
" mira.. mira...mira.. keluar kamu" teriak tuan roni di depan rumah mira.
mira tidak berani keluar karena takut, tuan roni pasti menagih hutang hutang nya yang sudah sangat lama menumpuk.
karena gagal menikahi kanaya akhirnya mira terpaksa harus melunasi hutang hutangnya.
dari jendela rumah dina mengintip apakah tuan roni sudah pergi atau belum.
" bu....... .sepertinya tuan roni sudah pergi" ucap dina setelah melihat ke luar jendela.
" ini semua gara gara kanaya..sekarang hidup kita jadi seperti ini selalu di kejar kejar hutang." kesal mira
" kita harus mencari kanaya bu...." ucap dina
" kamu benar sayang.kita harus segera mencari kanaya." ucap mira
seperti biasa naya sudah bangun pagi..segera menyiapkan sarapan untuk sang suami..eh bukan tapi sang tuan.istri hanyalah status nya saja dan itu adalah sesuatu yang sangat menyedihkan bagi naya.sebenarnya naya selalu mengharapkan jika suatu saat nanti ia bisa di anggap dan di cintai oleh suaminya.
setelah selesai menyiapkan sarapan naya segera pergi ke kamar sean untuk membangunkannya.
perlahan membuka pintu naya masuk dengan pelan karena sean masih tertidur.
sebelum membangunkan sean naya menyiapkan air hangat terlebih dahulu.
" tuan...tuan ...bangun ini sudah siang.." ucap naya.
merasa ada yang memanggilnya sean membuka mata dan segera bangun.
" ada apa kamu kesini..." tanya sean malas
" bukan kah tuan mau bekerja,ini sudah jam 7 jadi saya membangunkan tuan.saya juga sudah menyiapkan air hangat untuk anda mandi.
" kamu jangan sok berlaga untuk menjadi istri yang baik ya,karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah sudi mengakui mu sebagai istriku" ucap sean penuh penekanan
" degh...."memang sakit yang naya rasakan saat ini.entah sampai kapan naya harus selalu berpura pura kuat.padahal di hati nya ia sangat merasa kesepian seolah hidup sebatang kara.walau mempunyai suami tapi tidak pernah di anggapnya.
" tes...tes..." tak terasa air mata pun terpaksa menetes.
" aku harus kuat...." ucap naya mengusap air matanya.
tampak sean sudah rapih dengan pakaian kantornya memulai sarapan nya.
" apa aku harus tanya sekarang ya...." batin naya ragu dan takut untuk menanyakan tentang pekerjaannya.
tampak sekretaris leo pun sudah datang dan segera menghampiri tuannya yang sedang sarapan.
" apa tuan leo juga mau sarapan " tanya naya
" tidak perlu nona saya sudah sarapan tadi..." tolak leo.
" tuan....bolehkah seandainya saya ikut bekerja di perusahaan tuan,karena saya sudah mencoba mencari tapi tidak ada yang mau mempekerjakan saya yang hanya lulusan smp.
" uhuk...uhuk..." sean terkejut sampai batuk tersedak makanan.
" apa kamu pikir kamu pantas bekerja di perusahaan wiguna group." ucap sean menghina naya.
__ADS_1
" tuan bukankah di bagian ob sedang membutuhkan karyawan" lapor leo
seketika mendapat tatapan tajam dari sean.
" benarkah itu tuan leo.." tanya naya senang
" tidak apa apa tuan jadi seorang ob pun saya mau..." ucap naya sangat senang.
dengan terpaksa sean mengizinkannya.
" tapi ingat jangan sampai ada yang tahu kalau kamu adalah istriku, ingat itu."ucap sean penuh penekanan.
" baik tuan....lagi pula kalau aku ngomongpun mana ada yang percaya kalau aku istri seorang sean arya wiguna." batin naya
naya segera bersiap untuk ikut ke perusahaan wiguna...
" eh....aku kan belum tahu di mana perusahaan wiguna.." batin naya.
dengan segera naya mengejar sean yang hendak masuk ke mobilnya.
" tuan...tunggu..boleh kah saya ikut menumpang mobil tuan,karena saya belum tahu di mana perusahaan wiguna." mohon naya .
sean menatap naya tajam seakan tidak rela jika naya ikut bersamanya.
" masuk..." perintah sean terpaksa
dengan senang hati naya segera masuk ke mobil duduk disisi sean..
