
" Bohong jika aku tidak merindukan mu ,nyata nya di setiap detik ku setiap menit ku dan di setiap jam ku aku menangisi mu di dalam hati yang tersembunyi.
ternyata berpura pura tersenyum bukanlah jalan yang terbaik yang harus aku lakukan untuk menyembunyikan kerinduan ini kepada mu.
aku berharap akan ada seseorang yang bisa menyampaikan salam rindu ku kepadamu yang entah diri mu merindukan ku atau tidak.semakin aku berusaha melupakan mu semakin itu pula aku jatuh ke jurang keterpurukan."
kanaya
" kak naya yakin mau ikut memulung sama sifa...???? tanya sifa.
" emang kenapa..." ucap naya.
" nanti kakak cape kasihan kan dede bayi nya..." ucap polos sifa sambil memegang perut naya yang masih rata.
" dede bayi kuat kok..." ucap naya.
"ya udah deh...." ucap sifa.
" kak naya pake topi ibu ya biar gak kepanasan nanti muka kakak jadi hitam." ucap sifa.
sifa mengangguk....
kini sifa dan naya mulai memunguti botol botol bekas yang ada di pinggiran jalan.
naya menjalani semua itu dengan sabar dan ikhlas walau kadang di dalam hati nya masih ragu untuk melakukan nya.tapi naya tidak mungkin hanya berdiam diri tanpa membantu ibu aminah dan sifa untuk mencari rupiah walau tidak seberapa tapi paling tidak bisa untuk membeli makan agar perut mereka terisi.
" naya....." panggil bidan yuni.
" bu bidan..." ucap naya.
" kamu lagi ngapain..." tanya bidan yuni.
" kak naya lagi bantuin sifa ngumpulin botol botol bekas ini bu bidan..." ucap sifa.
" naya...kamu kan harus banyak istirahat jangan kecapen kandungan kamu masih lemah." ucap bidan yuni.
" naya nggak apa apa kok bu...." ucap naya.
" bu aminah kaki nya lagi sakit jadi naya temenin sifa kan kasihan kalau sifa sendirian.' ucap naya.
" besok waktu nya kamu periksa kandungan kamu kan.???" tanya bidan yuni.
" kamu ke rumah ya nanti ibu periksa dan ibu kasih vitamin agar kandungan kamu sehat dan kuat." ucap bidan yuni.
" tapi naya belum punya uang bu..." ucap naya sedih.
" nggak apa apa uang bisa belakangan yang penting kamu dan bayi mu sehat." ucap bidan yuni.
" terima kasih ya bu...ibu sangat baik sama naya.suatu hari nanti naya pasti akan membalas kebaikan ibu " ucap naya.
" sudah nggak apa apa..." ucap bidan yuni.
" ya sudah ibu mau ke puskesmas dulu ya.. " ucap bidan yuni.
naya dan sifa melanjutkan lagi mencari botol botol bekas di sepanjang jalan.dengan berbekal karung besar dan sebuah tongkat besi yang di pakai untuk mengambil botol dari tanah.
sudah 4 jam naya dan sifa berjalan menelusuri jalanan dan karung yang di bawa naya pun sudah terisi penuh.
" kak sudah sore dan karung nya juga sudah penuh kita langsung ke pengepul ya..." ucap sifa.
" iya..." ucap naya.
rumah sang pengepul tidak jauh dari rumah sifa..
15 ribu adalah uang yang di dapat naya dan sifa hari ini.walau tidak banyak tapi masih bisa untuk membeli beras.
naya dan sifa langsung pergi ke warung bu ani untuk membeli beras.
" permisi bu...beli beras nya 1 liter ya." ucap naya.
__ADS_1
" eh...naya sifa baru pulang memulung ya." ucap bu ani ramah.
" iya bu..." ucap sifa.
" ini beras nya..." ucap bu ani.
" bu...naya boleh ngutang dulu sayuran nya." ucap naya sedikit malu.
" iya nggak apa apa...ambil aja." ucap bu ani.
" terima kasih ya bu...naya pulang dulu mau masak." ucap naya.
" iya..." ucap bu ani.
" bu ani orang nya baik ya..." ucap naya.
" itu memang benar kak...ibu juga suka ngutang di warung bu ani." ucap sifa.
" utang ibu juga sudah banyak dan ibu belum punya uang untuk membayar nya tapi bu ani tidak pernah menagih nya malahan bu ani suka nyuruh ibu untuk ambil dulu belanjaan nya." ucap sifa.
" kita beruntung punya tetangga seperti bu ani " ucap naya.
setelah belanja di warung bu ani naya dan sifa pulang ke rumah.
" kak...nanti sifa bantuin masak ya.." ucap polos sifa.
" emang sifa bisa masak.." tanya naya
" sifa kan suka bantuin ibu masak kak..." ucap sifa.
" baiklah...." ucap naya.
dengan peralatan masak seadanya naya dan sifa memulai mengolah bahan makanan yqng di beli nya tadi.
