
" Pernah jatuh cinta tetapi dapat jatuhnya doang cintanya mah kagak."
Sesampai Adrian di parkiran sekolah lalu Ry berlari ke arah Adrian. Ry yang sudah berdiri di belakang Adrian.
" Sayang marah ya ama Ry?"Ry yang memegang tangan Adrian.
" Gak," Adrian yang berhenti berjalan.
" Kenapa Sayang pergi begitu tadi?" Ry yang sudah berdiri di hadapan Adrian.
" Kamu udah milih Dia," Adrian yang wajah yang memerah karena Cemburu.
" Sayang jangan salah paham Ry pilih Dia karena mau nyelesaikan tugas kelompok," Ry yang melihat ke arah Adrian.
" Aku gak salah paham kok," Kata Adrian.
Tanpa Adrian dan Ry sadari Roy sudah sampai di parkiran motor. Roy tersenyum melihat ke arah Adrian dan Ry lalu Roy berjalan menuju ke arah motor sportnya. Roy mengendarai motor sportnya ke arah Adrian dan Ry.
" Woi cepatan naik," Roy yang membuka kaca helemnya lalu menyuruh Ry untuk naik ke atas motor.
" Tunggu sebentar Roy," Ry yang masih ingin berbicara ama Adrian.
" Sana pulang," Adrian yang berbicara dengan ketus ama Ry.
" Naik atau Gak?" Roy yang sengaja menarik gas motornya di hadapan Adrian dan Ry.
" Naik sana," Jawab Adrian.
" Bolehkan Sayang?" Ry yang melihat ke arah Adrian.
" Iya," Adrian menganggukan kepalanya dengan wajah yang cemberut.
" Ry pulang dulu Sayang, I Love You," Ry yang melepaskan tangan Adrian lalu naik ke atas motor Roy.
Roy langsung mengendarai motor sportnya, Ry melambaikan tangan ke arah Adrian. Adrian terdiam sambil melihat kepergian Roy dan Ry.
Satu Bulan Kemudian...........
Pagi ini Papa sedang duduk di kursi teras rumah sambil membaca koran dan minum segelas kopi. Seorang yang mengendarai motor sport berhenti di halaman rumah Ry. Lalu Seorang itu memakir motornya di halaman rumah Ry.
Seorang itu turun dari motor lalu membuka helemnya. Dia meletakan helemnya di atas jok motor. Kemudian Dia berjalan ke arah rumah Ry.
" Assalamualaikum Om," Seorang itu berdiri di depan teras rumah Ry.
" Walaikumsalam, Kamu Siapa?" Papa melipat koran lalu meletak di atas meja. Papa melihat ke arah Seorang itu.
" Perkenalkan nama Saya Roy Sugito, teman sekelas Mentary Om," Roy yang menciumi punggung tangan Papa.
" Kamu duduk dulu di sini, Biar Om panggil Mentary dulu," Papa yang berdiri dari kursi lalu Papa masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Sesampai di depan pintu kamar Ry, Papa memanggil Ry. Papa menyuruh Ry untuk menemui Teman Ry yang duduk di teras rumah. Ry keluar dari Kamar dengan memakai pakaian seragam sekolah. Sesampai di teras rumah Ry melihat Roy yang sedang duduk di kursi.
" Kamu ngapain ke sini?" Ry yang berdiri di samping kursi Roy.
" Mau berangkat sekolah bareng Kamu," Roy itu tersenyum ke arah Ry.
" Ry bisa berangkat sekolah sendiri," Ry yang terlihat ketus ama Seorang itu.
" Kamu terlihat tambah cantik kalau lagi kesel," Roy yang tersenyum melihat ke arah Ry.
"Gak usah muji, Ry gak ada uang receh buat Kamu," Kata Ry.
" Aku tidak butuh uang. Aku hanya butuh cinta Kamu," Kata Roy.
" Ry gak cinta ama Kamu," Kata Ry.
" Aku akan buat Kamu jatuh cinta ama Aku," Kata Roy.
" Tidak akan bisa, Karena Ry cuma cinta ama Adrian," Kata Ry.
Ry masuk ke dalam rumah lalu berpamitan ama Mama dan Papa. Ry mengendarai motor menuju ke sekolah dengan di ikuti ama Roy di belakang motor Ry.
Esok Harinya..........
