
" Pelarian terbaik saat ini adalah tidur, setidaknya aku bisa bermimpi buka terluka."
Ry yang terkejut mendengar perkataan Raka.
" Abang jangan asal ngomong deh. Yang di omongin abang Raka itu gak benar pakde," kata Ry.
" Mentary ini udah sebaiknya sana tidur," kata bapak Raka.
" Iya pakde, kalau gitu Ry mau tidur dulu." Ry yang berdiri dari sofa lalu berjalan ke arah kamar Rika.
Bapak Raka dan Raka duduk di sofa sambil menoton pertandingan bola di televisi.
" Mas pacaran ama Mentary?" Bapak Raka yang melihat ke arah Raka.
" Gak bapak." Raka yang melihat ke arah bapaknya.
" Tapi bapak lihat mas kayak pacaran ama Mentary?" tanya bapak Raka.
" Apa mas boleh tanya pendapat bapak?" tanya Raka.
" Boleh mas mau tanya apa?"tanya bapak Raka.
" Apa perjodohan mas dan Mentary bisa di lanjutkan lagi bapak?" tanya Raka.
" Kenapa mas tanya soal itu?" bapak Raka yang melihat ke arah Raka.
" Mas mau melanjutkan perjodohan ama Mentary. Menurut bapak gimana?"tanya Raka.
" Mas yakin mau melanjutkan perjodohan ama Mentary?" tanya bapak Raka.
" Insyaallah mas yakin bapak," jawab Raka.
Esokan Harinya..........
Ry masih tertidur pulas di atas ranjang dalam kamar Rika. Raka yang mengetuk pintu kamar Rika sambil memanggil nama Ry. Tetapi tidak ada jawaban dari Ry.
Ceklek.......Ceklek
Raka membuka pintu kamar Rika lalu Raka berjalan masuk ke dalam kamar Rika. Raka melihat ke arah Ry yang masih tertidur pulas. Raka duduk di atas ranjang Rika. Raka menyingkirkan rambut Ry yang menutupi wajah Ry.
Raka menunduk wajahnya ke arah Ry lalu Raka mengecup keningnya Ry. Raka mengelus pipi Ry yang terlihat begitu mengemaskan. Ry yang masih terlelap tidur, bahkan Ry tidak menyadari kalau pipinya di elus ama Raka.
Raka membaringkan badan di samping Ry lalu Raka memiringkan badan agar menghadap ke arah Ry. Raka mulai mengecup pipi kanan dan pipi kiri Ry. Tetapi Ry tidak bangun juga lalu Raka mulai menempelkan bibirnya ke bibir Ry.
__ADS_1
Ry mulai membuka matanya lalu Ry terkejut ketika bibir Raka sudah menempel di bibir Ry. Ry mendorong tubuh Raka sehingga sehingga Raka melepaskan ciuman dari Ry.
" Abang sedang ngapain di sini?" tanya Ry.
" Bangunin lu," jawab Raka.
" Idih alasan abang aja. Apa yang udah abang lakukan ama Ry sewaktu Ry tidur?" Ry yang menyilangkan tangannya di dada sehinggga membentuk huruf X.
" Gue cuma bangunin lu tidur aja." Raka yang turun dari ranjang tempat tidur Rika.
"Abang modusin Ry kan?" Ry yang duduk di atas ranjang Rika.
" Mandi sana bauk lu ampai sini." Raka menolehkan kepala ke arah Ry. Setelah itu Raja berjalan ke arah pintu.
Keluarga Raka sudah duduk di kursi, Ry yang berjalan untuk menghampiri keluarga Raka.
" Kakak Ry sini." Rika yang mengajak Ry untuk mendekat ke arahnya.
" Iya Ika." Ry yang sudah berdiri di samping kursi Rika. Ry yang melihat kursi kosong yang ada di samping Raka.
" Nak Mentary duduk di samping mas Raka." Emak Raka yang menyuruh Ry duduk di samping Raka.
" Iya bude." Ry yang yang berjalan ke arah kursi di samping Raka. Ry duduk di kursi yang berada di samping Raka.
" Cie.....Cie yang lagi latihan jadi istri mas Raka." Rika yang melihat ke arah Ry sambil tersenyum.
" Iya Bude."Ry yang mengambil nasgor buat Raka.
" Udah segitu aja." Raka yang menyuruh Ry berhenti memasukan nasgor ke dalam piringnya.
" Iya, Ini abang." Ry yang menyerahkan sepiring nasgor ke arah Raka.
Selesai sarapan pagi keluarga Raka masih duduk di kursi dapur.
" Mentary pulangnya di antar mas Raka ya?" tanya bapak Raka.
" Gak usah pakde. Ry gak mau ngerepotin abang Raka pakde," jawab Ry.
" Gak ngerepotin. Gue gantian pakaian dulu." Raka yang berdiri dari kursinya.
" Cie......Cie yang mau ketemu camer." Rika yang mengejek Raka.
Seorang cewek berdiri di depan rumah Raka lalu mengetuk pintu rumah Raka.
__ADS_1
Totok........Totok
" Assalamualaikum," kata seorang cewek.
" Walaikumsalam, tunggu sebentar." Ry yang berjalan membuka pintu rumah Raka.
Ceklek.....Ceklek
Ry melihat seorang cewek berdiri di depan pintu.
" Babang Rakanya ada?" tanya seorang cewek.
" Ada, Kakak siapa?" tanya Ry.
" Perkenalan nama aku Riska Septia." Riska yang mengulurkan tangan ke arah Ry.
" Mentary, Kakak Riska siapa nya abang Raka?" Ry yang menjabat tangan Riska.
" Pacar babang Raka." Riska yang melepaskan jabatang tangan Ry.
Deg...... Deg
Seketika hati Ry terasa sakit saat mendengar perkataan Riska yang mengatakan kalau dia pacar Raka. Ry merasa sudah di bodohin ama Raka, Ry merasa menjadi cewek yang begitu bodoh.
" Kakak silahkan masuk dulu." Ry yang menyuruh Riska untuk masuk ke dalam rumah.
" Iya Mentary." Riska yang berjalan masuk ke dalam ruangan tamu rumah Raka.
Riska duduk di sofa ruangan tamu rumah Raka.
" Panggilankan babang Raka sana." Riska yang menyuruh Ry memanggil Raka.
" Iya kakak." Ry yang berjalan ke arah dapur.
Ry yang menghampiri Rika yang sudah selesai mencuci piring.
" Ika tolong panggilkan abang Raka yang ada di kamar." Ry yang sudah berdiri di samping Rika.
" Kenapa gak kakak Ry aja yang panggil calon suami sendiri," kata Rika.
" Ry lagi kebelet mau ke kamar mandi nih gak tahan lagi." Ry yang berjalan ke arah kamar mandi nih.
...~ Bersambung ~ ...
__ADS_1