
pagi hari naya sudah di buat sibuk dengan rutinitasnya seperti biasa.walaupun sekarang sean sudah menerimanya sebagai seorang istri tapi naya tetap melakukan pekerjaannya seperti biasa.
selesai memasak naya langsung pergi ke kamar sean.membuka korden dan membangunkan sean.
" tuan...." panggil naya sambil menggoyangkan bahu sean
" hmmmm....." jawab sean hanya mengeliat saja masih dengan mata yang terpejam.
" tuan...bangun ini sudah siang.." ucap naya lagi terus berusaha membangunkan sean.
" nanti.. aku masih ngantuk " ucap sean dari balik selimutnya.
" tapi nanti tuan bisa kesiangan." ucap naya.
sean membuka selimutnya dan menatap naya..
" hei....aku itu bosnya mau kesiangan atau tidak itu terserah aku." ucap sean sombong.
" iya...iya..." ucap naya baru menyadari kalau bos itu bebas.
di tengah lamunannya naya terkejut karena sean menarik tangan naya sehingga tubuh naya jatuh tepat diatas tubuh sean.
pandangan mata mereka bertemu....
" kamu sudah wangi mau kemana pagi pagi begini.." ucap sean menciumi leher naya.
" tuan hentikan...saya geli.." ucap naya dengan jantung yang semakin cepat berdetaknya.
" kenapa jantung mu cepat sekali berdetaknya aku sampai bisa merasakannya.." ucap sean.
mendengar hal itu naya berusaha melepaskan diri tapi sean semakin erat memeluknya.
" diamlah....atau aku akan memakanmu sekarang juga" ucap sean sambil menciumi telinga naya.
naya diam terkejut dengan apa yang dikatakan sean barusan.
" apa maksud tuan.apa tuan sedang meminta hak nya ..." batin naya panik.
naya semakin dibuat kalang kabut oleh perlakuan sean.sekuat tenaga naya berusaha lepas dari pelukan sean karena naya belum siap untuk menyerahkan kesuciannya sekarang walau ia tahu itu sudah kewajibannya.
" tuan...saya mohon lepaskan saya harus berangkat kerja .." ucap naya memohon.
mendengar naya memohon sean melepaskan pelukannya dan bangun.
" tuan mandilah..saya akan menyiapkan pakaian tuan." ucap naya berjalan menuju lemari untuk menyiapkan pakaian sean.
sean beranjak dari tempat tidurnya berjalan menuju kamar mandi.setelah 15 menit sean keluar hanya berbalutkan handuk saja.melihat naya sedang membereskan tempat tidur perlahan sean mendekatinya dan langsung memeluknya.naya terkejut dan menghentikan kegiatannya.
" tuan....kenapa tuan suka sekali memeluk saya sih..." ucap naya gugup.
" memangnya kenapa...tidak boleh." ucap sean.
" bu...bukan begitu." ucap naya bingung.
sean langsung melepaskan pelukannya dengan wajah yang sedikit cemberut.naya merasa tidak enak hati takut sean tersinggung dengan ucapannya...
" tuan...." panggil naya memegang tangan sean yang hendak pergi.
" tuan marah...." ucap naya.
sean mendekat memegang pipi naya....
" aku tidak marah..." ucap sean dengan lembut.
" cepat bantu aku berpakaian..." ucap sean lagi.
naya membantu sean memakai bajunya setelah semua siap,naya dan sean segera turun untuk sarapan pagi.
sean duduk sedangkan naya menyiapkan nasi dan lauk untuk sean.
saat naya akan pergi ke belakang sean memegang tangannya...
" duduklah....sarapan di sini." ucap sean.
naya pun menuruti apa yang di minta sean.ini pertama kalinya mereka sarapan bersama..
leo sudah menunggu di mobil untuk mengantar tuannya ke kantor.
sean dan naya segera masuk ke mobil untuk segera menuju ke kantor.
seperti biasa naya akan turun di depan gerbang...
" tuan saya turun disini saja..." ucap naya langsung turun sebelum sean melarangnya.
dengan terpaksa sean harus membiarkan istrinya berjalan sekitar 500 meter menuju kantor.
tanpa naya sadari ternyata ada nofi yang sedang memperhatikannya.nofi baru saja turun dari taksi ia terkejut melihat naya turun dari mobil sean.
__ADS_1
" kenapa naya bisa naik mobil tuan sean..apa dia mencoba menggoda tuan sean.." ucap nofi marah.
nofi segera menghampiri naya...
" hei...naya..." panggil nofi.
