3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Story Aska Ayah


__ADS_3

" Ingat pesan Covid jangan terlalu dekat kalau tidak mau sakit."


Aska yang melihat tangan kiri Ry yang sudah Dia pegang.


" Maaf. Ini yang sakit tangan atau lengannya?" Tanya Aska.


" Tangannya," Jawab Ry.


" Aska bawa aja pacar Kamu ke tukang urut," Ridho yang sudah berdiri di samping Aska.


"Gimana kalau tangan Ry di bawa ke tukang urut?" Tanya Aska.


" Iya Aska," Jawab Ry.


" Ridho tahu tukang urut rumahnya di dekat sini?" Tanya Aska.


" Tahu," Jawab Ridho.


" Ayo Kita kesana !" Ajakan Aska.


" Let's go," Kata Ridho.


" Nih kunci motor Aku. Ridho bawa motor Aku duluan ya," Aska menyerahkan kunci motor ama Ridho.


" Siap," Ridho mengambil kunci motor dari tangan Aska. Setelah itu Ridho berjalan ke arah motor Aska.


Ridho mengendarai motor menuju ke arah Perumahan Pandau. Sedangkan Aska mengendarai motor Ry yang mengikuti Ridho dari belakang. Ry terduduk di belakang Aska sambil menahan rasa sakit.


Ridho memberhentikan motornya di halaman rumah tukang urut lalu Ridho memakir motornya di halaman. Aska memakirkan motor Ry di samping motor Dia. Ridho berjalan lebih dahulu ke arah rumah tukang urut. Aska dan Ry berjalan menyusul Ridho yang sudah lebih dulu sampai di rumah tukang urut.


Toktok.........Totok


" Assalamualaikum Nek," Ridho yang berdiri didepan pintu rumah Tukang Urut.


" Walaikumsalam," Nenek yang membuka pintu rumah.


" Nenek Apa kabar?" Ridho yang menciumi punggung tangan Nenek.


" Alhamdulillah sehat. Tumben kesini Ada Apa?" Nenek yang melihat ke arah Ridho.


" Aku mau minta Tolong ama Nenek," Kata Ridho.


" Kamu mau minta Tolong Apa ama Nenek?" Tanya Nenek.

__ADS_1


" Pacar Teman Aku tadi kecelakaan motor terus tangan Pacar Teman Aku sepertinya terkilir Nenek. Apa Nenek mau urutin Dia Nenek?" Tanya Ridho.


" Iya. Mana Dia?" Tanya Nenek.


" Itu Dia Nenek," Ridho yang menujuk ke arah Aska dan Ry yang sedang berjalan ke arah Ridho dan Nenek.


Ry sudah duduk di hadapan Nenek kemudian Nenek memberikan minyak urut ke tangan kiri Ry. Nenek mulai memijat - mijat tangan kiri Ry lalu Ry mencoba menjerit karena ke sakitan. Nenek menyuruh Aska untuk memegang tangan kiri Ry.


Karena Ry mencoba memberontak untuk tidak mau di pijat tangan kirinya. Ry menagis tersedu - sedu memohon kepada Aska untuk melepaskan tangan kiri. Aska sebenarnya gak tega melihat Ry menagis. Tetapi ini semua Dia lakukan agar tangan kiri Ry sembuh.


Akhir Nenek selesai memijat tangan kiri Ry. Kemudian Ry berpamitan ama Nenek untuk pulang. Ry menyalim tangan Nenek sambil memberikan selembar uang berwarna biru ama Nenek. Aska dan Ridho berpamitan untuk mengantarkan Ry pulang ke rumah.


Sesampai di halaman rumah Ry lalu Aska, Ry dan Ridho berjalan ke arah rumah Ry. Ternyata Mama sudah duduk di teras menunggu Ry pulang.


" Assalamualaikum," Aska, Ry dan Ridho.


" Walaikumsalam, Kalian berdua Siapa?" Mama yang melihat ke arah Aska dan Ridho yang masih memakai seragam Sekolah.


" Saya Aska Saputra. Temannya Mentary Tante," Aska mencium punggung tangan Mama.


" Kalau Saya Ridho Widodo Tante. Teman sekelas Aska," Ridho yang mencium punggung tangan Mama.


" Dek dari mana?" Mama yang melihat ke arah Ry.


" Dari ngantar pesanan tadi Mama. Pas di jalan Dek mengalami kecelakaan motor," Jawab Ry.


