
setelah 3 jam menghadapi kemacetan ditengah hujan deras,akhirnya sean sampai di mansion.3 jam lamanya pula bahu sean menjadi bantal untuk naya.
naya masih terlelap dalam tidurnya dan sean tidak tega untuk membangunkannya.
akhirnya sean mengangkat tubuh naya dan masuk ke dalam mansion.
" selamat malam tuan...." ucap pak mus setelah membukakan pintu.
sean hanya mengangguk dan pergi begitu saja menuju ke kamarnya.
sampai di kamar sean meletakan tubuh naya perlahan ke tempat tidur.sean melepaskan jas yang dipakai naya tadi.
sean memandangi tubuh naya di balik baju basahnya.sean menelan ludahnya saat melihat dada naya yang tercetak sangat jelas.
pikiran sean sudah melayang entah kemana..ia merasakan hasratnya tiba tiba muncul ketika melihat dada naya yang kecil tapi terlihat sangat kencang.
" naya harus mengganti bajunya.kalau tidak ia bisa sakit" batin sean.
" tapi....apa harus aku yang melakukannya.." ucap sean bingung.
sean mondar mandir kesana kesini bingung apa yang harus di lakukannya untuk mengganti baju naya.mau menyuruh mia pasti ia sudah tidur.
sean menatap wajah naya dan lagi lagi matanya tertuju pada dada naya.
" aku kan suaminya....aku berhak atas dirinya." ucap sean lagi.
perlahan sean mendekati naya.tangannya terulur memegang kancing baju naya hendak membukanya.tapi tiba tiba naya terbangun dan membuat sean terkejut.
" tuan mau apa....." tanya naya bangun dari tidurnya dan memegangi bajunya.
" aku....hanya mau mengganti baju mu.
baju mu basah nanti kamu bisa sakit." ucap sean.
" saya bisa sendiri tuan...." ucap naya turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi sambil membawa pakaian ganti.
setelah naya keluar dari kamar mandi gantian sean yang mengganti bajunya.
naya naik ke tempat tidur menutup tubuhnya dengan selimut sampai leher..dan melanjutkan tidurnya.
di kamar mandi sean di buat heran kenapa senjatanya tiba tiba terbangun ketika sean mengingat dada naya yang terus terngiang ngiang dipikiran nya.
" apa apaan ini...." ucap sean melihat senjatanya yang sudah menegang.
" apa aku harus memintanya malam ini????? ucap sean sambil membayangkan hal hal panas.
" tapi......aku takut naya belum siap" ucap sean bingung.
sean terus berperang dengan pikirannya antara meminta hak nya atau tidak.
setelah di pikir pikir lagi sean akan meminta haknya malam ini juga
sean keluar dari kamar mandi.di lihat nya naya sudah tidur.
sean naik ke tempat tidur..
" apa kamu sudah tidur...." tanya sean pelan.
tidak ada jawaban dari naya.
"sepertinya ia sudah tidur..." batin sean.
" tidak apa apa mungkin lain kali saja.." batin sean sedikit kecewa.
sean mengecup kening naya....
" selamat malam istri ku..." ucap sean lirih.
sean pun akhirnya memejamkan matanya yang sudah lelah sambil memeluk naya.
ke esokan harinya....
seluruh kota di buat heboh dengan berita tentang sean yang ternyata sudah menikah..
kejadian di mall kemarin menjadi berita utama hari ini.seluruh stasiun tv ataupun surat kabar semuanya membicarakan tentang sean dan naya.
" ibuuuu......" teriak dina.
" ada apa sih din....pagi pagi sudah teriak teriak." ucap mira.
" it...tu...tu...." ucap dina menunjuk ke tv.
mira melihat ke arah tv,ia bingung kenapa ada naya dan juga ada sean.
" itu kok ada naya dan tuan sean..." tanya mira bingung.
" bu....ternyata naya itu istrinya tuan sean." ucap dina.
"apaaaaa..." ucap mira terkejut.
" kamu kalau ngomong yang bener din..jangan buat ibu jantungan." ucap mira lagi.
" bu.....itu lihat di tv,jelas jelas di tv mengatakan kalau sean sudah menikah dan ia menikah dengan naya." ucap dina menjelaskan.
__ADS_1
" tapi bagaimana mungkin bisa..." ucap mira.
mira dan dina di buat kebingungan bagaimana bisa naya menikah dengan orang terkaya di kota ini.
sedangkan di kamar sean sepasang suami istri ini masih terlelap tidur dengan posisi saling memeluk.
naya terbangun karena mendengar hp nya berdering.
