
Di pemakaman sean masih terlihat sangat kehilangan sang mama.sean terus memandang batu nisan yang tertuliskan Indah wiguna..satu satunya keluarga yang di milikinya.
" tante..... sekarang naya benar benar sendiri , hanya tante tempat naya berlindung.kenapa pertemuan kita begitu singkat...dan kenapa tante ingin naya menikah dengan tuan sean.." batin naya yang masih terduduk di tanah makam tante indah.
sean berlalu begitu saja tanpa menghiraukan adanya naya di sana..
naya hanya bisa menatap punggung sean yang terus menjauh.
" tuhan apakah aku akan bahagia atau sebaliknya jika aku menikah dengannya." terus menatap sean yang akan memasuki mobilnya.
" aku harus kemana..." tanya naya pada dirinya sendiri.
" mari nona...." ucap sekertaris leo mengagetkan kanaya..
" tuan leo....." naya kaget
" mari...." leo mempersilahkan naya untuk segera naik kemobil.
" saya mau di bawa kemana tuan....." tanya naya penasaran." tentu saja ke kediaman tuan sean.
" degh......jantung naya tiba tiba berdetak kencang....
" sebaiknya tuan antar saya ke kostan teman saya saja....." ucap naya
" apa nona lupa kalau nona adalah calon istri dari tuan sean arya wiguna"... jelas leo
" calon istri...." batin naya.
sesampainya di mansion keluarga wiguna naya benar benar di buat takjub dengan mansion yang sekarang ada di hadapannya.
" apa ini.. rumah atau istana.." ceplos naya
leo yang mendengar ucapan naya pun hanya tersenyum kecil.
" apakah pantas gadis miskin seperti ku menjadi nyonya di istana ini." batin naya.
" mari nona silahkan masuk..." ajak leo kepada naya.
perlahan kaki naya melangkah memandang sekeliling mansion tengok kanan tengok kiri tidak henti hentinya naya takjub akan seluruh sudut ruang mansion keluarga wiguna.
leo membawa naya keruang kerja sean.
" nona sebaiknya tunggu dulu di luar...." perintah leo..
" tok...tok....tok...
leo lalu masuk ke ruang kerja sean.
" tuan saya sudah membawa nona kanaya ke mansion..."
sean sama sekali tidak merespon apa yang di katakan leo..se akan dia tidak perduli dengan kanaya.
" siapkan pernikahan sekarang juga...." perintah sean
" baik tuan..... " ucap leo
" kanaya......hidup mati mu ada di tanganku..kamu akan mendapat balasan ku atas kematian mamahku..."batin sean dengan amarah yang menakutkan.
ketika keluar dari ruangan kerjanya sean terkejut karena ada naya di sana.
__ADS_1
perlahan sean maju mendekati kanaya bahkan jarak di antara mereka sangat deket sehingga dapat melihat jelas di mata sean hanya ada kebencian,kemarahan,dan balas dendam.
" bughhh....." sean memukul tembok dengan keras membuat naya terkejut.lalu meninggalkan naya begitu saja tanpa peduli bagaimana perasaannya.
seketika tubuh naya luruh kelantai terduduk lemas....
" pernikahan macam apa yang akan aku jalani ini tuhan..." tangis kanaya pecah
penghulu dan 2 orang saksi sudah di hadirkan oleh leo...
kedua mempelai pun sudah siap di depan penghulu..jangan kan pesta bahkan naya masih memakai baju yang kemarin.
nampak para pelayan yang hanya bisa mengintip dari balik tembok heran peenikahan macam apa ini,tidak ada pesta tidak ada gaun pengantin....padahal tuan sean adalah orang terkaya dan berkuasa di kota **A.
" sah**......." kata sang penguhulu.
dengan gemetar naya memegang tangan sean untuk menciumnya tapi dengan cepat sean menepisnya seakan jijik kepada naya.
setelah semuanya pergi sekarang hanya ada sean dan kanaya...hening keduanya tanpa ada yang bersuara.
" jangan harap dengan menjadi istriku kamu akan bahagia" ucap sean sinis tanpa menoleh kapada naya.
" aku sadar diri tuan siapalah aku ini..." batin naya sambil memegang dadanya.....
" pelayaaan....." panggil sean.
semua pelayan segera berkumpul menghadap sang majikan sebelum majikan mengulang kata katanya.
" bawa wanita ini ke kamarnya....dia sama dengan kalian,jadi kalian semua pasti tahu di mana kamar yang pantas untuknya.
semua pelayan terkejut hanya saling pandang.
