Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.80 selamat tinggal


__ADS_3

*** kenapa engkau mempertanyakan kesetiaan ku.bukankah engkau tahu betapa besar nya rasa cinta di hati ini kepadamu.mencintai mu adalah hal terindah yang pernah aku rasakan.aku tidak akan pernah berani menodai cinta mu.menjaga dan mempertahankan nya adalah tujuan utama dalam hidupku.jadi tenang saja tembok yang kokoh akan siap berdiri menghadang apa pun yang datang menerpa****


 


kanaya...


 


malam yang dingin dan sepi naya meratapi nasib cintanya.hanya menangis yang bisa ia lakukan.sean tetap tidak percaya walau naya sudah berkata jujur.


"apa yang harus aku lakukan aku tidak mau kehilangan mu tuan.kamu adalah nyawaku." batin naya di sela tangisnya.


** di apartemen leo***


tampak leo sedang berbicara dengan seseorang lewat telepon.ia adalah detektif yang ia suruh untuk mencari seseorang dan namanya adalah david.


" tuan....aku sudah menemukan wanita itu." ucap david.


" dan aku sudah mengirim kan fotonya ke hp tuan." ucap david.


leo membuka foto yang di kirimkan oleh david tampak seorang wanita yang mirip naya sedang menari nari di sebuah club malam bersama banyak lelaki.


" benar benar mirip..." ucap leo lirih.


" ada apa kak..."' tanya tika yang mendengar gumaman leo.


" lihatlah..." ucap leo memberikan hp nya kepada tika.


" naya...???? ucap tika terkejut.


" hei...lihat yang benar." ucap leo.


tika melihat ke arah leo..


" maksud nya...???? ucap tika bingung.


" itulah wanita yang ada di video itu." ucap leo.


" benarkah..." ucap tika.


tika melihat wanita itu dengan sangat seksama.


" dia benar benar sangat mirip dengan naya." ucap tika.


" karena itulah tuan sean sampai terkecoh oleh nya." ucap leo.


" tapi mana mungkin.setahu ku naya tidak punya saudara kembar dia anak tunggal." ucap tika.


" lalu apa yang akan kakak lakukan sekarang." tanya tika.


" malam ini aku akan berangkat menemui wanita itu,aku ingin kesalah pahaman antara tuan dan nona bisa segera selesai." ucap leo.


" aku ikut....!!!! ucap tika.


" kamu di rumah saja." ucap leo.


" nggak..." ucap tika dengan lantang.


" aku takut di rumah sendiri." ucap tika manja sambil bergelayut di lengan leo.


leo menatap istrinya .....


"iya...iya.." ucap leo.


" benarkah...." ucap tika senang langsung memeluk leo.


" wah....suamiku benar benar baik hati dan tidak sombong." oceh tika.


" sudah cepat kamu siap siap." ucap leo.


" baiklah..." ucap tika.


" tapi....apa yang harus di siapkan kak." tanya tika bingung.


leo pun sama bingung dengan apa yang di tanyakan tika.


" oh...ya aku tahu." ucap tika.


" uang..." ucap tika lagi.


leo heran...


" kita bukan mau liburan..." ucap leo.


" ya nggak apa apa kan siapa tahu di sana nanti kita butuh uang." ucap tika.


" terserah kamu ajalah..." ucap leo keluar dari kamar tapi tiba tiba berbalik melihat tika.

__ADS_1


" pakai baju hangat mu..." ucap leo.


" kenapa..." tanya tika.


" ini kan sudah malam aku tidak mau kamu kedinginan." ucap leo.


" kan ada kakak yang bisa menghangatkan aku." ucap tika tersenyum.


" kamu jangan memancing ku tika...." ucap leo menatap tika tajam.


" maaf..." ucap tika.


malam ini juga leo dan tika akan pergi ke luar kota untuk menemui yolanda.perjalanan akan memakan waktu beberapa jam jadi kemungkinan mereka akan sampai di sana besok pagi.


tiba tiba hp leo berdering...


dan tampak nama david di layar hp nya...


" halo..." ucap leo.


" halo tuan...apa tuan sudah berangkat." tanya david.


" iya....ada apa.??? tanya leo.


" tuan...seperti nya wanita itu ada yang mengawasi nya.saya melihat ada beberapa orang yang terus memantau gerak gerik wanita itu."


ucap david.


" kalau begitu kamu terus awasi wanita itu dan jangan sampai ada yang curiga." ucap leo.


" baik...tuan." ucap david.


" siapa yang telpon kak..." ??? tanya tika.


" david..." ucap leo.


" detektif itu...." ??? tanya tika.


leo mengangguk....


" uaaaa...." tika menguap.


" kalau mengantuk tidurlah..." ucap leo.


" nanti kakak tidak ada yang nemenin.." ucap tika.


" baiklah..." ucap tika.


leo menekan tombol yang ada di samping kursi tika.agar sandaran pada kursi itu turun kebelakang sehingga tika bisa tidur dengan nyaman.


" terima kasih..." ucap tiak tersenyum.


kini sean sedang ada di ruang kerjanya.ia sudah memutuskan untuk mengakhiri semuanya.cinta yang dalam kepada naya seakan hilang tertutup noda yang sangat sulit untuk di hilangkan.di tambah lagi sean sangat membenci pengkhianatan.hati nya hancur seketika saat melihat video itu.


tidak ada yang bisa lagi untuk di pertahankan bagi sean.


saat pikiran nya sedang berperang dengan hati nya tiba tiba hp sean bergetar.


sean melihat ada sebuah pesan video masuk.


lalu sean membuka pesan itu dan alangkah terkejutnya saat video itu di buka.


sebuah adegan intim naya tapi dengan pria yang berbeda.


