
"permisi pak......" ucap bu aminah kepada pak satpam yang sedang berjaga di pintu masuk perusahaan wiguna.
" pak....." panggil bu aminah lagi karena satpam itu tidak merespon panggilan bu aminah.
" iya...ada apa bu." ucap satpam itu.
" bisa kah saya bertemu dengan tuan sean." ucap bu aminah.
satpam itu heran dan menatap bu aminah dengan sangat intens.dari ujung kepala sampai ujung kaki tidak luput dari mata satpam tersebut.
"' maaf bu.. ada perlu apa ya.???? tanya pak satpam.
" saya ada urusan penting dengan tuan sean." ucap bu aminah.
" tapi maaf tuan sean nya tidak ada." ucap pak satpam dengan ramah.
raut wajah bu aminah berubah sendu,jauh jauh ia datang tapi tidak bisa bertemu dengan sean.
" kalau boleh tahu tuan sean nya ke mana.??? tanya bu aminah.
" tuan sean sedang pergi ke korea.tapi saya dengar hari ini beliau akan pulang." ucap pak satpam.
" kalau begitu saya akan menunggu nya." ucap bu aminah.
" silah kan menunggu di sini bu.." ucap pak satpam menunjuk sebuah kursi yang ada di dekat nya.
" terima kasih pak..." ucap bu aminah.
" aku tidak boleh pulang sebelum bertemu dengan tuan sean". batin bu aminah.
sudah hampir 1 jam bu aminah menunggu...
tiba tiba ada sebuah mobil yang berhenti pak satpam pun langsung membuka kan pintu.
" silah kan tuan..." ucap pak satpam dengan hormat dan ternyata itu adalah sean.
tiba di bandara sean langsung menuju ke kantor wiguna.
" maaf tuan ada yang ingin bertemu dengan tuan." ucap pak satpam ke pada sean yang hendak masuk ke dalam kantor.
" siapa..." tanya sean sinis.
pak satpam menunjuk ke arah bu aminah yang sedang duduk.melihat sean datang bu aminah langsung mengampiri sean.
" tuan...ini saya apa tuan masih ingat." ucap bu aminah.
sean hanya menatap bu aminah dan bersikap sangat cuek.
" tidak...." ucap sean langsung pergi dari hadapan bu aminah.
" tapi tuan .. " ucap bu aminah.
" maaf bu seperti nya tuan sean tidak ingin bertemu dengan anda.
" tuan...tunggu tuan saya mohon dengar kan saya dulu." teriak bu aminah karena sean terus berjalan tidak memperdulikan bu aminah.
bu aminah tidak mau menyerah begitu saja ia mencoba menerobos pak satpam yang terus menghalangi nya.
"apa tuan tidak ingin tahu kabar kanaya.!!! ucap bu aminah dengan lantang.
langkah kaki sean terhenti saat mendengar kata kanaya di sebut.sean membalik kan badan nya menatap ke arah bu aminah.
perlahan sean berjalan ke arah bu aminah.
" apa tuan tidak ingin bertemu dengan naya." ucap bu aminah lagi.
" jangan sebut nama wanita itu di hadapan ku aku tidak peduli dengan nya." ucap sean dengan wajah marah.
bu aminah sangat terkejut dengan sikap dan perkataan sean.
" tapi tuan..." bu aminah tidak mau menyerah.
" bawa wanita ini keluar." perintah sean kepada pak satpam.
" baik tuan..." ucap pak satpam.
__ADS_1
" tidak...saya tidak akan pergi dari sini." ucap bu aminah.
" tuan sean...saya mohon naya sangat membutuhkan tuan saat ini naya sedang hamil." ucap bu aminah.
" deghh....." sean terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar.
" hamil...." batin sean.
" tuan saya mohon..." ucap bu aminah mendekati sean.
" naya saat ini sedang hamil tapi kehamilan nya sangat lemah karena naya mengalami tekanan batin karena sangat merindukan tuan setiap malam naya selalu menangis dan memanggil manggil nama tuan." ucap bu aminah sedih.
" itu bukan anakku." ucap sean.
bu aminah tidak percaya dengan apa yang di katakan sean.
" kenapa tuan begitu tega berbicara seperti itu." ucap bu aminah.
" apa naya yang menyuruh anda datang ke sini" ucap sean.
" kalau uang yang anda inginkan saya akan berikan." ucao sean angkuh.
bu aminah terkejut....
" saya memang orang miskin tuan...tapi saya ke sini hanya ingin menolong naya saya tidak ingin uang anda sedikit pun.bahkan naya tidak tahu kalau saya menemui anda." ucap bu aminah tak terasa air mata nya menetes.
" saya kasihan kepada naya...naya harus menjadi seorang pemulung untuk membantu saya mencari uang." ucap bu aminah.
" apaaa........" batin sean terkejut.
