3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Bukti


__ADS_3

⚠️Dilarang! boom like di novel ini.


" Kamu boleh menyebut nama aku dalam doa kamu. Tetapi kamu harus menerima jika nantik aku bukan jodohmu."


Aska dan Ry sedang asik ngobrol seorang cewek membuka pintu ruangan pasien.


Ceklek......Ceklek


Seorang cewek berjalan masuk ke kamar pasien. Seorang cewek melihat ke arah Aska dan seorang cewek yang lagi ngobrol. Seorang cewek yang berdiri di samping Ry.


"Hmmmmmm." Seorang cewek yang sedang berdehem.


Aska dan Ry menoleh ke arah suara dehem seorang cewek.


" Lu pacar Aska ya?"seorang cewek yang melihat ke arah Ry.


"Bukan," jawab Aska dan Ry yang serentak.


" Kompak benar deh kalian," kata seorang cewek tersebut.


"Oh ya kita belum kenalan. Kenalin nama aku Mentary." Ry yang mengulurkan tangan ke arah seorang cewek yang berdiri di samping Ry.


" Jadi lu ya nama Mentary. Cantik juga ya." Seorang cewek yang melihat ke arah Ry.


"Maaf ya Ry adek aku gak sopan ama Ry. Andini cepat jabat tangan teman aku." Aska yang melihat ke arah Andini.


" Aku Andini yang angkat telpon lu tadi." Andini yang menjabat tangan Ry.


" Jadi kamu adeknya Aska. Ry senang bisa kenalan ama Andini." Ry yang melepaskan jabatan tangan dari Andini.


" Apa lu bisa jaga dia?" tanya Andini.


" Bisa. Emang Andini mau kemana?" tanya Ry.


" Gue mau sekolah," jawab Aska.


" Ya udah. Sana cepatan pulang ke rumah ganti pakaian sekolah terus berangkat sekolah," kata Aska.


" Lu ngusir gue ya. Dasar lu mentang - mentang mau berdua aja nih." Andini yang berjalan ke arah pintu Rsud.


Makan siang.........

__ADS_1


Suster masuk ke dalam ruangan Aska sambil membawa nampan yang berisi makanan, minum dan obat untuk Aska. Aska yang sedang duduk sambil menyender punggung dengan bantal.


Suster meletakkan nampan yang di paha Aska. Suster menyuruh Aska memakan nasi dan lauk pauk setelah itu baru minum obat. Ry yang melihat ke arah Aska yang belum juga makan.


" Kenapa makanan cuma di lihatin aja Aska?" tanya Ry.


" Aku lagi gak selera makan Ry," jawab Aska.


" Jangan gitu dong. Aska harus makan ya walaupun cuma 3 sendok aja." Ry yang membujuk Aska agar mau makan.


" Gak ah Ry," kata Aska.


"Giman Aska mau cepat sembuh kalau Aska gak makan? Aska makan ya biar cepat sembuh," kata Ry.


" Ya udah aku mau makan tapi Ry yang suapin gimana?" tanya Aska.


" Iya Ry mau nyuapin Aska." Ry yang mengambil nasi da lauk pauk mengunakan sendok dari piring Aska.


" Cepatan suapin aku Ry, soalnya aku udah lapar Ry,"


" Buka mulut Aska. Aaaaak." Ry yang menyuruh Aska untuk membuka mulut. Setelah mulut Aska terbuka Ry menyuapi nasi berserta lauk pauk ke dalam mulut Aska.


Ry memakan nasi dan lauk pauk yang Ry suap mengunakan sendok. Setelah 3 sendok Aska mengelengkan kepalanya dan menutupnya.


Aska yang menutup mulutnya sambil mengelengkan kepala. Aska memberikan bahasa isyarat kepada Ry kalau dia udah gak mau makan lagi.


" Kalau Aska gak mau makan lagi. Mendingan Ry pulanh aja" Ry yang meletakan sendok di atas piring yang berada di paha Aska.


Ry yang sudah berdiri dari kursi. Lalu Ry sudah berjalan selangkah tetapi tangan Ry dipegang ama Aska.


" Jangan pergi Ry, aku bakal ngabisin makanannya." Aska yang menahan Ry agar tidak pergi meninggalkan dia.


