Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.82 di hina.....


__ADS_3

" Biarlah takdir berjalan sesuai alur yang sudah di tulis oleh sang penciptanya.bagaimana pun kita melawan tak kan ada celah untuk kita menjadi seorang pemberontak.jadikan ini semua sebagai perjalanan hidup yang akan membuat kita mengerti bagaimana caranya untuk bertahan walau kita sendiri tanpa ada seorang yang kita cintai menggandeng tangan yang kosong ini.


 


kanaya..


 


" kamu di mana nay....." ucap tika sambil memandangi foto dirinya dan naya.


" sayang....." ucap leo membelai kepala tika.


" sudahlah jangan bersedih terus." ucap leo.


" aku khawatir dengan naya kak..." ucap tika.


" di mana dia sekarang sudah makan apa belum tidur di mana."???ucap tika.


" bagaimana kalau naya di culik atau di bunuh orang jahat.." ucap tika frustasi.


" aaaaa.....aku tidak bisa membayangkan semua itu." ucap tika semakin frustasi.


" kamu tenang saja aku sudah mengerahkan banyak orang untuk mencari nona.aku yakin nona akan baik baik saja." ucap leo mencoba menghibur tika.


" bagaimana dengan tuan sean apa dia berusaha mencari naya." ucap tika.


leo menggelengkan kepalanya...


" apaaa....." teriak tika.


" sudah 1 bulan naya pergi dan kita tidak tahu keadaan nya sekarang tapi tuan sean diam saja." ucap tika marah.


" tuan sean benar benar keterlaluan.apa dia tidak mengkhawatirkan naya." ucap tika.


" kak....lalu bagaimana dengan wanita itu." ucap tika.


" aku juga bingung wanita itu tiba tiba menghilang tanpa jejak.tapi kamu tenang saja david terus mencari nya." ucap leo.


" kita harus bisa segera menemukan wanita itu agar tuan sean sadar dan menyesal sudah menyia-nyia kan naya." ucap tika.


" ya..." ucap leo.


" sebaiknya sekarang makan sarapan mu." ucap leo.


" hmmm...." ucap tika


selesai sarapan leo berangkat ke kantor...


" aku berangkat dulu..." ucap leo mencium kepala tika.


" apa kamu akan mencari nona lagi." ucap leo.


tika mengangguk....


" berhati hatilah...." ucap leo memegang pipi tika.


semenjak naya pergi tika memutuskan untuk berhenti bekerja.kini ia hanya fokus untuk mencari keberadaan naya.di temani seorang sopir yang leo suruh tika tidak pernah lelah dan menyerah untuk mencari naya.


di mansion tampak sean sedang bersiap untuk berangkat ke kantor.semenjak naya pergi kini semua keperluan sean pak mus yang mengurusnya.


saat akan keluar dari kamar tanpa sengaja sean menyenggol sebuah foto yang ada di atas meja sampai terjatuh.


di ambil nya foto tersebut..


" deghh....." hati sean terasa ada yang menyentil nya saat di tatap nya foto itu,foto dirinya dan naya.


ada secarcik kerinduan di hati sean yang paling dalam tapi rindu itu terkubur lagi saat bayangan video itu melintas di pikirannya.


kebencian dan kemarahan pun selalu menang dan menyelimuti hati sean hingga tidak ada sedikitpun celah kerinduan untuk naya.


di lemparnya foto itu ke sembarang arah..

__ADS_1


sean memutuskan untuk berangkat ke kantor.


******************


" sifa mau ke mana...???" tanya naya.


" sifa mau sekolah kak." ucap sifa.


" tapi kok gak pake seragam...???? tanya naya.


sifa diam...


" seragam sifa robek kak..." ucap sifa.


" kenapa tidak beli yang baru." ucap naya.


" ibu nggak punya uang." ucap sifa sedih.


" sekarang kaki ibu sering sakit jadi ibu nggak bisa cari barang bekas nya banyak." ucap sifa.


" kalau ibu sakit lalu siapa yang cari barang bekas nya."??? tanya naya.


" sifa kak....." ucap sifa.


" sifa kan sekolah..." ucap naya.


" nanti kalau sudah pulang sekolah." ucap sifa.


" gimana kalau nanti kak naya temenin mau..." ucap naya.


" emang kak naya nggak malu jadi pemulung kaya sifa." ucap sifa.


" kenapa harus malu jadi pemulung kan pekerjaan yang halal." ucap naya.


" baiklah..." ucap sifa.


" ya sudah sifa berangkat dulu ya kak..." ucap sifa.


" sebaiknya kamu di rumah saja biar ibu yang bekerja." ucap bu aminah.


