Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.77 kemarahan sean


__ADS_3

" braakkkk..."


suara pintu yang di banting dengan keras.membuat naya yang sedang berbaring di tempat tidur pun kaget.


" tuan.." ucap naya saat melihat sean yang membuka pintu.


sean berjalan mendekati naya dengan tatapan penuh amarah.


" plaakkkk..."sean menampar pipi naya dengan sangat keras.


" tuan ada apa...????" ucap naya dengan air mata yang sudah menetes.


sean lalu mencekik leher naya...


" keterlaluan kamu..." ucap sean sangat marah.


" apa yang kamu lakukan di belakang ku."???? ucap sean.


" tu...tu...a.an.." ucap naya terbata bata karena lehernya di cekik oleh sean.


leo yang baru masuk ke dalam kamar pun terkejut saat melihat sean mencekik naya.


" tuan...lepaskan nona bisa meninggal tuan." ucap leo memegang tangan sean berusaha untuk melepas tangan nya dari leher naya


naya sudah hampir kehabisan nafas...


" tuan....saya mohon lepas kan." ucap leo.


tapi sean tidak juga melepaskan tangan nya dari leher naya.sean sedang di liputi api amarah dan siapa pun tidak ada yang akan lepas dari nya.


leo panik saat melihat naya yang sudah tidak berdaya dan dengan terpaksa leo memukul sean.dan sean pun melepaskan tangannya dari leher naya.


" uhuk...uhuk..." naya terbatuk batuk saat lepas dari cengkraman tangan sean.


naya menangis...


sean tidak peduli dengan tangisan naya,ia pun langsung keluar dari kamar nya.


" sekertaris leo....sebenarnya ada apa ini.??? tanya naya sambil menangis.


leo diam...


" kenapa tuan semarah itu kepada ku." tanya naya lagi.


" apa kesalahan ku...???? ucap naya.


" ada seseorang yang mengirim kan video kepada tuan sean." ucap leo.


" video..??? ucap naya bingung.


" video apa maksud mu aku tidak mengerti." ucap naya.


"' coba tunjukan pada ku." ucap naya lagi.


leo pun menyalakan video itu...


naya terkejut setelah video itu di nyalakan...


" ini tidak mungkin..." ucap naya panik.


"itu....bukan aku." ucap naya.


" mana mungkin aku melakukan hal menjijikan seperti itu." ucap naya menatap leo.


" saya percaya nona tidak mungkin melakukannya." ucap leo.


"' tapi tuan sean...?????ucap leo tidak meneruskan kata katanya.


" seperti nya ada sesorang yang sengaja melakukannya."' ucap leo.


" tapi kenapa...???? ucap naya.


"apa tujuannya..??? tanya naya.


" menghancurkan tuan sean..." ucap leo.


" aku harus menjelaskan nya pada tuan..." ucap naya.


" tunggu nona..." ucap leo.


" sebaiknya jangan sekarang,tuan sedang marah." ucap leo.


" aku tidak peduli..." ucap naya pergi menemui sean.


" di mana tuan..." batin naya.


" apa mungkin di ruang kerjanya.??? batin naya lagi.


naya langsung pergi ke ruang kerja sean.


tanpa mengetuk pintu naya langsung masuk ke dalam.di lihatnya sean yang sedang berdiri menatap ke jendela.


naya perlahan mendekati sean.

__ADS_1


" tuan...." panggil naya.


" pergilah...."ucap sean.


" tolong dengarkan saya dulu..." ucap naya.


"saya tidak mungkin melakukan hal seperti itu tuan." ucap naya.


" pergilah sebelum aku menyakitimu kanaya " ucap sean masih menatap ke arah jendelan.


" tidak...saya tidak akan pergi dari sini.tuan harus percaya sama saya." ucap naya.


sean berbalik dan menatap naya dengan tajam.


sean mencengkram dagu naya...


" apa yang ingin kamu jelaskan." ucap sean.


" tuan aku mohon percaya lah saya tidak mungkin melakukan hal seperti itu." ucap naya.


" semua nya sudah jelas,video itu asli." ucap sean.


" kamu sudah mengkhianati ku naya." ucap sean.


" aku sangat membenci pengkhianatan." ucap sean sambil menghempaskan dagu naya.


" itu tidak benar tuan..aku hanya mencintai tuan." ucap naya.


" pergilah...." ucap sean.


"tapi tuan...."ucap naya memegang tangan sean,tapi sean langsung menatap naya marah dan menghempaskan tangan naya.


" jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu." ucap sean.


" tidak tuan.. saya mohon jangan lakukan ini kepada saya." ucap naya memeluk sean.


" lepaskan..." ucap sean mendorong tubuh naya.


" tuan...ku mohon." ucap naya sambil menangis.


" pergiiiii....." ucap sean berteriak.


tapi naya tetap diam...


karena tidak sabar sean menarik tangan naya dengan kasar dan membawa ny ke luar dari ruangan itu.


" braakkkk..." sean pun menutup pintu dengan membanting nya.


" kenapa tuan tidak percaya...." batin naya menangis.


hati nya sakit karena sean tidak mempercayai nya.


