Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps 43.rencana naya


__ADS_3

" tok...tok...tok..." leo mengetuk pintu ruang kerja sean.tapi tidak ada jawaban dari dalam.


leo terus mengetuk lagi tapi tetap tidak ada jawaban.


akhirnya leo pun membuka pintu dan langsung masuk.


" maaf...." leo langsung berbalik badan karena tidak sengaja melihat adegan mesra sean dan naya.


sean melepas ciumannya karena terkejut saat leo tiba tiba nyelonong masuk ke dalam ruang kerjanya.sedangkan naya tertunduk malu tidak berani menatap leo.


" apa kamu mau mati leo..." ucap sean.


" maaf tuan...saya sudah mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban jadi saya masuk saja.." ucap leo menjelaskan.


" nayaaa....." teriak tika yang tiba tiba datang.


" jaga sikapmu..." ucap leo.


" maaf...." ucap tika.


" saya mau ke kamar dulu tuan..." ucap naya turun dari pangkuan sean.


naya tetap menunduk saat berpapasan dengan leo karena merasa malu.


" ayo..." ucap naya menarik tangan tika.


naya membawa tika masuk ke kamarnya.


" wah......kamar kamu besar sekali nay.!!!ucap tika kagum pada kamar naya yang sangat besar dan mewah.


tika menyentuh satu persatu barang yang ada di kamar naya.ia pun langsung tiduran di ranjang tika.


" empuk sekali tempat tidur kamu.." ucap tika sambil tiduran di kasur naya.


tiba tiba tika menatap naya aneh.dan hal itu membuat naya bingung.


" ada apa kamu menatapku seperti itu..." tanya naya bingung.


" pasti di kasur ini.....kamu dan tuan sean sudah..?????" ucap tika tidak meneruskan kata katanya.


" apaan sih kamu..." ucap naya malu malu.


" lihatlah...pipi kamu merah.." ucap tika menggoda naya.


" tuan sean itu kan sangat dingin dan galak.pasti permainan ranjangnya sangat hebat iya kan.." ucap tika terus menggoda naya.


" tika apa an sih kamu..." ucap naya.


" enaknya hidup kamu ya nay....punya suami yang tampan kaya raya lagi.."ucap tika sambil rebahan di kasur.


" yah...itulah takdir." ucap naya.


" aku selalu yakin bahwa tuhan itu maha adil.jika kita tulus dan sabar dalam menjalani semuanya tuhan pun tidak akan menutup matanya.dan terbukti kini aku mendapatkan suami yang mencintaiku dan juga harta yang berlimpah" ucap naya.


" oh ya...bagaiamana apa kamu sudah punya kabar tentang orang yang kamu cari itu???? tanya naya.


tika menggelengkan kepalanya..


" aku tidak tahu harus mencarinya kemana lagi.." ucap tika sedih.


" eh..tunggu dulu." ucap tika langsung bangun dari rebahannya.


" aku dapat informasi dari panti kalau dia pernah tinggal di alamat ini" ucap tika mengambil secarcik kertas dari tasnya.


" tapi alamatnya lumayan jauh.dan aku sekarang tidak sedang tidak punya uang." ucap tika sedih.


" hei...apa kamu lupa kamu kan punya sahabat yang kaya sekarang." ucap naya memukul kepala tika sambil memamerkan goldcard yang waktu itu di berikan oleh sean.


naya dan tika diam saling pandang dan kemudian mereka tertawa bersama sama.


"bagaimana kalau besok kita mulai mencari alamat itu aku akan menemanimu " ucap naya.


" apa tuan sean akan mengizinkanya" tanya tika.


" pasti dia mengizinkannya..." ucap naya yakin.


" kamu kok yakin sekali...????ucap tika ragu.


naya diam seperti sedang memikirkan sesuatu dan tiba tiba naya tersenyum sendiri.


" hei....malah senyum senyum sendiri.kamu pasti lagi mikirin yang kotor kotor ya." ucap tika menggoda.


