
naya sudah terbiasa tidur sambil memeluk sean,dan saat ini sean tidak ada sehingga mau dipaksa bagaimanapun naya tetap tidak bisa memejamkan matanya.naya berguling ke kanan berguling ke kiri hanya itu yang di lakukannya.
bolak balik melihat jam di dinding melihat pintu berharap sean muncul.
" leo....cepatlah kenapa dari tadi belum sampai juga,kamu sengaja ya memperlambat laju mobilnya." ucap sean emosi.
" tuan lihatlah kecepatan kita sudah maksimal..." ucap leo.
leo lama lama di buat pusing oleh tuannya yang sedang bucin.
" kenapa aku sangat merindukan naya...??? batin sean frustasi sambil menggoyang goyangkan dasinya.
leo tahu betul apa yang membuat tuannya dari tadi ngomel terus.
setelah melakukan perjalanan jauh akhirnya sampai juga sean di mansion...
sean langsung turun dari mobil.
"sudah sana pulanglah.dan ingat besok kamu boleh libur 1 hari.." ucap sean.
" baik tuan...terima kasih dan selamat malam." ucap leo.dan tanpa menunggu lama lagi leo langsung tancap gas.
sean sudah tidak sabar ingin segera menemui istri kecilnya naya.
di kamar naya benar benar di buat gelisah..
" klekkkk..." suara pintu terbuka.
naya langsung bangun saat mendengar pintu di buka.dan benar saja ternyata itu sean.
dengan cepat naya langsung berlari berhambur ke dalam pelukan sean.
sean melempar tas dan jasnya ke sembarang tempat.ia pun membalas pelukan hangat dari naya.karena sejujurnya ia juga sangat merindukan istrinya itu.
" tuan kenapa lama...aku tidak bisa tidur kalau tidak ada di tuan di sini." ucap naya manja.
" benarkah..." ucap sean dengan menaikan sebelah alisnya.
naya mengangguk masih memeluk sean.
sean melepaskan pelukanya.di tatapnya wajah naya dalam.di belainya pipi dan bibirnya naya.hanya dalam hitungan detik saja sean langsung mencium naya.
ciuman yang lama kelamaan semakin dalam.dengan nafas yang memburu sean menggigit bibir naya agar terbuka dan benar saja saat mulut naya terbuka langsung saja lidah sean masuk dan menjelajah ke dalam mulut naya.nafas keduanya sudah memburu di penuhi dengan gairah yang tak tertahankan lagi.
sean menggiring naya ke arah tempat tidur tanpa melepas ciumannya.di baringkan naya pelan dan masih terus ******* lembut bibir naya dengan lembut.
naya yang sudah bisa mengimbangi ciuman sean pun sangat menikmati ciuman itu.
sekarang mereka sudah ada di tempat tidur dengan posisi sean ada di atas tubuh naya.sean menatap naya penuh gairah.dan tatapannya turun pada baju naya.perlahan tangan sean berusaha membuka kancing baju naya dan kembali mencium bibir naya.
tapi tiba tiba naya mencekal tangan sean.sean pun terkejut dan menatap naya.
" apa kamu masih belum siap juga..." tanya sean.
__ADS_1
naya hanya diam tak berani menatap mata sean.
dengan diamnya naya sean tahu kalau naya memang belum siap untuk memberikan haknya.
" baiklah...aku tidak akan memaksamu.." ucap sean membelai kepala naya.
bagaimana pun juga sean hanya ingin melakukannya di saat mereka berdua menginginkannya dan naya dengan suka rela memberi mahkotanya untuk sean.sean tidak ingin menyakiti naya.
sean bangun dan hendak turun dari tempat tidur.
tapi tiba tiba naya memegang tangannya..
di tatapnya wajah lelah sean,naya begitu sangat merasa bersalah pada sean karena terus menolaknya.
" tuan sean begitu sabar menghadapi ku..." batin naya.
" maafkan saya tuan...." ucap naya tiba tiba menangis.
" hei...sayang kenapa menangis aku tidak apa apa kok." ucap sean panik karena naya tiba tiba menangis.
naya mengelengkan kepalanya....
" sebenarnya...???? ucap naya diam tidak meneruskan kata katanya lagi.
sean merasa heran sebenarnya apa yang di sembunyikan naya sehingga naya selalu menolaknya.
" ada apa...apa ada yang ingin kamu katakan" ucap sean.
naya mengangguk...
saya malu pada tuan.." ucap naya di sela tangisnya.
sean menjadi bingung apa maksud naya berkata seperti itu.
" kenapa kamu malu...dan takut kalau aku akan kecewa.." tanya sean penuh tanda tanya.
masih menunduk naya perlahan membuka bajunya.dan alangkah terkejutnya sean saat baju naya sudah terbuka ia melihat begitu banyak bekas luka di tubuh naya.di bahunya di punggungnya semua di penuhi dengan bekas luka.
luka itu seperti luka bekas cambukan.dan tiba tiba mata sean tertuju pada luka gigitan di bagian atas dada naya.
