Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps 70.truk masuk panti


__ADS_3

jam sudah menunjukan pukul 8 pagi tapi naya dan tika belum juga pulang dari pasar.


sean yang masih berada di kamarnya kini sudah segar karena ia baru saja menyelesaikan mandinya.


di lihatnya jam yang ada di dinding dan ternyata istrinya belum pulang juga.


" apa belanja nya belum selesai,"????? ucap sean.


sean mengambil hp nya dan ia ingin mengecek berapa naya menarik uang dari card yang ia berikan.


setelah melihat nominal nya sean hanya tersenyum.


akhirnya sean memutuskan untuk menunggu naya di halaman depan.dan ternyata di sana juga ada leo yang sedang duduk menunggu tika.


"apa mereka belum juga pulang..????? tanya sean tiba tiba membuat leo kaget.


"' tuan...." ucap leo terkejut.


" belum tuan...." ucap leo lagi.


" padahal mereka sudah 2 jam pergi nya.emang jauh pasarnya..????? " tanya sean.


" tidak tuan..." ucap leo.


" tapi kenapa lama sekali...." ucap sean.


" mungkin mereka belanja nya banyak tuan." ucap leo.


"gimana nggak banyak...orang ke pasarnya aja bawa uang 50 juta.!!!! batin sean.


" biarkan saja yang penting mereka senang." ucap sean.


leo heran dengan yang di katakan tuannya itu.


sudah 30 menit sean dan leo menunggu tapi belum juga ada tanda tanda kalau naya dan tika akan pulang.sean dan leo pun sudah mulai gelisah.


" leo...cepat susul istri ku.." perintah sean kepada leo.


" ini sudah terlalu lama.." ucap sean resah.


" baik tuan...." ucap leo.


belum juga berangkat untuk menyusul nonanya tiba tiba ada sebuah truk besar yang masuk ke halaman panti.


anak anak yang sedang bermain pun menghentikan kegiatannya dan mendekati truk untuk melihatnya.


ibu panti pun yang ada di dalam rumah ikut keluar karena mendengar suara ricuh di halaman depan.


ternyata di dalam truk itu ada naya dan tika.


sean dan leo yang melihat itu merasa heran kenapa naya dan tika pulang membawa truk.


sean membantu naya turun dari truk.begitu juga leo yang membantu tika.


" maaf....kami terlambat." ucap naya.


" sayang....kenapa kamu membawa truk ke sini." tanya sean.


bukannya menjawab pertanyaan suaminya naya malah sibuk meminta sopir truknya untuk membuka pintu bagian belakang truk.


sean hanya bisa melihat apa yang sedang di lakukan istrinya itu.


setelah belakang truk di buka semua orang yang melihat terkejut karena di dalamnya berisi begitu banyak barang barang seperti boneka sepatu baju bajh dan yang lainnya.


" sayang apa ini...????? tanya sean masih bingung.


" saya belanja untuk anak anak panti tuan..." ucap naya.


ia berharap suaminya tidak marah karena uangnya ia pakai untuk hal ini.


sean diam saja dan tidak berkomentar dengan apa yang di katakan naya.


" kenapa hati mu baik sekali sayang." batin sean.


" kenapa tuan sean diam saja.apa dia marah.." batin naya.


" tuan...." ucap naya membuyarkan lamunan sean.


" oh...ya ada apa sayang..." ucap sean kaget.

__ADS_1


" kenapa tuan diam saja.tuan marah.???? tanya naya.


" tidak sayang...." ucap sean.


" bu.....semua barang barang ini untuk anak anak tolong ibu yang ngurusin ya." ucap naya kepada ibu panti.


" tapi....apa ini tidak berlebihan.barangnya banyak sekali nak....!!!" ucap ibu panti.


" tidak bu....naya senang melakukannya." ucap naya.


" iya kan tuan.. " ucap naya menatap sean.


" iya...." ucap sean.


"' hore......ee.." teriak anak anak merasa sangat bahagia.


" terima kasih tuan...." ucap ibu panti kepada sean.


sean mengangguk....


semua barang barang sudah di turunkan dari truk.naya dan tika sibuk membagikan semua barang tersebut kepada anak anak panti.


" apa semua sudah kebagian...." tanya naya.


" sudah kak...." ucap anak anak panti bersamaan.


" ayo semua... kita sarapan dulu." ucap ibu panti.


" tika ajak nak naya untuk sarapan dulu.." perintah ibu panti ke pada tika.


"iya bu..." ucap tika.


" nay....ayo kita sarapan." ucap tika.


" iya...." ucap naya celingukan seperti sedang mencari sesuatu.


"' kamu cari siapa nay...." tanya tika.


"tuan sean tik....."ucap naya.


"tuan ada di kamar nona...." ucap sekertaris leo.


" kalau begitu aku ke kamar dulu ya...." ucap naya.


naya perlahan membuka pintu kamar.di lihatnya suaminya yang sedang berdiri menatap ke luar jendela.


naya perlahan mendekatinya ia merasa kalau suaminya tidak suka dengan apa yang di lakukannya.


