
" sekertaris leo....kamu sudah pulang makanlah dulu aku sudah memasak untuk mu" ucap tika.
leo terkejut saat baru masuk ke apartemennya ia mendapati ada tika di sana.
" bukankah bocah ini sudah pindah...."???? batin leo.
leo terdiam menatap tika yang sedang sibuk menyiapkan makan malam.
leo mendekati meja makan dan duduk tapi matanya terus menatap ke arah tika.
" makanlah..." ucap tika menaruh satu piring makanan di depan leo.
leo menunduk menatap makanan itu dan saat leo mengangkat kepalanya lagi tiba tiba tika sudah menghilang dan ternyata di meja tidak ada makanan apapun.
leo segera berdiri panik mencoba mencari tika.saat akan melangkahkan kakinya ia baru sadar bahwa tika sudah pindah.
" apa aku sedang berhalusinasi...??? batin leo.
" ada apa dengan ku..???? oceh leo
leo memilih segera membersihkan diri setelah cape bekerja.
setelah selesai membersihkan diri ia pergi ke dapur untuk membuat kopi.ia membuka kulkas dan ternyata masih ada banyak bahan makanan yang waktu itu tika beli.
selesai membuat kopi leo duduk di depan tv.ia ingat......biasanya saat masih ada tika mereka akan berebut remot dan kini leo hanya seorang diri.
leo merasa sepi...
" ada apa denganku.kenapa sekarang aku merasa kesepian bukankah aku sudah biasa seperti ini." ucap leo.
2 minggu keberadaan tika di apartemen leo sepertinya membuat leo merasa nyaman.tapi karena egonya yang tinggi leo selalu menganggap tika hanyalah bocah pengganggu saja.
dan saat tika sudah pergi kini leo baru merasa kehilangan.
" sebaiknya aku cari udara segar saja..." ucap leo mengambil kunci motornya dan pergi sebentar untuk menghilangkan penat.
" bang minta baso nya satu ya di bungkus..." ucap tika kepada abang penjual baso yang bernama bang somat.
" iya neng...." ucap bang somat.
setelah menunggu 5 menit baso yang di pesannya pun sudah jadi.
" ini neng...." ucap bang somat.
" berapa bang..??? tanya tika.
" 10.000 saja neng." ucap bang somat.
setelah membayar baso itu tika segera pulang.
tika memilih berjalan kaki pulang ke kostan nya karena jarak dari tempat ia membeli baso cukup dekat.
ternyata tanpa sengaja leo melihat tika.
" tika....." batin leo.
leo penasaran di mana tika tinggal sekarang.dan akhirnya leo memilih untuk mengikuti tika secara diam diam.
hanya butuh waktu 10 menit saja akhirnya tika sampai di kostan nya.
kostan yang sangat sederhana dan ada beberapa kamar yang menjadi tetangganya.
sungguh sangat jauh berbeda dengan apartemen leo yang mewah.
jujur di dalam hati leo merasa tidak tega melihat tika tinggal di tempat kecil seperti itu.
" kenapa aku jadi peduli sama bocah itu..??? batin leo masih mengamati tika dari jauh.
setelah tahu di mana tempat tinggal tika leo memilih untuk pulang dan beristirahat.
*** di mansion sean***
" sayang apa kamu sudah makan malam..???? tanya sean.
" sudah..." ucap naya yang sedang asik menonton tv sambil tiduran di tempat tidur.
" apa tuan mau makan biar saya siapkan..." ucap naya hendak turun dari tempat tidur.
" tidak usah sayang biar pak mus saja yang mengantarkan ke sini.aku ingin makan di kamar." ucap sean.
" aku mau mandi dulu..." ucap sean.
__ADS_1
pak mus datang membawakan makan malam untuk tuannya.
saat pak mus masuk naya mencium bau wangi makanan.
" apa itu pak...." tanya naya yang penasaran.
" ini makan malam yang tuan pesan." ucap pak mus.
" taruh saja di meja pak...tuan sean sedang mandi." ucap naya.
" baik nona...." ucap pak mus.
pak mus meletakan beberapa piring di atas meja.
" kenapa banyak sekali pak..." tanya naya yang heran kenapa suami nya memesan begitu banyak makanan dan yang bikin naya ngiler ternyata itu semua adalah makanan seafood kesukaannya.
" kalau begitu saya permisi dulu nona.."ucap pak mus keluar dari kamar.
mata naya melirik ke meja yang ada banyak makanan seafood.
"enak sekali...." batin naya sambil menelan ludahnya.
" kenapa tadi aku bilang sudah makan ya...." batin naya menyesali perkataannya.
sean keluar dari kamar mandi lalu memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh naya.
" wah.....makanannya enak sekali" ucap sean menatap meja yang penuh dengan makanan.
"sayang sekali kamu sudah makan...." ucap sean meledek.
" lihatlah sayang....udang dan cumi ini sepertinya sangat lezat." ucap sean terus meledek dan mulai menyuapkan makanan itu ke mulutnya.
naya terus menatap sean yang sedang makan bahkan air liur nya pun hampir menetes.
