
" Dari sepak bola Kita bisa belajar berjuang 11 orang saja susah , Apalagi Kamu yang berjuang sendirian."
Seminggu Kemudian........
Pagi ini setelah mengantarkan Rika ke sekolah Raka mengendarai motor ke arah rumah Ambar. Sesampai di depan gang rumah Ambar Raka mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Raka mencari kontak nomor Ambar lalu menghubungi nomor Ambar.
Tuuutt.......Tuuutt
📞" Assalamualaikum Ayang," Kata Ambar.
📞" Walaikumsalam Sayang, Sayang Mas udah sampai di depan gang rumah Sayang," Kata Raka.
📞" Ayang tunggu di sana. Bentar lagi Dek kesana," Kata Ambar.
📞" Mas bakal nungguin Sayang di sini," Kata Raka.
📞" Dek mau pamit ama Mama dan Papa dulu ya Ayang," Kata Ambar.
📞" Iya Sayang. I Love You," Kata Raka.
📞" I Love You Too. Bye Ayang," Ambar yang mematikan panggilan telpon Raka.
Raka menunggu sambil duduk di atas motor. Raka mulai merasa risih karena orang - orang yang lewat di gang itu mulai memperhatikan Dia. Ambar yang berjalan menuju ke arah Raka yang sedang duduk di atas motornya.
" Maaf ya Ayang lama nungguin Dek," Ambar yang sudah berdiri di samping motor Raka.
" Gak Apa - apa Sayang. Sayang udah sarapan?" Tanya Raka.
" Belum Ayang. Kalau Ayang udah sarapan?" Tanya Ambar.
" Udah Sayang. Ayo Kita cari sarapan buat Sayang!" Ajakan Raka.
" Gak usah cari sarapan Ayang. Kita langsung Otw ke Rs Safira aja," Ambar yang naik di atas motor Raka lalu duduk di belakang Raka.
"Tapi Sayang belum sarapan entar sakit," Kata Raka.
" Dek sarapan di kantin Rs Safira aja Ayang. Ayang berangkat sekarang entar Dek telat," Kata Ambar.
" Iya Sayang," Raka memberikan helem kepada Ambar. Lalu Raka dan Ambar memasang helem di kepala masing - masing. Setelah itu Raka mengendarai motor menuju ke arah Rs Safira.
__ADS_1
Sore Harinya.........
Raka sudah sampai di parkiran Rs Safira. Raka duduk di atas motor lalu mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Raka mengirim chat kepada Ambar.
📩" Assalamualaikum Sayang," Kata Raka.
📩" Walaikumsalam Ayang," Kata Ambar.
📩" Sayang udah pulang kerja?" Tanya Raka.
📩" Belum Ayang. Kenapa emangnya?" Tanya Ambar.
📩" Mas udah nungguin Sayang di parkiran nih," Jawab Raka.
📩" Ayang jemput Dek ya?" Tanya Ambar.
📩" Iya Sayang. Sayang Berapa lama lagi baru pulang?" Tanya Raka.
📩" 15 Menit lagi Ayang. Kita pulang bareng ya Ayang?" Tanya Ambar.
📩" Iya, Mas bakal nungguin Sayang," Jawab Raka.
📩" I Love You Too. Muuuuuaaah," Raka mematikan panggilan telpon ama Ambar.
Raka mengendari motor menuju ke arah rumah Ambar. Ambar yang berada di belakang Raka menyandarkan kepala di bahu Raka. Kemudian Ambar memeluk pinggang Raka. Tiba - tiba sebuah mobil Fortuner berwarna hitam menyalip motor Raka. Kemudian motor itu berhenti di hadapan motor Raka.
Seorang Pria keluar dari mobil Fortuner berwarna hitam. Seorang Pria itu berjalan ke arah Raka yang memberhentikan motornya.
" Kamu sudah berani bohongi Papa," Seorang Pria yang sudah berdiri di hadapan Raka dan Ambar. Raka dan Ambar melihat ke arah Seorang Pria itu ternyata Dia adalah Papa Ambar.
" Maafin Aku Papa," Ambar yang wajahnya berubah jadi ketakutan setelah melihat Papa yang berdiri di hadapan Ambar dan Raka.
