3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Berziarah


__ADS_3

" Berbuka puasalah dengan apa yang ada, karena yang manis itu hanya janji kamu waktu pedekate."


Daniel menjambak rambutnya sendiri, dia menyesali perbuatannya yang ngebut saat mengendarai motor. Sehingga menyebabkan orang lain harus masuk ke dalam UGD.


Andai saja aku bisa memutar kembali waktu. Aku tak ingin semua ini terjadi, seharusnya aku tidak ngebut mengendarai motor saat itu. Sehingga tidak terjadi kecelakaan yang menyebabkan orang lain harus masuk UGD gara - gara aku.


Aku takut apa yang akan terjadi selanjutnya. Rasanya aku hanya ingin menghilang dari dunia ini. Kalau orang yang aku tabrak meninggal dunia maka aku akan masuk ke dalam penjara. Hidup ku pasti akan hancur ketika aku harus menekam di penjara batin Daniel.


Esokan Harinya.........


Hari ini Daniel keluar dari RSUD di jemput oleh papa dan mama. Daniel masuk ke dalam mobil bersama mama dan papa. Sepanjang perjalanan pulang Daniel tampak diam.


" Apa sayang tidak senang keluar dari RSUD?" Mami yang melihat ke arah Daniel yang duduk di kursi belakang mobil.


" Aku senang sudah keluar dari RSUD mami," jawab Daniel.


" Kenapa sayang terlihat sedih?" tanya mami.


" Bagaimana kondisi orang yang aku tabrak mami?" tanya Daniel.


Deg.....Deg


" Dia sudah sadar dan di pindah ke kamar rawat."Maafkan mami harus berbohong ama sayang. Mami gak mau sayang merasa bersalah karena telah menghilangkan nyawa seseorang. Lebih baik mami berbohong demi kebaikan sayang batin mami.


" Sudah tidak usah di pikirkan papi dan mami sudah mengurus semuannya. Sekarang kamu hanya tinggal menuruti semua keinginan papi." Papi yang sedang mengendarai mobil.

__ADS_1


" Untung dia sadar jadi aku gak bakal masuk penjara." Daniel yang wajah berubah menjadi ceria lagi.


FlashOn............


Daniel yang melihat ke arah wajah Aska.


" Jadi abang gak tahu selama ini kalau orang yang abang tabrak namanya Adrian?" tanya Aska.


" Gak." Daniel yang mengelengkan kepalanya.


" Abang juga gak tahu kalau dia udah meninggal dunia?" tanya Aska.


" Gak, karena mami bilang dia sudah sadar dan di pindahkan ke kamar rawat inap," jawab Daniel.


"Iya,karena gak mungkin mami bicara bohong ama aku. Sekarang abang harus apa Ska?" Daniel yang di liputi oleh rasa bersalah.


" Sebaiknya kita ziarah ke kuburan Adrian abang," jawab Aska.


" Emang Ska tahu letakan kuburan Adrian dimana?" tanya Daniel.


" Tahu. Besok aja kita ke sana abang, Bagaimana?" tanya Aska.


" Iya," jawab Daniel.


"Abang boleh aku minta flashdisk punya aku?" tanya Aska.

__ADS_1


" Boleh, tapi ada syaratnya Ska." Daniel yang mematikan latpopnya lalu mengambil flashdisk dari latpopnya. Daniel memasukan flashdisk Aska di saku celananya


" Apa syarat abang?" Aska yang melihat ke arah Daniel.


" Ska malam ini tidur di kamar abang, Gimana?" tanya Daniel.


" T...a...p...i," jawab Aska.


" Kalau gak mau ya udah." Daniel yang berdiri dari kursi lalu berjalan ke arah tempat tidurnya.


" Aku takut tante Lena marah ama aku. Karena aku tidur ama abang di kamar ini." Aska yang berjalan di belakang Daniel.


"Bilang aja abang yang nyuruh Ska tidur di sini." Daniel yang membalikan badan lalu melihat ke arah Aska.


Esokan Harinya.........


Daniel dan Aska sudah berdiri hadapan makam Adrian. Tiba - tiba kaki Daniel terasa lemas saat berdiri di depan makam yang batu nisan tertulis nama Adrian. Aska langsung memegang lengan Daniel.


Aska dan Daniel membaca surat yassin dan berdoa di samping kuburan Adrian. Daniel memegang batu nisan yang bernama Adrian.


Maafkan aku Adrian, ini semua salah aku. Akulah penyebab kamu meninggal dunia. Akulah orang yang sudah membunuh kamu. Aku juga telah membuat kamu dan Mentary berpisah untuk selama - lamanya.


Aku yakin jika Mentary tahu aku lah orang yang menabrak kamu. Dia akan membenci aku seumur hidup ku. Dia pasti tidak akan mau melihat wajah aku lagi. Itu yang paling menyakitkan bagi aku. Aku akan di benci oleh Mentary cewek yang paling aku cinta.


...~ Bersambung~...

__ADS_1


__ADS_2