" sayang....bener kamu gak mau." ucap sean.
" nggak terimakasih." ucap naya.
" bodoh naya kenapa kamu bilang nggak mau.lihatlah udang,cumi,dan ikan itu sudah melambai lambaikan tangan nya kepadamu." batin naya merutuki kebodohannya.
tidak henti henti nya naya menelan ludahnya.
sean sengaja memesan makananan seafood karena ia tahu seafood adalah makanan ke suka an istrinya.
ia ingin makan malam bersama naya.tapi alangkah senang nya jika ia mengerjai naya terlebih dahulu.
" hmmmm.....enaknya." ucap sean melirik ke arah naya sambil memasukan makanan itu ke mulutnya.
" sayang kamu yakin nggak mau ikut makan." ucap sean terus menawari naya.
" nggak..." ucap naya terpaksa.
naya tetap pada pendiriannya walau dalam hatinya meronta meronta ingin ikut makan.
sean tidak tahan lagi dengan tingkah istrinya yang jual mahal akhirnya sean menarik tangan naya dan menyuruhnya duduk.
" makanlah.....aku sengaja memesan ini agar bisa makan bersama mu." ucap sean.
naya menatap satu persatu makanan yang ada di depannya.ia tidak henti hentinya menelan ludahnya.
" kenapa hanya diliatin..." ucap sean.
" baiklah....kalau tuan terus memaksa." ucap naya mulai menyantap makanan itu.
sean tersenyum geli dengan tingkah istrinya itu.
akhirnya sean dan naya menghabiskan semua makanan itu.
" kamu banyak juga makannya." ucap sean.
" kan tuan yang memaksa saya untuk makan." ucap naya sambil senyum senyum.
" benarkah...." ucap sean.
naya hanya mengangguk.
" kenyang nya...." ucap naya.
dan tiba tiba naya terlihat panik...
" ada apa sayang..." tanya sean.
" ini semua gara gara tuan yang memaksa saya makan." ucap naya panik.
__ADS_1
sean mengerutkan keningnya bingung apa maksud dari istrinya bicara seperti itu.
" gimana kalau saya jadi gendut." ucap naya.
" ha....ha...ha..." sean tertawa keras mendengar ucapan naya.
" kenapa tuan tertawa.." ucap naya marah.
" memangnya kenapa kalau kamu gendut." ucap sean.
" saya kan jadi jelek.gimana kalau nanti tuan cari istri lagi." ucap naya cemberut.
" bodoh..." ucap sean menyentil kening naya.
" sakit tuan..." ucap naya mengusap usap keningnya.
" biarpun kamu gendut aku tetap mencintai kamu" ucap sean penuh keseriusan.
" benarkah..... kalau begitu saya mau nambah lagi makanannya." ucap naya tersenyum.
" hei....kamu sudah banyak makannya." ucap sean menghentikan keinginan istrinya itu.
" iya...iya..kalau begitu saya akan membereskan piring piring ini dulu." ucap naya.
" biar pak mus saja yang membereskannya." ucap sean langsung menelpon pak mus.
setelah semua selesai sean dan naya naik ke tempat tidur.sean duduk menyandarkan tubuhnya sambil melihat laptopnya.
" tuan...." naya duduk di depan sean.
" ada apa..." tanya sean.karena ia tahu sepertinya ada yang ingin di katakan oleh naya.
naya ragu ragu untuk mengatakannya.
" tidak jadi...." ucap naya langsung merebahkan tubuhnya.
" hei..." panggil sean.lalu menyimpan laptopnya dan ikut merebahkan tubuhnya.
sean menarik tubuh naya agar berbalik menghadap padanya.
" ada apa...." tanya sean penasaran.
naya masih diam.
" katakanlah....." tanya sean lagi.
" saya ingin menemui tante mira...boleh" ucap naya gugup ia takut sean marah.
dan benar saja raut wajah sean berubah tidak suka.
" kalau tidak boleh....tidak apa apa" ucap naya.
sean dapat melihat ke seriusan di wajah naya.
" apa kamu sangat ingin menemuinya..." tanya sean.
naya mengangguk...
" pergilah..." ucap sean.
" tuan mengizinkan..." tanya naya dengan senyum yang ceria.
sean mengangguk.
" terima kasih.." ucap naya langsung menghambur ke dalam pelukan sean.dan karena terlalu senang naya reflek mengecup bibir sean.
" kamu sedang menggodaku.." ucap sean.
" maaf..." ucap naya malu.
" apa kamu sudah selesai datang bulannya." tanya sean dengan tatapan mautnya.
" saya kan baru 2 hari datang bulannya." ucap naya tahu maksud dari pertanyaan sean.
" maaf....." ucap naya merasa bersalah.
" tidak apa apa.... sudah ayo tidur." ucap sean.
" tuan tidak marah..." tanya naya.
sean menggeleng tersenyum dan menarik naya dalam dekapannya.
naya pun membalas dengan erat pelukan sean.
bersambung....
__ADS_1