
" Tiada seorang pun yang dapat mencintai setulus Ibu Mu, Tiada seorang pun yang dapat melindungi Mu sekuat Ayah Mu".
Mendengar perkataan Ambar yang memojokkan Ry. Ry memutuskan untuk pergi dari toilet meninggalkan Ambar.Ry duduk di kursi samping Aska.
" Aska udah selesai makannya?" Tanya Ry.
" Udah. Kenapa Ry?" Tanya Aska.
" Ry mau pulang sekarang" Jawab Ry.
" Kok buru - buru banget pulangnya Ry" Aska yang melihat wajah Ry berbeda setelah keluar dari toilet.
"Mama nyuruh Ry pulang sekarang Aska" Ry berdiri dari kursi.
"Kalau Ry pulang Aku juga pulang" Aska berdiri dari kursinya.
" Abang, Ry pamit pulang dulu ya" Ry yang melihat ke arah Raka.
" Iya, Hati - hati Lu di jalan" Raka yang melihat ke arah Ry.
" Iya Abang" Kata Ry.
" Aku duluan ya Abang" Kata Aska.
" Lu antarin Dia pulangkan?" Tanya Raka.
" Gak Abang" Jawab Aska.
"Kenapa Lu gak antarin Dia pulang?" Raka yang melihat ke Aska.
" Rumah Kita gak searah jalannya Abang" Jawab Aska.
" Meskipun gak searah Lu harus antar Dia sebagai pacar yang baik" Kata Raka.
" Aska bukan pacar Ry Abang" Kata Ry.
" Berarti Daniel pacar Lu?" Tanya Raka.
" Bukan juga, Ry Jones Abang" Jawab Ry.
" Lu ke naik Apa?" Tanya Raka.
" Naik motor Ry"Jawab Ry.
" Makanya Aku gak ngatar Dia pulang Abang" Kata Aska.
" Kalau Gue jadi Lu. Gue antar Dia pulang. Walaupun Dia bawa motor Gue bisa di beriringan ama Dia" Kata Raka.
" Aku lagi ada urusan juga Abang. Ayo Kita pulang Ry" Aska dan Ry berjalan meninggalkan Raka.
Sesampai di depan warnet Al Net. Aska berjalan masuk ke dalam warnet. Aska melihat Al yang lagi duduk di depan kursi sambil menatap layar komputer.
Aska duduk di samping kursi Abang Al.
" Maaf Aku telat Abang" Kata Aska.
" Gak apa - apa, Kamu dari mana setelah shalat jum'at?" Tanya Al.
" Aku makan siang ama gebetan tadi Abang" Jawab Aska.
" Makan siang Dimana ama gebetan?" Tanya Al.
" Warteg Bude Jl. Arhanut Abang" Kata Aska.
" Gebetan Kamu kelas Berapa?" Tanya Al.
" Dia udah lulus sekolah Abang" Kata Aska.
" Berapa umur Dia?" Tanya Al.
__ADS_1
" 19 tahun Abang" Jawab Aska.
"Umur Aska Berapa?" Tanya Al.
" 16 Tahun Abang" Jawab Aska.
" Berarti beda 3 tahun ya. Aska brondong ya?" Tanya Al.
" Iya Abang" Jawab Aska.
" Dia masih kuliah atau kerja?" Tanya Al.
" Kuliah Abang" Jawab Aska.
" Dia kuliah Dimana?" Tanya Al.
" Universitas Riau Abang" Jawab Aska.
" Aku juga kuliah di sana. Dia jurusan Apa?" Tanya Al.
" Teknik Komputer Dan Jaringan Abang" Jawab Aska.
"Kamu bisa kenal Dia Dimana?" Tanya Al.
" Pertama kali ketemu di Jembatan Rumbai" Jawab Aska.
" Janjian ketemuan atau emang kebetulan aja ketemu di situ?" Tanya Al.
" Kebetulan, Pas Aku berdiri di pinggir jembatan Dia ngira Aku mau lompat dari jembatan" Jawab Aska.
"Kamu ngapain berdiri di pinggir jembatan?" Tanya Al.
" Aku mau ngelihat ikan Abang. Dia ngelarang Aku untuk lompat dari jempatan" Jawab Aska.
" Ngelihat Ikan gak harus berdiri di pinggir jembatan. Akhirnya Dia jadi salah paham ama Kamu" Kata Al.
" Aku susah buat jelasin ke Dia. Kalau Aku tidak mau lompat dari jembatan. Soalnya kalau Dia cerewet Abang ngomongnya gak pakai titik dan koma" Kata Aska.
"Dia cantik, baik hati, ramah, pintar, sopan, cerewet, manja dan berpikirnya masih ke kanak - kanakan.
