
" stop....."teriak naya membuat leo menghentikan mobilnya secara mendadak.
" tuan saya turun di sini saja.." ucap naya.
sean lupa kalau setiap naya berangkat kerja dengan nya pasti naya akan turun di luar gerbang.
" kenapa..." ucap sean.
" apa tuan lupa,setiap hari kan saya memang turun disini." ucap naya polos.
"leo...jalan." ucap sean menyuruh leo menjalankan mobilnya.
tapi sebelum leo tancap gas naya segera keluar dari mobil...
" terima kasih tuan..." ucap naya tersenyum dari luar jendela.
" gadis aneh..." ucap sean.
" mungkin nona tidak ingin karyawan yang lain tahu kalau nona itu istri tuan.." ucap leo.
sean dan leo berjalan memasuki gedung wiguna semua karyawan menunduk hormat.saat akan memasuki lift sean tidak sengaja melihat naya yang sedang mengepel lantai.sean merasa tidak tega melihat sang istri bekerja seperti itu.
" leo...suruh naya untuk keruangan ku..." ucap sean.
" baik tuan..." ucap leo.
sean langsung menuju ruangan nya sedangkan leo menemui naya.
" selamat pagi tuan...." sapa nofi sang sekertaris.
sean hanya mengangguk seperti biasa....
" tuan...ada nona angela menunggu anda di dalam.." ucap nofi.
"angela...." batin sean.
mungkin inilah saatnya menjelaskan semuanya.
dengan langkah pasti sean masuk ke dalam ruangannya tampak angela yang sedang duduk di sofa.
" sean.. .." ucap angela saat melihat sean masuk.
sean melihat penampilan angela saat ini merasa iba sekaligus merasa bersalah.
wajah yang pucat tanpa polesan make up sedikitpun,mata yang sembab mungkin semalaman angela menangis.
sean mendekati angela..
" maafkan aku...." ucap sean.
" kenapa ini harus terjadi sean.....kenapa???" ucap angela menangis.
" kamu tahukan aku sangat mencintaimu..." ucap angela lagi.
" angela....aku harap kamu bisa mengerti ,ini semua terjadi bukan karena kemauan ku." ucap angela.
" apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi..." ucap angela di sela tangisnya.
sean mendekat memegang kedua bahu angela..
" sekarang aku sudah mempunyai istri..
aku harap kamu bisa mengerti.." ucap sean.
" kamu akan selalu menjadi sahabatku..." ucap sean lagi.
" benarkah...." ucap angela tersenyum.
" kenapa kalian merahasiakan semua ini dariku." ucap angela.
" aku hanya tidak ingin menyakitimu.." ucap sean.
" menyakitiku...???..lalu...bagaiman dengan naya..hatinya pasti sangat sakit melihat kita berdua.entah bagaiman ia bisa melewati semuanya." ucap angela.
sean terdiam...entah seberapa dalam luka yang naya alami dan bagaimana ia bisa melewati semuanya seorang diri.
" apa kamu mencintainya...???? tanya angela.
pertanyaan yang membuat sean terdiam dan tak bisa menjawabnya.
" kenapa kamu diam.. " tanya angela.
" aku tidak tahu..." ucap sean santai.
" apa... bagaimana bisa kamu tidak tahu." ucap angela.
" payah kamu .....seorang sean yang pintar dalam segala hal,tidak tahu apa apa tentang perasaannya sendiri..." ejek angela.
" oh ya....aku kesini juga mau pamit,aku akan pulang untuk kontrol kesehatan mungkin sekitar 2 minggu.kamu baik baik di sini dengan naya." ucap angela
" sean....naya gadis yang baik aku yakin kamu akan bahagia bersamanya." ucap angela.
sean hanya diam tidak berkomentar apapun..
" bolehkah aku memeluk mu...." pinta angela.
__ADS_1
sean mengangguk dan memeluk angela...saat mereka sedang berpelukan tiba tiba naya masuk tanpa mengetuk pintu.
" ceklekk......." suara pintu terbuka.
naya terdiam.....dan langsung akan pergi tapi angela mencegahnya.
" nay...tunggu." ucap angela.
naya menghentikan langkahnya dan berbalik menatap angela.