Adrian dan Ry berjalan sambil bergandengan tangan ke arah parkiran sekolah.
" Cinta tunggu dulu," Adrian yang berhenti berjalan.
" Cinta lebih cantik rambut nya terurai," Adrian yang menarik ikat rambut Ry sehingga rambut Ry terurai.
" Berarti Ry jelek ya kalau rambutnya di ikat?" Ry yang wajahnya berubah jadi cemberut.
"Tetap cantik, Cinta itu udah cantik dari lahir," Kata Adrian.
" Sayang Cinta ama Ry karena fisik ya?" Tanya Ry.
" Iya, Aku jatuh cinta ama sikap Cinta," Jawab Adrian.
" Apa yang Sayang suka dari fisik Ry?" Tanya Ry.
" Ini yang paling Aku suka, Pengen cubit dan cium," Adrian yang mencubit pipi Ry tembem.
" Aww.......sakit tau Sayang," Ry yang berpura merasa ke sakitan.
" Maaf ya Cinta, Aku gemes pengen cubit Pipi Cinta kayak Bak Pau," Adrian yang melepaskan cubitan dari Pipi Ry.
" Sayang udah Ry maafin," Kata Ry.
" Sini Aku obatin Pipi Cinta," Adrian mendekatkan wajahnya ke wajah Ry.
__ADS_1
" Emang pakai Apa obatinya?" Tanya Ry pakai.
" Ada deh Cinta," Adrian menghembus Pipi Ry supaya sakitnya hilang.
" Udah gak sakit kok," Ry yang wajahnya memerah seperti tomat.
Adrian mengendarai motor sedangkan Ry duduk di jok motor di belakang Adrian. Ry memegang pinggang Adrian kemudian kepala Ry bersadar di bahu Adrian. Tiba - Tiba motor Adrian menjadi oleng ( tidak seimbang). Adrian memberhentikan motornya.
Ry turun dari motor Vespa lalu Adrian memasang standar motornya. Adrian melihat ban depan motor Vespa Adrian bocor.
" Maaf ya Cinta, Ban motor Aku bocor," Adrian yang terlihat merasa bersalah.
" Jadi Gimana nih Sayang?" Tanya Ry.
" Terpaksa Kita dorong motor Aku sampai ke bengkel. Cinta mau dorong motor Aku sampai ke Bengkel?" Tanya Adrian.
" Mau Sayang, Ayo Kita dorong motornya!" Ajakan Ry.
Adrian berdiri di depan sambil memegang stang motor sedangkan Ry berdiri di belakang jok motor Vespa sambil mendorong motor. Adrian merasa kasihan melihat Ry harus ikut mendorong motor Vespanya untuk sampai ke Bengkel.
Cuacanya yang lagi panas terik membuat Adrian dan Ry yang bermandikan keringat. Adrian memilih berhenti sejenak karena merasa haus lalu Adrian menstandarkan motornya. Ry menyerahkan botol air minum ama Adrian.
"Glug......Glug, Makasih Cinta," Adrian yang membuka tutup botol minuman lalu meminum air dalam botol minuman sehingga botol air minum Ry tinggal setengah.
" Sama - Sama Sayang," Ry yang melihat Adrian bermandikan keringat.
" Cinta haus?" Adrian yang menyerahkan botol air minum Ry ke araah Ry.
" Iya Sayang," Ry membuka botol air minum lalu meminumnya. Setelah itu Ry meletakan botol air minum di tas.
" Kita istirahat dulu ya Cinta," Adrian mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya lalu melap kening Ry yang penuh dengan keringat.
" Iya Sayang," Ry yang tersenyum melihat ke arah Adrian.
" Aku cinta Kamu," Adrian yang memegang tangan Ry lalu mencium punggung tangan Ry dengan bibirnya.
" Aku juga cinta ama Kamu," Ry yang tersipu malu karena perlakuan dari Adrian.
" Satu titik dua koma, Cinta Cantik Adrian yang punya," Kata Adrian.
" Sayang udah pintar gombal sekarang ya," Ry yang mencubit perut Adrian.
" Aww......sakit Cinta," Adrian yang berpura - pura ke sakitan.
" Maafin Ry ya Sayang," Wajah Ry yang terlihat sedih.
" Gak mau Cinta harus obatin," Kata Adrian.
" Pakai Apa Obatinnya?" Tanya Ry.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...