" Kamu udah berani bohong dan tidak nurut ama Papa semenjak Kamu pacaran ama Dia. Papa sudah menyuruh Kamu mutusin Dia," Papa yang wajah sudah berubah jadi merah sambil menujukan jari telunjuknya ke arah Raka.
" Ini semua salah Aku Om. Ambar tidak salah jadi Om boleh marah dan membenci Aku," Raka yang mencoba membela Ambar di hadapan Papa Ambar. Raka memakir motor nya lalu Raka dan Ambar turun dari motor.
"Saya mau Kamu menjauhi anak Saya. Apabila Kamu masih mendekat dan berhubungan ama anak Saya. Maka Ambar akan Saya kirimkan ke Surabaya ikut Oma nya disana," Papa yang berbicara dengan suara yang tegas dan lantang.
" Baik Om Saya berjanji akan jauhi anak Om. Mulai saat ini Saya tidak punya hubungan apa - apa dengan anak Om," Raka yang berdiri di hadapan Papa.
__ADS_1
" Kenapa Mas ngomong gitu ama Papa?" Ambar yang wajah kecewa melihat ke arah Raka.
" Mas gak mau merusak hubungan Papa dan Anak. Biar Mas saja yang mengalah Dek. Kalau Kita berjodoh Kita pasti akan bertemu," Raka yang melihat ke arah Ambar. Sejujurnya Raka berat hati mengatakan mengakhiri hubungannya dengan Ambar di hadapan Papa Ambar.
" Saya pegang kata - kata Kamu sebagai Lelaki. Ingat lelaki itu yang di pegang ucapan dan perbuatannya harus sesuai," Papa yang menatap tajam ke arah Raka.
" Aku mohon ama Papa jangan pisahkan Aku ama Mas Raka. Aku hanya mencintai Mas Raka Papa," Ambar yang berjalan menghampiri Papa. Ambar yang wajah sedih bahkan air mata Ambar sudah membasahi pipinya.
" Sekarang Kamu harus pulang ikut Papa," Papa yang menarik lengan Ambar lalu Papa membawa Ambar masuk ke dalam mobil Fortuner berwarna hitam.
Sebulan Kemudian............
Bapak, Emak, Raka dan Rika sedang berkumpul di ruangan keluarga. Bapak dan Raka lagi membahas masalah pekerjaan sedangkan Emak dan Rika lagi noton sinetron Ikatan Cinta.
Totok......Totok.......
" Assalamualaikum," Kata Seorang yang berdiri di depan pintu.
" Walaikumsalam," Raka yang berjalan ke arah pintu lalu Raka membuka pintu rumahnya.
" Ayang. Hiks........Hiks," Ambar yang langsung memeluk tubuh Raka sambil menangis di pelukan Raka.
" Siapa yang datang Mas?" Emak yang berjalan ke arah pintu lalu Emak melihat Ambar yang sedang menangis di pelukan Raka.
" Ambar Emak," Raka yang melepaskan pelukan Ambar.
"Kenapa Ambar nagis Mas?" Emak yang melihat ke arah Ambar dan Raka. Apa jangan - jangan Ambar hamil anak Raka. Makanya Ambar nagis kesini minta Raka nikahin Dia batin Mak.
" Mas Raka jahat ama Aku Tante," Kata Ambar.
"Mas lakukan ini semua untuk kebaikan Kita," Kata Raka.
"Bukan Mas egois udah nyakitin Aku," Ambar yang menangis tersedu - sedu.
Emak menyuruh Raka dan Ambar untuk masuk ke dalam ruangan tamu. Bapak, Emak, Raka, Ambar dan Rika sudah berada di ruangan tamu. Raka menceritakan kepada keluarganya bahwa Orang Tua Ambar tidak merestui hubungan Ambar dan Raka.
Mendengarkan hal itu Emak dan Rika menjadi senang. Emak dan Rika menyetujui sikap Raka yang sudah mengakhiri hubungannya dengan Ambar. Emak dan Rika juga tidak menyetujui hubungan Raka dan Ambar. Emak dan Rika menginginkan Raka dan Mentary.
Lalu Ambar menceritakan bahwa selama satu bulan ini Dia tidak bisa hidup tanpa Raka. Malam ini Ambar memutuskan untuk kabur dari rumahnya pergi ke rumah Raka. Ambar yakin Raka akan menerima dan masih mencintai Dia makanya Ambar nekat pergi ke rumah Raka.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...