
setelah beberapa saat naya sudah merasa tenang.
" aku akan mengambilkan air minum agar kamu lebih tenang." ucap sean beranjak dari tempat tidur.
naya memandang sean yang berjalan menuju pintu.naya merasa bahagia karena sean begitu sabar dan menyayanginya.
" minumlah..." ucap sean menyodorkan segelas air minum.
" tidurlah ini sudah malam..." perintah sean sambil mencium kening naya.
naya heran apakah sean sudah tidak ingin melakukannya sehingga menyuruh dirinya tidur.di tatapnya sean yang hendak berbaring.
naya pun ikut berbaring.naya tidur memunggungi sean dan terkejut saat sean memeluknya.
yang lebih terkejutnya lagi naya dapat merasakan ada sesuatu yang menusuknya dari belakang dan naya yakin itu adalah senjata sean yang sedang menegang.tapi demi naya sean menahan hasratnya yang ingin segera melakukan pelampiasan.
" apakah ini saatnya aku menyerahkan kesucian ku.kasihan tuan sean..." batin naya.
naya berbalik dan menatap wajah sean.
sean pun ikut menatap naya.
" tuan...." ucap naya menyentuh wajah sean.
" lakukanlah....saya siap." ucap naya dengan jantung yang berdetak kencang.
sean mengernyitkan alisnya mendengar apa yang di ucapkan naya.
" benarkah...sayang" ucap sean.
tanpa menunggu lama lagi sean langsung mencium dan ******* bibir naya dengan rakusnya.kini posisi sean ada di atas tubuh naya tangan seanpun tidak tinggal diam.di rabanya seluruh tubuh naya.
sean sangat senang mendengar ******* naya.hal itu membuat hasratnya bertambah kuat.
sean melepas semua bajunya dan ia pun melepas baju naya.tampak pipi naya memerah karena malu.
sean tersenyum melihat naya yang malu malu.
" apa kamu malu padaku..." ucap sean.
naya mengangguk....
kini tubuh mereka sudah polos.sean memulai lagi permainannya
" akh...akh...akh..." terdengar ******* naya yang sangat indah.
ciuman sean mulai turun ke bawah bagian perut.
terdengar ******* naya.
" tuan....saya sudah tidak tahan lagi." ucap naya.
akhirnya sean pun melakukan penyatuan kepada naya.
" tuan....sakit." bisik naya di telinga sean.
naya pun mencengkram punggung sean dengan keras mungkin sampai meninggalkan bekas.
" tahan sayang...aku akan melakukannya dengan pelan." ucap sean.
sean benar benar melakukannya dengan pelan dan penuh cinta sehingga lama lama naya tidak merasakan sakit tapi merasakan kenikmatan yang tiada tara.
setelah sampai klimaksnya seanpun ambruk di samping naya.mereka berdua akhirnya telah melakukan penyatuan yang membuat mereka lelah dengan nafas yang tersengal dan keringat yang bercucuran.
"terima kasih sayang...." ucap sean memeluk dan mencium kening naya.
karena kelelahan mereka pun tidur dengan posisi berpelukan.
***** di apartemen leo*****
leo terkejut saat pulang ke apartemen ia mendapati tika yang sedang tidur dengan posisi duduk di depan pintu apartemennya.
" ini bocah....kenapa ada di sini." ucap leo
leo membangunkan tika dengan menunjuk nunjuk bahunya,seolah ia jijik jika menyentuh tika.
" hei...bocah bangun" ucap leo.
tika pun bangun dan terkejut melihat leo sudah ada di hadapannya.
" apa yang kamu lakukan di sini.." ucap leo.
" aku menunggu mu,kenapa lama sekali sih pulangnya.aku kan kedinginan tidur diluar." ucap tika marah.
" lagian siapa yang menyuruhmu tidur di depan pintu apartemen orang." ucap leo.
" ya sudah cepat buka pintunya..." ucap tika.
__ADS_1
" hei....kenapa kamu menyuruhku" ucap leo.
" sudah sana pergi dari sini..." ucap leo mengusir tika.
" aku kan mau masuk kenapa kamu malah mengusirku. " ucap tika.
" masuk kemana maksud kamu.." tanya leo.
" ya kedalam ke mana lagi.mulai sekarang aku kan ngekost di sini.." ucap tika tersenyum.
" sejak kapan aku ngizinin kamu ngekos di sini.." ucap leo.
" sudah sana pergi..." ucap leo sambil mendorong tubuh tika untuk segera pergi.
leo membuka pintu apartemen.ketika pintu terbuka tika langsung nyelonong masuk
ke dalam apartemen leo pun terkejut.
" hei....apa apaan kamu,cepat keluar dari sini.." ucap leo marah dan menarik tangan tika.
" sekertaris leo aku mohon jangan usir aku dari sini.aku tidak tahu harus kemana.." ucap tika dengan melipat kedua tangannya memohon.
" itu bukan urusanku..." ucap leo.
" dasar laki laki tidak punya hati kamu..." ucap tika.
" apa kamu bilang..." ucap leo mulai kesal.
" laki laki tidak punya hati...kenapa emang benarkan.mana ada sih laki laki yang biarin gadis cantik seperti aku ini malam malam tidur di jalanan.." ucap tika.
" cantik apanya...." ucap leo.
" kamu kan bisa cari kostan..." ucap leo.
" aku tidak punya uang..." ucap tika
" baiklah aku akan memberi mu uang." ucap leo menyodorkan beberapa lembar uang.
" tidak....aku tidak mau pake uang kamu.lagi pula aku mau cari kost di mana malam malam begini." ucap tika.
leo diam sejenak.ini memang sudah sangat malam.
" hah....menyusahkan saja sih kamu" ucap leo mulai frustasi.
