
pagi hari naya bangun dari tidurnya dan ia terkejut saat melihat sean sudah tidak ada di tempat tidur.
" kemana tuan..."???? ucap naya lirih.
naya turun dari tempat tidur dan mencari sean ke kamar mandi dan ternyata di kamar mandi sean juga tidak ada.
naya keluar dari kamar dan melihat pak mus yang baru keluar dari ruang kerja sean.
" pak mus....." panggil naya.
" ya nona ada yang bisa saya bantu...??? ucap pak mus.
"di mana tuan...." tanya naya.
" tuan sudah berangkat ke kantor tadi" ucap pak mus.
naya diam.....
" kenapa tuan tidak menunggu ku..." batin naya.
naya kembali ke kamar dengan perasaan yang sangat pedih.kenapa sekarang hubungannya dengan sean menjadi renggang seperti ini.
naya pun segera bersiap siap untuk berangkat kerja.
" maaf nona..." ucap pak mus yang melihat naya sedang berdiri di pintu utama.
" tuan melarang sopir untuk mengantar nona ke tempat kerja." ucap pak mus menunduk merasa kasihan ke pada naya.
" apa...." batin naya terkejut.
" tidak apa apa pak...saya bisa naik kendaraan umum." ucap naya sambil tersenyum padahal di dalam hati kecil nya naya ingin menangis.
" ya sudah saya berangkat dulu ya pak..." ucap naya.
" hati hati nona..." ucap pak mus.
naya berjalan menuju gerbang,di sana ada penjaga yang membukakan pintu gerbang.
" selamat pagi nona...." sapa penjaga itu kepada naya.
naya tersenyum.....
untuk menuju jalan raya naya harus berjalan sekitar 500 meter.
" kenapa aku harus mengalami hal seperti ini lagi." batin naya.
" aku tidak pernah mengkhianati mu tuan." batin naya sambil terus berjalan perlahan menyelesuri jalan sendirian.
** di kantor tika heran saat melihat sean yang baru turun dari mobil tapi tidak ada naya bersamanya.dengan memberanikan diri tika menghampiri sean.
" maaf tuan di mana naya.. ??? tanya tika.
" aku tidak tahu." ucap sean dingin dan langsung pergi meninggalkan tika yang masih penasaran.
" benar yang di katakan kak leo sepertinya tuan sean benar benar marah pada naya." ucap tika.
sean berjalan menuju ke ruangan nya.
" pagi tuan...." sapa leo.
sean masuk ke ruangan nya di ikuti oleh leo.
leo dapat melihat kesedihan di wajah tuan nya tapi sean pandai menyembunyikan semua itu.
" apa ada jadwal hari ini...??? tanya sean.
" ada tuan.." ucap leo.
" jam 8 kita ada pertemuan dengan klien di hotel.********" ucap leo.
" baik..." ucap sean sambil melihat jam di tangannya ternyata sudah jam 8.
" kita berangkat sekarang tuan.." ucap leo.
sean dan leo berjalan beriringan saat sampai di pintu utama mereka berpapasan dengan naya yang baru sampai di kantor.
" selamat pagi tuan.." ucap naya sambil menunduk.
__ADS_1
sean diam saja tanpa membalas salam dari naya bahkan sean bersikap sangat dingin kepada naya.leo yang melihat kejadian itu merasa kasihan kepada naya
tanpa menatap naya sean langsung berjalan tapi tiba tiba ia berhenti.
" leo....kasih peringatan untuk karyawan rendahan yang datang terlambat kalau perlu pecat mereka." ucap sean sinis.
" degh....." naya terkejut dengan kata kata sean dan sudah pasti hatinya sangat sakit.
naya menatap sendu ke arah sean yang akan masuk ke dalam mobil.
" sebenci itu kah tuan pada ku sampai sampai tuan mengungkit status ku." batin naya tanpa terasa air matanya menetes.
ini bukan pertama kalinya naya harus merasakan sakit di hatinya.bahkan hinaan cacian sudah menjadi makanan bagi naya sejak dahulu.
semakin sering terluka naya menjadikan hal itu sebagai tonggak dirinya untuk menjadi lebih kuat.
kuat untuk bertahan bahkan kuat untuk tidak menyerah sampai waktu mengharuskannya menyerah.
" nay...." ucap tika.
mendengar tika memanggilnya dari belakang dengan segera naya menghapus air matanya.
ia tidak ingin tika melihatnya menangis.
" apa kamu baik baik saja..." tanya tika.
"' iya..." ucap naya berusaha tersenyum untuk menyembunyikan kesedihannya.
" kenapa kamu tidak berangkat sama tuan sean tadi.?? tanya tika.
" aku harus ngomong apa.." batin naya.
