Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps 47 tante mira sakit


__ADS_3

roda kehidupan memang benar selalu berputar.pertukaran nasib kehidupan setiap orang memang tidak bisa manusia pungkiri jika memang tuhan telah berkehendak.


kesalahan ataupun kebaikan pasti juga akan ada balasannya.seperti halnya yang terjadi kini pada mira dan dina.


kehidupan yang tadinya baik baik saja kini berubah total menjadi kehidupan yang siapa pun akan sulit untuk menjalaninya.


rumah peninggalan orang tua naya pun telah di sita untuk membayar hutang hutang mira ke pada rentenir dan kini mira dan dina harus tinggal di rumah mereka yang dahulu sebelum mira menikah dengan ayah naya.


" bu.....mungkin ini adalah karma untuk kita." ucap dina.


" iya nak.....ibu juga menyesal.dulu kita sudah berbuat jahat pada naya." ucap mira yang kini terbaring lemah karena sakit diabetes.


" dina mau tobat bu....dina ingin menjadi orang yang lebih baik lagi." ucap dina.


" ibu senang mendengarnya..." ucap mira.


" sebenarnya ibu ingin bertemu naya.ibu ingin minta maaf padanya." ucap mira.


" iya bu nanti dina usahain untuk menemui naya." ucap dina.


"' sekarang ibu makan dulu ya..." ucap dina menyuapi mira makan.


" ini obatnya bu..." ucap dina menyodorkan obat untuk mira.


" dina berangkat kerja dulu ya bu...." ucap dina.


semenjak lulus sekolah dina tidak bisa melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi.sekarang dina harus bekerja untuk membeli obat sang ibu yang sedang sakit.


kini dina bekerja di sebuah rumah makan sederhana.sudah 3 bulan ia bekerja di sana.


*** di apartemen leo***


pagi hari tika sudah sibuk di dapur.ia ingin membuat sarapan untuk dirinya dan leo.


" pagi..." ucap tika tersenyum ramah saat melihat leo keluar dari kamarnya.


seperti biasa leo selalu cuek dan mengabaikan apa yang tika katakan.


" sekertaris leo...ayo kita sarapan." ucap tika sambil memegang tangan leo.


leo menatap tika karena sudah berani memegang tangannya.


" maaf...." ucap tika yang sadar akan arti dari tatapan leo dan langsung melepas tangannya.


" aku tidak mau sarapan ...." ucap leo.


" hei...balok es aku sudah susah payah bikin sarapan dan kamu bilang tidak mau" ucap tika mulai emosi.


" masakan mu pasti tidak enak..." ucap leo.


" kamu kan belum mencicipinya...." ucap tika.


leo tidak mendengarkan apa yang dikatakan tika dan berjalan menuju pintu.


tapi tika tidak mudah menyerah ia memaksa leo untuk sarapan dulu.


tika menarik lagi tangan leo dan memaksa nya duduk dan menghidangkan nasi goreng yang sudah ia buat.


nasi goreng spesial yang tika buat di lengkapi dengan suwiran ayam dan bawang goreng di atasnya membuat tampilannya menarik.


leo terkejut ketika melihat nasi goreng yang di hidangkan oleh tika.


" ayam suwir dan bawang goreng..." batin leo menatap ke arah tika.


" mungkin hanya kebetulan saja..." batin leo lagi.


" kenapa hanya di lihat saja.ayo di makan nanti kita telat berangkat ke kantornya." ucap tika.


" kamu tidak sarapan..???tanya leo.


" sudah tadi.aku mau siap siap dulu." ucap tika masuk ke dalam kamar.


setelah selesai sarapan tika dan leo segera berangkat menuju mansion sean untuk menjemput sean dan naya.


sampai di mansion ternyata sean dan naya sedang menunggunya.


"' maaf tuan saya terlambat..." ucap leo.


sean diam dan langsung masuk ke dalam mobil setelah leo membukakan pintu mobilnya dan di susul oleh naya.

__ADS_1


di sepanjang perjalanan tidak ada obrolan apapun karena mereka sibuk dengan kegiatannya masing masing.


leo fokus menyetir dan sean fokus pada laptopnya.sedangkan naya dan tika entah sedang memikirkan apa karena mereka hanya diam menatap ke luar jendela.


mobil berhenti saat lampu merah.tanpa sengaja naya melihat dina di sebuah rumah makan lengkap dengan seragam sedang melayani pelanggan.


" dina..???? batin naya.


" sayang kamu kenapa" tanya sean yang heran melihat naya melamun.


" ah...tidak tuan."ucap naya gugup.


mereka akhirnya sampai di perusahaan wiguna.


naya dan tika langsung pergi menuju ruangan ob sedangkan sean dan leo masuk lift menuju lantai teratas.


" kamu kenapa nay...." tanya tika yang melihat naya melamun.


" di jalan tadi aku melihat dina.sepertinya dia sedang bekerja." ucap naya.


" ha....mana mungkin anak itu mau bekerja." ucap tika tertawa.


" tapi beneran aku tadi melihatnya..." ucap naya.


" nanti jam istirahat kamu anter aku ya" ucap naya.


" kemana...??? tanya tika.


" menemui dina." ucap naya.


" tidak mau..." ucap tika.