" jaga jarak...." ucap sean seakan jijik jika harus duduk berdekatan dengan naya.
naya pun segera menggeser tubuhnya duduk sangat ke pinggir sampai harus menempel ke pintu mobil.
setelah 30 menit akhirnya mereka tiba di depan gerbang perusahaan wiguna.
naya di buat takjub akan megahnya perusahaan tersebut.
" turun...." ucap sean mengagetkan naya
" ya...." naya bingung
" cepat turun....aku tidak mau ada yang melihat mu satu mobil dengan ku." ucap sean
akhirnya naya turun dan melihat mobil sean berlalu meninggalkannya.
dengan berat hati berjalan memasuki gerbang perusahaan..naya bingung harus ke mana.
" mari nona saya antar ke ruangan bagian ob..." ucap leo yang tiba tiba sudah
ada di dekat naya.
naya mengikuti leo....dan sampailah di sebuah ruangan khusus untuk ob.
" perhatian semua nya...ini ada karyawan baru namanya kanaya,mulai hari ini kanaya bekerja di sini.." ucap leo kemudian pergi.
naya memperkenalkan diri dan memberi salam pada semua karyawan yang akan menjadi teman seprofesinya.
__ADS_1
" kanaya......" panggil seseorang dari belakang.naya menoleh dan terkejut ternyata itu adalah tika sahabatnya.
" tika....." naya langsung memeluk tika ia sangat senang bisa bertemu teman lama.
" ke mana saja kamu..." tanya tika
" aku ada kok..." jawab naya
" kamu kok bekerja di sini bagaimana dengan restoran rainbow.." tanya naya penuh selidik
" seminggu setelah kamu di pecat aku pun mengundurkan diri dari sana karena tanpa kamu aku merasa tidak betah.lalu aku melamar ke sini untung saja aku di terima" jelas tika
" lalu kamu bagaimana bisa bekerja di sini " tanya tika
naya bingung harus menjelaskan apa kepada tika.
" eh sebaiknya kamu memperkenalkan tempat ini ya karena aku kan baru jadi belum tahu tentang tata ruang gedung ini " ucap naya mengalihkan pertanyaan tika tadi.
tika memberi tahukan satu persatu seluk beluk gedung wiguna.
" kalau ruangan ceo...." tanya naya.
" kalau ruangan tuan sean ada di lantai paling atas...emang kenapa kamu menanyakan ruangan tuan sean.." tanya tika
naya gugup...." tidak...aku hanya ingin tahu saja..." jawab naya
" ya sudah ayo kita mulai bekerja...." ajak tika
naya sangat senang karena bisa bekerja satu perusahaan dengan sean sehingga setiap hari naya bisa melihat sean.
karena jujur di hati naya sudah ada perasaan cinta kepada sean,entah itu pantas atau tidak tapi naya juga punya hak untuk mencintai seseorang yang kini menjadi suaminya.walau cintanya tak akan pernah terbalaskan.
cinta yang seakan mustahil untuk menjadi nyata tapi demi memenuhi permintaan tante indah naya rela walaupun harus menahan sakit.sakit akan penghinaan,sakit akan siksaan,ataupun sakit karena tak pernah di anggap.kebahagiaan yang seakan sulit sekali untuk naya genggam biarlah menjadi rahasi ilahi yang entah sampai kapan naya bisa bertahan.
" naya tolong kamu antar kopi ini keruangan ceo ya..." perintah tika
" baik..." semangat naya
dengan penuh semangat naya naik ke lift untuk menuju ruangan sean yang ada di lantai 30.
" tok..tok..." naya mengetuk pintu
" masuk..." perintah sean
dengan hati yang berdebar naya masuk dan terpana dengan isi ruangan seorang ceo.
dengan pelan meletakan kopi di atas meja.tanpa sadar naya malah diam memandangi terus wajah sean.
" heh...apa yang kamu lihat...cepat keluar" sean marah.
" m..maaf tuan...saya permisi dulu.." pamit naya segera keluar dari ruangan sean.
ketika keluar naya bertemu dengan leo.
" nona apa yang sedang anda lakukan di sini.." tanya leo yang kebetulan melihat naya sedang bersandar di pintu ruangan sean.
__ADS_1
" oh...aku baru saja mengantar kopi untuk tuan sean.oh ya tuan kalau di sini anda jangan memanggilku nona panggil saja naya" pinta naya.
bersambung...