Flash Back.........


Selesai mengantarkan pesan kue bolu yang merupakan orderan kue bolu terakhir. Ry mengendarai motor dengan ngebut biar cepat sampai rumah. Saat Ry berada di Jl. Marpoyan lalu Ry melajukan motor dengan ngebut.


Tiba - tiba motor yang berada di depan berhenti secara tiba - tiba. Kemudian Ry mengerem motor Ry agar tidak terjadi tabrakan tetapi rem motor Ry macet sehingga terjadi kecelakaan tersebut.


Bruk......Bruk


Akhirnya motor Ry menabrak motor yang berada di depan. Saat menabrak motor yang di depan Ry memegangi motor Ry agar tidak jatuh karena benturan motor Ry dan motor Bapak yang berada di depan menyebakan tangan kiri Ry yang terkilir.


Esokan Harinya ............


Sesampai Aska di depan rumahnya Aska melihat Ibu yang sedang berbicar dengan 2 orang Pria yang berbadan tinggi dan besar. Aska turun dari motor lalu menghampiri Ibu dan 2 orang Pria yang berbadan tinggi dan besar.


" Ini Ada Apa Ibu?" Aska yang berdiri di samping Ibunya.


" Ayah Kamu meminjam uang sebesar 10 Juta kepada Kami. Tetapi Dia belum membayar hutang sama sekali," Kata Seorang Pria yang berbadan tinggi dan besar.

__ADS_1


" Saya dan Ibu Saya tidak mengetahui soal hutang Ayah Saya. Bapak bisa cari Dia ke tempat Dia biasa nongkrong," Kata Aska.


" Kami sudah mencari Dia di tempat biasa Dia nongkrong tetapi tidak ada. Makanya Kami mencari Dia ke sini. Apa Dia Ada disini?" Tanya Seorang Pria.


" Ayah tidak ada di sini. Sudah 2 minggu Ayah tidah pulang," Jawab Aska.


" Kami tidak percaya. Biarkan Kami masuk ke dalam rumah dan memeriksanya," Kata Seorang Pria.


" Jangan Kalian tidak boleh masuk ke dalam rumah," Ibu yang mencoba menghalangi Pria itu masuk ke dalam rumah.


" Awas minggir," Seorang yang mendorong badan Ibu agar bisa lewat masuk ke dalam rumah.


" Ibu. Ibu tidak apa - apakan?" Aska yang memegang badan Ibu agar tidak jatuh ke lantai.


" Ibu baik - baik saja Nak," Kata Ibu.


" Ayo Kita periksa ke dalam rumah !" Ajakan Seorang Pria.


Aska dan Ibu masuk ke dalam rumah untuk melihat ke 2 Orang Pria. Seorang Pria bertugas memeriksa dan mencari keberadaan Ayah di setiap sudut rumah. Seorang Pria memberantakan barang - barang yang ada di rumah. Sambil mencari barang - barang yang berharga di rumah ini tetapi tidak ada.


" Besok suruh Ayah Kau untuk melunasi hutangnya," Seorang Pria yang berbicara dengan nada besar dan mengancam ke arah Aska dan Ibu.


" Kalau besok Dia tidak bisa melunasi hutangya, Kami akan bawa Dia ke Kantor polisi, Kata Seorang Pria.


" Akan Aku sampaikan kepada Dia kalau pulang," Kata Aska.


" Ingat Kami akan kembali besok," ke dua orang Pria tersebut meninggalkan rumah Aska.


"Kemana Kita harus mencari Ayah Nak?" Ibu yang terlihat sedih.


" Akan Aku coba mencari Ayah ke rumah Temannya Ibu," Aska yang mencoba menenangkan Ibu.


" Sebenarnya untuk Apa Ayah meminjam uang 10 Juta Nak?" Tanya Ibu.


" Paling buat main judi dan minum - minum alkohol Ibu," Jawab Aska.


" Sampai Kapan Kita hidup menderita karena Ayah Nak?" Tanya Ibu.


" Sampai Kita meninggal Ibu," Jawab Aska.


" Kenapa Kamu ngomong gitu?" Tanya Ibu.


" Ayah gak akan bisa berubah. Lebih baik Ayah masuk penjara karena tidak bisa membayar hutang," Jawab Aska.

__ADS_1


" Seburuk - buruknya Dia tetap Ayah Kamu. Kamu tidak akan ada di dunia kalau tidak ada Dia," Kata Ibu.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2