Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.107 pemakaman


__ADS_3

naya tak henti henti nya menangis di atas makam yolanda.di peluk nya batu nisan yang bertulis kan nama yolanda.


" kenapa ini harus terjadi pada kita..." ucap naya.


" bahkan kita belum sekalipun bertemu." ucap naya lagi.


" sayang...mari kita pulang." ucap sean.


naya menggelengkan kepala nya...


" tidak tuan...saya masih mau di sini." ucap naya.


" tapi ini sudah sore..." ucap sean.


" kasihan yolanda di sini sendirian." ucap polos naya.


" sayang...yolanda sudah tenang di sana.kapan kapan kita bisa ke sini lagi." ucap sean.


" aku tidak mau kamu kelelahan,kasihan anak kita." ucap sean mencoba membujuk naya agar mau di ajak pulang.


sejenak naya diam...


" besok kita ke sini lagi ya .." ucap naya.


sean mengangguk....


akhir nya setelah berhasil di bujuk oleh sean naya mau juga di ajak pulang.


kini mereka ada di dalam mobil untuk kembali ke mansion.


" tuan....bagaimana tuan bisa bertemu dengan yolanda.???" tanya naya.


" sebenar nya leo yang menemukan yolanda." ucap sean.


" benar kah itu sekertaris leo...???" tanya naya kepada leo.


" iya nona...." ucap leo.


" tapi bagaimana bisa...???" tanya naya lagi.


" sebenar nya diam diam saya menyuruh seorang detektif untuk mencari informasi mengenai wanita yang ada di dalam video itu karena saya sangat yakin wanita dalam video itu bukan lah nona." ucap leo.


" di mana kamu bertemu dengan yolanda.???" tanya naya.


" di club malam..." ucap leo.


" club malam...apa yang di lakukan yolanda di tempat seperti itu."??? tanya naya.


" dia seorang wanita penghibur...." ucap leo.


" apa maksud mu..." ??? tanya naya.


" maaf nona...." ucap leo.


" katakan sekertaris leo...apa maksud nya wanita penghibur.???" tanya leo.


" sayang sudah lah...." ucap sean mencoba menghentikan pembicaraan naya dan leo.


" tidak tuan....saya ingin tahu tentang yolanda."??? ucap naya.


" besok kan kamu bisa tanya tanya lagi." ucap sean.


" ayah ibu sudah meninggalkan saya dan sekarang yolanda.kenapa tuhan mengambil semua keluarga saya." ucap naya sedih.


" sekarang saya sendiri..." ucap naya menangis.


" hei....kan masih ada aku." ucap sean.


naya menatap sean...


" saya harap tuan juga tidak akan pernah meninggal kan saya apa pun yang terjadi." ucap naya.


" aku akan selalu ada di samping mu sampai kapan pun." ucap sean.


naya tersenyum mendengar apa yang di katakan sean.


" benar kah..????" tanya naya.


" apa kamu tidak percaya pada ku..????" tanya sean.


" saya percaya...tuan" ucap naya.


" oh ya.....sekertaris leo kemana tika kenapa ia tidak ikut."???? tanya naya kepada leo.


" tika sedang tidak enak badan nona...." ucap leo.


" saya mau menjenguk tika tuan." ucap naya.


" lagi pula saya kan belum pernah ke rumah sekertaris leo." ucap naya.

__ADS_1


" boleh ya sebentar saja...." ucap naya memohon.


sean tidak tega melihat wajah istri nya yang memohon.


" apa kamu tidak capek..????" tanya sean.


" tidak...." ucap naya spontan.


" tapi anak kita....??? ucap sean.


"dia anak yang kuat tuan...." ucap naya.


" boleh ya...." ucap naya lagi.


" baik lah.. " ucap sean.


" terima kasih." ucap naya tersenyum manis.


naya menatap ke arah sean yang sedang melihat ke luar jendela dengan perasaan senang tiba tiba naya menggenggam jari jemari sean dan menyandarkan kepala nya di bahu sean.


sean menoleh dan tersenyum....


setelah 20 menit kini mereka tiba di apartemen leo.


" kita sudah sampai tuan..." ucap leo.


leo langsung turun dari mobil dan membuka kan pintu untuk tuan dan nona nya.


mereka berjalan beriringan menuju apartemen leo yang berada di lantai 20 dengan menggunakan lift.


sesampai nya di apartemen milik nya leo membuka kan pintu dan mempersilah kan tuan dan nona nya masuk.


" silah kan duduk tuan nona saya akan panggil kan tika." ucap leo.


sean duduk di sofa sedangkan naya melihat lihat di sekeliling apartemen leo.


" sayang duduk lah...." ucap sean kepada naya .


" tuan...lihat lah." ucap naya menunjuk keluar jendela.


" ada apa..." ucap sean.


" kemarilah." ucap naya.


sean langsung bangun dari duduk nya dan menghampiri naya.


" kita dapat melihat seluruh kota dari sini." ucap naya takjub tapi bagi sean itu adalah hal yang biasa.


" hmmm...." ucap naya tetap fokus melihat ke luar jendela.


" kalau begitu besok kita akan tinggal di apartemen supaya kamu bisa melihat pemandangan seperti itu setiap hari." ucap sean sambil duduk kembali di sofa.


