3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Makan Malam


__ADS_3

" Perempuan senang jika Dirinya di perjuangkan oleh Laki - laki. Tetapi Laki - laki lebih senang jika perjuangannya di hargai ama Perempuan".


Raka yang melihat wajah Mama tersedih mencoba menghibur Mama.


" Tante jangan sedih mungkin anak - anak Tante mau ngasih kejutan untuk Tante natik malam" Kata Raka.


" Yang Raka omongin ada benarnya juga. Raka ketemu Dimana ama Mentary?" Tanya Ry.


" Di Ramayana Panam Tante" Jawab Raka.


" Apa Raka dan Ry janjian ketemu disana?" Tanya Mama.


"Tidak Tante, Raka di telpon Rika di suruh ke sana" Jawab Raka.


" Kenapa Rika nyuruh Raka kesana?" Tanya Mama.


" Untuk membeli kado" Jawab Raka.


" Kado buat Siapa?" Tanya Mama.


" Buat Emak dan Tante" Jawab Raka.


"Tante jadi terharu mendengarkannya Raka" Kata Mama.


Ry datang dengan membawakan segelas Kopi untuk Raka. Ry meletakan kopi di atas meja. Ry duduk di samping Mama.


" Raka di minum kopinya" Kata Mama.


" Iya Tante" Raka mengambil gelas yang ada di atas meja lalu meminum kopinya.


" Itu Apa Mama?"Ry melihat kearah paper bag yang di atas meja depan Mama.


" Ini kado dari Raka" Jawab Mama.


" Tapi ini bukan hari ulang tahun Mama. Kenapa Abang Raka ngasih kado Mama?" Tanya Ry.


" Lu gak ingat sekarang hari Apa?" Tanya Raka.


" Ingat sekarang hari rabu" Jawab Ry.


" Sekarang tanggal berapa?" Tanya Raka.


" 22 Desember Kenapa emangnya Abang?Tanya Ry.


" Hari ini itu Hari Ibu" Jawab Raka.


" Waduh..... Ry lupa kalau hari ini itu hari Ibu " Wajah Ry berubah menjadi sedih.


" Mama pikir tadi Dek mau ngasih kejutan ama Mama entar malam ternyata lupa" Kata Mama.


" Maafin Ry ya Mama. Ry benar - benar lupa kalau hari ini itu hari Ibu" Ry yang melihat ke arah Mama.


" Umur Dek masih muda tetapi udah pelupa aja. Raka sekali lagi Tante ucapakan terima kasih. Tante mau ke kamar dulu" Mama yang berdiri dari sofa.

__ADS_1


" Mama tunggu Adek" Ry yang berdiri dari sofa.


" Dek temanin Raka, Mama mau bobok siang dulu" Mama yang membalikan badanya lalu melihat ke arah. Setelah itu Mama membalikan badan kemudian berjalan ke arah kamar.


" Iya Mama" Ry duduk kembali ke sofa.


" Benaran Lu lupa?" Tanya Raka.


" Iya Abang, Selain pelupa Ry sering di lupain" Jawab Ry.


" Cih..... dasar Lu" Raka meminum kopi yang ada di gelas.


"Gimana rasa kopi buatan Ry?Tanya Ry.


" Pahit kayak Lu" Sebenarnya rasa kopinya manis kayak Ry tapi Aku gengsi ngomong ama Ry kayak gitu Raka berbicara dalam hatinya.


" Ry kayak kopi yang Abang minum pahit tetapi bikin nagihkan?" Tanya Ry.


" Nagih apaan yang ada ogah Gue ama Lu. Gue pulang dulu" Raka yang berdiri dari sofa.


Malam Harinya ........


Papa, Mama dan Ry menuju Kayu Resto yang ada di Jl. Sudirman. Kakak Liana mengundang Mama, Papa dan Ry untuk makan malam bersama di sana.


Sesampai di Kayu Resto Kakak Liana sekeluarga dan Kakak Fina sekeluarga sudah duduk di lesehan. Papa, Mama dan Ry pun duduk di lesehan yang sama.


Kakak Liana sudah memesan berbagai macam makan dan minuman untuk Kita sekeluarga. Kakak Liana seperti sedang menunggu seseorang.


" Ada entar Dek juga tahu yang Kakak tunggu" Jawab Liana.


Setelah semua makanan terhidang di meja. Semua anggota keluarga Diki juga sudah berkumpul dan duduk di lesehan.


