3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Story Raka Tunangan


__ADS_3

" Aku tidak bertemu dengan kamu setiap hari, tetapi aku mencintai kamu setiap hari."


Sesampai di dalam kamar mandi akhirnya Ry menagis. Ry merasa sedih karena Raka telah memiliki pacar. Ry merasa telah di permainkan ama Raka. Raka yang bersikap seolah - olah menyukai Ry ternyata Raka sudah memiliki pacar. Ry mencuci mukanya dengan air di dalam bak mandi.


Ry berjalan ke arah kamar Rika. Sesampai di depan pintu kamar Rika.


Ceklek.......Ceklek


Ry membuka pintu kamar lalu Ry berjalan masuk ke dalam kamar Rika. Ry mengambil ponsel Ry yang berada di atas meja belajar Rika. Lalu Ry menghubungi nomor ponsel Yani.


Tuuutt......Tuuutt


📞" Assalamualaikum Yanie," kata Ry.


📞" Walaikumsalam, tumbel Ry nelpon aku ada apa?" tanya Yani.


📞" Kok gitu sih ngomongnya. Yani ada dimana?" tanya Ry.


📞" Aku di kosan ada apa Ry?" tanya Yani.


📞" Yani bisa jemput aku di rumah Rika di Jl.panam?" tanya Ry.


📞" Bisa sekarangkan?" tanya Yani.


📞" Gak tahun depan," kata Ry.


📞" Hahahaha. Ry napain di rumah Rika?"tanya Yani.


📞" Buruan jemput entar Ry cerita ama Yani." Ry menutup telpon Yani.


2 Minggun Kemudian......


Raka benar pusing ama dua cewek yaitu Mentary dan Riska. Mentary yang pergi begitu saja tanpa pamit ama Raka. Bahkan Raka tidak bisa menghubungi nomor ponsel Ry. Sedangkan Riska cewek agresif yang selalu mengejar Raka.


2 minggu ini Ry di buat pusing oleh kelakuan dua orang cewek tersebut. Raka yang sedang duduk di kursinya sambil memikirkan Ry dan Riska yang memiliki sifat yang berbeda.


Kevin yang berjalan menghampiri Raka yang sedang duduk sambil ngelamun. Kevin berdiri di samping Raka sambil memegang bahu Raka.


" Woi abang ngelamun aja," kata Kevin.


" Astafirallah, lu ngagetin aja sih." Raka yang terkejut karena Kevin yang sudah berdiri di sampingnya sambil memegang bahu Raka.


"Abang lagi ada masalah ya?" tanya Kevin.


" Namanya hidup udah pasti ada masalah lah," jawab Raka.


" Abang cerita dong ama aku. Mungkin aku dapat bisa bantu menyelesaikan masalah abang," kata Kevin.


Kevin duduk di kursi yang berada di depan Raka. Raka yang menceritakan masalahnya kepada Kevin. Kevin yang mendengarkan masalah Raka sambil memikirkan solusi untuk Raka.

__ADS_1


" Abang lagi galau nih ya. Mentary cuekin abang sedangkan Riska ngejar - ngejar abang," kata Kevin.


" Iya gue lagi galau. Napa sih cewek itu rumit banget?" tanya Raka.


" Sebenarnya cewek itu gak rumit abang aja yang kurang peka. Aku tanya abang suka ama Ry atau Riska?" tanya Kevin.


" Mentary." Raka yang menjawab dengan penuh keyakinan bahwa dia telah menyukai Ry.


"Berarti abang tinggal jauhin Riska. Atau Abang kasih pengertian ke Riska bahwa abang udah suka ama Ry," kata Kevin.


" Tumben lu pintar," kata Raka.


" Gue emang pintar abang aja yang bodoh karena jatuh cinta. Abang udah cari tahu kenapa sikap Ry berubah ke abang?" tanya Kevin.


" Belum, gue binggung mau cari tahu ama siapa?"tanya Raka.


" Abang tanya aja ama pacar aku pasti dia tahu," jawab Kevin.


" Iya juga ya. Kevin telpon Yani ajakan makan siang bareng, ya Kevin?" tanya Raka.


" Itu mah soal gampang yang penting Abang yang traktir, gimana abang?" tanya Kevin.


" Iya Gue yang traktir," jawab Raka.


Riska yang masih memakai baju seragam putih abu - abu berjalan menghampiri ke arah meja kerja Raka. Raka yang sedang mengobrol ama Kevin tidak menyadari ke datangan Riska.


" Cie.....Cie yang di apelin pacarnya kerja. Tambah semangat dong kerjanya," kata Kevin.


" Iya abang Kevin. Aku sengaja pulang sekolah langsung ke sini habis udah kangen ama babang Raka sayang," kata Riska.


" Gue ama lu itu gak ada hubungan apa - apa. Jadi lu jangan ngaku - ngaku sebagi pacar gue. Lagian gue udah punya tunangan," kata Raka.


