3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Story Daniel Sakit


__ADS_3

" Jodoh Mu adalah cerminan dari akhlak Mu tetap lurus jangan oleng. Biar gak dapat jodoh yang kaleng - kaleng."


Daniel yang terkejut mendapat Cipika ( Cium Pipi Kanan) dari Ry. Daniel membalas Cipika dari Ry dengan mencium kening Ry. Lalu Daniel mengajak Ry untuk duduk di kursi. Daniel dan Ry duduk di kursi yang saling berhadapan.


Seorang Pelayaan mengantarkan hidangan yang Aska pesan ke atas meja. Ry melihat ke atas meja hidangan yang akan Kita makan.



" Kok di lihatin aja makanannya Chubby?" Daniel yang memasukan makan ke dalam mulutnya. Lalu Daniel melihat ke arah Ry yang belum memakan makanannya.


" Makanannya cantik. Jadi Sayang Ry buat di makan Boo," Aduh gimana nih cara makannya nih Ry gak bisa makan pakai garpu dan pisau batin Ry.


" Hahaha, Emang cuma ngelihat aja bisa buat Chubby kenyang?" Daniel yang terkekeh mendengar jawaban Ry. Bagi Daniel Ry itu begitu lucu dan polos membuat Daniel tambah gemes.


" Gak Boo," Sebenarnya Ry laper mau makan tapi Ry gak tahu cara pakai garpu dan pisau buat motong steak nya. Ry takut entar daging steaknya terlempar ke wajah Daniel.


" Nah makanya makan dong Chubby," Daniel yang menyuruh Ry makan.


" Iya," Ry memegang pisau dan garpu lalu Ry mencoba memotong steak nya. Tetapi Ry gak bisa memotongnya.


" Sini biar Aku aja," Daniel yang melihat ke arah Ry lalu Daniel mengambil piring yang ada di depan Ry. Daniel memotong steak yang ada di piring Ry. Setelah selesai Daniel meletakan piring di depan Ry.


" Terima Kasih Boo," Ry memcoba menusuk steak dengan garpu tetapi gak bisa malah piring berbunyi membuat Ry jadi malu.


" Aku aja yang suapin Chubby" Daniel mengambil steak yang ada di piring mengunakan garpu.


" Maaf ya buat Boo malu jadinya," Ry yang wajah tertunduk malu di depan Daniel.


" Gak kok. Buka mulutnya Aaaaakk," Daniel yang mengarahkan steak yang di tusuk ama garpu ke arah mulut Ry.


" Nyam......nyam," Ry membuka mulut lalu Daniel memasukan steak ke dalam mulut Ry. Kemudian Ry mengunyah steak yang sudah masuk ke dalam mulut.


" Gimana rasanya Chubby?" Tanya Daniel.


" Mantul ( Mantap Betul)," Jawab Ry.


" Habisin makannya Chubby," Kata Daniel.


Seminggu Kemudian .........


Pagi - Pagi Mami Lena Dan Papi Sutejo sudah berangkat ke Bandara di antar oleh supir. Mami Lena dan Papi Sutejo akan berangkat ke Jakarta untuk bertemu ama Investor Perusahaan. Mami Lena menitipkan Daniel kepada Bibik Ani dan Aska untuk menjaganya.


Selesai Sarapan Aska berpamitan ama Ibu untuk pergi ke sekolah. Aska mengendarai motor menuju ke arah sekolahnya. Bibik Ani berjalan ke arah tangga lalu Bibik Ani sudah berdiri di depan pintu kamar Daniel.

__ADS_1


Bibik Ani mengetuk pintu kamar Daniel sambil memanggil nama Daniel tetapi tidak ada jawaban dari dalam kamar. Bibik Ani berpikir mungkin Daniel sedang mandi tidak mendengar Bibik memanggil.


Bibik Ani memutuskan untuk pergi dari depan kamar Daniel. Bibik Ani berjalan menuruni tangga lalu berjalan ke arah dapur. Bibik Ani membersihkan meja makan.


Siang Harinya........


Bibik Ani sudah berdiri di depan kamar Daniel. Bibik Ani mau menyapu kamar Daniel.


Ceklek.......Ceklek


Bibik Ani membuka pintu kamar Daniel lalu berjalan ke dalam kamar Daniel. Bibik menyalakan lampu yang ada di kamar Daniel. Lalu Bibik melihat Daniel yang masih tertidur di atas ranjang.


" Aden bangun ini udah siang," Bibik yang berjalan mendekati ranjang Daniel.


