
memang benar terkadang apa yang kita rasa tak selamanya hati dan pikiran mempunyai persamaan dalam mengartikannya.
sulit untuk mengerti tapi pikiran selalu menolak dan berlaga tidak peduli dan tidak mau mengerti.
mencoba untuk memulainya tapi bingung bagaimana mengawalinya.hingga pada akhirnya hati mulai mengerti apa yang sebenarnya terjadi.tapi sayang saat hati mulai mengerti semua nya telah pergi.
sekertaris leo kini merasa ada sesuatu yang hilang.ia duduk sendiri di apartemennya memandangi setiap sudut ruangan.sepi....memang sangat sepi.tapi ia ingat betul ketika ada tika di apartemennya ia merasa hidupnya yang sepi seperti mendapat cahaya yang sangat indah.
sikap cerewet dan perhatian yang tika berikan padanya membuat ia merindukan saat saat itu.
" hiks....hiks..." terdengar tangis pilu tika yang sedang bingung dengan jalan hidupnya.
" apa yang harus aku lakukan.??? ucap tika yang kini sedang duduk sendiri di taman bunga yang ada di dekat panti.tempat di mana dulu ia sering bermain dengan adam.
" kak di mana kamu sekarang...aku sangat merindukan kakak." ucap tika di tengah tangis pilunya.
" kak adaaaamm........" teriak tika tak peduli kalau ada orang yang mendengarnya.
" praaaaangggg......" leo tidak sengaja menjatuhkan gelas yang sedang di pegangnya.ia merasakan dada nya sakit.merasa ada seseorang yang memanggilnya.
" ada apa ini...kenapa dadaku tiba tiba sakit." ucap leo sambil memegang dadanya. tiba tiba leo teringat pada tika.
" kenapa aku ingat pada bocah itu.apa ada sesuatu yang terjadi padanya." ucap leo.
*** di mansion sean naya pun sedang memikirkan tika.perasaannya tidak tenang semenjak tadi siang.ia merasa ada sesutu yang sedang terjadi pada tika.
" sayang kamu kenapa..???? tanya sean yang dari tadi melihat naya melamun sambil duduk bersandar di tempat tidur.
" tuan...." ucap naya menoleh ke arah sean.
" ada apa....sepertinya ada yang sedang mengganggu pikiran kamu." ucap sean ikut duduk di samping naya.
" saya sedang kepikiran tika.perasaan saya tidak enak dari tadi." ucap naya.
" kamu kan bisa menelponnya..." ucap sean.
" dari kemarin hp nya tidak aktif." ucap naya.
"ya sudah kita berdoa saja semoga tika baik baik saja di sana" ucap sean.
naya mengangguk...
" ayo tidur ini sudah malam..." ucap sean menuntun naya untuk berbaring dan menyelimutinya.
sean pun ikut berbaring di samping naya.naya menoleh ke arah sean dan sebaliknya sean pun menoleh ke arah naya.dan saat ini posisi mereka saling berhadapan.
" tuan.....kapan kapan kita main ke tempat tika ya." ucap naya.
" emang kamu tahu di mana tempatnya." tanya sean.
" tidak...." ucap naya.
" kan nanti bisa nanya ke tika " ucap naya.
sean mengangguk pertanda setuju...
" tuan...." panggil naya.
" sayang....kamu tidak mengantuk apa ini kan sudah malam." ucap sean.
" mengantuk sih...." ucap naya lirih tapi masih bisa di dengar oleh sean.
" ya sudah cepat tidur..." ucap sean.
" iya... " ucap naya langsung memeluk sean dan membenamkan wajahnya ke dada sean.
" tuan sepertinya sangat lelah ya...." ucap naya menatap sean yang sudah memejamkan matanya.
__ADS_1
"hhmmmn...." ucap sean.
naya menatap wajah lelah sang suami dan perlahan membelainya dengan penuh kasih sayang.
naya tak puas puasnya menatap wajah sang suami yang sangat tampan.
sudah tidak ada pergerakan dari sean itu pertanda ia sudah tidur.
" selamat malam tuan....saya sangat mencintai tuan...." ucap naya.
" cup....." naya mencium pipi dan bibir sean.beruntung tidak ada pergerakan dari sean karena sepertinya sean sudah tidur.
tapi ternyata dugaan naya salah.terlihat senyum kecil di sudut bibir sean itu pertanda sean tahu apa yang di lakukan istrinya itu karena ia belum benar benar tidur.tapi karena rasa kantuk dan lelah yang sangat berat sean akhirnya memilih untuk tidur.
"' gadis itu akan mendatangkan banyak uang untukku jadi aku harus bisa mendapatkannya bagaimana pun caranya." ucap licik tuan ramon.
**** pagi hari di panti****
terdengar suara bising di halaman panti dan suara anak anak menjerit dan menangis.
tika segera keluar dari kamar dan pergi ke luar panti untuk melihat apa yang sedang terjadi.
alangkah terkejutnya tika ketika ada di halaman panti.ia melihat ada beberapa alat berat yang sudah siap untuk merobohkan panti.
" ibu...ada apa ini." tanya tika kepada ibu panti.
" tuan ramon akan merobohkan panti sekarang juga." ucap ibu panti.