" aaaaaaa....." sean berteriak marah dan membanting hp itu ke lantai sampai hancur tak berbentuk.


sean lalu pergi ke kamar untuk menemui naya.kini amarah nya benar benar di level teratas.


" brakkkk....." sean mendobrak pintu dengan sangat keras.naya yang sedang rebahan pun terkejut.


" tuan...." ucap naya lirih.


" dasar wanita murahan...." teriak sean.


" plakkkk....." sean menampar naya.


" aku benar benar membenci mu kanaya.aku menyesal pernah mencintai mu." ucap sean dengan sangat sinis.


" tuan...." ucap naya menangis.


" sudah berapa banyak pria yang meniduri mu." ucap sean mencengkram dagu naya.


naya menggeleng....


" wanita kotor...."ucap sean menghempaskan dagu naya sampai naya tersungkur ke lantai.


" tidak tuan...saya tidak seperti itu." ucap naya memegang kaki sean sambil menangis tersedu sedu.

__ADS_1


" lepaskan...." ucap sean.


" tidak mau..." ucap naya mengencangkan pegangan nya di kaki sean.


sean langsung menendang naya sampai naya tersungkur ke lantai.


" aku tidak ingin ada wanita kotor di rumah ku jadi pergi kamu dari sini dan jangang pernah kamu kembali lagi di kehidupan ku." ucap sean ketus.


" tidak tuan...saya mohon jangan suruh saya pergi dari sini saya sangat mencintai tuan." ucap naya menangis tersedu sedu.


" cinta....kamu bilang cinta.kalau kamu memang mencintai ku,bagaimana bisa kamu berbuat zina dengan pria lain." ucap sean.


" saya tidak pernah melakukan itu.saya berani bersumpah demi apapun tuan saya mohon percaya sama saya." ucap naya memohon.


" kamu pikir aku bodoh mau percaya dengan wanita seperti mu." ucap sean.


" cepat pergi kamu dari sini." ucap sean.


tapi naya tetap tidak mau pergi.akhirnya sean menarik tangan naya dengan kasar.


" saya mohon tuan.... jangan usir saya " ucap naya menangis tersedu sedu.


tapi sean tetap menarik tangan naya....


naya di seret paksa oleh sean untuk keluar dari mansion.


para pelayan yang melihat nya pun terkejut.mereka merasa kasihan kepada nona nya tapi mereka tidak bisa berbuat apa apa.mereka hanya bisa menyaksikan bagaiman naya di seret paksa oleh sean.


sampai di pintu sean langsung menghempaskan tubuh naya keluar.


" tuan...jangan lakukan ini saya mohon saya tidak bisa hidup tanpa tuan." ucap naya.


" saya bisa mati tanpa tuan..." ucap naya dengan tangisnya yang semakin pilu.


" kalau begitu mati saja kamu aku tidak peduli." ucap sean langsung menutup pintu dengan sangat keras.


" deeghh....." jantung naya seakan langsung berhenti berdetak mendengar kata kata yang keluar dari mulut sean.


bahkan naya langsung diam tak bersuara lagi.naya diam mematung mencoba mencerna kembali kata kata sean tadi.


" kalau begitu mati saja kamu aku tidak peduli." naya terus mengingat kata kata itu.


" baiklah kalau itu yang tuan mau..." batin naya.


naya berjalan lunglai menuju gerbang...


pikiran naya saat ini sangat kacau air mata nya pun tak berhenti mengalir.


" kalau begitu mati saja kamu aku tidak peduli." kata kata itu terus terngiang di pikran naya.


naya terus berjalan tanpa arah tujuan ia menapaki jalan di malam yang gelap ai tidak peduli dengan apapun yang ada di sekitarnya pikiran nya saat ini kosong.


" kalau begitu mati saja kamu aku tidak pedulu." air mata naya terus mengalir.


langkah naya terhenti saat melewati sebuah jembatan besar.dengan pikiran yang sangat kacau naya berjalan ke arah tepi jembatan.di lihatnya ke bawah arus deras sungai yang sangat besar.


" aku sangat mencintai mu tuan...sangat...sangat...dan....sangat.aku tidak bisa hidup tanpa mu,maaf aku harus melakukan ini.jika di kehidupan ini kita tidak berjodoh aku berharap di kehidupan nanti kita akan menjadi satu selamanya." batin naya.


kini naya sudah berdiri di atas tepian jembatan....


" selamat tinggal tuan....aku mencintai mu..."


" byuuuuuurrrrrr........." naya melompat..


" N...A..Y..A...AAAA.." teriak tika.


leo yang sedang menyetir menghentikan mobil nya secara mendadak karena mendengar tika berteriak.


" tika...ada apa...???? ucap leo panik.


tika bangun dari tidur nya dengan nafas yang tersengal sengal keringat dingin pun membasahi wajah nya.


" ada apa...."??? ucap leo lagi.


" kak....." ucap tika dengan nafas yang tersengal sengal.


" tenang lah...." ucap leo.


" aku mimpi buruk tentang naya kak...kita pulang sekarang kak,firasat ku tidak enak pasti terjadi sesuatu dengan naya." ucap tika penuh kepanikan.


" tenanglah....kamu hanya mimpi." ucap leo memeluk tika.


" tidak kak...aku yakin pasti terjadi sesuatu dengan naya.kita pulang sekarang kak..aku mohon." ucap tika menangis.


" baiklah....kita pulang sekarang." ucap leo.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2