Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.53 merasa asing


__ADS_3

" sayang..." panggil sean.


tapi naya tidak ada di tempat tidur.sean celingukan ke sana kesini mencari naya dan terdengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi dan itu pertanda bahwa naya sedang ada di kamar mandi.


" tuan..." ucap naya ke luar dari kamar mandi dan mendapati sean sedang duduk di atas tempat tidur.


" kamu kok sudah mandi..??? tanya sean.


" saya kan mau bekerja.." ucap naya.


" kamu kan lg sakit.." ucap sean.


" saya sudah mendingan tuan..." ucap naya.


" tidak...kamu tidak boleh bekerja hari ini.kamu harus istirahat di rumah." ucap sean penuh penekanan.


" tapi tuan...." ucap naya.


" jangan membantah..."ucap sean.


" baiklah..." ucap naya lesu.


" tok...tok....tok.." suara pintu di ketuk.


" tuan ini sarapan untuk nona.." ucap mia membawa nampan yang berisi makanan.


" kenapa makanannya diantar ke sini." tanya naya.


" kamu lagi sakit jadi diam saja di tempat tidur." ucap sean.


" apa ini...." ucap naya terkejut dengan menu makanan yang di bawakan oleh mia.


mia membawakan makanan yang di pesan oleh sean.mulai dari nasi sayur susu buah semua komplit tertata rapih diatas nampan.


"' mulai sekarang kamu harus makan makanan dengan nilai gizi yang tinggi" ucap sean.


" ini berlebihan tuan...saya tidak apa apa kok." ucap sean.


" ini kata dokter jadi kamu harus menurut" ucap sean.


" baiklah..." ucap naya.


" tuan mau apa..???? tanya naya yang melihat sean mengambil makanan itu.


" aku akan menyuapi mu" ucap sean menyodorkan sendok yang sudah terisi oleh nasi.


" tuan saya bisa makan sendiri.tangan saya kan baik baik saja.sebaiknya tuan bersiap untuk ke kantor." ucap naya.


" hari ini aku akan di rumah menemani mu" ucap sean.


" bukankah hari ini tuan ada meeting penting." ucap naya.


tampak sean diam karena ia hampir lupa kalau ada jadwal meeting penting hari ini.


" saya tidak apa apa kok" ucap naya.


" baiklah...aku akan pulang cepat.sekarang kamu habiskn sarapanmu." ucap sean segera bersiap siap untuk bekerja.


" hmmm....." ucap naya mengangguk.


setelah 15 menit sean sudah selesai bersiap siap.


" pak mus sedang menebus obat.nanti kamu minum ya." ucap sean.


" aku berangkat dulu..." ucap sean mengecup kening naya.


" hati hati tuan." ucap naya.


tampak sekertaris leo sudah ada di depan mansion sedang menunggu tuannya.


" selamat pagi tuan...." sapa leo.

__ADS_1


leo membukakan pintu mobil dan mempersilahkan sean masuk ke dalam mobil.


" nona tidak ikut tuan..???? tanya leo.


" dia lagi sakit..." ucap sean.


leo mulai menjalankan mobilnya.


" kemana tika tumben tidak ikut denganmu" tanya sean.


" dia sudah pindah kostan tuan." ucap leo.


" kenapa....apa kalian bertengkar???? tanya sean.


" kenapa tuan bertanya seolah olah aku dan bocah itu pacaran."batin leo.


" hei....aku bertanya kenapa kamu diam." ucap sean menendang kursi yang di duduki leo.


" maaf tuan...." ucap leo.


" sudahlah....tidak penting juga untukku." ucap sean.


sean mengambil hp nya dan menelpon naya.


" tut...tut...tut.." kenapa dia tidak mengangkat telponku." ucap sean.


sean terus mencoba beberapa kali untuk menelpon naya tapi tetap tidak di angkat.karena khawatir akhirnya sean menelpon pak mus.


" halo....tuan." sapa pak mus.


" di mana naya,kenapa dia tidak mengangkat telpon ku" ucap sean.


" saya akan melihatnya dulu di kamarnya tuan.." ucap pak mus.


selang beberapa menit....


" nona sedang tidur tuan.sepertinya obat yang di minun tadi yang membuatnya tertidur." ucap pak mus.


" baiklah.....biarkan dia tidur." ucap sean langsung mematikan telponnya.


tika yang sedang bekerja membersihkan tempat resepsionis heran karena tidak melihat naya bersama sean.dari pada penasaran akhirnya tika memberanikan diri untuk menanyakannya langsung kepada sean.


tika menghampiri sean yang sedang berjalan dan ia juga melihat ada leo bersama sean tapi tika sudah berjanji tidak mau berurusan lagi dengan leo dan sebaiknya berpura pura saja tidak melihatnya.


" permisi tuan...di mana naya. ??? tanya tika.


" dia sedang sakit.." ucap sean.


" apa...naya sakit." ucap tika


" sakit apa tuan..???? tanya tika lagi.


" apa sakitnya parah..???? ucap tika.


" sudah di bawa ke doktet belum..???? tanya tika terus menerus.


