3 Cogan Dan Ry

3 Cogan Dan Ry
Hutang Ama Daniel


__ADS_3

" Senyuman Kamu masih menjadi favorit Aku dan kehadiran Kamu menjadi yang paling Aku tunggu."


Rasa kantuk Daniel hilang seketika melihat Ry yang sudah tertidur nyenyak dengan kepala Ry yang bersadar di bahu Daniel. Daniel memegang tangan kanan Ry lalu mencium punggung tangan Ry.


Good night Mentary have nice dream. I have not words to describe how beautiful you. Are you stay cut, I Love you so much Daniel berkata dengan suara yang pelan agar tidak membuat Nenek dan Ry terbangun.


Esokan Paginya..........


Daniel yang sudah bangun terlebih dahulu, ingin membangunkan Ry dari tidur karena hari sudah pagi.Tetapi Daniel tidak tega untuk membangunkan Ry dari tidur. Apalagi saat Daniel melihat Ry yang masih tertidur nyenyak dengan kepala yang masih bersadar di bahu Daniel.


Tetapi Daniel harus membangunkan Ry karena Daniel melihat ke arah Nenek yang sudah bangun.


"Ry bangun" Kata Daniel.


" Dek masih ngatuk Papa" Ry berbicara tetapi matanya masih belum terbuka.


" Ry in Aku Daniel bukan Papa" Kata Daniel.


" Papa jangan ngaku - ngaku jadi Daniel. Dek bisa membedakan suara Papa ama Daniel" Kata Ry.


" Ini benar Aku Ry Daniel bukan Papa. Ry mau bangun atau Aku cium" Kata Daniel.


" Papa bisanya banguninnDek dengan cium pipi Dek" Kata Ry.


" Aku cium Ry ya" Daniel yang memutar kepalanya ke arah Ry. Daniel mendekatkan wajahnya ke wajah Ry.


"Daniel..... Mau ngapain?" Ry yang membuka kedua bola matanya lalu Ry mengangkat kepala dari bahu Danie. Kemudian Ry melihat wajah Daniel dan Ry sudah berhadapan.


" Tadi Ry minta di cium ama Aku" Daniel yang mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Ry.


" Mana ada Ry minta cium Daniel" Ry yang berdiri dari sofa meninggalkan Daniel sendiri duduk di sofa. Ry berjalan ke arah Nenek yang masih berbaring di ranjang rumah sakit.


Ry berjalan ke arah kamar mandi, Ry membuka pintu kamar mandi lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Ry memutar kran lalu Ry mencuci muka dengan air yang ada di kran. Setelah itu Ry mengambil sikat gigi dan odol gigi Kemudian Ry mengosok gigi.


Ry duduk di kursi yang berada di samping ranjang Nenek.


" Nenek udah bangun?" Tanya Ry.


" Udah Cucu" Jawab Ry.


" Gimana keadaan Nenek?" Tanya Ry.


"Nenek mau pulang Cucu" Jawab Nenek.

__ADS_1


" Emang Nenek udah sembuh?" Tanya Ry.


" Udah Cucu" Jawab Nenek.


" Tunggu Dokter periksa Nenek dulu" Kata Ry.


" Cucu beliin sarapan untuk Daniel" Kata Nenek.


" Malas, Biar Dia beli sendiri aja" Kata Ry.


" Gak boleh gitu, Cucu sana beli sarapan buat Daniel dan Cucu" Kata Nenek.


" Dek mau ke kantin dulu beli sarapan Nenek mau Apa?" Tanya Ry.


" Nenek cuma mau Cucu kembali bawa sarapan buat Daniel" Kata Nenek.


Daniel yang keluar dari kamar mandi lalu berjalan ke arah kursi di samping Nenek.


" Mentary Kemana Nenek?" Daniel yang duduk di kursi samping Nenek.


" Kantin Rs" Jawab Nenek.


"Kamu bukan pacar Mentary kan?" Nenek yang melihat ke arah Daniel.


" Nenek tahu Kamu sangat mencintai Mentary. Maka Nenek mau Kamu harus sabar dalam menghadapi Dia " Kata Nenek.


" Aku akan berjuang untuk mendapatkan cinta Mentary" Kata Daniel.


Tidak lama kemudian Seorang Dokter dan Seorang Suster berjalan masuk ke dalam kamar inap Nenek. Seorang Dokter mulai memeriksa tensi darah dan keadaan Nenek. Keadaan Nenek sudah membaik penyakit Asam Lambung Nenek sudah bisa berobat jalan.