" kenapa kamu bisa naik mobil tuan sean.." tanya nofi.
naya terkejut dan harus memberi alasan apa kepada nofi.
" sa...saya.tadi tidak sengaja bertemu tuan sean di ujung jalan sana,dan tuan sean mengajak saya untuk berangkat bersama." ucap naya gugup.
untungnya nofi percaya dengan apa yang dikatakan naya.
" kenapa nona nofi marah melihat saya bersama tuan sean.. " batin naya.
tidak mau berprasangka buruk naya memilih untuk pergi menuju keruang ob...
" pagi nay....." sapa tika.
" pagi. " ucap naya lesu.
" kamu kenapa..." tanya tika
" tika....kamu kan sudah lama kerja di sini kamu pasti tahu kan sekertaris nofi " tanya naya.
" iya...emang kenapa " ucap tika.
" tadi dia melihatku turun dari mobil tuan sean dan dia kelihatan marah,apa dia menyukai tuan sean.." tanya naya.
" apa kamu belum tahu.. nofi itu kan sudah lama menyukai tuan sean,makanya dia itu selalu pake baju yang ketat dan pakai make up yang menor itu semua untuk menggoda tuan sean.tapi untungnya tuan sean tidak pernah tergoda sama cewe bar bar kaya nofi itu " jelas tika panjang lebar.
naya terkejut karena baru tahu akan hal itu.naya jadi khawatir pada tuan sean.
" kamu jangan khawatir,aku yakin tuan sean bukan laki laki yang mudah tergoda,." ucap tika.
" benarkah...." ucap naya.
tika mencoba meyakinkan naya agar hal itu tidak jadi pikiran untuk naya..
" nay....hari ini kan kita gajian bagaimana kalau pulang kerja kita jalan jalan." ajak tika.
" kemana. " tanya naya.
" bagaimana kalau ke mall." ucap tika.
" iya kamu pasti belum pernah ke mall kan.." ucap tika.
naya mengangguk memang naya belum pernah pergi ke mall.walaiupun naya sudah bisa mencari uang sendiri tapi ia tidak bebes memakai uang hasil jerih payah nya sendiri karena mira yang memegang semua uang naya.
" sebenarnya aku ingin memakai uang gajiku untuk memperbaiki makan ayah sama ibu" ucap naya sedih.
" nay...kamu kan bisa minta uang sama suami kamu" ucap tika.
" aku tidak berani minta sama tuan sean.." ucao naya.
" nay...nay...kamu itu aneh ya,punya suami kaya raya tapi kamu masih kesusahan masalah uang." ucap tika.
" aku tidak mau menyusahkan tuan sean,lagipula aku tidak mau tuan sean menganggap ku wanita matre jika aku meminta uang padanya.." ucap naya
" nay....tuan sean pasti sudah tahu itu adalah kewajibannya sebagai seorang suami." ucap tika.
" ya sudah terserah kamu saja...yang penting nanti kita jalan jalan ya " ucap tika senang
" tapi aku harus izin dulu sama tuan sean..." ucap naya.
" iya...iya..." ucap tika.
setelah berbincang bincang naya dan tika harus mulai bekerja.mereka mengerjakan pekerjaan masing masing..
tak terasa hari sudah mulai siang biasanya ketika waktunya gajian jam kantor hanya setengah hari.
tika langsung mengecek hpnya apakah uang gaji nya sudah masuk ke rekeningnya atau belum...dan ternyata uang gajinya sudah masuk terlihat dari bibirnya yang senyum senyum sendiri.
" nay....uang gaji ku sudah masuk bagaimana dengan kamu..." tanya tika.
" aku kan belum punya kartu seperti mu..jadi aku harus bagaimana caranya mengambil uang gaji ku" tanya naya bingung.
" kamu kan bisa menanyakan langsung sama suami kamu" ucap tika.
naya diam berfikir sebentar.apakah ia harus menanyakan langsung pada sean.
" sudah...jangan banyak mikir cepat sana tanyakan pada tuan sean..." ucap tika mendorong bahu naya agar segera ke ruangan sean.
naya berjalan menuju ruangan sean...untuk masuk keruangan sean naya harus izin dulu kepada nofi sekertaris sean.
nofi yang melihat naya memandangnya sinis...
__ADS_1
" mau apa kamu kesini..." tanya nofi sinis.
" aku mau bertemu tuan sean.." ucap naya.
" mau apa kamu menemui tuan sean..." tanya nofi.
" aku.....???? ucap naya.