" tika.....???? batin naya.
naya langsung mengangkat hp nya....
" halo nay....." ucap tika.
" ada apa sih tik...pagi pagi udah telpon" ucap naya.
" cepat nyalain tv....." ucap tika heboh dan langsung mematikan sambungan telponnya.
" tv.....????? ucap naya bingung
naya bangun dan mengambil remote yang ada di meja samping tempat tidur nya dinyalakannya tv dan alangkah terkejutnya ia saat tv menyala.semua canel yang ada sedang memutar kejadian dirinya dan sean di mall kemarin.
" tuan....bangun tuan " ucap naya panik dan langsung membangunkan sean.
" hemmm...." sean hanya mengeliat.
" tuan...cepatlah bangun..." ucap naya lebih keras membangunkan sean.
" ada apa sih sayang..." ucap sean santai.
" degh......" tiba tiba hati naya merasa aneh dikala sean memanggilnya sayang.
" sayang...."?????? batin naya.
" tuan panggil saya apa tadi..." ucap naya dengan pipi yang merona.
" sayang....." ucap sean bangun dan duduk di tempat tidur.
" tuan sekarang bukan waktunya sayang sayangan,lihat itu..." tunjuk naya ke arah tv.
sean langsung melihat ke arah tv di tatapnya layar tv itu dengan seksama.
tapi naya bingung kenapa reaksi sean sangat santai melihat hal itu.
" kemarilah....." ucap sean menyuruh naya mendekat.
posisi naya yang duduk di depan sean langsung mundur saat sean menyuruhnya mendekat.
naya duduk di depan sean dan seanpun langsung memeluk naya dari belakang.
naya merasa geli dengan apa yang sedang dilakukan sean.
" apa tuan tidak khawatir kalau seluruh kota mengetahui kalau saya adalah istri tuan.." ucap naya menunduk sedih.
sean menghentikan aktivitasnya itu membalikan badan naya sehingga kini mereka saling berhadapan.
" kenapa harus khawatir,kita kan menikah sah secara hukum dan agama" ucap sean.
" maksud saya bukan itu.." ucap naya masih menunduk.
" lalu....." ucap sean.
" lihatlah....tuan begitu sempurna tampan,pintar,kaya dan orang orang sangat menghormati tuan,sedangkan saya...." ucap naya tidak melanjutkan kata katanya.
sean diam menatap naya yang menunduk....
" mungkin saya hanyalah seonggok sampah yang akan mengotori perjalanan hidup tuan.karena itu saya tidak ingin orang orang tahu tentang status saya." ucap naya tetap menunduk menyembunyikan air matanya.
sean mengangkat dagu naya,ditatapnya wajah yang sendu dan tampak butiran air mata yang membasahi pipi naya.sean mengusap pipi naya lembut...
" jangan pernah merendahkan dirimu.aku.....????? sean menghentikan kata katanya menatap mata naya.
naya pun menatap sean penasaran apa yang akan dikatakan sean.
" aku.......????? ucap sean diam lagi.
" aku apa tuan...." tanya naya penasaran.
sean hanya diam....
" tidak jadi....." ucap sean turun dari tempat tidur.
ada sedikit gurat kekecewaan di wajah naya.
" apa yang kamu harapkan nay....ungkapan cinta kah.." batin naya.
" jangan serakah nay....sean sudah mau menerima mu sebagai istrinya saja itu sudah lebih dari cukup." batin naya lagi.
naya duduk diam di tempat tidur...sibuk berperang dengan isi hatinya....
tiba tiba sean memeluk naya yang sedang melamun di atas tempat tidur.
" aku mencintaimu......" ucap sean berbisik di telinga naya.
__ADS_1
naya yang sedang melamun di buat terkejut dengan kata cinta yang sean ucapkan.
hatinya merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
keduanya diam meresapi perasaan masing masing.merasakan kehangatan yang terasa begitu nyaman.
mereka saling pandang....
tanpa menunggu lama lagi sean mencium lembut bibir naya,******* nya dalam dan semakin dalam.naya pun mulai bisa mengikuti permainan sean,membalas ciuman sean.gairah keduannya sudah mulai memanas,sean membaringkan tubuh naya menguncinya tanpa melepas ciumannya.
ciuman sean mulai turun ke leher naya,naya yang merasa geli akhirnya mengeluarkan suara ******* yang justru membuat sean semakin liar untuk terus menciuminya.
sean mencium kembali bibir naya dan ia semakin ingin lebih bukan hanya sekedar ciuman karena senjatanya pun sudah menegang.tangan sean mulai bergerak menelusuri seluruh tubuh naya.
saat akan membuka kancing baju naya..tiba tiba naya mencegahnya..memegang erat bajunya.agar sean tidak bisa membukanya.
sean menghentikan ciumannya dan menatap naya.