" nggak apa apa bu...naya bosan kalau di rumah terus." ucap naya.


" kamu kan sedang hamil nanti kamu kecapean." ucap bu aminah.


" nay kuat kok bu...." ucap naya.


" dede bayi nya juga kuat..." ucap naya memegang perut nya.


" ibu istirahat saja di rumah nanti biar nay sama sifa yang cari barang bekas nya." ucap naya.


" maaf ibu jadi ngerepotin kamu..." ucap bu aminah.


" nay gak ngerasa di repotin kok bu...." ucap naya.


" baiklah kalau itu mau mu..." ucap bu aminah.


bu aminah berjalan ke dapur dengan kaki yang sedikit pincang karena kaki bu aminah sedang sakit.naya pun mengikuti bu aminah ke dapur.


" kita mau masak apa bu sekarang. ???" tanya naya.


" ibu juga nggak tahu...." ucap bu aminah.


" ibu hanya punya uang buat beli beras 1 liter saja." ucap bu aminah menunjukan uang 10 ribu.


" nanti siang kan naya sama sifa cari uang.gimana kalau uang ini buat beli beras nya setengah liter saja dan sisanya bisa buat beli telur kasihan sifa pulang sekolah pasti lapar." ucap naya.


bu aminah mengangguk....


" ya sudah nay ke warung bu ani dulu ya...." ucap naya lalu pergi ke warung.


1 bulan tinggal bersama bu aminah naya mulai terbiasa dengan kehidupan yang serba kekurangan naya juga mulai akrab dengan para tetangga nya.ada tetangga yang baik tapi juga ada tetangga yang suka menghinanya.mereka menganggap naya wanita yang tidak benar karena hamil di luar nikah dan tanpa suami tapi naya lebih memilih diam dari pada harus meladeni mereka yang menghinanya.naya tidak mungkin mengatakan kalau suaminya adalah sean arya wiguna mereka tidak akan percaya dan malah akan mentertawakan nya.

__ADS_1


naya pun pergi ke warung bu ani....


" permisi bu...." ucap naya.


" eh kamu naya...mau beli apa.??? tanya bu ani pemilik warung.


" nay...mau beli beras nya setengah liter aja bu sama telur nya 2." ucap naya.


" kok cuma setengah liter berasnya." ucap bu ani.


" iya bu..." ucap naya.


" ya sudah ibu siapin dulu ya...." ucap bu ani.


" ini belanjaan nya..." ucap bu ani.


" terima kasih bu..." ucap naya.


" maaf bu...." ucap naya ragu.


" ada apa.." ucap bu ani ramah.


" kalau nanti naya mau ngutang dulu boleh nggak bu" ucap naya gugup.


" hari gini mau ngutang..." ucap bu salma yang tiba tiba datang.


" ati ati bu nanti kalau utang nya udah banyak paling juga nggak bakal di bayar." hina bu salma.


naya diam menunduk...


" minta uang dong sama bapak nya anak kamu itu atau jangan jangan kamu tidak tahu siapa bapak nya." ucap bu salma langsung pergi meninggalkan warung bu ani.


hati naya sangat sakit mendengar hinaan itu tapi naya berusaha untuk sabar.


bu ani mendekati naya...


" jangan di dengarkan omongan bu salma ya..." ucap bu ani mencoba menenangkan naya.


" nay...nggak apa apa kok bu." ucap naya.


" ya udah bu nay pulang dulu.." ucap naya kepada bu ani.


" iya..." ucap bu ani.


"besok kalau kamu mau ngutang dulu di warung ibu juga nggak apa apa kok." ucap bu ani.


" terima kasih ya bu..." ucap naya.


bu ani mengangguk tersenyum....


bu ani salah satu tetangga bu aminah,ia sangat baik kepada naya.


naya pulang ke rumah dengan perasaan yang sangat hancur.hinaan demi hinaan selalu ia dapatkan karena status nya yang hamil tapi tidak ada suami.


" tuan.....apa tuan tidak merindukan saya.apa tuan tidak pernah mencari saya." batin naya sedih.


" saya sangat merindukan tuan.." batin naya tak terasa air mata nya menetes tapi dengan segera naya menghapusnya.


" sayang kamu pasti rindu sama ayah ya...??? batin naya mengusap perutnya.


kini naya sedang berada di dapur...


ia akan memasak..


bukan dengan alat alat dapur yang mewah dan menggunakan kompor listrik atau kompor yang memakai gas tapi naya memasak menggunakan tungku yang terbuat dari batu bata yang di susun dengan rapih



naya tidak pernah mengeluh dengan kehidupannya yang sekarang.karena dulu pun sebelum menikah dengan sean kehidupan naya sudah susah.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2