
" Hiduplah seperti tanah meski selalu di injak, namun suatu saat bisa mengubur orang yang menginjaknya."
...\=> Fiqrie Nafaz Cinta <\=...
Esokan Harinya.........
Pagi ini Aska berangkat kesekolah lebih awal karena jarak sekolah dengan rumah Daniel yang baru lebih jauh dari sekolah Aska. Agar Aska tidak terlambat maka Aska berangkat lebih awal.
Aska mengendarai motornya ke arah sekolahnya. Sesampai di parkiran sekolah Aska memakir motornya di parkiran sekolah. Aska berjalan ke arah kelasnya. Aska berjalan sambil menundukkan kepalanya. Karena Aska masih menjadi bahan pembicaraan ama siswa lainnya.
Aska, Selvi dan Anton menjadi perwakilan dari jurusan Arsitek untuk mengikuti lomba kompetensi kejuruan seprovinsi Riau. Tetapi Aska, Selvi dan Anton kalah dalam perlombaan kompentensi kejuruan. Padahal mereka sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menang dan membawa harum nama sekolahan.
Tetapi kenyataannya mereka harus kalah karena siswa dari sekolah lain lebih jago membuat miniatur rumah, denah dan menghitung semuanya. Tetapi seluruh siswa smk tidak mau tahu, yang mereka tahu Aska, Selvi dan Anton telah kalah dan membuat malu sekolah smk.
Aska merasa sangat malu karena kalah dan tidak bisa membanggakan sekolah. Maka Aska hanya bisa berjalan sambil menundukan kepalanya. Hingga tanpa sengaja Aska menabrak punggung seorang.
Bruk........Bruk
" Maaf, aku gak sengaja." Aska yang masih menundukan wajahnya.
" Lu kalau minta maaf itu ngelihat orangnya dong." Seorang cewek membalikan badannya lalu dia melihat Aska yang masih menundukan wajahnya.
" Maafin aku ya." Aska mengangkat wajah lalu melihat ke arah seorang cewek yang Aska tabrak badannya.
" Lu punya matakan?" tanya seorang cewek.
" Punya," jawab Aska.
" Makanya kalau jalan itu pakai mata lu." Seorang cewek itu membalikan badanya lalu berjalan meninggalkan Aska yang masih berdiri setelah mendengarkan perkataan seorang cewek itu.
Bel berbunyi...............
Seluruh siswa kelas 2 Arsitek 1 merasa senang karena jam pelajaran matematika telah habis. Ibu guru berjalan meninggalkan kelas lalu siswa kelas 2 Arsitek 1 mulai berjalan ke arah pintu kelas untuk beristirahat.
Sementara Aska dan Ridho masih duduk di kursi.
__ADS_1
" Kamu kenapa?" Ridho yang melihat ke arah Aska yang tampak lesu.
" Gak ada," jawab Aska.
" Gak usah bohong deh. Dari wajah kamu aku udah tahu kalau kamu punya masalah," kata Ridho.
" Kamu benar Dho. Aku lagi ada masalah nih," kata Aska.
" Apa masalahnya? coba cerita ama aku. Mungkin aku bisa bantu kamu," tanya Ridho.
" Aku bingung menghadapi seluruh siswa smk yang masih menyalahkan aku atas ke kalahan aku di lomba kompetensi kejuruan." Aska yang wajahnya terlihat sedih.
" Kamu yang sabar ya. Dalam perlombaan kalah atau menang itu biasa. Untuk siswa lain yang masih menyalahkan kamu biarkan saja kamu cukup. Ingat Allah itu tidak tidur dia melihat semuannya," kata Ridho.
" Iya, tapi aku merasa malu karena udah gagal dalam perlombaan itu." Aska yang wajah tampak sedih dan lesu.
" Kamu gak usah malu. Kamu harus bangga sudah terpilih menjadi perwakilan dari jurusan Arsitek untuk mengikuti lomba itu," kata Ridho.
"Kalau aku tahu kayak gini mendingan aku menolak jadi perwakilan sekolah untuk mengikuti lomba itu," kata Aska.
Esokan Harinya..........
Hari ini Aska sekolah dari pagi sampai sore. Bel sekolah berbunyi menandai waktu pulang sekolah. Pak guru menyuruh Aska untuk membawa buku latihan yang ada di meja ke ruangan guru.
Aska membawa semua buku latihan yang ada di meja guru. Aska berjalan sambil membawa semua buku latihan. Aska berjalan di belakang pak guru. Sesampai di ruangan guru Aska meletakkan semua buku latihan di atas meja pak guru.
Setelah itu Aska berpamitan ama pak guru lalu Aska menyalim punggung tangan pak guru. Aska berjalan ke arah kelasnya untuk mengambil tasnya. Sesampai di kelas Aska melihat kelas tampak sepi hanya tersisa tas Aska yang berada di atas meja. Aska mengambil tas ransel yang berada di atas meja.
Aska mengendarai motor ke arah rumah Daniel. Saat Aska yang melewati jalan yang sepi tiba - tiba seorang pria di jalan untuk menghalangi jalan motor Aska. Sehingga Aska memberhentikan motornya.
" Ada apa abang?"Aska yang membuka kaca helemnya lalu melihat ke arah seorang pria yang berdiri di hadapan Aska.
" Serahkan uang kamu, mana sini?" Seorang pria yang sedang mengancam Aska.
" Aku gak punya uang abang," jawab Aska.
__ADS_1
" Jangan bohong. Cepat serahkan uang kamu." Seorang cowok yang sedang mengeluarkan sebuah pisau lipat dari saku kantongnya.
" Aku gak bohong abang. Abang salah orang kalau mau merampok aku," jawab Aska.
" Sekarang kamu pilih harta atau nyawa?" Seorang pria itu membuka pisau lipatnya lalu berjalan ke arah Aska. Seorang pria itu telah berdiri di samping Aska. Lalu pria itu meletakan pisau lipat di leher Aska.
" Nyawa. Harta aku juga gak punya abang," jawab Aska.
" Berdiri kamu," kata seorang pria.
Aska memakir motornya lalu Aska turun dari motornya. Aska berdiri mengikuti perintah seorang pria itu. Pria itu memeriksa saku celana Aska. Dia menemukan dompet Aska lalu dia membuka isi dompet Aska yang hanya ada selembar uang berwarna hijau.
" Jadi cuma segini uang kamu?" tanya seorang pria.
" Iya abang." Aska yang terlihat ketakutan karena di lehernya sudah ada pisau.
" Barang berharga lainnya mana?" tanya seorang pria.
" Aku ini miskin abang gak punya barang berharga juga," jawab Aska.
" Jangan bohong cepat berikan aku," Seorang pria yang mengancam Aska.
" Kalau abang gak percaya periksa aja," kata Aska.
Seorang itu memeriksa saku celana dan baju. Lalu seorang pria itu menemukan sebuah ponsel android yang termasuk jadul. Akhirnya seorang pria itu memutuskan untuk mengambil motor Aska. Saat hendak mengambil motor Aska tiba - tiba seorang datang.
" Lepaskan dia." Seorang cewek yang berdiri di hadapan Aska.
" Hahaha, gak usah sok jadi pahlawan cantik. Mendingan kamu pergi dari sini sekarang." Seorang pria yang berteriak kepada seorang cewek.
" Aku gak mau. Mendingan kamu lepasin dia,"kata seorang cewek.
Siapa ya cewek yang nolongin Aska?
Tunggu di bab selanjutnya ya
__ADS_1
...~ Bersambung ~...