" tikaaa....." ucap naya dengan tatapan mautnya.


tika tidak bisa menolak kemauan sahabatnya itu.apalagi ia istri sang pemilik perusahaan tempatnya bekerja.


" iya...iya..." ucap tika dengan senyum keterpaksaannya.


" ya udah ayo kita bekerja nanti bisa bisa kita dipecat oleh pak bos kalau ketauan ngobrol terus." ucap naya dengan nada seriusnya.


" kita...aku kali yang di pecat kamu mah enak mana mungkin di pecat orang bos nya suami kamu sendiri."ucap tika sambil memanyunkan bibirnya.


" he...he....lupa." ucap naya sambil menggaruk kepalanya walau tidak merasa gatal.


saat sedang fokus bekerja tika tidak sengaja melihat sekertaris leo lewat dan ia langsung menghampirinya.


" sekertaris leo....mau kemana.??? tanya tika.


tapi leo diam dan terus berjalan.


" hei....balok es.!!!! teriak tika kesal.


leo menghentikan langkahnya saat mendengar tika berteriak memanggilnya balok es.


leo berbalik dan berjalan menghampiri tika.


" bisa nggak jangan mengganggu ku terus..??? ucap leo sinis.


" nggak...!!!! ucap tika menantang.


" kenapa..mau marah." ucap tika lagi.


bukannya marah leo lebih memilih pergi membiarkan tika ngomel sendirian.


" ishh....dasar balok es" ucap tika kesal melihat leo pergi begitu saja.


jam makan siang tiba naya segera ke ruangan sean untuk meminta izin keluar sebentar.


" tok...tok..." naya mengetuk pintu dan langsung masuk.tampak sean masih sibuk dengan pekerjaannya.terlihat banyaknya berkas berkas yang menumpuk di atas mejanya.


" tuan tidak istirahat..." tanya naya.


" tidak sayang.pekerjaanku masih banyak." ucap sean tanpa menoleh ke naya dan terus fokus pada pekerjaannya.


" tapi tuan harus makan dulu..." ucap naya.


" aku tidak lapar..." ucap sean menghentikan kegiatannya.


" kamu makanlah dulu,aku akan melanjutkan pekerjaanku." ucap sean.

__ADS_1


" sebenarnya saya mau izin ke luar sebentar boleh ???? ucap naya.


" ke mana..??? tanya sean tetap masih nenatap berkas yang ada di hadapannya.


" aku harus bilang apa...??? batin naya.ia tidak mungkin bilang akan menemui dina karena sean pasti tidak akan mengizinkannya.


" mau beli sesuatu ke minimarket..." ucap naya.


" minta leo antarkan..!!! ucap sean.


" tidak usah..saya sama tika saja naik taksi." ucap naya.


" jangan naik taksi bahaya..bawa mobil sendiri saja." ucap sean.


" tuan....anda sedang menghina saya mana bisa saya nyetir mobil sendiri." ucap naya cemberut.


" maaf sayang aku cuma bercanda." ucap sean tersenyum.


" makannya kamu harus latihan bawa mobil sendiri.banyak mobil di mansion yang di anggurin." ucap sean.


" kapan kapan aja...ya sudah saya pergi dulu ya." ucap naya hendak keluar.tapi tiba tiba langkahnya terhenti.


" aku kan tidak punya uang untuk bayar taksinya." batin naya.


ia berbalik dan melihat ke arah sean.


" apa aku minta sama tuan sean..."batin naya.


" ada apa.." tanya sean yang melihat naya masih berdiri di dekat pintu


" saya tidak punya uang untuk bayar taksinya.." ucap naya dengan tersenyum.


" di mana goldcard kamu..?? tanya sean.


" ketinggalan di mansion." ucap naya.


tampak sean mengambil dompetnya dan mengambil salah satu kartu kreditnya.


" pakai ini..." ucap sean menyodorkan salah satu kartu kreditnya.


" emang nggak ada uang cash tuan.saya butuh sedikit aja kok." ucap naya.


sean membuka dompetnya lagi dan mencari apa ada uang cash atau tidak karena sean jarang bawa uang cash.


" cuma ada 500 ribu....cukup" ucap sean menyodorkan 5 lembar uang seratus ribuan.


" cukup... " ucap naya langsung menyambar uang itu dan pergi.


tapi saat akan membuka pintu naya berbalik dan berlari ke arah sean.


" cup....." satu ciuman hangat mendarat di pipi sean.


sean terkejut...


" kenapa di pipi...ini belum." ucap sean menunjuk bibir nya.


" tidak..." ucap naya berlari keluar karena malu.


sean tampak senyum senyum sendiri sambil memegang pipi yang baru saja mendapat kecupan hangat dari istrinya.


setelah mendapat izin dari sean naya dan tika segera pergi menuju tempat di mana ia tadi melihat dina.


dan benar saja dina ada di sana.naya langsung menghampiri dina.


" dina..." panggil naya.


" naya..." ucap dina terkejut.


" kamu bekerja di sini.." tanya naya lagi.


" iya..." ucap dina.


" bagaimana kabar tante mira..?? ucap naya.


" sebenarnya ibu sedang sakit..." ucap dina menunduk.


" apa tante mira sakit.." ucap naya terkejut.


" iya...dan ibu ingin bertemu kamu." ucap dina.

__ADS_1


" kenapa tante mira ingin bertemu denganku.." batin naya.


bersambung......


__ADS_2