" tuan...." ucap naya menggelengkan kepala.
" maaf tuan....saya belum siap.." ucap naya sambil mendorong tubuh sean yang ada di atasnya.naya segera bangun dan turun dari tempat tidur.
" saya akan menyiapkan pakaian....tuan cepatlah mandi" ucap naya berjalan menuju ruang ganti untuk menyiapkan pakaian sean.
" maaf kan saya tuan...." batin naya sedih karena belum bisa menjdi istri yang sempurna untuk sean.
sean akhirnya terpaksa menuntaskan gairah nya di kamar mandi..
walau ada rasa kecewa tapi bagi sean itu hal yang wajar mungkin naya masih malu.
sean keluar dari kamar mandi,ia melihat naya sedang melamun di dekat jendela.
" apa yang kamu pikirkan.. " ucap sean memeluk naya dari belakang.
naya berbalik menunduk tidak berani menatap sean.
" maaf kan saya tuan.saya sudah menjadi istri yang durhaka karena sudah menolak tuan..." ucap naya sedih.
" tidak apa apa aku mengerti.aku tidak akan memaksamu.aku akan menunggu mu.." ucap sean memeluk naya.
" sekarang bantu aku berpakaian..." ucap sean .
" baiklah...." ucap naya.
dengan telaten naya membantu sean bersiap siap untuk pergi ke kantor.
" tuan....hari ini saya tidak masuk kerja ya." ucap naya.
sean mengernyitkan dahinya heran karena tidak biasanya naya izin kerja.
" kamu memang sebaiknya diam saja di rumah.lagi pula untuk apa kamu bekerja uang ku cukup untuk menghidupimu..." ucap sean santai.
"' bukan begitu...saya hanya belum siap bertemu para karyawan.mereka pasti tidak suka kepada saya.karena banyak dari mereka pasti patah hati karena tahu tuan sudah menikah." ucap naya.
" tapi saya juga tidak mau diam di rumah itu pasti akan membosankan.apalagi tuan tidak ada di rumah saya jadi tidak bisa melihat tuan....uuppssss." ucap naya menutup mulutnya karena keceplosan.
" jadi...selama ini kamu bekerja alasannya hanya ingin melihat ku setiap hari..." tanya sean.
naya tersenyum mengangguk.....
" kenapa...." tanya sean penasaran.
" karena....?????? naya diam tidak meneruskan kata katanya.
" karena apa..." tanya sean.
" karena saya sangat mencintai tuan,saya tidak ingin jauh dari tuan." ucap naya.
sean sangat senang mendengar kata cinta yang terlontarkan dari mulut naya.
" tuan.....apapun yang terjadi nanti jangan pernah meninggalkan saya ya,saya tidak bisa hidup tanpa tuan.bagi saya tuan adalah segala nya dalam hidup saya, saya akan mati jika tanpa tuan.." ucap naya dengan mata berkaca kaca.
" setelah ayah dan ibu meninggal tidak ada yang mau menyayangiku,...dan sekarang hanya tuan yang saya miliki.." ucap naya lagi
sean memegang ke dua pipi naya....ia dapat melihat dari mata naya bahwa selama ini naya sangat haus akan kasih sayang.
sean memeluk naya dengan penuh kasih sayang di ciumnya pula pucuk kepala naya.berusaha memberi kehangatan untuk istri kecilnya yang malang ini.
" bagaiman kalau kamu bekerja jadi sekertaris pribadiku saja.." ucap sean melepaskan pelukannya.
" tuan kan sudah punya leo dan nofi..." ucap naya.
" ah.. tidak tidak.saya lebih suka jadi ob saja." ucap naya.
" sayang.....aku tidak mau melihat mu melakukan pekerjaan berat seperti itu." ucap sean.
pipi naya memerah mendengar sean memanggilnya sayang..
"tapi saya juga tidak mau jadi sekertaris tuan.saya kan tidak punya pengalaman seperti itu." ucap naya.
" ya sudah...begini saja kamu boleh bekerja jadi ob,tapi kamu hanya mengurus semua kebutuhan ku selama di kantor,seperti menyiapkan makan siang ku atau yang lainnya tapi yang bersifat pribadi...bagaimana." ucap sean.
" baiklah..." ucap naya tersenyum.
__ADS_1
bersambung.....