" sayang sebenar nya apa yang terjadi," ucap sean menangkup kedua pipi naya.
naya menatap wajah sean .apa ia harus menceritakan yang sebenarnya dan dari mana luka luka itu ia dapatkan.dan membuka lagi luka masa lalu yang membuat naya tersiksa jika mengingatnya.
naya masih diam dalam bingungnya..
" sebenarnya..." ???? naya mulai bicara.
ditatapnya lagi wajah sean...
sean mengangguk pertanda ia siap mendengarkan semuanya.
" dulu waktu usia saya 15 tahun tante mira pernah menjualku kepada seorang germo yang sangat kejam.tante mira terjerat hutang yang sangat banyak.bahkan meskipun kami menjual rumahpun tidak akan cukup untuk membayar semua hutang hutangnya.
__ADS_1
sehingga jalan satu satu nya hanya saya.dengan teganya tante mira mengirim saya pada seorang germo untuk melayani nafsu bejatnya." ucap naya.
naya bercerita dengan air mata yang terus mengalir...merasa sangat berat mengingat semua kejadian itu.
sean merasakan sesak di dadanya mendengar kisah naya dan betapa berat hidup yang di jalaninya.
seandainya ia di pertemukan lebih awal dengan naya mungkin penderitaan itu tidak perlu naya alami.
meskipun berat naya terus melanjutkan ceritanya..
"2 hari saya di sekap di kamar yang kosong,germo itu memaksa saya untuk melayaninya tapi saya menolaknya.germo itu marah lalu menyiksa saya dengan mencabuk tubuh saya secara membabi buta.bahkan selama di sekap saya tidak di beri makan dan minum.hingga di malam kedua germo itu datang lagi dan dengan teganya ia memukuli saya sampai saya tidak berdaya.dan saat itulah ia mulai merobek baju saya.dan luka gigitan ini adalah ulahnya..." ucap naya di sela tangisnya.
" ia memaksa saya untuk melayaninya.tapi
tiba tiba entah dari mana saya merasa tubuh saya mendapat sebuah kekuatan.saya mendorong tubuh germo itu,memukulnya dan saya menerobos pintu yang tidak ada penjaganya.akhirnya saya berhasil melarikan diri." ucap naya sambil menatap sean.
" waktu itu saya tidak tahu harus kemana jadi dengan terpaksa saya pulang lagi kerumah.
tante mira bilang kalau ia menyesali perbuatannya.dan dengan bodohnya lagi saya percaya dengan kata kata manisnya itu.
setelah satu minggu tante mira mengulangi lagi perbuatannya dengan memaksa saya untuk menikah dengan seorang rentenir yang sudah punya 3 istri.beruntung saja waktu itu umur saya belun cukup jadi pernikahan itu gagal." ucap naya lagi.
" saya selalu menolak tuan karena saya merasa diri saya ini kotor dan tidak pantas untuk tuan.
saya takut tuan akan jijik kepada saya karena tubuh saya di penuhi dengan bekas luka.
"sa...saya belum siap seandainya tuan membuang saya ,saya tidak bisa hidup tanpa tuan." ucap naya terbata bata di sela tangisnya.
"ini semua berat bagi saya tuan..." ucap naya menutup wajahnya dan menangis lebih keras.
sean benar benar tidak menyangka kehidupan macam apa yang telah dilalui naya dulu.benar yang dikatakan mamah nya waktu itu.naya tidak seberuntung dirinya yang hidup bergelimang kebahagiaan dan sekarang saatnya lah ia berbagi kebahagiaan pada istrinya yang malang ini.
sean meraup naya ke dalam pelukannya mencoba memberi kehangatan.
naya menangis lebih keras dalam pelukan sean.
" menangislah sayang....keluarkan semua beban di hati mu aku ada di sini untukmu." ucap sean.
naya mendongak menatap sean..
" tu...tuan tidak akan membuang saya kan,tuan tidak jijik dengan tubuh saya kan,saya takut tuan akan mencari wanita lain yang lebih sempurna dan punya tubuh yang indah,tidak seperti saya " ucap naya dengan tangisnya yang tidak bisa berhenti.
sean diam dan menarik naya dalam pelukannya lagi.ia dapat merasakan tubuh naya yang bergetar karena memang berat harus membuka kembali luka yang selama ini naya simpan jauh di hatinya.
"saya sangat mencintai tuan..entah apa jadinya saya tanpa tuan.." ucap naya di sela tangisnya.
sean sangat bahagia mendapatkan cinta yang begitu besar dari kanaya.
sean juga sangat bersyukur di pertemukan dengan kanaya.ia yakin naya adalah istri yang terbaik yang tuhan kirim untuknya.
cinta yang tadinya berawal dari sebuah kebencian,kini dengan kesabaran kanaya kebencian itu berubah menjadi cinta yang begitu indah.
dari awal perjalanan cinta kanaya.naya selalu yakin bahwa cinta yang tulus dapat mengalahkan kokohnya tembok pembatas antara cinta dan kebencian.walau itu tidak mudah dan menguras hati dan air mata naya terus melangkah tanpa henti untuk mendapatkan cinta seorang **sean arya wiguna.
__ADS_1
bersambung**......