Seorang Suster memberikan sarapan pagi untuk Nenek. Seorang Suster meletakan sarapan pagi di atas meja yang ada di samping ranjang Nenek. Seorang Dokter menyuruh Nenek untuk menghabiskan sarapan Pagi baru bisa pulang ke rumah.


Setelah Seorang Dokter dan Seorang Suster pergi meninggalkan kamar inap. Daniel membantu Nenek untuk duduk di atas ranjang Rs permata hati. Daniel lalu mengambil nampan yang berisi semangkok bubur Ayam dan segelas air putih.


Daniel meletakan nampan itu di atas pahanya lalu Daniel mengambil sendok lalu Daniel menyuapin bubur ayam ke dalam mulut Nenek. Daniel menyuapin bubur ayam ke dalam mulut Nenek dengan telaten dan sabar.


Ceklek........Ceklek.......


Ry membuka pintu kamar inap lalu berjalan masuk ke dalam kamar inap. Ry melihat Daniel yang sedang menyuapin Nenek makan. Ry melihat wajah Nenek terlihat bahagia saat di suap ama Daniel.


Ry mulai menyadari ketulusan hati Daniel yang begitu mencintai Ry. Ry akan mencoba membuka hati buat Daniel. Udah saatnya Ry Move On dari Adrian ini sudah 2 tahun setelah kepergian Adrian. Ry membutuhkan seorang Cowok yang bisa Ry aja berbagi suka dan duka batin Ry.


Ry berjalan ke arah Daniel sambil membawa sebuah kantong plastik.

__ADS_1


" Nenek sarapan Apa?" Ry yang sudah berdiri di samping Daniel.


" Bubur Ayam Cucu" Jawab Nenek.


" Nih buat Daniel" Ry menyerahkan sebuah kantong plastik kepada Daniel.


" Apa ini Ry?" Daniel mengambil sebuah kantong plastik dari tangan Ry.


" Sarapan buat Daniel" Jawab Ry.


" Makasih ya Ry" Kata Ry.


" Daniel sarapan dulu, Biar Ry yang nyuapin Nenek"Kata Ry.


"Tinggal dikit lagi Ry. Biar Aku aja yang nyuapin Nenek" Kata Daniel.


Ry berjalan ke arah Administrasi Rs Permata Hati. Ry meminta tagihan rumah sakit ama bagian Administrasi yang ada di rumah sakit. Lalu Ry melihat tagihan rumah sakit yang lumayan cukup besar. Uang Ry gak cukup untuk membayar tagihan rumah sakit.


Ry tidak menyadari kedatangan Daniel yang sudah berada di samping Ry. Daniel mengambil kertas tagihan rumah sakit dari tangan Ry. Daniel meminta nomor rekening rumah sakit lalu bagian Administrasi memberikan nomor rekening rumah sakit kepada Daniel.


Daniel mentransfer uang melalui M- Banking yang ada di ponsel. Semua Administrasi rumah sakit sudah selesai Nenek sudah bisa pulang kerumahnya.


Nenek sudah berada di dalam kamarnya sedang berbaring. Ry mengajak Daniel untuk bicara berdua di ruangan tamu Nenek. Ry dan Daniel sudah berada di ruangan tamu lalu duduk di sofa yang berbeda.


"Kenapa Ry diam aja dari tadi Aku perhatikan?" Tanya Daniel.


" Makasih Daniel udah membayar uang rumah sakit Nenek" Jawab Ry.


" Sama - Sama Ry, Seharusnya Ry senang Nenek udah boleh pulang kerumah tetapi wajah Ry kok kelihatan banyak pikiran. Ry mikirin Apa?" Tanya Daniel.


" Ry mikirin untuk bayar uang hutang ama Daniel" Jawab Ry.


" Hutang Apa Ry?" Daniel yang terlihat binggung ama yang Ry bicarakan.


" Uang rumah sakit Nenek" Jawab Ry.


" Jadi Ry mikir itu Hutang ya?" Tanya Daniel.


" Iya, Makanya entar Ry minta transfer ama Papa biar bisa bayar hutang ama Daniel" Jawab Ry.


" Aku gak mau di bayar pakai Uang Hutanya Ry" Kata Daniel.


" Ry harus bayar pakai Apa?" Ry yang melihat ke arah Daniel.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2