
⚠️ Dilarang! boom like di novel ini.
" Bangun siang di marahin, bangun ke pagian di bilang tumben. Emang yang paling benar itu bangun rumah tangga ama kam."
Emak dan Ry yang melihat ke arah jalan raya untuk mencari transportasi umum untuk pulang.
" Gimana kalau kita naik angkot aja?" Emak yang melihat ke arah angkot yang berhenti di hadapan emak dan Ry.
"Iya. Ayo kita naik angkot!" Ry yang membawa banyak kantong plastik di tangannya. Emak dan Ry berjalan ke arah angkot.
Ry masuk terlebih dahulu ke dalam angkot lalu emak masuk ke dalam angkot. Emak duduk di samping Ry di dalam angkot. Pak supir angkot melajukan angkotnya.
Emak yang melihat ke arah Ry. Emak takut kalau Ry gak merasa nyaman naik angkot. Di dalam angkot yang panas dan sempit itu.
" Nak Ry pernah naik angkot?"tanya Emak.
" Gak pernah mak." Ry yang mengelengkan kepala lalu melihat ke arah emak.
" Lah kok gak pernah naik angkot? Emak yang merasa heran karena Ry gak pernah naik angkot.
" Mama Ry gak bolehin Ry naik angkot mak. Padahal Ry pengen banget naik angkot mak.( Ry yang tersenyum melihat ke arah mak)
" Jadi ini pertama kalai nak Ry naik angkot?" tanya Emak.
" Iya mak " jawab Ry.
Mak merasa senang memilik menantu seperti Ry. Mak yang sudah menganggap Ry seperti anak kandungnya sendiri. Walaupun Ry berstatus menantu mak. Mak merasa beruntung bisa memiliki menantu seperti Ry.
Mak melihat sudah mau sampai di dekat rumah lalu emak menyuruh pak supir angkot untuk berhenti gerbang komplek perumahan Raka.
Pak supir angkot memberhentikan angkotnya. Emak turun terlebih dahulu dari angkotnya. Setelah itu Ry turun dari angkot tersebut. Ry membayar ongkos angkot, lalu emak dan Ry berjalan ke arah pangkalan tukang ojek.
Ternyata di sana cuma ada 1 motor tukang ojek.
" Emak naik ojek aja pulangnya ya?" Ry yang melihat ke arah emak.
" Tapi ojek cuma 1 Ry kalau Kita naik berdua gak muat Ry bawa barang - barang belanjaannya," kata Emak.
" Ya udah emak naik ojek aja biar Ry yang jalan kaki aja," kata Ry.
" Kita jalan kaki aja ya Ry." Emak uang merasa gak enak kalau pulang naik ojek sementara Ry harus berjalan kaki.
" Gak usah mak, Ry gak mau mak ke capekan jalan kaki makanya naik ojek ya mak." Ry yang melihat le arah mak.
__ADS_1
" Benaran gak apa nak Ry?" Mak yang melihat ke arah Ry.
" Iya gak apa mak." Ry yang tersenyum melihat ke arah mak.
" Ya udah emak naik ojek pulangnya." Mak yang berjalan ke arah tukang ojek.
Esokan Malam Harinya.......
Emak, Bapak dan Rika sedang pergi ke acara kantor bapak. Ry sendirian berada di rumaha Raka, Ry memilih noton televisi di ruangan keluarga. Ry menoton drakor sambil menunggu Raka pulang.
Raka sudah sampai di halaman rumahnya, Raka melihat rumahnya tampak sepi tidak seperti biasanya. Raka memakirkan motor di halaman rumahnya. Raka berjalan kearah pintu rumahnya.
Tok......Tok.....Tok
" Assalamualaikum," kata Raka.
" Walaikumsalam, tunggu sebentar mas." Ry yang berdiri lalu berjalan ke arah pintu rumah Raka.
Ceklek......Ceklek
" Dek rumah kok sepi, emak, bapak dan Rika kemana?" tanya Raka.