" apa an sih...." ucap naya tersipu malu.


"besok kita sekalian shoping ya..." ajak naya.


" kamu yang belanjain ya..." ucap tika.


" siap..emang kamu mau belanja apa" tanya naya.


" entah..." ucap tika.


" kamu tenang aja aku akan pakai ini untuk belanja kita besok." ucap naya sambil menunjukan goldcardnya.


" emang berapa banyak itu isinya...???tanya tika.


" aku juga tidak tahu.tapi tuan sean bilang untuk beli 10 pesawat pun uangnya tidak akan habis" ucap naya.

__ADS_1


" apaaaaa..!!!!!!!ucap tika melongo..


" hei....itu mulut jangan kelebaran bukannya nanti ada kecoa masuk.." ucap naya.


" yang bener nay..." tanya tika lagi masih tidak percaya.


naya mengangguk..


" kalau begitu aku mau belanja yang banyak boleh.????? ucap tika senyum senyum merayu naya.


mereka pun tertawa bersama sama...


*** di ruang kerja sean***


" apa harus besok..." tanya sean.


" iya tuan...sekarang orang itu ada di markas.kita harus segera mengintrogasinya. ucap leo.


"kamu siapkan saja semuanya..." ucap sean.


" baik tuan.." ucap leo lagi.


" bagaimana....apa kamu sudah menemukan siapa yang menyerang kita tadi pagi.." tanya sean.


" belum tuan..." ucap leo.


" tidak seperti biasanya kamu lama mencari informasi." ucap sean.


" maafkan saya tuan." ucap leo.


"tapi tuan....menurut saya orang yang menyerang kita dan orang yang sekarang ada di markas sepertinya ada hubungannya." ucap leo curiga.


" benarkah...." ucap sean.


" kalau begitu saya permisi dulu tuan...." ucap leo.


" apa teman naya masih tinggal denganmu" tanya sean.


" iya tuan..." ucap leo.


" apa kalian tidak berbuat macam macam" tanya sean.


" maksud tuan..." tanya leo pura pura tidak mengerti.


" jangan pura pura tidak tahu kamu..."ucap sean.


leo diam mendengar apa yang diucapkan oleh tuannya.


"kamu kan pria kesepian..." ucap sean tersenyum.


" kamu menyindir ku leo....." ucap sean merasa tersindir.


" mana berani saya tuan...." ucap leo.


" tapi tatapan kamu seolah kamu sedang menyindirku.." ucap sean penuh penekanan.


"tidak tuan...." ucap leo lagi.


" kalau begitu saya permisi pulang dulu tuan.." ucap leo.


" hmm...." jawab sean singkat.


leo keluar dari ruangan sean ia mencari di mana tika.


" kemana itu bocah..." ucap leo kesal.


" sekertaris leo..." panggil tika.


leo hanya menoleh dan langsung pergi keluar mansion meninggalkan tika.


" nay...aku pulang dulu ya." ucap tika berlari menyusul leo.


" tungguin napa sih..." ucap tika masuk ke mobil leo.


leo diam dan langsung menjalankan mobilnya.


di dalam kamar naya sedang berfikir bagaimana caranya agar sean mengizinkannya pergi menemani tika besok untuk mencari alamat seseorang.


" ceklekkk...." suara pintu terbuka.


" kamu belum tidur sayang..." tanya sean.


" belum tuan..." ucap naya.


" tuan mau mandi biar saya siapin air hangatnya..." ucap naya turun dari tempat tidur.


sean mengangguk....


setelah menyiapkan air hangat naya menyiapkan baju tidur untuk sean.


setelah itu naya kembali naik ke tempat tidur.ia menunggu sean keluar dari kamar mandi.


setelah 15 menit sean keluar dari kamar mandi.ia hanya memakai handuk sebatas pinggang.badannya yang putih dan otot otot perut yang rata nampak begitu indah di pandang mata.


naya yang melihatnya pun samapai diam tidak berkedip.sampai pikirannya pun melayang kemana mana.