" maaf tuan....saya tidak minta izin dulu untuk membelanjakan uang tuan sebanyak itu." ucap naya menunduk.


" tuan pasti marah ya...??? ucap naya masih menunduk.


sean masih diam saja menatap ke arah jendela.


naya pun mulai gelisah karena sean tidak berbicara apa apa sejak tadi.


" tuan..." ucap naya menarik sedikit baju sean dari belakang.


tapi sean masih diam saja.


naya mulai menitikan air mata ia benar benar merasa bersalah karena sudah lancang menggunakan uang suaminya dengan jumlah yang sangat banyak.


" tuan....saya benar benar minta maaf.saya janji akan mengganti uang tuan tapi saya mohon jangan diam seperti ini." ucap naya sambil menangis.


sean yang mendengar isak tangis sang istri langsung berbalik.


" sayang...kenapa kamu menangis." ucap sean membelai kepala naya.


naya masih diam dengan isak tangisnya.


" aku tidak marah sayang...." ucap sean menarik naya ke dalam pelukannya.


" kalau tuan tidak marah kenapa tuan diam saja." ucap naya masih memeluk sean.


sean melepas pelukannya di tangkupnya ke dua pipi naya dan menatap nya.


" aku malu pada kamu sayang..." ucap sean.


naya mengerutkan keningnya bingung apa maksud suaminya itu.

__ADS_1


" dari dulu aku tidak pernah berbagi dengan orang lain walau uang yang aku miliki sangat banyak." ucap sean.


" aku merasa bangga memiliki istri seperti mu yang mau peduli dengan orang lain."ucap sean.


"jadi tuan tidak marah...??? ucap naya.


"' kenapa aku harus marah.emang berapa uang yang kamu pakai." ucap sean.


" 50 juta..."' ucap naya sedikit takut.


" sayang.. kamu tahu berapa harga jam tangan ini." ucap sean menunjuk jam yang di pakainya.


naya menggelengkan kepalanya.


" 1 milliar....." ucap sean.


" apaaa......" ucap naya terkejut dan langsung diam tanpa kata.


" sayang....kamu baik baik saja."ucap sean panik melihat reaksi naya saat tahu harga jam tangannya.


" sa..sa..tu mi..lli..ar..." ucap naya terbata bata.


" sayang kamu jangan berlebihan begitu dong." ucap sean.


" tuan mahal sekali...." ucap naya.


" kamu tidak perlu khawatir uang ku tidak akan habis walau aku membeli 10 jam tangan seperti ini." ucap sean.


" jadi uang 50 juta yang kamu pakai itu tidak masalah bagiku." ucap sean.


"sebenarnya berapa uang yang tuan miliki..???? tanya naya dengan polosnya sehingga membuat sean tersenyum.


" aku tidak tahu...." ucap sean.


" bagaimana tuan tidak tahu,itu kan uang tuan sendiri." ucap naya.


" aku tidak ada waktu untuk menghitungnya yang jelas sampai tujuh turunan pun uang ku tidak akan pernah habis." ucap sean.


naya diam dan hanya tampak ada senyum kecil di sudut bibirnya.sean yang melihatnya pun merasa heran.


" sayang kamu kenapa...???? ucap sean membuyarkan lamunan naya.


" tuan....." ucap naya membisikan sesuatu di telinga sean.


" boleh...." ucap naya.


sean mengangguk....


naya sangat senang dan langsung memeluk sean dengan erat.


" terima kasih tuan..." ucap naya lagi.


"cup......" naya langsung mencium bibir sean dengan sangat gemas.


" sayang...kamu sedang menggodak ku.???? ucap sean menatap naya dan terus mendekatkan wajah nya kepada naya.


naya pun perlahan mundur.


naya tidak sadar dengan apa yang di lakukannya barusan.


" maaf tuan saya tidak sengaja.itu karena saya sangat senang." ucap naya terus mundur karena sean terus maju dengan tatapan yang sangat bergairah.


langkah naya terhenti karena tubuhnya sudah mentok ke tembok.


" tuan mau apa..." ucap naya dengan hati yang deg deg an.


tanpa menunggu lama lagi sean langsung meraup bibir naya dengan sangat lembut.ia pun ******* bibir naya dengan penuh gairah.


" braakkkk...." tiba tiba tika masuk tanpa mengetuk pintu dan ia pun harus melihat adegan mesra sahabatnya itu.


" maaf..." tika langsung keluar menutup lagi pintunya.di balik pintu tika masih terdiam sambil memegangi dadanya dan tampak ke dua pipi nya pun merona.


" kenapa aku harus melihat nya.." batin tika dengan dada nya yang masih deg degan.


"' tuan sih..." ucap naya.


" kenapa aku yang di salahkan kan kamu duluan..." ucap sean.


naya senyum senyum sendiri ia baru sadar kalau memang dirinya yang memulai duluan.

__ADS_1


" he..he..." senyum naya.


bersambung.....


__ADS_2