" Pergi. Mas baru pulang ya?" Ry yang menyalim punggung tangan Raka.
" Iya Dek." Raka yang berjalan masuk kedalam rumah.
" Mas itu kalah mau pakaian itu di dalam kamar mandi sana." Ry yang menutup mata menggunakan telapak tangannya.
" Gak mau. Lagian ini kamar mas, jadi suka - suka mas lag." Raka yang melempar baju ke dalam keranjang pakaian kotor. Raka berjalan menghampiri Ry.
" Kalau gitu Ry aja yang keluar dari kamar mas." Ry membalikan badan lalu melangkahkan kaki ke arah pintu.
" Tunggu dek." Raka menarik tangan Ry lalu memeluk badan Ry.
" Idih mas mandi dulu sana." Ry yang mencoba melepaskan pelukan dari Raka.
"Mandiin dong." Raka yang menunduk wajah melihat ke arah Ry.
" Isisis udah besar juga masak minta di mandiin ama Ry sih mas," kata Ry.
" Emang gak boleh minta di mandiin ama istri sendiri." Raka melepaskan pelukan lalu menarik hidung Ry yang pesek.
" Awww, sakit lepasin mas." Ry yang mencoba melepaska hidungnya di tarik ama Raka.
__ADS_1
" Biar mancung Dek. Muuuaahh." Raka melepaskan tangan dari Ry lalu mencium pipi kanan dan pipi kiri Ry.
" Ihihih, mas masih bauk udah main cium pipi Ry aja,"
" Entar kalau mas cium cewek lain dek cemburu." Raka yang berjalan ke arah kamar mandi.
Raka sudah terlihat ganteng dengan memakai celana jeans selutut dan baju kaos berkerah berwarna merah. Ry memakai celana jeans panjang dan baju kaos berwarna merah.
" Dek udah makan?" tanya Raka.
" Belum," jawab Ry.
" Lah napa kok belum makan dek?" tanya Raka.
" Ry nungguin mas. Mau makan bareng," jawab Ry.
" Kita makan sop tunjang aja gimana dek?" tanya Raka.
"Iya mas," jawab Ry.
Raka dan Ry udah sampai di warung Anto langganan Raka. Raka sering makan di sana bersama Kevin. Raka dan Ry duduk di kursi yang berdekatan. Raka memesan sop tunjang sementara Ry memesan soto medan. Raka memesan jus jeruk dan Ry teh es.
Sambil menunggu pesan Raka dan Ry mengobrol. Ponsel Raka berbunyi Raka melihat panggilan dari Kevin. Raka mengangkat panggilan telpon dari Kevin. Raka memberitahu Kevin bahwa dia sedang berada di warung Anto.
Kevin menyuruh Raka untuk menunggu disana karena Dia akan datang bersama Yani. Setelah itu Raka mematikan panggilan telpon dari Kevin.
Raka dan Ry makan terlebih dahulu tanpa menunggu Kevin dan Yani. Setelah selesai Raka dan Ry makan baru Kevin dan Yani sampai. Yani duduk di kursi yang berhadapan dengan Ry. Sedangkan Kevin duduk di samping Yani.
"Apa kabar pengantin baru? Ry udah di coblos ama Raka?" Yani yang melihat ke arah Ry.
" Baik, Yani kira Ry itu kertas pemilu yang harus di coblos gitu," kata Ry.
" Gimana abang udah jadi Mpnya?" Kevin yang melihat ke arah Raka.
" Lu mau makan atau ngobrol di mari?" Raka yang wajah terlihat ketus.
" Duanya nya abang," kata Kevin.
" Makan dulu atau ngobrol dulu?" tanya Raka.
" Makan dulu abang soal cacing aku udah pada berdemonih." Cacing perut Kevin yang berbunyi.
...~ Bersambung~...
__ADS_1
Hai, Guys mampir dong ke karya terbaru Ry My Bestie