" mari nona....." ajak pelayan yang bernama mia.
" panggil saja saya naya.....saya sama seperti kalian.. "ucap naya
" tapi..... non...!!!
" sudahlah....ayo di mana kamar saya.." ajak naya ke pada mia.
" maaf non...eh naya hanya ada kamar ini yang kosong." ucap mia
naya membuka pintu perlahan kamar yang kecil tapi bersih hanya ada 1 kasur tipis dan lemari baju dari kayu yang sudah cukup usang.naya masuk lalu duduk di atas kasur yang tipis menghela nafas pelan.
" yah...ini lebih baik dari pada aku harus merepotkan tika..." batin naya
" naya.....bolehkah aku bertanya sesuatu.." tanya mia.
" hmm...." jawab naya mengangguk
" bukankah kamu itu istrinya tuan sean,tapi kenapa tuan sean bersikap seperti ini kepada mu.."tanya mia
" sebenarnya kami di jodohkan...sebelum meninggal tante indah meminta kami menikah,aku juga tidak tahu apa maksud tante indah sebenarnya..tuan sean sangat membenci ku karena ia pikir akulah penyebab kecelakaan tante indah.." jawab naya datar
pagi hari nya naya segera bangun lebih awal seperti pelayan yang lainnya...
mencoba untuk membantu memasak di dapur...
di dapur hanya ada mia karena memanh mia lah juru masak di keluarga wiguna.sedangkan pelayan yang lainnya sudah mendapat tugas masing masing.
" bolehkah aku membantumu mia...." tanya naya
__ADS_1
" apa kamu bisa memasak.." tanya mia.
naya hanya menganguk sekilas.
" apa makanan yang di sukai tuan sean" tanya naya.
" tuan sangat suka sekali sayur sop pakai tulang iga...menu itu harus ada setiap hari..." jelas mia.
" benarkah...biar aku yang masak ya...." pinta naya
" aku akan mencoba menjadi istri yang baik ,walau tuan sean tidak akan pernah menganggap ku siapa siapa nya..." batin naya
" hei...kenapa malah melamun.." tanya mia mengagetkan naya yang sedang melamun.
mereka berdua sibuk untuk menyiapkan hidangan sarapan pagi..tuan sean.
sean baru keluar dari kamarnya memakai setelan jas yang sangat rapih untuk berangkat kekantor..berjalan menuruni tangga.
sean tidak sadar kalau naya sedang memperhatikannya dari dapur.
" ya tuhan sungguh sempurna ciptaanmu..seandainya kita menikah karena cinta aku pasti sangat beruntung menjadi istri mu tuan." batin naya tak terasa air matanya menetes..
" nay....apa kamu baik baik saja..." tanya mia
naya segera menghapus air matanya agar mia tidak memergokinya ia sedang menangis.
sean segera duduk di meja makan untuk memulai sarapannya...
naya ingin belajar menjadi istri yang baik menyiapkan makanan mengambilkan nasi dan sayur untuk sean..
" brukkkk......" tiba tiba sean menggebrak meja dengan keras lalu bangun dari duduknya menatap naya dengan tatapan penuh amarah..
" apa yang kamu lakukan di sini hah,......' tanya sean dengan mencengkram tangan naya dengan sangat keras ...
" s...sakit tuan...saya hanya ingin menyiap kan sarapan untuk tuan.. " ucap naya dengan menahan sakit di tangannya karena sean mencengkeamnya sangat keras.
" prannnnngggg......" sean membuang semua makanan yang ada di atas meja.menghempaskan tubuh naya kelantai
" makan itu,......" perintah sean menunjuk makanan yang sudah berceceran di lantai..
sontak membuat naya terkejut..
" kenapa diam saja apa aku harus memaksa mu.."
sean langsung berjongkok mengambil makanan yang ada di lantai dengan tangannya,menarik rambut naya dengan kasar dan mulai menyuapkan makanan itu ke mulut naya dengan paksa...terus dan terus sampai mulut naya di penuhi dengan makanan..
yah......sakit tapi bukan sakit karena rambut yang di tarik kasar,tapi hati yang sakit karena perlakuan sean yang benar banar naya tidak sangka.air mata pun sudah tak bisa tertahan lagi naya mencoba menelan makanan yang terus menenerus sean suapkan kemulut naya dengan paksa...
" aku tidak akan kasihan hanya dengan melihat air matamu." ucap sean menghempaskan kepala naya kasar.
para pelayan yang menyaksikanya pun kasihan tapi tidak bisa berbuat apa apa.
bersambung...
sean arya wiguna
kanaya
__ADS_1