" hei....diamlah kamu berisik sekali."ucap sean pergi meninggalkan tika.


" aku kan cuma khawatir... " batin tika.


" aku akan menelpon nya nanti." ucap tika melanjutkan pekerjaannya.


sean masuk ke ruangannya begitu juga dengan leo.mereka memulai pekerjaannya masing masing.


tika merasa kesepian karena sahabatnya naya tidak masuk kerja.


" kalau tidak ada naya seperti ada yang hilang." ucap tika.


tika selesai membersihkan tempat resepsionis dan kini saatnya ia harus membersihkan ruangan lainnya.tika berjalan sambil membawa alat kebersihan menuju ruangan yang akan di bersihkan.saat berjalan tika melihat sekertaris leo.


tika menghentikan langkahnya.

__ADS_1


" aku pasti bisa.. " batin tika dan akhirnya tika melanjutkan langkahnya lagi.tampak sekertaris leo berjalan ke arahnya.


jantung tika deg degan melihatnya tapi ia berusaha untuk rileks.


tika dan sekertaris leo berpapasan begitu dekat tapi keduanya diam tidak saling menyapa bahkan saling melihatpun tidak.mereka seperi orang yang tidak saling mengenal.


tika terus berjalan semakin menjauh tanpa menoleh sedikitpun.


berbeda dengan leo.ia menghentikan langkahnya karena merasa ada yang aneh.


biasanya tika akan banyak bicara saat bertemu dengannya tapi kali ini semuanya berbanding terbalik.


leo merasa asing dengan keadaan ini.


jam makan siang tiba...


" tuan apa mau saya belikan sesuatu untuk makan siang" ucap leo.


" iya..." ucap sean tanpa melihat ke arah leo karena ia sedang mengecek banyak proposal proposal penting.


" tuan mau saya bawakan apa.???? tanya leo


" apa saja...." ucap sean masih fokus pada pekerjaannya.


" baiklah...." ucap leo keluar dari ruangan sean.


leo pergi ke kantin kantor untuk makan siang.di sana ia memesan nasi dan ayam bakar dengan minuman dingin.leo duduk sendiri.suasana kantin sangat ramai dan penuh di saat jam makan siang tiba.


pesanan leo datang dan ia memulai menyantap makanannya.


di tengah kegiatan makannya leo melihat tika yang baru datang.tika pun melihat leo pandangan mereka bertemu tapi dengan segera tika mengalihkan pandangannya ke segala arah.


tika memesan makan siangnya dengan menu yang sama dengan sekertaris leo dan pastinya itu hanya kebetulan saja.


makanan sudah ada ditangan tapi tika bingung akan duduk di mana karena semua meja kursi penuh.tapi ada satu kursi yang kosong dan ternyata kursi itu berada satu meja dengan sekertaris leo.


tanpa ragu ragu tika melangkah pasti menuju kursi tersebut dan duduk di sana.tika tidak peduli dengan keberadaan sekertaris leo di sana.sama halnya dengan sekertaris leo yang tetap diam fokus dengan makanannya.


mereka duduk satu meja tapi mereka saling diam dengan dunianya sendiri.


benar benar seperti dua orang yang tidak saling kenal.


tika dengan cepat menghabiskan makanannya dan langsung pergi dari tempat duduknya.


leo menatap punggung tika yang semakin menjauh.


" ternyata bocah itu benar benar membuktikan omongannya." batin leo.


leo merasakan sesuatu yang aneh di hatinya.seolah ingin bertanya perasaan apa itu.


leo kembali ke ruangan sean untuk memberikan makan siang tuannya.


" tuan makan lah dulu..." ucap leo memberikan makanan yang di pesannya tadi di kantin.


" simpan saja di meja...": ucap sean masih fokus pada pekerjaannya.


leo pun kembali ke ruangannya dan memulai pekerjaannya.


leo tampak tidak fokus dengan pekerjaannya.karena ia dari tadi hanya bengong menatap map map yang ada di depannya.


" kenapa aku jadi kepikiran bocah itu" batin leo.


walau mencoba menepis sebuah rasa tapi tetap saja hal itu selalu terlintas dalam pikiran.


leo bingung dengan dirinya yang merasa gelisah dengan sikap tika saat ini.


ia merasa rindu dengan sikap kocak dan cerewet nya tika.sikap yang selalu mengganggunya,menggodanya.dan selalu memperhatikannya.


terkadang kita sebagai manusia selalu tidak menyadari bahwa apa yang ada sisi kita dan apa yang sedang kita jalani adalah sesuatu yang sangat berharga.sehingga saat tiba waktunya semua itu pergi manjauh kita baru merasa ada sesuatu yang hilang.


sikap ego dan sombong selalu menjadi salah satu momok yang sangat menakutkan untuk hati yang tak pernah mengerti arti hadirnya seseorang.sehingga ia baru akan merasa kehilangan saat orang itu tidak lagi ada di sisihnya.

__ADS_1


rindu akan sesuatu yang sudah biasa di lakukan tapi kini semuanya telah berubah dan berbanding terbalik sehingga tanpa di sadari akan memberi luka yang tak terlihat.


bersambung......


__ADS_2