" maaf nona saya mengganggu...." ucap naya gugup padahal dihatinya ada rasa cemburu.
" apa kamu mau menemui suamimu..." ucap angela.
sontak mata naya molotot tak percaya dengan yang di katakan angela.
" nona...." ucap naya terkejut.
" aku sudah tahu semuanya nay..." ucap angela.
" maafkan saya nona saya tidak bermaksud menjadi orang ketiga di antara kalian" ucap naya dengan mata yang berkaca kaca.
" sudahlah....mungkin aku dan sean memang tidak berjodoh.kamu jangan menangis." ucap angela menghapus air mata naya.
naya diam menatap angela.ia tidak menyangka kalau angela mempunyai hati yang lapang untuk menerima semua ini.
" apa kita masih tetap berteman nona...." ucap naya dengan wajah polosnya.
" tentu saja...." ucap angela tersenyum.
" sekarang temuilah suamimu,aku harus segera pergi..." ucap angela.
setelah angela pergi kini hanya ada sean dan naya di ruangan itu.naya masih terdiam melamun.
" hei...apa kamu mau berdiri terus di situ.." ucap sean membuyarkan lamunan naya.
" ya...tuan.." ucap naya kaget langsung duduk menghadap sean.
" tuan ada apa memanggil saya..."ucap naya
" aku tidak ingin melihatmu bekerja sebagai ob lagi di sini." ucap sean.
" tuan memecat saya...." ucap naya panik.
"hei....kenapa kamu panik begitu." ucap sean.
" maksudku....kamu jadilah sekertaris ku di sini." ucap sean.
" apaaa...." ucap naya terkejut.
" tapi itu tidak mungkin tuan..." ucap naya.
" bagaiman kata karyawan di sini nanti...kalau tiba tiba saya di angkat menjadi sekertaris tuan.."ucap naya.
" saya sudah nyaman walau hanya sebagai ob di sini tuan..." ucap naya sedih.
"gadis aneh.....kalau wanita yang lain tidak mungkin mau bekerja.mereka pasti hanya akan berfoya foya menghabiskan uangku." batin sean.
" tuan..bisakah kita merahasiakan hubungan kita ini..." ucap naya.
" kenapa..." tanya sean.
" tidak kenapa kenapa..saya hanya belum siap saja kalau semua orang tahu kalau saya adalah istri tuan " ucap naya
sebenarnya naya hanya tidak percaya diri dan takut orang orang akan menghinanya,karena bagaimana bisa gadis miskin sepertinya bisa menjadi istri seorang sean arya wiguna.
sean mendekati naya yang masih menunduk,membelai kepalanya sehingga membuat naya terkejut dan membuat detak jantungnya berdetak kencang.
" apa yang sedang kamu pikirkan..." ucap sean lembut membuat pipi naya memerah.
" hah...." naya kaget.
" tidak ada...." ucap naya gugup.
" kalau begitu saya akan kembali bekerja tuan..permisi."ucap naya segera pergi
" tunggu...." ucap sean sambil mengambil sebuah kotak kecil dari laci mejanya.
" apa ini...tuan." tanya naya.
" bukankah kamu belum punya hp.. " ucap sean memberikan sebuah hp keluaran terbaru.
" tapi saya tidak tahu caranya menggunakan hp tuan..." ucap naya sedih.
" apa....." sean terkejut.di zaman modern seperti ini masih ada orang yang tidak tahu caranya memakai hp.
" apa kamu belum pernah punya hp...." tanya sean.
naya menggeleng... .
" apa segitu susah nya hidup kamu naya sampai hp pun kamu tidak pernah memilikinya.." batin sean.
" kamu simpan saja dulu hp nya,nanti di rumah aku yang akan mengajarimu..." ucap sean.
" benarkah..." ucap naya tersenyum bahagia.
__ADS_1
melihat senyuman naya sean merasa sangat senang,ia berjanji pada dirinya sendiri akan menebus semua luka yang pernah ia torehkan dihati naya dengan kebahagiaan.
naya keluar dari ruangan sean dengan wajah yang riang.tanpa naya sadari ada seseorang yang menatapnya tidak senang.
" apa yang ob itu lakukan di ruangan tuan sean...." ucap nofi merasa marah.