" nona....." panggil leo yang tiba tiba ada di belakang naya.
" saya mau bertemu tuan sean.." ucap naya.
" masuklah..." ucap leo membiarkan naya untuk masuk.
" sekertaris leo....kenapa naya di izinkan masuk dia itu kan hanya seorang ob kenapa mudah sekali untuk bertemu dengan tuan sean.." ucap nofi marah.
" itu bukan urusan mu..." ucap leo lalu pergi keruangannya sendiri.
" tok...tok..." naya mengetuk pintu karena tidak ada jawaban dari dalam naya membuka pintu....dan melihat sean yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
" tuan bolehkah saya masuk.." ucap naya.
sean yang melihat naya tersenyum senang karena di tengah tengah pekerjaan yang menumpuk membuatnya jenuh tapi ketika melihat wajah naya tiba tiba suasana hatinya menjadi senang.
" masuklah...." ucap sean.
naya berjalan perlahan merasa ragu untuk menanyakan tentang uang gajiannya.
" ada apa..." tanya sean datar
" saya mau menanyakan tentang.....?????naya diam tidak meneruskan kata katanya.
" uang gaji mu...." ucap sean membuat naya terkejut bagaimana sean bisa tahu apa yang ingin naya tanyakan.
naya mengangguk.....
" memang mau kamu pakai apa uang gaji mu itu..." tanya sean.
" sebenarnya sepulang kerja tika mengajak saya ke mall..saya ingin membeli baju tapi uang gaji saya mau saya pakai untuk memperbaiki makan ayah dan ibu.." ucap naya menunduk.
sean ingat betul waktu itu naya pernah mengatakan kalau dirinya tidak punya baju...sengguh malang nasib istrinya ini..
" kemarilah...." sean menyuruh naya untuk mendekat.
naya perlahan berjalan mendekati sean,saat ini naya sudah ada di hadapan sean.
tiba tiba sean menarik tangan naya sehingga naya terperanjah duduk di pangkuan sean..
sean memeluk naya menyandarkan kepalanya ke dada naya sudah tentu hal itu membuat jantung naya berdebar sangat kencang.
" biarkan seperti ini sebentar....aku sangat lelah." ucap sean.
" tuan sean pasti kelelahan karena pekerjaan yang sangat banyak." batin naya.
naya merasa kasihan pada sean..naya membalas pelukan sean perlahan membelai kepala sean dengan lembut sehingga membuat sean sangat nyaman.
sean melepas pelukannya dan mengambil sesuatu dari dompetnya.
" pakailah ini...." ucap sean menyodorkan sebuah kartu kredit berwarna gold untuk naya
" apa ini tuan..." ucap naya.
" ini kartu kredit...." ucap sean.
" iya saya tahu ini kartu kredit,tapi untuk apa." ucap naya.
" bukankah kamu tadi bilang mau ke mall,jadi pakailah ini,beli apapun yang kamu inginkan." ucap sean.
" tapi...tuan saya kan cuma minta uang gaji saya kenapa tuan memberikan ini" ucap naya.
" ini terlalu berlebihan,apa tuan tidak takut kalau saya akan menghabiskan uang tuan." ucap naya.
sean tersenyum mendengar ucapan naya,karena sean tahu naya tidak akan mungkin bisa menghabiskan uang yang ada di dalam kartu kredit itu.
" maaf jika selama ini aku tidak pernah memberi mu nafkah apapun" ucap sean memegang pipi naya.
" jadi pakailah ini...aku bekerja siang malam kalau bukan kamu yang menghabiskan siapa lagi" ucap sean.
naya merasa terharu dengan perhatian yang di berikan sean padanya.perhatian yang tidak pernah naya dapatkan selama ini.naya langsung memeluk sean,sean pun membalas pelukan naya mencium pucuk kepala naya dengan lembut
" sudah sana pergilah...bersenang senanglah,tapi ingat jangan pulang terlalu sore.dan jangan menunggu ku mungkin aku akan telat pulang.
naya mengangguk dan bangun dari pangkuan sean.naya berjalan ke arah pintu,tapi tiba tiba naya menghentikan langkahnya berbalik dan menatap sean yang sedang sudah mulai di sibukan dengan proposal proposal yang menumpuk di atas meja.naya berjalan cepat mendekati sean dan....
" cup..." naya mencium pipi sean dan langsung berlari keluar ruangan karena malu.sean yang mendapat ciuman mendadak dari naya tersenyum sambil memegang pipinya yang baru saja mendapat ciuman hangat.
bersambung.....
__ADS_1