" Aden kok gak bangun sih," Bibik yang sudah berdiri di samping ranjang Daniel.


" Astafirallah badan Aden panas banget," Bibik Ani yang meletakan tanganya di kening Daniel.


Bibik Ani berjalan ke arah dapur untuk mengambil sebuah mangkok lalu mengisinya dengan air hangat. Kemudian Bibik Ani berjalan menaiki tangga untuk menuju ke kamar Daniel.


Bibik Ani mengompres kening Daniel. Daniel belum juga bangun dari tidurnya. Bahkan Daniel memanggil nama Mentary tetapi mata Daniel masih terpejam.


" Aden bangun," Kata Bibik.


" Bangun Aden ini Bibik bukan Mentary," Kata Bibik.


Panas Daniel mulai turun lalu Daniel mulai membuka ke dua mata. Daniel melihat ke arah Bibik Ani yang duduk di samping Daniel.


" Aden udah sadar?" Bibik Ani yang melihat Daniel sudah membuka kedua matanya.


" Udah Bibik," Jawab Daniel.


" Aden makan dulu ya biar Bibik ambil," Kata Bibik Ani.


" Gak mau Bibik," Kata Daniel.


" Aden pengen makan Apa?" Tanya Bibik.


" Gak ada Bibik," Daniel yang wajah terlihat lemas.


" Gimana Aden mau sembuh kalau gak makan Aden?" Tanya Bibik Ani .


" Biarin aja Aku sakit Bibik. Mami dan Papi Kemana Bibik?" Tanya Daniel.

__ADS_1


" Ke Jakarta Aden. Aden jangan ngomong kayak gitu Mami, Papi, Bibik, Aska dan Mentary Sayang ama Aden jadi Aden harus cepat sembuh," Jawab Bibik.


" Aku pengen di rawat ama Mentary Bibik" Kata Daniel.


" Aden suruh aja Mentary ke sini," Kata Bibik.


" Ide bagus tuh Bibik. Tolong ambilkan ponsel Aku Bibik," Daniel yang meminta tolong Bibik untuk mengambil ponselnya yang ada di meja kerjanya.


Daniel dan Ry sedang berada di dalam kamar Daniel. Ry sedang menyuapi Daniel dengan bubur Ayam yang di masak ama Bibik Ani. Daniel menghabiskan bubur ayam dalam piring hingga tidak tersisa.


Setelah itu Ry memberikan obat kepada Daniel lalu Daniel meminum obat yang Ry berikan. Lalu Ry memberikan segelas air putih kepada Daniel. Daniel meminum segelas air putih yang di berikan Ry.


Ry menyuruh Daniel tidur untuk mengistirahatkan badannya biar cepat sembuh. Daniel menyuruh Ry untuk tetap berada di kamar menemani Dia. Setelah Daniel tertidur Ry membawa piring, sendok dan gelas kotor ke dapur.


Saat di dapur Ry mendengarkan suara Seorang yang mengetuk pintu.


Totok......Totok


" Assalamualaikum," Kata Seorang yang berdiri di depan pintu rumah Daniel.


" Walaikumsalam," Ry berjalan ke arah pintu rumah Daniel. Lalu Ry membuka pintu rumah Daniel.


" Kakak Ry kok ada disini?" Aska yang terkejut melihat ke arah Ry.


" Ayo masuk dulu Aska !" Ry yang mengajak Aska masuk ke dalam rumah.


" Abang Daniel Kemana Kakak Ry?" Aska yang berjalan masuk ke dalam rumah Daniel.


" Di kamar," Ry menutup pintu rumah lalu berjalan di belakang Aska.


"Kenapa Abang Daniel?" Aska yang membalikan badan melihat ke arah Ry.


" Sakit," Jawab Ry.


" Sakit Apa?" Aska yang melihat ke arah Ry.


" Demam," Jawab Ry.


Daniel, Ry dan Aska berada di dalam kamar Daniel. Ry duduk di pinggir ranjang Daniel sedangkan Daniel masih tertidur di atas ranjang. Aska duduk di kursi melihat ke arah Ry dan Daniel.


Aku sedih melihat Abang Daniel terbaring sakit di atas ranjang. Tetapi Aku juga sakit melihat Ry yang lebih memperhatikan Abang Daniel dari pada Aku. Aku tahu Abang Daniel sedang sakit. Abang Daniel statusnya sudah menjadi pacar Ry sementara Aku hanya Temannya batin Aska.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2