" wah...wah...ada apa ini kayanya lagi bahagia.." ucap tika.
naya menunjukan hp yang baru saja di berikan sean pada tika.
" hp baru...'" ucap tika langsung merebut hp tersebut dan mencoba melihat lihat.tapi tiba tiba tika di buat panik dan melotot dengan nafas yang tersengal saat melihat harga yang tertera di luar dus nya.
" tika...kamu kenapa..." ucap naya panik melihat reaksi tika saat melihat hp tersebut.
" nay....." ucap tika menatap naya seperti orang yang baru melihat setan.
" ada apa tika kamu jangan bikin aku takut dong..." ucap naya.
" har...harganya..." tunjuk tika pada dus hp itu.
naya langsung mengambil dus hp itu dan mencoba melihat harga yang tertulis di situ.
reaksi naya pun sama seperti tika..
" 100 juta....." ucap naya tidak percaya.
" nay......apa tuan sean tidak salah membelikan mu hp semahal itu." ucap tika.
naya hanya menggeleng ia pun masih tidak percaya...
di ruangan sean...
leo sedang melaporkan semua jadwal yang harus sean hadiri hari ini...salah satunya adalah pertemuan dengan salah satu rekan bisnisnya yang ada di luar kota....
" jam berapa kita akan berangkat..." tanya sean.
" 1 jam lagi kita akan berangkat,...dan mungkin akan selesai malam hari jadi kita akan pulang terlambat." ucap leo.
sean sedang memikirkan bagaimana nanti naya pulang ke mansion jika dirinya belum pulang dari pertemuan di luar kota.
" leo...suruh sopir menjemput naya saat pulang kerja..."ucap sean.
" baik tuan.." ucap leo.
" sepertinya ada yang lagi bucin nih..." ucap leo lirih tapi masih bisa di dengar oleh sean.
" apa yang kamu katakan leo.... ." ucap sean dengan tatapan yang membuat bulu kuduk leo berdiri.
" tidak tuan...." ucap leo langsung keluar dari ruangan sean sebelum ia kena masalah.
" nofi...siapkan semua berkas yang harus kita bawa untuk meeting ke luar kota.1 jam lagi kita akan berangkat." ucap leo
" baik...." ucap nofi
" senangnya....keluar kota bersama tuan sean..aku harus bisa mengambil hati tuan sean bagaimana pun caranya." batin nofi.
ternyata nofi sudah menyukai sean sejak lama,,ia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sean.
setelah siap sean dan leo juga nofi segera berangkat...mereka bertiga berjalan menuju pintu keluar gedung.
tiba tiba langkah sean terhenti dan pandangan nya tertuju pada sosok wanita yang sedang membersihkan jendela...
ya...dan wanita itu adalah naya...
naya sibuk membersihkan jendela sehingga ia tidak sadar kalau sean sedang melihatnya.
nofi yang melihat hal itu merasa marah dan aneh kenapa tuan sean melihat naya.
setelah puas melihat naya sean melanjutkan langkahnya.
waktu pulang kantor tiba...seperti biasa naya akan menunggu mobil sean diluar gerbang.agar tidak ada karyawan lain yang melihatnya.
" kok tuan sean lama sih...." ucap naya menunggu sean.
tiba tiba ada mobil hitam yang berhenti di depan naya.
" nona.....mari pulang saya sopir yang di suruh tuan sean untuk menjemput anda..." ucap sang sopir.
" memangnya tuan sean ke mana..." tanya naya.
" tuan ada meeting ke luar kota dan mungkin akan pulang larut malam..." ucap sopir lagi.
naya pulang dengan perasaan yang tidak menentu.ia merasa ada yang hilang.
ya....baru beberapa jam ia tidak melihat sean ia sudah sangat merasa kehilangan.
naya menatap hp nya yang masih non aktif.seandainya ia bisa menggunakannya ia pasti akan langsung menelpon sean.
naya memasuki mansion dengan langkah yang tidak semangat.
waktu sudah menunjukan jam 9 malam tapi sean belum juga kembali...
" tuan....anda kemana kenapa belum juga pulang" ucap naya.
" nona....istirahatlah biar saya yang menunggu tuan pulang" ucap pak mus.
__ADS_1
" tidak...pak mus biar saya saja yang menunggunya.." ucap naya.
bersambung.....