" Babang Raka sayang jangan bohong deh. Aku tahu dan lihat selama ini abang gak pernah dekat atau jalan ama cewek lain selain aku," kata Riska.


" 2 minggu yang lalu lu kerumah gue. Siapa yang bukain pintu rumah gue?" tanya Raka.


" Mentary. Emang kenapa babang Raka sayang?" tanya Riska.


" Mentary itu tunangan gue," jawab Raka.


" Alah ini cuma akal - akalan babang Raka sayang aja. Biar Riska gak dekatin babang Raka sayang. Selama janur kuning belum melengkung babang Raka sayang masih milik bersama. Aku akan memperjuangkan cinta aku ama babang Raka sayang," kata Riska.


Sebulan Kemudian.........


Hari Raka sekeluarga beserta rombongan mengendarai mobil secara konvoi untuk menuju ke kota Duri. Raka berserta rombongan sudah sampai di halaman depan rumah nenek Ry Raka berserta rombongan turun dari mobil.


Raka merasa deg - degkan saat sudah berada di depan pintu rumah Ry. Papa Ry menyambut kedatangan rombongan keluarga Raka dengan mempersilahkan Raka sekeluarga dan rombongan untuk masuk ke dalam rumah.


Raka berserta rombongan sudah masuk ke dalam rumah Ry. Raka berserta rombongan sudah duduk di atas tikar rumah nenek Ry. Raka tampak gerogi karena suasana begitu ramai. Keluarga besar Ry juga sudah berkumpul di ruangan tamu.

__ADS_1


Papa Ry menyuruh om Ry yang untuk memulai acara tersebut. Om Ry mulai membuka acara tersebut.


" Assalamualaikum wr wb," kata om Ry.


" Walaikumsalam wr wb," kata semua orang yang hadir.


" Saya mengucapkan selamat datang di rumah nenek Fatimah. Saya di sini sebagai Om Ry yang akan mewakili mas Dikin untuk berbicara," kata Om.


" Terima kasih atas sambutan tuan rumah kepada kami. Saya pakde Raka yang akan mewakili adek saya untuk berbicara di sini," kata pakde.


" Saya ingin bertanya maksud dan tujuan bapak dan ibu berserta rombongan ke rumah Nenek Fatimah dalam rangka Apa?" tanya Om Ry.


" Kami berserta rombongan ingin memperpanjang tali silaturahmi antara keluarga Sugen dan Sudali. Keponakan saya bernama Raka Pratama ingin mengikat anak gadis pak Sudali yang bernama Mentary Tri Putri," kata pakde.


" Apa hubungan Raka Pertama dan Mentary Tri Putri pak?" tanya Om Ry.


" Mereka hanya saling mengenal. Dulu pak Sugeng dan Pak Dikin sempat menjodohkan mereka tetapi mereka menolak perjodohan itu. Sekarang Raka Pratama ingin melanjutkan perjodohan itu dengan langsung mengikat Mentary Tri Putri," jawab pakde.


" Saya mau bertanya ama Nak Raka Pratama. Apa sudah yakin ingin mengikat Mentary Tri Putri?" tanya om Ry.


" Insyaallah saya udah yakin dan mantap ama keputusan saya om." Raka yang menjawab dengan tegas dan penuh keyakinan.


" Baiklah kalau begitu saya akan memanggilkan Mentary untuk bisa duduk bersama kita." Om Ry yang menyuruh bibik Ry untuk memanggil Ry yang masih berada di dalam kamar.


Ry yang memakai baju kebaya dengan warna silver. Sesampai di ruangan tamu Ry begitu terkejut saat melihat suasana yang ramai. Om Ry menyuruh Ry duduk di dekat papa Ry. Ry duduk di samping papa Ry.


" Apa Mentary mengenal Raka?" pakde yang melihat ke arah Ry.


Deg........ Deg


" Kenal pakde." Ry yang melihat Raka sudah duduk di hadapannya.


" Apakah Mentary bersedia bertunangan ama Raka?" tanya pakde.


Ry hanya terdiam seketika mendapat pertanyaan tersebut. Sementara Raka yang duduk di hadapn Ry tampak cemas dan menunggu jawaban dari Ry. Papa memegang tangan Ry sambil memberikan kode ama Ry.


" Iya pakde," jawab Ry.


Perasaan Raka begitu bahagia karena Ry mau bertunangan ama Raka. Pakde menyuruh Raka untuk memasangkan sebuah cicin ke jari manis Ry. Raka memasang sebuah cincin di jari manis Ry. Setelah itu gantian Ry memasang sebuah cicin di jari manis Raka. Itu sebagai simbol Raka dan Ry sudah bertuanagan.



Setelah itu Keluarga Raka dan Keluarga Ry menyuruh Ry untuk mengabadikan momen pertunangan itu dengan berfoto. Raka dan Ry berfoto sesuai ama arahan fotografer.



Ry melihat ke arah sang foto fotografer. Ry begitu sangat mengenal sang fotografer yang mengambil foto Ry dan Raka.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2