" tok...tok...tok..." suara pintu di ketuk.
"kak...seperti nya ada tamu." ucap sifa.
" iya tapi kok ngetuk pintu nya keras sekali." ucap naya.
"bu ratih...." ucap sifa terkejut.
bu ratih seorang rentenir datang bersama dua orang pengawal nya.
" mana ibu kamu...!!!! ucap bu ratih berteriak.
" ibu sedang tidur." ucap sifa.
" enak ya jam segini tidur cepat bangunin ibu kamu." ucap bu ratih.
" tapi ibu sedang sakit." ucap sifa.
naya yang sedang berada di dapur mendengar suara orang marah marah dan naya pun menghampirinya.
" sifa ada apa..."???? tanya naya.
" siapa lagi ini..." ucap bu ratih menunjuk ke arah naya.
" maaf bu ada apa ya...." ucap naya sopan.
" saya ke sini mau menagih hutang.." ucap bu ratih ketus.
" hutang.....?????? ucap naya.
" iya.. sudah lama bu aminah tidak bayar hutang dan sekarang bunga nya sudah membengkak." ucap bu ratih.
" memang nya berapa hutang bu aminah.???? tanya naya.
" 50 juta..." ucap bu ratih.
" itu baru bunga nya saja.." ucap bu ratih lagi.
" apaa......" ucap naya terkejut.
__ADS_1
" saya kan cuma pinjam 10 juta..." ucap bu aminah tiba tiba datang.
" ibu lupa ya....ibu kan nggak pernah nyicil bayar dan ini sudah 1 tahun ibu tidak pernah sekalipun membayar nya.dan sesuai perjanjian bunga akan terus berkembang setiap bulannya." ucap bu ratih.
" bu aminah ingat kan...." ucap bu ratih.
bu aminah terdiam tidak bisa membela diri karena memang itu lah perjanjian nya.
" tolong kasih saya waktu lagi bu...." ucap bu aminah memohon.
" tidak bisa....bulan kemarin saya sudah memberi ibu waktu dan saya sudah mengatakan kalau bulan ini ibu tidak bisa melunasi nya ibu harus mengosongkan rumah ini." ucap bu ratih.
"tapi bu... kalau rumah ini di ambil saya dan anak saya mau tinggal di mana..???? ucap bu aminah menangis.
" itu bukan urusan saya..." ucap bu ratih.
" kalian berdua keluarkan semua barang barang mereka..." perintah bu ratih kepada ke dua pengawalnya.
" tunggu bu...." ucap naya.
" ambil ini sebagai jaminan..." ucap naya menyerahkan cincin pernikahan nya.walau sangat berat naya terpaksa merelakan cincin pemberian sean kepada rentenir itu.
" apa ini...." ucap bu ratih.
" ini cincin berlian asli harganya lebih dari 50 juta." ucap naya.
" ibj bisa simpan cincin ini nanti kalau saya sudah punya uanh saya akan mengambil nya lagi." ucap naya.
bu ratih heran bagaimana orang miskin seperti naya bisa punya cincin berlian yang sangat mahal.
" kamu tidak sedang membohongi saya kan...." ucap bu ratih merasa ragu.
" ibu bisa cek sendiri..." ucap naya.
" baiklah....saya akan pegang cincin ini." ucap bu ratih.
setelah menerima cincin itu bu ratih dan kedua pengawalnya pun pergi meninggalkan rumah bu aminah.
tanpa di sadari air mata naya menetes.....
" nay....maafkan ibu ya..." ucap bu aminah.
" nggak apa apa bu...naya akan berusaha mengumpulkan uang untuk menebus cincin itu lagi." ucap naya menghapus air matanya.
di perusahaan wiguna...
di ruangan sean tampak sedang berdiri menatap ke luar jendela.
semenjak naya pergi sean merasakan sebagian jiwa nya hilang.setiap hari di dalam hati nya selalu ada perdebatan antara rindu dan benci.tapi karena ego nya yang tinggi kebencian di hati sean lah yang selalu menang.
" tuan...." panggil leo yang tiba tiba muncul di ruangan sean.
" ada apa...." ucap sean tanpa melihat ke arah sean.
" apa tuan tidak akan mencari nona naya..." ucap leo.
" jangan sebut nama wanita itu di hadapan ku..." ucap sean ketus.
" tapi tuan....ini sudah lebih dari 1 bulan kita tidak tahu bagaimana keadaan nona sekarang." ucap leo.
" apakah nona masih hidup atau sudah meninggal." ucap leo.
sean diam tidak berbicara apa pun...
" apakah tuan sudah tidak mencintai nona lagi." ucap leo.
" saya harap tuan tidak akan menyesali semuanya." ucap leo.
" dan maaf tuan.....saya akan terus mencari keberadaan nona naya dengan atau tanpa persetujuan tuan." ucap leo pergi.
sean masih diam tanpa kata...
ia mencoba mencerna tentang perkataan leo.
__ADS_1
apakah dirinya masih mencintai naya atau tidak.
bersambung....