" ishh....tuan apaan sih." ucap naya mengikuti sean duduk di sofa.


" memang nya kenapa kamu suka kan." ucap sean.


" tapi tidak semua yang saya suka tuan harus mewujud kan nya." ucap naya.


"dengar kan aku..." ucap sean menangkup ke dua pipi naya.


" apa pun yang kamu suka dan selama itu membuat kamu bahagia aku akan mewujud kan nya." ucap sean serius.


" tuan..." ucap naya lirih.


naya merasa terharu dengan ucapan sean.


" aku akan selalu membuat mu bahagia." ucap sean.


tanpa terasa air mata naya menetes.


" sayang...kenapa kamu menangis apa ada yang salah dengan kata kata ku." ucap sean panik melihat naya menangis.


naya menggeleng kan kepalanya sambil memegang tangan sean lalu mencium nya.


" saya menangis karena bahagia." ucap naya.


" terima kasih tuan sudah begitu baik kepada saya." ucap naya.


" aku suami mu dan kamu adalah hidup ku apapun akan aku lakukan untuk kebahagian mu dan anak kita." ucap sean sambil memegang perut naya.


karena merasa bahagia tiba tiba naya mencium pipi sean dan langsung menghambur ke pelukan sean.


" naya....." ucap tika.


naya melepas pelukan nya saat mendengar tika memanggil nya.


" tika....apa kamu baik baik saja.sekertaris leo bilang kamu sakit makan nya aku ke sini." ucap naya menghampiri tika dan memeluk nya.


" aku baik baik saja hanya masuk angin biasa." ucap tika.

__ADS_1


" kamu tidak perlu repot repot ke sini." ucap tika.


"aku kan khawatir." ucap naya.


tika tersenyum mendengar ucapan naya.


" kamu sudah minum obat belum."???? tanya naya.


" sudah tadi pagi." ucap tika.


" kalau sekarang...?????" tanya naya.


" belum..." ucap tika.


" kamu sudah makan...???? tanya tika.


tika menggelengkan kepalanya....


" kalau begitu aku akan membuat kan mu bubur." ucap naya bangun dari duduk nya.


"tidak perlu nona." ucap leo.


" sayang duduklah saja di sini." ucap sean sambil menepuk sofa kosong di sebelah nya.


" tapi...." ucap naya.


"saya akan membeli bubur di luar saja nona." ucap leo.


" sebaik nya kamu juga makan dari tadi siang kamu kan belum makan." ucap sean.


" beli kan makanan juga untuk istri ku." !!!! titah sean kepada leo.


" baik tuan.." ucap leo berjalan menuju pintu tapi tiba tiba langkah nya terhenti.


" tapi tuan...makanan apa yang harus saya beli untuk nona." ???? tanya leo.


"' sayang...kamu mau makan apa.???" tanya sean kepada naya.


" sea food." ucap naya.


setelah tahu makanan apa yang di ingin kan nona nya leo langsung pergi.


" seperti nya tuan cape.. ..."??? tanya naya kepada sean yang tampak sedang memijit kening nya .


"tuan bisa beristirahat di kamar yang itu." ucap tika menunjuk kamar yang ada di samping kamar nya.


" tuan tidur lah sebentar" ucap naya.


" saya akan menemani tika di sini." ucap naya.


" baik lah." ucap sean.


" mari saya antar ke kamar." ucap naya.


" tik...tunggu sebentar ya." ucap naya.


naya mengantar sean ke kamar..


" sebaik nya jas nya di buka saja tuan." ucap naya membantu sean melepas jas nya.


" tuan beristirahat lah nanti kalau leo sudah datang saya akan membangun kan tuan." ucap naya.


sean merebah kan tubuh nya di atas tempat tidur.


" saya keluar dulu ya tuan...." ucap naya.


" tunggu...." ucap sean memegang tangan naya.


" ada apa....apa tuan butuh sesuatu.???" tanya naya.


" beri aku satu ciuman.!!!! ucap sean.


mata naya melotot kaget dan pipi nya tiba tiba memerah....


" satu kali saja.." ucap sean.


naya merasa malu tapi ia juga merasa kasihan kepada suami nya.mungkin sean sangat merindukan ciuman diri nya yang sudah 6 bulan ini tidak pernah ia dapat kan.


perlahan naya mendekati sean jantung nya berdetak sangat kencang.naya dengan pelan mulai mendekat kan wajah nya mata mereka saling bertemu.kini jarak bibir mereka hanya beberapa centi saja.sean sudah tidak sabar dengan tiba tiba sean menarik tengkuk leher naya dan langsung menyambar bibir naya dengan sangat rakus.perlahan tapi pasti sean mulai ******* dengan sangat lembut bibir istri nya yang sudah lama sangat ia rindukan.


naya juga sangat menikmati ciuman sean yang juga sangat ia rindukan.


perlahan sean melepas kan ciuman nya dan membelai lembut bibir naya.


" terima kasih." ucap sean.


naya tersenyum...


" saya keluar dulu ya..." ucap naya lalu berjalan menuju pintu sambil mengusap bibir nya dan tersenyum malu.

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2