*** di apartemen leo ****


leo pulang dengan wajah yang lesu...


" kakak kenapa..." tanya tika yang melihat leo begitu lesu.


" tolong ambil kan aku minum.." ucap leo sambil duduk.


" baik...tunggu sebentar.." ucap tika.


" apa ada masalah kak...??? tanya tika sambil memberikan gelas berisi air minum.


" ini masalah besar..." ucap leo.


" masalah apa..."??? tanya tika penasaran.


" tuan sean marah besar kepada nona naya." ucap leo.


" tapi kenapa .." ucap tika.


" ada seseorang yang mengirimkan sebuah video kepada tuan sean." ucap leo.


" video...????? ucap tika.


" iya....video yang berisi adegan intim nona dengan seorang pria." ucap leo.


" apaaaa....." ucap tika kaget.


" mungkin tuan sean salah lihat..." ucap tika.


" tidak....video itu asli." ucap leo.


" itu tidak mungkin kak..." ucap tika tetap tidak percaya.


" tapi aku sudah memeriksanya dan ternyata video itu memang asli." ucap leo.


" apa kakak membawa video itu..." ucap tika.


leo mengangguk...


lalu leo menyalakan video itu.

__ADS_1


mata tika terbelalak saat melihat isi video itu.


" ini tidak mungkin...naya tidak mungkin melakukan hal hina seperti itu." ucap tika.


"aku yakin wanita itu bukan naya." ucap tika.


" naya sangat mencintai tuan sean jadi tidak mungkin naya melakukan nya " ucap tika.


" jika video itu asli tanpa ada rekayasa berarti ada seorang wanita yang memiliki wajah yang mirip dengan nona." ucap leo.


" tapi siapa setahuku naya tidak memeiliki saudara kembar." ucap tika.


" itulah yang harus kita cari tahu." ucap leo.


" aku takut tuan akan menyakiti nona." ucap leo.


" tuan sangat benci pengkhianatan ." ucap leo.


" kakak harus menolong naya." ucap tika memegang tangan leo.


leo mengangguk.....


**** malam hari****


naya atau pun sean masih mengurung diri di kamar.


naya di kamar tidur sedangkan sean di ruang kerjanya.


naya masih terus menangis ia tidak ingin seperti ini.


sampai tengah malam sean belum juga kembali ke kamar.naya tidak mungkin bisa tidur tanpa sean di sisi nya.naya terus melihat ke arah pintu berharap sean akan datang tapi ternyata itu tidak terjadi.


naya berusaha memejamkan mata tapi tetap tidak bisa.akhirnya naya menemui sean di ruang kerjanya.


perlahan naya membuka pintu tapi ia tidak menemukan sean.


" di mana tuan..." ucap naya.


lalu naya keluar mencoba mencari sean.


" nona belum tidur...??? tanya pak mus.


" pak mus...di mana tuan." tanya naya.


" tadi tuan keluar membawa mobil." ucap pak mus.


" apa nona dan tuan sedang ada masalah..???? tanya pak mus.


" tidak ada pak...." ucap tika.


" saya akan menunggu tuan di sini..." ucap tika duduk di ruang tamu.


" ini sudah malam nona...sebaiknya nona tidur." ucap pak mus.


" bagaimana saya bisa tidur pak....sedangkan tuan ada di luar." ucap naya.


" sebaiknya pak mus istirahat biar saya sendiri menunggu tuan di sini." ucap naya.


" baiklah...." ucap pak mus lalu meninggalkan naya sendiri.


" tuan ke mana...???? batin naya.


naya sangat gelisah sean pergi dalam ke adaan marah.


sudah 1 jam naya menunggu tapi sean belum juga pulang.di lihat nya terus ke arah jendela tapi belum juga ada tanda tanda sean pulang.


karena sudah mengantuk akhirnya naya tertidur di kursi.


setelah 3 jam tepatnya sekarang jam 2 dini hari sean baru kembali dalam ke adaan mabuk.


sean menggedor gedor pintu dengan sangat keras sehingga mengagetkan naya yang sedang tertidur di kursi.


naya bangun dan langsung membukakan pintu.


" tuan....." ucap naya terkejut melihat sean yang pulang dalam ke adaan mabuk dan dengan penampilan yang sangat kacau.


" tuan...kenapa seperti ini." ucap naya mencoba membantu sean berjalan tapi sean menolaknya.


" jangan sentuh aku.." ucap sean.


" tuan...." ucap naya lirih.


sean berjalan sempoyongan ia berjalan menuju kamar nya.sesekali sean hampir terjatuh tapi masih bisa bangun sendiri.


naya yang terus mengikuti dari belakang tak sanggup menahan tangisnya.


sampai di kamar sean langsung membaringkan tubuh nya ke tempat tidur.


dengan pelan naya melepas sepatu dan jas yang di pakai sean.


" tuan...aku mohon jangan seperti ini." ucap naya.


dengan perasaan yang sangat kacau naya ikut berbaring di samping sean dengan terus menatap wajah sean.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2