" begini saja...nanti kalau sudah gajian aku akan cari kost sendiri.jadi untuk sementara aku boleh ya...tinggal di sini" ucap naya dengan memelas.
" please....." ucap tika memohon.
" terserah kamu...." ucap leo pusing kalau harus berdebat terus dengan tika.
" yes..." ucap tika senang.
leo merasa sangat lelah,ia ingin segera mengistirahatkan tubuhnya.ia pun segera memasuki kamarnya.
" hei...kenapa kamu mengikutiku" ucap leo marah saat tika juga ikut masuk ke kamarnya.
" ya tidurlah masa mau main catur." ucap tika nyeleneh.
" ya ampun ni bocah..." ucap leo dengan emosi yang mulai terpancing.
"'kamu tidurnya di kamar sebelah bukan di sini,ini kamarku ." ucap leo kesal.
leo mendorong tubuh tika untuk keluar dari kamarnya dan dengan segera leo pun menutup pintu dan menguncinya.
" dosa apa aku ini,harus berurusan dengan bocah tengil itu.." ucap leo kesal di dalam kamarnya.
karena lelah yang sangat berat leo pun akhirnya tertidur.
berbeda dengan leo yang sudah menjelajah ke alam mimpi tika malah sibuk mencari cari makanan di dapur.karena dari sore tika memang belum makan.
" duh....lapar banget nih..mana tidak ada makanan apapun di sini." ucap tika mengeluh sambil memegang perutnya.
karena tidak menemukan makanan apapun akhirnya tika masuk lagi ke kamarnya, ia mencoba untuk tidur agar pagi segera datang.
" kriukk....kriukk..." suara cacing diperut tika terus berteriak.
" hei....perut diamlah." oceh tika.
karena tidak tahan lagi terpaksa tika harus membangunkan leo.
" tok...tok...tok..." tika mengetuk pintu kamar leo.
" sekertaris leo...." ucap tika memanggil leo.
leo tidak juga keluar dari kamarnya.
tika pun mulai berteriak memanggil leo.
__ADS_1
" sekertaris leooo...." teriak tika.
karena merasa terganggu dengan ulah tika leo pun bangun dari tidurnya.
" hei.... bocah apa apaan sih kamu malam malam teriak teriak,aku mau tidur" ucap leo kesal.
" aku lapar tidak ada makanan apapun di dapur.." ucap tika sambil memegangi perutnya.
" apaaa...kamu membangunkan malam malam begini hanya karena kamu lapar.." ucap leo emosi.
" iya...." ucap tika tersenyum.
leo langsung masuk lagi ke kamarnya tapi tika mencekal tangan leo.
" please...." ucap tika memohon.
" mau cari makan di mana ini sudah sangat malam.." ucap leo.
sejenak tika berfikir.........?????
" aku tahu....ayo" ucap tika menarik tangan leo.
mereka berjalan menuju garasi di sana tika melihat ada motor sport milik leo.
" kalau naik motor aku bisa tuh peluk peluk sekertaris leo,romantisnya" batin tika mengkhayal.
saat leo akan masuk mobil tika mencegahnya.
" sekertaris leo kita naik motor aja ya biar cepat.." ucap tika modus.
" tidak...ini sudah malam udaranya dingin" ucap leo menolak.
" aku akan mengambilkan jaket mu,tunggu di sini." ucap tika langsung berlari untuk mengambilkan jaket untuk leo.
" hah....ini bocah " gerutu leo.
" ini...." ucap tika memberikan jaket untuk leo.
leo menaiki motornya begitu pun tika langsung naik di belakang leo.
" hei.....kenapa kamu memelukku" ucap leo terkejut karena tiba tiba tika memeluknya dengan sangat erat.
" aku tidak memelukmu tapi pegangan aku kan takut jatuh." ucap tika berdalih.
" itu alasan kamu aja kan.cepat lepaskan tanganmu." ucap leo mulai emosi.
" tidak...aku takut jatuh." ucap tika tidak mau kalah dari leo.
karena tidak mau berdebat lama akhirnya leo membiarkan tika memeluknya.
leo menjalankan motornya.menerjang dinginnya angin malam hanya untuk mencari makanan.
" hangatnya punggung sekertaris leo...aku jadi semakin cinta." batin tika senyum senyum sendiri.
" hei...di mana tempatnya"???? tanya leo.
" di sana sebentar lagi" jawab tika.
setelah 15 menit perjalanan akhirnya mereka sampai disebuah warung kecil di pinggir jalan yang menjual mie ayam.
" apa kamu tidak salah mau makan di sini" ucap leo heran.mungkin bagi leo ini bukan hal yang biasa.
" memangnya kenapa di sini mie ayamnya enak banget lho." ucap tika menarik tangan tangan leo untuk masuk ke dalam warung.
" mang.....mie ayam komplitnya dua ya.." ucap tika kepada sang penjual.
" baik...neng" jawab sang penjualnya.
" aku tidak mau makan..." ucap leo.
" kenapa....kamu pasti belum pernah makan di tempat seperti ini ya.makannya sekali kali kamu harus nyobain makan makanan orang kalangan bawah." ucap tika.
2 porsi mie ayam komplit sudah ada di hadapan mereka.tanpa menunggu lama lagi tika langsung melahap mei tersebut karena dirinya sudah sangat kelaparan.leo yang melihatnya sangat heran melihat cara makan tika seperti orang kesurupan.
" hei...makan tu pelan pelan." ucap leo.
" aku lapar sekali...." ucap tika dengan mulut penuh dengan mie.
leo hanya memandangi saja mie yang ada di hadapannya.karena baru kali ini ia makan makanan seperti ini.
**bersambung.....
leo**
tika
__ADS_1