" Kapan Kamu mau nembak Dia?" Tanya Al.
" Aku gak berani buat ngatain cinta ama Dia. Aku takut di tolak dan gak bisa ketemu Dia lagi" Kata Aska.
" Saran Abang gak usah pacar dulu, fokus ama sekolah dan bahagiakan kedua orang tua Kamu" Kata Al.
Besok Harinya .....
Pagi ini Ayah marah - marah ama Ibu.
" Dasar istri bodoh harusnya bagunin Aku dari tadi" Ayah yang keluar dari kamar mandi memakai handuk yang melilit di pinggang.
" Aku udah bangunin Abang dari selesai shalat shubuh" Ibu yang lagi memasak nasi goreng di dapur.
" Kamu selalu cari alasan saja" Ayah berjalan ke arah kamar.
Ayah masuk ke dalam kamar. Ibu sudah meletakan ****** *****, singlet dan pakaian kerja Ayah di atas tempat tidur.
Ayah sudah memakai pakaian kerja lalu melempar handuk di atas tempat tidur. Ayah berjalan ke arah teras untuk memakai sepatu. Ayah duduk di kursi mengambil sepatu.
" Dimana kaos Kaki Ku?" Ayah yang berteriak dari teras rumah.
" Tunggu sebentar Abang" Ibu yang mematikan kompornya lalu berjalan ke arah kamar untuk mengambil kaos kaki.
Ibu membawa kaos kaki panjang berwarna hitam. Ibu berjalan terburu - buru ke arah teras.
" Cepatan dong Aku terlambat" Kata Ayah.
" Maaf Abang" Ibu yang menyerahkan kaos kaki kepada Ayah.
__ADS_1
" Kau pasangin kaos di kaki Aku" Kata Ayah.
" Iya Abang" Ibu berjongkok di depan Ayah. Lalu Ibu memasang kaos kaki di Kaki kiri. Setelah itu Ibu memasang kaos kaki di kaki kiri Ayah.
" Sekalian Sepatunya juga Kau pasang" Kata Ayah.
" Iya Abang" Ibu memasang sepatu Ayah.
" Aku pergi dulu" Ayah berdiri dari kursinya.
" Hati - hati Abang" Ibu yang mau mencium punggung tangan Ayah tetapi di tepis oleh Ayah.
" Pergi sana Aku tidak butuh istri bodoh seperti Kau" Ayah yang berjalan ke arah motornya.
Malam Minggu .......
Al menyuruh Aska menjaga warnet sampai Dia pulang. Al lagi noton biskop di Mall Ciputra bersama pacarnya. Ibu sudah berkali - kali menelpon Aska untuk pulang.
Ibu takut Aska di marahin ama Ayah. Sudah menujukkan pukul 21.00 Wib tetapi Aska belum sampai di rumah. Walaupun Aska lagi libur sekolah. Tetap aja Ibu cemas ama Aska.
Tiba - tiba ada yang mengetuk pintu rumah Aska.
Totok......Totok......
" Woi..... buka pintunya" Kata Seseorang.
" Woi.... Jangan tidur aja buka pintunya" Kata Seseorang.
" Woi.... ini rumah atau kuburan kok sepi?" Seseorang yang berdiri di depan pintu.
Ckelek......Ckelek.....
" Abang udah pulang?" Ibu membuka pintu.
"Gak lihat mata Kau" Jawab Ayah.
" Maaf Abang" Kata Ibu.
" Awas Kau Aku mau lewat" Ayah yang masuk ke dalam rumah.
" Abang udah makan?" Ibu yang mengeserkan badannya.
" Udah kenyang Aku ngelihat Kau" Ayah duduk di kursi.
" Abang mau minum Apa?" Tanya Ibu.
" Buatkan Aku Kopi" Jawab Ayah.
" Iya, Abang tunggu sebentar ya" Ibu yang berjalan ke arah dapur.
Ibu membawa segelas kopi ke ruangan tamu. Ibu meletakan kopi di atas meja.
" Abang di minum Kopinya?" Tanya Ibu.
"Bentar lagi. Aska Dimana?" Tanya Ayah.
" Aska lagi keluar ama temannya Abang" Jawab Ibu.
" Kemana jam segini Dia belum pulang?" Tanya Ayah.
" Biasa Abang anak muda malam minggu" Jawab Ibu.
"Telpon Dia suruh pulang cepat" Kata Ayah.
" Iya Abang" Kata Ibu.
" Ini Kopi atau racun?" Ayah meminum Kopi buatan Ibu.
" Kopi Abang" Jawab Ibu.
__ADS_1
"Coba Kau minum ini" Ayah menyerahkan gelas Kopinya kepada Ibu.
Bersambung............