" apaa....." tika terkejut.
satu persatu alat berat itu maju perlahan mendekati bangunan panti.suara tangis anak anak pun semakin terdengar keras.
tika panik bingung apa yang harus ia lakukan.
" bagaimana cantik apa kamu menerima tawaran ku yang kemarin.??? ucap tuan ramon yang tiba tiba sudah ada di hadapan tika.
" aku sudah memberi mu waktu.jadi jangan terus membuang buang waktu ku." ucap tuan ramon.
tika benar benar tidak tahu apa yang harus di lakukannya.situasi ini benar benar sangat sulit untuknya.
" cepat lakukan...." perintah tuan ramon kepada anak buahnya yang sedang berada di dalam alat berat itu untuk segera merobohkan panti.
tika bertambah panik ia harus segera mengambil keputusan.kalau tidak tuan ramon benar benar akan merobohkan panti.
alat berat itu terus maju mendekati panti bahkan jarak nya pun semakin dekat.
tangis anak anak semakin keras ibu panti pun tidak bisa berbuat apa apa.
" tungguuuu..." teriak tika.
membuat tuan ramon dan lainnya menoleh ke arah tika.
" baiklah....aku setuju." ucap tika pasrah dengan air mata yang menetes perlahan mungkin inilah yang terbaik.
" tika....jangan." ucap ibu panti mencoba mencegah agar tika tidak menerima tawaran tuan ramon.
"tapi bu.... tika tidak ingin panti kita di robohkan ." ucap tika menangis.
" tika...kamu tidak tahu siapa tuan ramon itu.dia bukan orang baik." ucap ibu panti.
" good....kamu memang gadis yang baik.kamu sudah mengambil keputusan yang tepat." ucap tuan ramon.
" tapi tuan harus berjanji jangan pernah mengusik panti lagi." ucap tika.
"itu masalah gampang.selama kamu menurut padaku aku tidak akan pernah mengusik panti tua ini." ucap tuan ramon.
"oke...kalau begitu ayo ikut aku.kita akan pulang ke rumah kita." ucap tuan ramon
__ADS_1
" izinkan aku berpamitan kepada mereka." ucap tika menoleh ke arah ibu panti dan anak anak.
" tika....." ucap ibu panti.
" tidak apa apa bu.. tika akan baik baik saja." ucap tika berusaha tegar.
" ibu baik baik di sini ya dan adik adik kak tika pergi dulu,ingat jaga ibu baik baik." ucap tika kepada anak anak panti.
" iya kak....." jawab anak anak bersama sama.
tika masuk ke dalam mobil tuan ramon.ia pergi meninggalkan panti.matanya terus menatap panti yang semakin menjauh dari pandangannya.
tuan ramon duduk di samping tika.sesekali ia melirik ke arah tika.
" gadis ini benar benar cantik.aku yakin ia pasti akan menjadi tambang uang untukku" batin tuan ramon.
tika sangat risih dengan tatapan tuan ramon kepadanya.
" tolong tuan jaga tangan anda." ucap tika marah ketika tuan ramon menyentuh tangannya.
" galak sekali kamu...." ucap tuan ramon.
" sebenarnya apa mau tuan dari saya.???? tanya tika.
" nanti kamu juga tahu...." ucap tuan ramon.
mereka akhirnya sampai di rumah tuan ramon.rumah yang sangat besar dan begitu banyak pengawal yang menjaganya.
tika di buat bingung kenapa banyak pengawal yang ada di sekitar rumah tuan ramon.
" siapa dia sebenarnya..kenapa perasaan ku tiba tiba jadi tidak enak begini.aku seperti sedang berada di tangan seorang mafia." batin tika.
" ayo turun.." ucap tuan ramon.
tika pun turun dari mobil itu dan mengikuti langkah tuan ramon.tika terus melihat lihat ke kanan dan ke kiri.penjagaan begitu sangat ketat mungkin tidak akan ada celah untuk dirinya kabur dari sana.
tika di bawa ke sebuah kamar.....
" masuklah dan bersihkan tubuhmu.sebentar lagi kita akan berangkat." ucap tuan ramon.
" berangkat....apa maksudnya." batin tika.
30 menit tika berada di kamar itu ia pun sudah selesai mandi.
tuan ramon masuk ke kamar dan memberikan sebuah baju untuknya.
" pakai ini...." ucap tuan ramon memberikan sebuah baju untuk tika.
" baju apa ini....." ucap tika yang terkejut dengan baju yang di berikan oleh tuan ramon.
baju itu sangat seksi tidak mungkin tika akan memakainya.
" cepat pakai...." ucap tuan ramon.
" tidak mau...." bantah tika.
" berani kamu membantahku.....atau..???? ucap tuan ramon mengeluarkan sebuah pistol dari dalam jas nya.
tentu saja hal itu membuat tika ketakutan dan dengan terpaksa tika harus memakai baju itu.
" cepat pakai aku akan menunggu di luar." ucap tuan ramon keluar dari kamar.
tika mencoba baju itu....
" ini sangat terbuka..." ucap tika.
" tunggu... apa aku akan di jual.atau jangan jangan tuan ramon itu adalah seorang germo yang menjual perempuan untuk di jadikan seorang psk." batin tika.
__ADS_1
bersambung......