" saat ini kehamilan naya memasuki bulan ke 5 tapi naya masih tetap terus menjadi pemulung agar bisa mengumpulakan uang untuk memeriksakan kehamilan nya setiap bulan dan juga untuk biaya melahir kan nanti."ucap bu aminah.
tampak sean diam.......
melihat sean diam bu aminah beranggapan mungkin memang cinta sean kepada naya memang telah pudar.
" baik lah jika memang tuan sudah tidak peduli lagi dengan naya dan calon anak tuan.saya berharap tuan tidak akan pernah menyesal." ucap bu aminah pergi.
saat akan melangkah kan kaki nya bu aminah berhenti dan berbalik menatap sean.
sean masih saja diam...
entah apa yang sedang sean pikir kan...
" permisi tuan...tuan leo tadi menelpon." ucap nofi yang tiba tiba datang membuyar kan lamunan sean.
sean langsung mengambil hp nya ternyata hp nya di silent sehingga ia tidak tahu kalau dari leo menelpon nya.
**** di rumah sakit****
dokter segera membawa yolanda masuk ke dalam ruang operasi dan segera memberi tindakan serius.yolanda banyak kehabisan darah dan keadaan nya pun sangat kritis.
bu kasih tak henti henti nya menangis.ia sangat mengkhawatirkan keadaan yolanda.
sudah 2 jam yolanda berada di ruang operasi.
bu kasih dan leo menunggu dengan perasaan khawatir.
" ceklek...." pintu ruang operasi terbuka tampak dokter keluar dari ruang operasi.
" bagaimana keadaan anak saya dok..." tanya bu kasih.
dokter diam....
" dokter....." panggil bu kasih lagi.
" kita hanya bisa berdoa.keadaan pasien kritis." ucap dokter.
bu kasih terkejut dan tangis nya pun pecah.
" yolanda....." ucap bu kasih.
" saya permisi dulu." ucap dokter lalu pergi.
leo mengangguk....
__ADS_1
saat ini sean sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit.di sepanjang perjalanan sean hanya diam.pikiran nya kini sedang tertuju pada semua ucapan bu aminah tadi.
jauh di lubuk hati nya sean memang sangat merindukan kanaya terlebih setelah mendengar naya hamil dan kini naya menjadi seorang pemulung tapi seperti biasa ego nya lebih berkuasa di hati nya.
sean segera menelpon leo saat sudah sampai di rumah sakit.leo yang mendapat telpon dari sean segera menghampiri sean.
" tuan...." ucap leo.
" ada apa ini kenapa kamu menyuruh ku datang ke sini." ucap sean.
" saya ingin tuan menemui seseorang." ucap leo.
" siapa maksud kamu..." ucap sean.
" mari tuan ikut saya..." ucap leo.
sean pun mengikuti leo.sean penasaran siapa orang yang di maksud oleh leo.
langkah leo berhenti di sebuah kamar icu.
" leo sebenar nya ada apa ini..siapa orang yang kamu maksud.???? tanya sean.
" mari tuan...." ajak leo kepada sean untuk masuk ke dalam ruangan itu.
sean perlahan melangkah kan kaki nya ia semakin bingung dengan situasi ini.
dari kejauhan sean melihat seorang wanita yang terbaring di tempat tidur dengan selang infus di tangan nya dan selang selang lainnya yang di gunakan untuk membantu yolanda bisa terus bertahan.
" lihat lah tuan...." ucap leo menunjuk ke arah tempat tidur.
semakin dekat sean bisa melihat siapa yang sedang terbaring di tempat tidur itu.
" naya....!!!!!!! ucap sean lirih.
" bukan tuan....dia yolanda." ucap leo.
sean terkejut dan langsung menatap tajam leo.
" apa maksud mu...???? tanya sean.
" dialah wanita yang ada di dalam video itu tuan." ucap leo.
" deghh......" sean sangat terkejut mendengar penjelasan dari leo.
" dan ternyata yolanda adalah saudara kembar nona." ucap leo.
kaki sean tiba tiba merasa lemas dan tidak bisa menopang berat tubuh nya.
"' tuan...apa anda baik baik saja." ucap leo panik melihat sean sangat syok mendengar semua penjelasan nya.
leo membantu sean untuk duduk di bangku yang ada di dekat mereka.
"apa perlu saya ambil kan air minum tuan." ucap leo tapi sean hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan leo.
" naya...." batin sean tiba tiba teringat pada istri nya.
" ini tuan..." ucap leo memberikan air minum tapi sean menolaknya.
" dari mana kamu tahu semua ini.'"???? tanya sean.
" maaf kan saya tuan...diam diam saya menyelidiki semua ini.saya merasa kasihan kepada nona." ucap leo.
" dan tuan harus tahu siapa orang yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini." ucap leo.
sean langsung menatap leo.
" nyonya susan....dialah orang yang selama ini ingin menghancurkan tuan.dia juga dalang atas penculikan nona waktu itu." leo menjelaskan.
" dari mana kamu tahu semua itu." tanya sean.
" saya berhasil menangkap anak buah susan dan sekarang mereka ada di markas." ucap leo.
tampak raut kemarahan di wajah sean....
bersambung........
__ADS_1