" ah...apa yang aku pikirin sih.." ucap naya sambil memukul kepalanya sendiri.

__ADS_1


" kamu kenapa sayang.." tanya sean yang melihat tingkah lucu naya.


" tidak kenapa kenapa tuan..." ucap naya merasa malu.


setelah memakai baju tidurnya sean pun naik ketempat tidur.


" tuan..." ucap naya tiba tiba langsung menyandarkan kepalanya ke dada sean.


di mainkannya pula jari jari lentiknya di dada sean.


saatnya naya menjalankan rencananya..


" kamu kenapa sayang tumben manja gini" ucap sean yang heran pada sikap naya.


" ah...tidak" ucap naya.


" bilang ga ya...." batin naya masih bingung.


" katakanlah...." ucap sean.karena ia tahu sebenarnya ada yang ingin naya sampaikan.


" apaa..." ucap naya.


" maksud tuan.." ucap naya pura pura tidak mengerti.


" aku tahu ada yang ingin kamu katakan." ucap sean.


naya bangun dan duduk di hadapan sean.


" begini tuan...." ucap naya sambil meremas jari jarinya pada baju nya.


" besok boleh tidak saya pergi menemani tika." ucap naya.


" kemana..??? tanya sean.


" mencari alamat seseorang..." ucap naya lagi.


" tidak..." ucap sean singkat.


" kenapa tidak.sebentar saja setelah itu saya langsung pulang kok saya janji." ucap naya sambil mengangkat kedua jarinya.


" saya mohon tuan...saya akan lakuin apa aja deh yang tuan inginkan asal tuan izinin saya besok pergi." ucap naya.


sejenak sean diam sambil berfikir tiba tiba tampak senyum kecil di sudut bibir sean.


hal itu membuat perasaan naya tidak enak.


" tuan kenapa senyum nya begitu.lihat bulu kudukku berdiri semua." ucap naya yang merasa dirinya terancam.


" bukankah kamu akan ngelakuin apa aja yang aku inginkan bukan.." ucap sean mendekati naya.


naya mengangguk gugup.....


" aku ingin kamu..." ucap sean.


" ah tidak mau.." ucap naya berteriak.


" ya sudah kamu tidak boleh pergi." ucap sean pura pura marah.


tapi naya sudah terlanjur janji pada tika dan ia tidak ingin mengecewakan sahabatnya itu.


" tuan...." panggil naya memegang tangan sean.


" baiklah..." ucap naya pasrah.


" ah...kamu tidak ikhlas.." ucap sean lagi.


" gimana nih...masa aku duluan yang mulai.itu kan sama saja aku kaya wanita murahan.." batin naya.


tiba tiba naya punya ide cemerlang...


naya diam dan berpura pura menangis.ia tahu betul sean tidak akan bisa berkutik saat melihat naya menangis.


" sayang...kok nangis sih.iya iya besok aku izinin.tapi harus ada pengawal yang ikut ya aku tidak mau terjadi apa apa sama kamu.ok" ucap sean.


" benar tuan..." ucap naya.dengan wajah memelasnya.


" iya...tapi kamu jangan nangis lagi ya." ucap sean sambil menghapus air mata naya.


" yes...." batin naya senang karena rencanamya berhasil.


" ya sudah ayo kita tidur..." ucap sean merebahkan tubuhnya


naya diam menatap sean,ia merasa bersalah karena sudah berbohong.


" tuan..." panggil naya.


naya mengangguk memberi isyarat pada sean.


" sayang...kalau kamu tidak ingin jangan dipaksakan aku tidak apa apa kok." ucap sean membelai kepala naya lembut.


" saya ingin tuan..." ceplos naya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


sean tersenyum...


sean tidak perlu menunggu lama lagi dan ia langsung mengunci tubuh naya.dan terjadilah malam yang panjang indah untuk sean dan naya.


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2