" oh...itu tadi aku suruh tuan sean berangkat duluan soalnya aku tadi sakit perut." ucap naya gugup.
tika diam menatap naya...
" kamu itu tidak pandai berbohong nay.." batin tika.
" aku tahu apa yang sedang kamu alami." batin tika.
" kenapa kamu suka sekali menyembunyikan luka mu sendiri." batin tika.
naya bekerja dengan perasaan yang sangat kacau.ia bingung apa yang harus di lakukannya agar tuan sean percaya kalau dirinya tidak bersalah.
" sampai kapan aku harus begini,aku takut kehilangan mu tuan." batin naya sambil bekerja.
" aku harus kuat.aku sudah terbiasa hidup seperti ini." batin naya.
walau sedang sedih naya harus tetap menjalankan pekerjaan nya.
tanpa terasa waktu istirahat tiba.
tampak sean dan leo sudah kembali dari pertemuan dengan seorang klien.
" buat kan aku kopi..!!!! perintah sean kepada leo.
" baik tuan..." ucap leo.
saat berjalan menuju ruangan nya ternyata sean melihat naya yang sedang membersihkan lantai.tapi sean tidak menghiraukannya bahkan sean seolah tidak melihat naya.
naya menghentikan kegiatannya dan menatap ke arah sean.hati nya benar benar terluka kini sean bersikap sangat dingin seperti dulu lagi.
" tika...itu kopi buat siapa...???? tanya naya.
" untuk tuan sean." ucap tika.
" biar aku saja yang mengantar nya." ucap naya.
" apa kamu yakin..??? ucap tika khawatir takut terjadi apa apa pada naya.
" tidak apa apa..." ucap naya mengambil kopi dari tangan tika
dengan perasaan yang tidak menentu naya memaksakan diri untuk menemui sean di ruangan nya.
seperti biasa naya masuk tanpa mengetuk pintu.tapi kini sudah berbeda.
saat naya masuk mata sean sudah menatap nya sangat tajam.
__ADS_1
" apa kamu tidak bisa mengetuk pintu..." ucap sean dingin.
naya terdiam....
" maaf...." ucap naya.
" ini kopinya tuan..." ucap naya meletakan kopi di atas meja.
setelah kopi sudah di meja naya masih diam berdiri menatap sean.
" kenapa kamu masih diam saja di situ.cepat keluar." ucap sean marah.
bukannya keluar naya malah mendekati sean.
dan langsung memeluk sean.
" tuan aku mohon jangan seperti ini..." ucap naya.
sean diam mendapat pelukan dari naya.sebenarnya ia merindukan pelukan istri nya itu tapi saat mengingat video itu mata hati sean langsung tertutup oleh kebencian.
sean melepaskan pelukan naya dengan kasar.
" jangan menyentuh ku aku jijik dengan mu." ucap sean sangat dingin.
"tuan...saya mohon percaya pada saya saya tidak mungkin melakukan hal seperti itu." ucap naya sambil menangis.
" keluar...." ucap sean
tapi naya tetap diam...
sean tidak sabaran dan akhirnya menarik tangan naya dan menyuruh nya keluar.
naya tidak sanggup menahan tangisnya...
" apa kamu baik baik saja...." tanya nofi.
" iya...." ucap naya langsung pergi.
" seperti nya mereka sedang berantem." batin nofi dengan senyum anehnya.
leo merasa kasihan melihat nonanya....
" aku janji akan segera mencari tahu kebenarannya." batin leo.
" nay....kamu kenapa..??? tanya tika yang melihat naya menangis.
" apa yang harus aku lakukan..." ucap naya di sela tangisnya.
" aku tidak mau tuan sean bersikap dingin seperti ini terus." ucap naya lagi.
" nay.... kamu yang sabar ya.aku yakin kamu bisa melewatinya." ucap tika mencoba menenangkan naya.
"kak leo sudah menyuruh seorang detektif untuk mencari tahu siapa wanita itu." ucap tika.
naya langsung menatap tika..
" kamu tahu tentang video itu..??? tanya naya.
tika mengangguk...
" kamu percaya kan sama aku....??? ucap naya menggenggam tangan tika.
"hmmm....." ucap tika.
" ya sudah....kita makan dulu ya sebelum jam istirahat habis." ajak tika kepada naya.
"aku tidak lapar..." ucap naya.
"tapi nay....kamu harus makan." ucap tika.
" tapi...???? ucap naya terpotong karena tika keburu menarik tangan naya dan mengajak nya makan ke kantin.
di kantin naya seperti tidak nafsu makan ia hanya memainkan makanan nya yang ada di piring.
" nay...makanlah walau hanya sedikit nanti kamu bisa sakit." ucap tika.
" baiklah..." ucap naya malas.
__ADS_1
setelah selesai makan naya dan tika pun kembali bekerja.
bersambung.....