" Acara makan malam sudah bisa di mulai?" Tanya Papa.


" Belum Papa. Tunggu sebentar Papa" Jawab Liana.


" Nunggu Siapa lagi Liana?" Tanya Papa.


" Nunggu Calon Adek Ipar" Jawab Liana.


" Uhuk......Uhuk....." Papa yang keselek mendengar ucapan Liana. Lalu Mama memberikan segelas air minum kepada Papa.


"Siapa calon Adek Ipar Kita?" Fina yang melihat ke arah Liana.


" Ada entar Aku kenalin ama Kakak. Makanya Aku ngundang Dia makan malam ama keluarga Kita" Kata Liana.


" Baru jadi calon Adek Ipar aja udah menyuruh Kita menunggu kayak gini" Kata Suami Fina.


" Gimana jadi Adek Ipar benaran?" Tanya Suami Liana.


" Yang sabar Papa. Bentar lagi Dia datang" Jawab Liana.


Seorang Cowok yang memakai baju kemeja putih dan celana dasar panjang berwarna hitam. Berjalan kearah keluarga Ry yang duduk di lesehan. Cowok itu tersenyum ke arah keluarga Ry.

__ADS_1



Sesampai di lesehan Cowok itu duduk di sebelah Ry. Ternyata Cowok yang Ki


" Maaf Aku datang terlambat" Kata Daniel.


" Belum terlambat. Kita belum mulai" Kata Liana.


" Nama Kamu Siapa?" Tanya Suami Liana.


" Daniel Sutejo Abang" Daniel mengulurkan tangan ke arah Suami Liana.


" Aku PraBudi" Budi yang menjabat tangan Daniel lalu melepaskannya.


" Nama Aku Rifky" Rifky mengulurkan tanganya ke arah Daniel.


" Daniel Sutejo Abang" Daniel menjabat tangan Rifky kemudian melepaskannya.


"Aku Fina Eka Putri" Fina mengulurkan tangan ke arah Daniel.


" Daniel Sutejo Kakak" Daniel menjabat tangan Fina lalu melepaskan tangan Fina.


Sebelum makan Kita semua mencuci tangan. Setelah itu Kita membaca doa sebelum makan. Kita semua memulai makan. Saat Kita semua sudah sibuk makan.


Daniel hanya melihat Kita makan. Daniel merasa aneh melihat Keluarga Ry yang makan mengunakan tangan. Daniel biasa makan mengunakan sendok.


" Daniel kok gak makan?" Tanya Mama.


" Aku gak bisa makan pakai tangan biasa pakai sendok " Jawab Daniel.


" Daniel cobalah makan pakai tangan" Kata Papa.


" Steril Om makan pakai tangan?" Tanya Daniel.


" Steril asalkan Daniel cuci tangan sebelum makan dulu"Jawab Papa.


" Iya Om" Daniel berdiri lalu berjalan ke aras westafel.


Sesampai di westafel Daniel membuka air kran lalu membasuh ke dua telapak tangannya. Setelah itu Daniel memecet sabun cair yang ada di dalam botol. Daniel mencuci tangan memakai sabun cair.


Daniel memperhatikan Ry yang makan mengunakan tangan kanan. Setelah Daniel tahu caranya Dia mulai mengambil sedikit nasi serta daging Ayam. Lalu Daniel menyuapakan nasi, daging ayam dan sambel ke dalam mulutnya.


Kami merasa heran melihat Daniel yang makan begitu lahap. Bahkan Daniel mengambil tahu dan tempe goreng punya Ry. Ry cuma bisa mengelengkan kepala melihat tingkah laku Daniel.


Selesai makan Daniel berjalan ke arah westafel Dia mencuci tangan. Kemudian Daniel berdiri di depan kasir. Daniel menyuruh kasir untuk menghitung berapa total semuanya.


Kasir memberitahu total jumlahnya kepada Daniel. Daniel merasa terkejut mendengar totalnya yang begitu murah bagi Dia.


Daniel mengeluarkan dompetnya lalu mengambil 3 lembar uang berwarna merah. Kemudian Daniel menyerahkan 3 lembar uang berwarna merah kepada kasir.


Daniel pergi dari meja kasir berjalan kembali ke arah keluarga Ry. Sesampai di sana Daniel kembali duduk di lesehan di samping Ry.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2