihat lesu.


" Mami pingsan, kamu dari mana saja?" Papi yang melihat ke arah Daniel.


" Aku lagi ada urusan tadi papi," jawab Daniel.


" Urusan apa?" tanya papi.


" Ada deh papi," jawab Daniel.


" Pasti urusan tentang Mentary." Papi yang berbicara dengan nada yang tidak suka saat mendengarkan Daniel ada urusan.


" Kok papi bisa tahu." Daniel yang melihat ke arah papi.


" Daniel ada yang ingin papi bicarakan ama kamu." Papi yang berdiri dari pinggir ranjang.


" Papi mau bicara apa?" Daniel yang sudah berdiri di hadapan papi.


"Ada sesuatu yang harus papi bicarkan ama Daniel tetapi gak di sini. Ayo kita bicara di ruangan kerja papa !" Ajakan Papi.

__ADS_1


" Iya papi," jawab Daniel.


Papi dan dan Daniel sudah berada di ruangan kerja papi.


" Papi mau bicara apa?" Daniel yang melihat ke arah wajah papi.


" Ini tentang proyek perusahaan kita yang gagal," jawan papi.


" Kenapa bisa gagal papi?" tanya Daniel.


" Kegagalan ini karena kamu gak fokus waktu mengurusi proyek perusahaan itu sehingga kita mengalami kerugian." Papi yang wajah terlihat marah kepada Daniel.


" Aku udah fokus ngurusin semua itu pi," kata Daniel.


" Selain itu kita mengalami kendala saat om Dikin udah gak ada di perusahaan kita," kata papi .


" Om Dikin kenapa pi?" tanya Daniel.


" Papi pecat," jawab papi.


" Om Dikin melakukan kesalahan apa pi?" tanya Daniel.


" Tidak ada," jawab papi.


" Terus kenapa pi pecat om Dikin?" tanya Daniel.


" Mami gak suka kamu dan Mentary berpacaran," jawab papi.


" Jadi mami dan papi selama ini gak merestui hubungan aku dan Ry?" tanya Daniel.


" Gak. Mami dan papi ingin yang terbaik buat kamu. Kamu harus jauh Mentary dan keluarganya," jawab papi.


" Aku mencintai Mentary pi." Daniel yang mencoba menyakinkan papinya bahwa dia mencintai Ry.


" Sekarang kamu tinggal pilih mami dan papi atau Ry?" Papi yang berbicara dengan nada yang tegas.


" Aku pilih keduanya," jawab Daniel.


" Kalau kamu memilih Mentary maka papi akan mencoret kamu dari kartu keluarga. Semua yang ada pada kamu papi ambil, jadi kamu pilih siapa?" Papi yang berbicara dengan mengancam ke arah Daniel.


Daniel yang sedang berpikir untuk mengambil keputusan. Daniel harus memilih salah satu pilihan yang begitu berat bagi Dia.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2