Ry kembali duduk di kursi lalu Aska menyuapi nasi dan lauk pauk mengunakan tangannya sendiri. Aska menghabiskan nasi dan lauk pauk di dalam piring tanpa tersisa. Setelah itu Ry menyuruh Aska minum obat. Aska meminum obat yang di berikan suster.


Beberapa menit kemudian Aska merasakan kantuk yang begitu berat lalu dia membaringkan badan di ranjang pasien. Ry melihat Aska yang sedang berbaring tertidur di rumah sakit.


Esokan Paginya........


Mama menyuruh Ry untuk mengantarkan makan buat emak Raka. Sehingga pagi - pagi Ry sudah berada di halaman rumah Raka. Ry melihat motor beat berwarna pink sudah terpakir di halaman rumah Raka.


Ry turun dari motor lalu berjalan ke arah rumah Raka. Ry susah berdiri di depan pintu rumah Raka sambil memegang sebuah kantong plastik.

__ADS_1


Totok.......totok


" Assalamualaikum," kata Ry.


" Walaikumsalam, ternyata calon istri aku udah datang." Raka membuka pintu rumah lalu tersenyum ke arah Ry yang sedang berdiri di hadapannya.


" Abang lagi sakit ya?" Ry yang terkejut mendengar perkataan Raka yang memanggil dia dengan sebutan calon istri.


" Iya. Aku meriang ( merindukan kasih sayang) calon istri aku." Raka yang memegang lengan Ry lalu mengajak Ry masuk ke dalam rumah.


Raka dan Ry sudah sampai di ruangan tamu lalu Ry melihat ke arah seorang cewek yang pernah mengaku bahwa di pacar Raka. Ry ingat bahwa nama tu cewek Riska. Raka mengajak Ry untuk duduk di sofa yang sama ama dia.



Riska yang sedang duduk di sofa yang berhadapan dengan Ry dan Raka. Riska yang melihat ke arah Ry dengan tatapan yang begitu tajam. Ry yang melihat Riska yang begitu tidak menyukai kehadiran Ry di rumah Raka.


" Calon istri mas bawa apa tuh?" Raka yang melihat ke arah Ry yang memegang sebuah kantong plastik.


" Makanan spesial buat mas." Ry yang memberikan sebuah kantong plastik ke arah Raka.


" Alah paling - paling tu makan di beli babang Raka." Siska yang menatap tidak suka kearah Ry.


" Calon istri mas tahu aja kalau mas belum sarapan. Siapa yang masak sotonya?" Raka yang membuka sebuah kantong plastik. Raka melihat sebungkus soto yang mie dan kuahnya di bungkus terpisah.


" Camer yang masak. Mas mau sarapan sekarag?"tanya Ry.


" Idih usah banget sih lu caper ke babang Raka." Riska yang wajah memerah melihat Raka cowok yang dia kejar lagi dekat ama calon istrinya.


" Wajar calon istri mas caper ke calon suami. Sedangkan lu yang harusnya malu ngejar - ngejar gue. Udah gue kasih tahu kalau gue udah punya calon istri," kata Raka.


" Cih.... aku gak percaya kalau kalian itu sudah bertuanagan." Riska yang tidak percaya kalau Raka sudah memiliki tunangan yaitu Ry.


" Nih lihat kalau kita udah bertunangan." Raka memperlihatkan tangan kirinya dan tangan kiri bahwa sudah ada sebuah cicin yang melingkar di jari manis kita berdua.


" Kalau itu mah gak buktiin apa - apa," kata Riska.


" Lu mau bukti apa lagi sih?" Raka yang kesal melihat ke arah Riska.


" Kiss," jawab Riska.


Ry yang terkejut mendengar perkataan Riska. Raka yang memegang dagu Ry lalu Raka mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Ry. Ry yang menutup matanya lalu Raka sudah menempel bibirnya ama bibir Ry. Kemudian Raka mulai memegang tekuk kepala Ry.

__ADS_1


Ry membuka mulut lalu Raka mulai memainkan lidahnya di dalam mulut Ry. Ry dan Raka begitu menikmati ciuman mereka bahwa Riska yang melihat adegan secara live itu bertambah marah dan kesal.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2